Female Villainess

Female Villainess
99. Luxorius vs Penyihir wanita



Luxorius terkejut saat melihat kondisi hutan tempat para naga tinggal sudah hancur. Rumah penduduk sudah hancur terlahap api. Bahkan banyak naga yang tergeletak dengan darah yang mengalir. Semua itu hanya dilakukan oleh seorang penyihir muda yang berada di depannya saat ini.


Penyihir itu sedang bertarung dengan Yirlendi. Terlihat tangan kanan Luxorius sangat kewalahan menandingi serangan penyihir wanita itu. Tentu saja luka yang diderita oleh Yirlendi semakin mempersulit naga yang berwujud manusia itu sulit menggunakan seluruh energi sihirnya.


"Kenapa kamu menyerang tempat ini? Kami tidak pernah mengganggu kerajaanmu." ucap Yirlendi yang sedang berlindung di sebuah kubah yang dirinya buat. Tapi lapisan sihir itu sedikit demi sedikit melemah saat mendapatkan serangan dari penyihir wanita itu.


"Benarkah? Tapi beberapa dari kaummu menyerang desa di dekat sini." ucap Gadis itu yang semakin membanti buta.


"Kami tidak mungkin menyerang para manusia." jelas Yirlendi yang sedang bersandar di salah satu batang pohon. Dia sudah pasrah mati saat ini. Tidak ada cara untuk menyelamatkan dirinya. Hingga sebuah sihir memindahkan tubuh Yirlendi yang hampir di tebas oleh pedang milik penyihir itu.


"Pergilah dari tempat ini sebelum aku menghancurkan kerajaanmu karena sudah membuat rakyatku tersiksa." ucap Luxorius.


"Aku akan pergi setelah membantai kalian semua, Itulah tugas yang aku dapatkan dari raja." jelas gadis itu.


"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Bagaimana seorang penyihir yang harusnya melindungi tempat ini malah ikut menyerangnya." ucap Luxorius.


"Aku tidak pernah mendapatkan tugas seperti itu." ucap gadis itu sebelum menyerang Luxorius dengan pedangnya. Luxorius sedikit kewalahan menangkis setiap serangan dari wanita muda di depannya. Wanita itu sangat lincah dalam setiap gerakan sangat terencana dan tanpa tergesah tapi mematikan. Tanpa sadar Luxorius sudah mendapatkan banyak luka dari wanita itu.


Saat mendapatkan kesampatan untuk menjauh, Luxorius langsung menggunakan sihir teleportasi untuk berpindah ke belakang wanita itu. Tapi dengan mudah dibaca oleh wanita itu. Sekarang malah Luxorius yang terpojokkan dari serangan wanita itu.


"Teknik berpedangmu lumayan juga bahkan kamu bisa mengimbangi serangan dari jenderal perang sekaligus penyihir agung kerajaan Grio, Kamu pasti tahu bukan?" tanya Wanita itu dengan pedangnya diarahkan pada leher Luxorius.


Luxorius terkejut saat mendengar ucapan wanita itu, Dia sangat tahu penyihir suci yang sangat berbahaya di banding penyihir hitam yang menjadi boneka sang raja Grio. Hampir semua orang tahu akan rumor tentang gadis bernama Quena yang dibawa oleh pangeran dan diangkat menjadi penyihir suci.


Wanita muda yang dengan muda memenangkan setiap perang dengan pedang hijaunya tanpa mendapatkan luka sedikitpun. Bahkan tidak ada yang bisa mengalahkan seni perang yang sangat cantik dan mengagumkan. Wanita itu ada di depannya yang harusnya menjadi penyihir suci yang melindungi hutan ini.


"Penyihir suci Queena." ucap Luxorius dengan lirih yang membuat senyum manis muncul dari wanita itu.


"Kamu tahu itu bukan, Aku bukanlah orang yang berbelas kasih pada musuh. Jadi apa ucapan terakhirmu sebelum pedang indah ini mencabutmu?" Tanya Quena yang membuat Luxorius menelan ludah dengan sangat sulit.


