Female Villainess

Female Villainess
77.Penyesalan Hades



Hades membawa Quena menuju istana. Dia membawa gadis kecil itu ke istananya. Tentu saja kehadiran gadis bersama pangeran hades menjadi sebuah gosip di seluruh istana. Gosip itu terdengar oleh raja, pangeran Hades dipanggil oleh raja untuk menghadapnya.


"Hormat saya pada ayahanda." ucap Pangeran Hades.


"Ayah mendengar kamu membawa seorang gadis setelah kepergian kamu ke kastil bulan." ucap raja.


"Ya, ayahanda. Gadis itu menyelamatkan saya saat para pembunuh bayaran menyerang saya."


"Benarkah? Kamu memang harus membalas budi pada jasanya. Tapi kamu tidak semestinya membawanya ke dalam istana." ucap raja.


"Raja, Gadis yang aku bawa memiliki mana yang unik. Mungkin dia memiliki potensi untuk menjadi seorang penyihir agung. Saya dapat merasakan energi sihir yang berlimpah." jelas Hades.


"Benarkah? Kamu harus membuktikannya dengan memanggil penyihir agung untuk mengecek kondisi gadis itu. Jika dia benar-benar memiliki potensi menjadi seorang penyihir agung. Aku akan mengizinkannya untuk tinggal di istana." ucap Raja.


"Baik ayahanda, saya akan melaksanakan perintah anda." ucap Pangeran Hades sebelum meninggalkan raja. Wajah pangeran hades langsung berubah saat berjauhan dengan sang raja. Terlihat wajah kesal tergambar jelas di wajah tampan hades.


"Dasar raja licik." ucap pangeran Hades sebelum menggunakan sihir teleportasi menuju tempat Quena. Sedangkan Quena yang sedang berkeliling di istana milik pangeran Hades. Dia merasa bosan dengan istana ini. Tapi beberapa saat kemudian dia menemukan hamparan bungan lavender.


Quena sangat senang saat melihat keindahan di depannya dan juga aromanya. Saat sedang asik menikmati pemandangan tiba-tiba pangeran hades muncul di hadapan Quena. Tentu saja itu membua Quena terkejut. Terlihat wajah kesal dari gadis kecil itu. Sedangkan pangeran Hades seperti tidak menyadari kekesalan gadis itu.


"Bisa tidak munculnya gak di depan, buat aku kaget. Rasanya seperti jantungku mau dicabut saja." ucap Quena yang terntunya perkataan gadis itu sudah hiperbola. Pangeran Hades tertawa saat melihat wajah kesal dari gadis kecil itu.


"Maaf, aku tidak menduga akan berada di depan kamu. hehehhee." ucap pangeran hades.


"Bagaimana pertemuan kamu dengan raja?"


"Raja mengizinkan kamu untuk tinggal di istana jika penyihir agung sudah melakukan pengecekan dengan energi sihir yang  kamu miliki." jelas pangeran hades.


"Benarkah? setidaknya aku memiliki tempat tinggal." ucap Quena.


"Ayo kita bertemu dengan penyihir agung." ucap pangeran damian sambil menyodorkan tangannya untuk berpegangan tangan dengan Quena. Tapi gadis kecil itu hanya menatap tangan yang ada di depannya dengan bingung.


"Apa?" tanya Quena.


"Berpegangan tangan, kita akan menggunakan sihir teleportasi menuju penyihir agung." ucap Pangeran Hades. Quena yang mengerti maksud pangeran Hades, lalu berpegangan tangan dengan pemuda itu.


"Kalau kamu bisa menggunakan sihir teleportasi,kenapa tidak kamu gunakan saja pada saat penjahat itu menyerangmu?" tanya Quena bingung pada pemuda di sampingnya.


"Karena ada alasan aku tidak bisa menggunakan sihir di depan orang asing." ucap pangeran Hades.


"Bukankah aku juga orang asing?" tanya Quena.


"Aku percaya kamu tidak akan melukaiku Quena, Sebaiknya kita pergi sekarang. Atau pria tua itu akan mengomeliku karena membuatnya menunggu terlalu lama." ucap pangeran hades sebelum melakukan sihir teleportasinya.


Setelah pertemuan Quena dengan penyihir agung. Dia disarankan untuk masuk kedalam sekolah sihir kerajaa. Karena energi sihir yang dimiliki Quena sangat unik dan kuat. Tentu saja raja yang mendengar itu langsung mengikuti saran sang penyihir agung.


Selama Quena masuk kedalam sekolah sihir, dia lebih sering kabur dari kelas dan malah memilih mengunjungi pangeran hades. Tentu saja dia juga mendapat omelan dari sang pangeran terhadap kelakuannya. Tapi itu tidak berpengaruh pada Quena.


"Kamu kabur lagi?" tanya pangeran Hades yang sedang duduk di meja kerjanya. Tanpa harus melihat siapa yang masuk kedalam ruangannya tanpa izin.


"Kamu tahu saja. heheheh." ucap Quena yang tanpa pemisi duduk di salah satu sofa.


"Sepertinya ruanganku ini milikmu juga ya Quena." sindir pangeran Hades tapi tidak berpengaruh pada gadis kecil yang malah sedang asik menikmati dengan minumannya.


"Apakah kamu tidak mempunyai kudapan?" tanya Quena.


"huh, pelayan bawakan kudapan ke ruanganku." ucap pangeran hades dengan suara keras agar terdengar oleh pelayan yang berjaga di depan ruangannya.


