
Pangeran Damian pada kehidupan hingga saat ini karena jiwa Quena tidak menyerah seperti dikehidupan sebelumnya. Hal ini karena jiwa Quena dan Jiwa Pangeran Damian saling berikatan. Mereka memiliki jenis mana yang sama karena dikehidupan pertama Quena , dia pernah memberikan separuh jiwanya dan mananya untuk seorang anak laki-laki.
bayi laki-laki diselamatkan karena kedua orang tuanya menjadi korban tugas Ana yang diperintahkan oleh Raja. bayi laki-laki yang baru berumur beberapa minggu itu harus mati karena ayah sang bayi memiliki darah keturunan sang raja. Karena raja tidak suatu hari ada yang menggulingkannya dari jabatannya. Maka dia menyuruh Quena yang tidak tahu akan kebaikan dan kejahatan untuk membunuh satu keluarga duke tanpa tersisa. Namun saat dia melihat ibu yang memohon pada Quena untuk tidak membunuh bayinya. Dia tersadar perbuatan ini adalah sebuah kesalahan. Namun sayangnya bayi itu sudah terkena kutukan sebelum Quena sampai dikediaman itu.
Karena rasa bersalah pada sang bayi, Quena menggunakan sihir terlarang untuk membersihkan bayi itu dari kutukan. Dia memberikan sebagaian jiwanya dan mananya untuk melindungi bayi itu. Setelah itu dia menitipkan bayi itu kesalah satu tempat ibadah.
Namun Quena tidak menyangka ada bayaran yang sangat besar untuk penggunaan sihir itu. Setelah beberapa tahun dia tidak mengalami pertumbuhan. Tubuhnya berhenti tumbuh.
Setelah memastikan bayi itu berada di tempat yang tepat, Dia pergi ke istana untuk mennghancur kerajaan yang sudah menyuruhnya untuk membunuh orang yang tidak bersalah. Dia berjanji tidak akan membiarkan raja itu hidup dan memastikan memusnahkan kerajaan itu.
Bayi yang diselamatkan oleh Quena tubuh dengan baik. Dia menjadi orang yang sangat baik dan ramah. Karena kepintaran dan keahlian dalam bidang sihir. Dia menjadi perajurit dari suatu kerajaan yang bangkit setelah tragedi lautan api. Bahkan anak yang ditolong Quena mendapat gelar bangsawan karena jasanya dalam bidang sihir. Anak itu memiliki rambut hitam legam dengan mata hijau seperti warna mananya.
Generasinya terus meneruskan bakat sihir dan warna rambut hitam itu. Bahkan keluarga itu terkenal dengan keturan penyihir agung dan ksatria. Hingga lahirlah Zixon yang memiliki rambut hitam dan iris merah darah. Keluarga mulai hancur ketika dongeng tentang kutukan mulai bermunculan di kerajaan itu. Para bangsawan yang tidak menyukai keluarga Zixon yang selalu memiliki keturun dengan bakat sihir. Makanya mereka menyebarkan rumor tentang kutukan yang menyerang anak salah satu duke yang tak lain Zixon. Akibat itu masyarakat menyerang kediam duke karena berpikir keluarga bangsawan itu sudah menjadi penyihir hitam setelah keberadaan zixon diketahui.
Zixon lahir dengan keahlian sihir bahkan saat bayi mananya sudah menunjukkan eksentensinya. Semua itu membuat iri para bangsawan. Para bangsawan memburu zixon untuk dibunuh agar tidak ada lagi keterunan duke Ethan.
"Pedang yang diberikan raja adalah pedang yang dimiliki quena. Dia dapat mendeteksi aura jahat seperti energi mana penyihir hitam. Sepertinya tadi ada beberapa orang yang berniat menyerang pesta. Namun pedang itu dapat mendeteksi. Sekarang waktu akan berhenti sampai nona Ana tersadar kembali." ucap Pangeran Damian.
"Jadi jiwa anda berikan dengan jiwa Quena?" tanya Aleardo.
"Iya, oleh karena itu akan selalu hidup diwaktu yang sama dengan keberadaan jiwa Quena. Tapi kehidupan sebelumnya, Quena mati karena bunuh diri karena itu aku mati diusia muda. Sekarang jiwa Quena menempati tubuh nona Anabella. "
"Saya tidak menduga ada orang lain yang seperti kami."
"Ya hanya kita bertiga sebelumnya, tapi ada satu jiwa yang ikut dalam kehidupan ini. Dia mengincar keselamatan nona Anabella."
