
Aleardo keluar dari kamarnya dengan Ana. Sekarang mereka sudah kembali ke kediaman Aleardo. Tentu saja dia tidak bisa terlalu lama tinggal di hutan Quena walaupun Aleardo dan Ana menginginkannya. Tugas Aleardo sebagai Grandduke cukup banyak. Selain itu Ana rindu berlatih dengan para ksatria.
Aleardo menatap sesaat wanita yang sekarang menjadi istrinya. Dia merasa damai saat melihat Ana tertidur lelap. Setelah merasa cukup menatap wajah cantik milik sang istri. Dia berjalan menuju ruang kerjanya yang berada di lantai yang sama hanya berbeda beberapa ruangan saja.
Setelah sampai ke dalam ruangannya. Aleardo tidak langsung duduk di kursinya. Dia menatap langit malam yang sangat indah dengan taburan bintang menghiasinya.
"Luxorius, Yirlendi." panggil Aleardo pada kedua naga itu. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk kedua naga itu muncul dihadapan Aleardo.
"Ada apa kamu memanggil kita malam-malam begini. Kamu tidak berniat membuat Ana kecil. padahal malam ini pemandangannya sangat romantis." ucap Yirlendi dengan wujud manusiannya.
"Bukankah selama ini kamu sering mengintip aku dengan Ana bukan." sindir Aleardo dengan nada yang dingin.
Aleardo sangat tahu kalau naganya satu itu sering berniat mengintip dengan sihirnya. Tapi selalu Aleardo halangi dengan sihir yang dimilikinya. Pada akhirnya Yirlendi menggerutu dengan kesal karena tidak bisa menonton secara gratis adegan dewasa itu.
"kamu sangat pelit, selalu menghalangi sihirku. Bahkan terakhir kali kamu malam memperlihatkan seorang nenenk mandi. Itu membuat mataku sakit tahu." protes Yirlendi saat mengingat beberapa lalu Aleardo dengan kejam membelokkan sihirnya pada tempat pemandian yang berisi nenek-nenek tua.
"Bukankah umurmu cukup untuk nenek-nenek itu Yirlendi." ucap Aleardo.
"Sialan, seorang naga memiliki hidup yang panjang dan awet muda. Kamu pikir aku nafsu dengan wanita keriput seperti itu." protes Yirlendi yang membuat Aleardo tanpa sadar tertawa saat membayangkan naga hitam itu menatap nenek-nenek sedang mandi. Kalau nenek-nenek itu Ana mungkin Aleardo akan tetap senang tapi berbeda dengan wanita lain.
"Sudah berhenti membicarakan hal yang tidak penting, Ada apa kamu memanggilku dengan sihir pemikat iblismu itu." ucap Luxorius dengan nada yang sinis.
"Ada yang ingin aku bicarakan mengenai penyihir wanita yang pernah mengikat kontrak denganku." ucap Aleardo dengan nada yang serius.
Yirlendi menghela nafas dengan kasar. Tentu saja dia tahu siapa penyihir itu. Dia juga sangat membenci penyihir itu setelah beberapa kejadian buruk terjadi akibat wanita itu. Sebenarnya saat Luxorius menyatakan ketertarikan pada wanita itu, dia merasa kurang mendukung. Yirlendi merasa wanita itu semestinya tidak berada di dunia. Tapi sebagai sahabat yang baik tentu saja dia tetap mendukung untuk kebahagian Luxorius.
"Aku berniat membunuh wanita itu." ucapan Aleardo membuat Luxorius terdiam sesaat. Walaupun sudah beberapa kali dia membulatkan tekadnya untuk menyelesaikan tugasnya dan janji pada wanita yang dicintainya. Tapi hati kecilnya selalu sulit untuk melakukan itu. Bagaimanapun dia masih mencintai wanita yang menjadi ibu anaknya. Walaupun anaknya sudah tiada pada jaman ini. Tapi dia tahu keturunan anaknya tetap berlanjut. Hingga pemuda di depannya adalah keturunannya walaupun jiwanya berisi seorang raja iblis.
"Baiklah kalau itu yang terbaik untuk kita dan dunia ini." ucap Luxorius dengan nada yang pelan.
