Female Villainess

Female Villainess
18.Kembali



Aleardo terdiam sambil menatap pedang yang diberikan oleh Ana. Pedang ini bukan hadiah pertama dari Ana. Pada ulang tahun lalu gadis itu juga memberikan pedang berwarna Abu sama seperti dengan milik Ana. Pedang abu itu menjadi benda kesayangan Aleardo. Dia selalu membawa pedang itu kemanapun. Walaupun pedang abu itu memiliki ukuran yang lebih kecil dari pedang hitam.


"Putri tidur bodoh memang  tidak bisa memilih hadiah. Bahkan hadiah ini pedang lagi walaupun pedang hitam ini lebih indah dan kuat dibandingkan  pedang abu itu."


Sebenarnya pedang Abunya yang diberikan oleh Ana tahun lalu sudah memiliki retak akibat dia gunakan saat bertarung dengan Froktryon. Dia memang tidak menduga monster itu memiliki kulit yang lebih keras dari biasanya. Akibatnya pedang Aleardo menjadi sedikit retak. Karena kesal pedang pemberian Ana rusak, Aleardo akhirnya menggunakan sihir untuk menghancurkan semua monster yang membuat dirinya marah.


Padahal sejak pulang dari pedang, Aleardo belum pernah menggunakan pedang itu di depan Ana tapi gadis itu seakan tahu kalau pedang sebelumnya tidak dalam kondisi baik. Sebenarnya dia merasakan sesuatu dengan pedang yang berikan oleh Ana. Pedang itu tidak menyerap mana begitu saja saat dia mencoba mengalirkan. Aleardo juga merasa pedang ini memang dibuat untuknya.


Ditempat lain seorang pria yang sedang berdiam di kegelapan dengan tatapan kosong. Ruangan itu sudah hancur dengan barang-barang yang dirusak oleh pria itu. Orang itu adalah Putra Mahkota, dia sangat marah karena sosok Aleardo yang mengambil perhatian Ana. Padahal menurutnya dia yang lebih dulu mengenal gadis itu tapi Aleardo yang mendapatkan semua perhatian Ana.


"Pria terkutuk itu ingin merebut milikku itu tidak akan aku biarkan begitu saja." ucap putra mahkota dengan senyum tipis muncul di wajahnya.


Beberapa hari telah berlalu dari pesta. Ana menghabiskan waktunya dengan berlatih berpanah karena bulan depan akan diadakan perlombaan perburuan. Walaupun sangat jarang seorang nona bangsawan mengikuti kegiatan itu. Pada umumnya kaum wanita memilik acara wanita tercantik di kerajaan ini. wanita itu dianggap menang apabila mendapatkan hasil berburu terbaik dari kaum pria. Tapi Ana tidak tertarik menjadi pemenang wanita tercantik di kerajaannya ini. Apalagi kontes berburu ini menjadi salah satu syarat dalam mendaftar ksatria di kerajaan ini.


"Berhentilah dengan cita-cita konyol kamu itu." ucap Aleardo yang sedang duduk di bawah pohon dengan buku mana of healing.


Buku yang pernah di baca oleh Ana. Sebenarnya Ana sangat terkejut dengan Aleardo yang belum menyelesaikan buku itu. Padahal biasanya dia hanya butuh beberapa 1 jam untuk menyelesaikan 1 buku sihir yang memiliki 1000 halaman. Tapi buku yang sedang dibaca Aleardo hanya berisi 300 halaman tapi dia membutuhkan waktu yang sangat lama.


"jangan melarang aku untuk mengejar impianku itu. Apakah buku itu sangat susah dibaca hingga kamu butuh waktu yang sangat lama." ucap Ana yang kembali fokus memanah busur ke titik merah sasaran.


"Aku sudah menyelesaikannya beberapa kali tapi tidak menemukan mana healing yang seperti kamu." ucap Aleardo yang masih fokus dengan buku itu.


Aleardo memang masih penasaran dengan isi buku itu. Karena dalam buku itu tertulis setiap pemilik mana hijau memiliki efek yang berbeda. Hal itu dipengaruhi oleh beberapa hal. Tulisan itu tidak memberikan penjelasan lebih dalam lagi.