Yirlendi yang melihat rajanya sedang terpojokkan. Dia bingung cara untuk menyelamatkan rajanya saat ini. Bagaimanapun dia harus menyelamatkan rajanya. Yirlendi mengumpulkan energi sihir terakhirnya walaupun tindakannya saat ini sangat berisiko padanya. Dia arahkan sihir yang sudah berkumpul seperti bola tapi semua itu sudah diketahui oleh Quena.


Bruk


Yirlendi terpental dari titiknya berpijak, Dia melihat orang yang menyelamatkan dari sihir yang dikirim oleh Quena. Sedangkan wanita muda itu tersenyum lebar saat melihat Yirlendi dapat menghindar dari sihir mematikannya.


"Kamu orang pertama yang bisa selamat dari sihirku." ucap Quena yang sudah kembali menatap Luxorius.


"Anda sangat baik hati menyelamatkannya, Aku tidak marah sama sekali. Kamu menghiburku dari kebosanan hari ini. " ucap Quena tersenyum. Dia kembali mendekati tubuh Luxorius yang sudah tidak bisa bergerak karena menggunakan sihirnya untuk memindahkan Yirlendi. Tentu saja menggunakan sihir teleportasi dalam waktu berdekat dapat menguras banyak energi sihir Luxorius.


"Aku sangat berkesan dengan sihir teleportasimu itu." ucap Quena tersenyum yang tidak pernah menghilang.


"Kamu ingin mati dengan pedang indahku atau sihirku ini." ucap Quena yang memberikan dua pilihan pada Luxorius yang sudah pasrah dengan nasibnya.


Tanpa sadar Luxorius sudah menangis saat melihat tidak akan bisa melihat keluarga kecilnya. Padahal baru beberapa jam lalu dia bahagia karena kelahiran anaknya. Tapi kebahagian itu tidak bertahan lama. Dia belum bisa membahagiakan keluarga kecilnya. Bahkan impiannya untuk hidup lama bersama wanita yang dicintainya belum telaksana.


"Anda menangis, Apakah kamu mengingat keluargamu?" tanya Quena yang sekarang berjongkok di depannya.


"Aku ikut bersedih saat kamu harus mati terlebih dahulu tapi tenang saja aku akan mengantarkan keluargamu agar tidak kesepian nanti." ucap Quena yang membuat Luxorius marah. Dia menggerakkan tangannya untuk mengambil pedangnya tapi sihir Quena muncul tepat di atas pedang Luxorius. Sihir itu membakar tangan Luxorius.


"akkkkkkkkkkkkh." teriak Luxorius saat merasakan tangannya terbakar.


"Aku tidak menyuruhmu untuk mengambil pedang itu tuan." ucap Quena yang sekarang sudah berdiri. Sudah tidak ada senyum yang tergambar di wajahnya.


"Sebaiknya kamu mengucapkan selamat tinggal pada dunia ini." ucap Quena yang mengangkat pedangnya tinggi bersiap memenggal kepala Luxorius.


Yirlendi terkejut saat melihat raja akan dipenggal oleh penyihir wanita itu tapi dia sudah tidak memiliki tenaga untuk menyelamatkan Luxorius. Hingga sebuah sihir muncul menyerang Quena. Penyihir wanita itu menghindar dengan mudah, senyum manis kembali muncul di wajahnya.


"Mainan baruku datang." ucap Quena yang membuat Luxorius kembali membuka mata dan terkejut saat melihat orang yang disebut mainan baru oleh penyihir wanita itu.


Yirlendi ikut terkejut saat melihat seseorang yang menyelamatkan rajanya dari tebasan pedang milik penyihir wanita yang berama Quena itu. Sedangkan Quena sekarang sudah membalikkan badannya menghadap seseorang yang tadi menyerangnya. Dia sudah tidak sabar untuk bertarung dengan orang yang berani menyerangnya secara diam-diam. Dia paling tidak suka dengan orang menyerangnya dari belakang. Tapi setidaknya orang itu bisa menghibur Quena yang sudah bosan melawan Luxorius. Sekarang Luxorius sudah tidak bisa bergerak kembali lagi karena sudah kehabisan energi sihirnya. Hal itu yang membuat Quena bosan dan ingin menghabisi orang itu secepatnya. Sehingga dia bisa segera menemui pangeran Hades secepatnya.