"Maksud kamu? bagaimana bisa itu terjadi? Jiwa Zixon dan jiwa kamu bisa berulang karena hukuman yang diterima jiwa Quena. Tapi kenapa ada jiwa lain yang mengalami itu."
"Karena dikehidupan sebelumnya dia menyebabkan bencanda pada dunia ini. Apakah kamu ingat kehidupan sebelumnya, kamu ditolong seorang wanita yang kamu anggap memiliki jiwa Quena?"
"Charlote?"
"Iya diikut mengelaminya, karena dia membuat kamu menjadi iblis penghancur yang semestinya keberadaan kamu sama seperi Quena. Kalian adalah penyihir yang memiliki tugas untuk melindungi dunia ini. "
"Kalau begitu kenapa kami selalu terpisahkan?"
"Sebenarnya itu bukan kesalah kalian berdua, hanya saja ada seorang yang sangat mencintai jiwa Quena sebelum kamu. Dia tidak ingin hidup kalian berakhir dengan bahagia."
"Kenapa kamu bisa tahu tentang itu semua?" Tanya Aleardo.
"Jangan bilang dia yang selalu kami berakhir dengan tragis."
"Ya, tapi jiwanya tidak seperti kita. Dia tidak pernah meninggalkan dunia. Hanya akan tertidur saat Quena mati dan kembali terbangun saat Jiwa Quena terlahir kembali."
"Siapa orang itu kamu harus memberitahuku?" Aleardo menarik kerah baju pangeran Damian. Pangeran Damian menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak tahu itu, Dia terbangun saat perubahan fisik nona Anabella terjadi. Jadi kita tidak tahu siapa itu? Mungkin dia akan menyerang kamu lagi. Aku harap kamu bisa menjaga dirimu sendiri. Karena kamu sangat mempengaruhi nona Anabella. Jika kamu berakhir sama dengan kehidupan sebelumnya mungkin jiwa quena akan menggunakan sisa hidupnya. Setelah kehidupan ini dia tidak akan bisa terlahir bersama kamu jiwa Zixon. Karena jiwa Quena akan berakhir ditangan iblis." ucap Pangeran Damian.
Aleardo terkejut mendengar ucapan pangeran damian. Dia akan hidup sendiri untuk selamanya. Dia tidak ingin itu. Sudah cukup lelah karena gadis itu selalu menyelamatkannya dan setelah kehidupan ini. Mungkin dia tidak akan bisa bertemu kembali. Tidak akan Aleardo itu terjadi untuk kehidupan ini. Cukup kehidupan sebelumnya dia selalu gagal dalam mengubah takdir mereka.
"Tenanglah." sosok pria berambut abu dengan mata emas muncul disamping Aleardo. Pangeran Damian terkejut karena seharus tidak seorangpun yang dapat bergerak karena sihir waktu jiwa Quena.
"Sudah lama bertemu dengan kalian berdua." Ternyata pria itu tidak sendiri ada lagi yang muncul. Ada pria lain dengan rambut merah dengan mata hitam.
"Siapa kalian ?" Tanya Aleardo. Aleardo bahkan sudah bersiap menyerang jika kedua orang itu berniat buruk pada Ana.
"Kamu lupa dengan ayah angkatmu ini jiwa Zixon?" ucap pria muda bersurai merah itu. Sedangkan pria berambut abu mendekati tempat Ana tertidur.
"Jangan berani anda menyentuh Ana." Peringatan Aleardo pada pemuda berambut abu-abu itu.
"Hey zixon aku lupa dengan naga yirlendi kah?" tanya pemuda berambut merah.
"Kenapa kamu bisa mengenal naga tua itu?"
"Hey aku tuh tidak tua, lihat wujud manusiaku sangat menawan bukan?" ucap pemuda berambut merah.
"Jangan bilang kalian adalah yirlendi dan Luxorius?"
"Ya, itu benar bocah jiwa zixon. Kamu sangat bodoh ternyata sekarang."
"cih , begitu saja kamu tidak mengenal kami." ucap Lixorius yang sudah berubah menjadi naga kecil. Dia mendekati tubuh Ana.
"Aku tidak bodoh, tapi kalian tidak menunjukkan wujud manusia kalian."
"Tentu karena jiwa Quena melarang kami. Dia takut suami yang pencemburunya akan marah saat tahu. Istrinya sudah dikelilingi oleh pria yang lebih tampan dari Pemuda bodoh." ucap Luxorius.
Tentu ucapan Luxorius membuat Aleardo marah. Apalagi sekarang naga itu dengan santainya tiduran disamping Ana. Dasar naga menyebalkan itu menurut Aleardo. Luxorius dan Aleardo memang tidak pernah akur kalau tidak ada Quena.