"sudahlah berhenti mencari hal mengenai mana yang aku miliki. selain itu aku tidak pernah melihat kamu membawa pedang hitam. hanya ada pedang abu yang sama dengan pedangku. Apakah Aleardo tidak menyukai pedang itu?" tanya Ana.


"Pedang itu aku suka, sangat kokoh hanya pedang itu tidak cocok untuk aku bawaan sehari-hari. "


"Benar juga, aku berpendapat seperti itu. Pedang itu sangat menarik saat pertama aku lihat. Pedang itu seperti cerminan kamu, Aleardo."


"sudah berhenti memanah Ana. Setidaknya kamu tidak memaksakan diri saat berlatih."ucap Aleardo yang kesal saat tidak sengaja jarinya terluka karena busurnya.


"Ini hanya luka kecil. Tapi kamu benar aku juga sudah merasa lelah." ucap Ana sambil membereskan peralatannya.


Sebenarnya Ana mulai merasa badannya tidak dalam kondisi baik saat luka itu tidak menutup tapi dia coba sembunyikan dari Aleardo.


"Aku akan pergi ke kamar dulu. nanti siang sepertinya aku tidak bisa menemani kamu ikut di perpustakaan."


"Hmm aku tidak perduli." ucap Aleardo yang langsung meninggalkan Ana begitu saja.


" maaf,maaf maaf Anabella."


Ana tidak mendengar keberadaan sosok itu. Tapi tubuhnya semakin tidak enak. Setelah sampai kamar, dia langsung merebahkan badannya di tempat tidur. Suara itu masih terdengar. suara itu semakin lirih hingga perkataan yang membuat Ana terdiam.


"Semestinya kamu tidak menyelamatkan aku Anabella. Kamu terluka karena keberadaan aku saat ini. Maaf."


suara semakin jelas tapi tidak melihat sumber suara. Hingga beberapa saat setelah itu, Ana kehilangan kesadaran.


Saat ana terlelap sebuah gumpalan hitam. Muncul sosok pria muda yang mendekat tubuh Ana. Dia mengelus pipi merah ana. Pada waktu bersamaan seseorang muncul dengan Teleportasi. Orang itu Aleardo, dia terkejut saat ada pemuda lain di kamar tidur ana dengan gadis itu terlelap .


"Siapa kamu?" tanya Aleardo.


"hahahah kamu melupakan aku Aleardo." ucap pemuda itu yang berjalan mendekati Aleardo.


Aleardo membeku saat melihat pemuda yang wajahnya tersembunyi oleh tudungnya.


"kamu, tidak mungkin. Aku tidak memiliki saudara seperti kamu."


"hahahah kamu melupakan aku. Bukankah kamu bisa lihat kalau kita memiliki wajah yang sama. Aku adalah kamu dan kamu adalah aku."


"Bagaimana bisa ini terjadi?"


"Aku adalah sisi gelap dalam diri seorang Aleardo. Aku adalah kutukan yang kamu anggap sudah hilang selama ini." ucap pemuda pertuhdung itu.


"kamu tidak bisa membohongi aku, kamu bukan bagian aku."


"kamu sangat menyedihkan Aleardo. kamu ingat 3 bulan lalu saat kutukan kamu kambuh dan asap yang keluar dari tubuh kamu dan mengelilingi Ana adalah aku. "


"apa maksud kamu? kenapa kamu berada di sisi Ana?"


"Ini karena kamu tidak bisa menerima keberadaan aku. Pada waktu itu Ana memberikan dia sebagai wadah aku sementara. Kamu yang telah melukai Ana. Jika kamu mau ana kembali semula dan mana hijau tidak kembali aktif. kamu harus menerima keberadaan aku. Sehingga aku bisa pergi dari tubuh Ana."


Aleardo sempat terdiam yang akhirnya menganggukkan kepala. Dalam sesaat asap keluar dari tubuh ana dan mulai masuk kembali ke dalam tubuh Aleado.


"Aku sudah tidak seperti dulu. Hanya satu permintaan untuk melindungi gadis muda itu. " ucap sosok kegelapan yang tidur di dalam tubuh Aleardo.