Aleardo sangat tahu perasaan Luxorius. Tentu saja hal itu sangat sulit untuk membunuh wanita yang sangat kita cintai menggunakan tangan sendiri. Bahkan jika harus memilih antar membunuh Ana dan dirinya, Aleardo akan membunuh dirinya. Dia sadar sangat egois karena meminta naga di depannya untuk membunuh pujaan hatinya. Tapi hanya dengan begitu wanita itu bisa meninggalkan dengan senang hati.
"Aku sadar seberapa banyak dosa yang telah dia buat hanya karena aku tidak bisa melindunginya di masa lalu. Quena tidak sepenuhnya salah. Dia memang memiliki kewajiban membunuh seorang penyihir hitam yang membuat perjanji dengan seorang iblis. Perjanjian itu akan membawa malapetaka untuk dunia ini. " jelas Luxorius.
"Kamu harus tahu keberadaan wanita itu untuk saat ini adalah kesalahan. Dia dihidupkan dengan energi hitam milikku saat masih setengah iblis. Keberadaannya yang harus sudah kembali pada pemiliknya malah dipaksa untuk tetap berada di dunia ini. Pada akhirnya dia hanya menjadi wadah bagi iblis Xavier." jelas Aleardo.
"Aku memang tidak sadar akan energi hitam miliknya yang sangat aneh. Karena energi hitam tidak pernah muncul pada kaum naga. Energi hitam hanya muncul pada keturunan iblis." jelas Luxorius.
"beberapa hari lagi, dia akan muncul di perbatasan barat kerajaan ini. Hari itu adalah waktunya untuk dirinya membayar semua perjanjian dengan jiwanya yang tersisa. aku ingin kamu membunuhnya sebelum jiwanya sepenuhnya diambil oleh Xavier. Kalau jiwa itu diambil sepenuhnya oleh xavier maka sebuah bencana akan terjadi di dunia ini. Jujur aku benci dengan si Xavier itu. Dia sangat sulit dikontrol dari segala iblis. Karena dia berasal dari amarah dan keserakahan." ucap Aleardo mengingat adik raja iblis itu.
"Kalau begitu beberapa hari ini kita harus menyiapkan pasukan bukan? para penyihir pasti sudah bersiap untuk menyerang setelah jiwa Naura sepenuhnya diambil oleh xavier." ucap Yirlendi.
"Aku sudah mengatur itu, mungkin besok aku akan meminta Ana untuk membuka gerbang para naga di hutan Quena." jelas Aleardo.
"apakah kamu gila, energi sihir Ana hanya tinggal sedikit jika dia dibiarkan menggunakan sihirnya akan berakibat fatal pada tubuhnya." ucap Luxorius.
"Tenang Luxorius." ucap seorang wanita yang tiba-tiba muncul dari pintu. Wanita itu masih menggunakan baju tidur dengan sebuah jubah tidur menutupinya. Bahkan rambutnya hanya digulung asal tapi penampilan Ana membuat Aleardo terpesona. Dia terlihat sexy dimata Aleardo yang membuat pria itu kesal karena kedua naga jantan itu menatap sang istri.
"Enyahkan kecemburuan mu itu Aleardo. Kita seorang naga tidak akan menyukai majikan kita." ucap Yilendi yang kesal saat membaca isi pikiran majikannya itu. Sedangkan Aleardo menekukan wajahnya dan berjalan menuju tubuh istrinya. Dia memeluk tubuh kecil milik Ana. Wanita itu sama sekali memperdulikan sikap manja sang suami.
"Luxorius kekuatanku sudah kembali sepenuhnya. Aku tidak mungkin menjelaskan bagaimana caranya energi sihirku kembali. Tapi aku sudah seperti saat Quena. Energi sihirku sudah tidak menjadi masalah." ucap Ana.
'Kalau kamu ingin tahu kenapa bisa begitu. Semua itu karena aku sudah....." mulut Aleardo langsung dibekap oleh Ana dan menatap tajam pada suaminya yang sangat menyebalkan ini.
"Baiklah kalau begitu kita sebaiknya mempersiapkan perang pada hari itu." ucap Yirlendi yang sudah malas saat kedua pasangan baru itu muncul. Rasanya dirinya iri karena sampai saat ini masih menemukan pujaan hati.
"kamu dimana sayang, aku tidak kuat kalau harus melihat adegan ini terus menerus." gumam Yirlendi dalam hati.