"Berhentilah kabur dari kelas sihir. Penyihir agung selalu mengomeliku karena kelakuanmu itu. Pria tua itu sangat mengganggu kalau sudah mengomeliku itu." ucap pangeran hades.


"ihs, dasar penyihir tua itu. Aku hanya bosan denga setiap sihir yang diajarkanya. Bahkan tanpa dia jelaskan aku sudah menggunakan sihir itu." jelas Quena yang sedang menuangkan kembali teh ke dalam cangkirnya.


"Kalau begitu katakan pada penyihir agung kalau kamu sudah bisa menggunakan sihir yang diajarkannya."


"Kamu tahu apa yang terjadi padaku kalau dia tahu tentang itu." ucap Quena sambil menatap mata pangeran hades.


"Ya kamu benar, dia akan menyuruh kamu untuk mempraktekan semua sihir itu." ucap pangeran hades yang menatap Quena juga. Keduanya saling bertatapan hingga sebuah ketukan yang menyadarkannya.


"Masuk."


"QUENA, Kenapa kamu kabur dari kelasku?" ucap penyihir agung.


"Ayolah pak tua, aku sudah bosan dengan sihirmu itu. Lihat aku bisa melakukan semua sihir kamu." ucap Quena yang memeperagakan beberapa sihir yang membuat penyihir agung terdiam.


"huh, aku tidak menyangka muridku lebih ahli dalam sihir bahkan hanya dengan menjentrikan jari saja." ucap penyihir agung dalam hati.


"Jadi bagaimana kalau kita menikmati kudapan hari." ucap Quena saat melihat pelayan membawa beberapa kudapan yang sangat disukai oleh Quena.


"Sepertinya kita harus segera melakukan pelantikan untuk Quena."ucap penyihir agung pada pangeran Hades.


Seminggu setelah kejadian di ruang kerja pangeran Hades. Quena akhirnya dilantik menjadi penyihir suci karena mana dan sihirnya yang menakjubkan menurut penyihir agung. Tentu saja penobatan Quena membuat gempar seluruh kerajaan. Karena Quena hanya masuk sekolah sihir selama 1 bulan saja tapi sudah menjadi seorang penyihir suci.


"Selamat atas penobatan kamu." ucap pangeran hades yang datang dengan satu bucket bunga lavender.


"Terimakasih atas bunganya, kamu tahu penobatan itu sangat membosankan. Rasanya aku ingin kabur saja dan menggunakan sihir auraku untuk mengerjakan penobatan itu." jelas Quena sambil menatap bunga yang ada di pangkuannya.


"Kamu selalu suka kabur, dasar anak nakal." ucap pangeran Hades sambil mengelus surai merah muda itu.


Sekarang mereka sedang berada di tempat para penyihir agung dan penyihir suci bekerja di istana. Sebenarnya tempat ini tidak bisa dikunjungi oleh sembarang orang. Mungkin hanya beberapa orang yang bisa masuk dalam tempat ini. Pangeran hades sebenarnya tidak diizinkan masuk kedalam tempat suci yang membuat mananya banyak terkuras. Tapi keberadaan Quena membuat mananya tidak mendapat dampak seperti sebelumnya.


"Bukankah kamu tidak boleh masuk ke tempat ini?" tanya Quena yang dengan santai memakan kudapan yang dibawakan oleh para pelayan.


"Tidak ada tempat yang tidak bisa aku datangi. "


"Sombong."


"Aku bukan sombong tapi itu fakta."


"Aku akan pergi ke medan perang akhir pekan ini." ucap Quena yang membuat pangeran Hades terdiam.


"Apa maksud kamu? Seorang pangeran suci tidak semestinya turun dalam medan perang." jelas pangeran hades.


"Aku turun sebagai ksatria dari kerajaan Grion." jelas Quena dengan santai.


"Kamu harusnya menolak permintaan raja. Bagaimana bisa gadis kecil seperti kamu ikut dalam peperangan?" pangeran hades menarik badan Quena agar bertatapan dengannya.


"Kenapa aku harus menolak permintaan raja? Selain itu kamu lupa seberapa kuat aku dalam sihir dan berpedang." ucap Quena dengan santai sambil memasukkan kue kedalam mulutnya.


"Kamu harusnya menolak permintaan Raja." Ucap pangeran Hades sebelum meninggalkan Quena begitu saja.


Pangeran Hades langsung mengunjungi Raja. Dia meminta penjelasan ayahnya atas tugas Quena di medan peranng. Tapi Raja itu dengan santai menjawab kalau itu sudah kewajiban Quena.


"Dia bisa menikmati hidupnya di istana, sekarang dia harus mengabdikan dirinya di kerajaan bukan?" ucap Raja.


"Tapi ayahanda, Quena hanya gadis kecil bukankah ..." ucapan pangeran hades dipotong oleh Raja.


"Dia bukan gadis biasa kamu tahu, dia seorang anak yang terlahir dengan kekuatan sihir yang menakjubkan. Bukankah kita harus memanfaatkan dia. Jadi jangan pernah kamu bertanya lagi mengenai ini. Kembalilah." ucap Raja.


Setelah itu pangeran Hades keluar dari ruang raja dengan wajah marah. Dia tidak menduga membawa Quena ke dalam istana akan membuat gadis kecil itu dalam bahaya. Dia menyesal akan perbuatannya.


"Tenanglah, aku akan kembali dengan selamat. Kita akan menghabiskan waktu dengan menatap bunga lavender seperti biasanya. Aku akan sangat merindukan mata ungu hades yang seperti lavender." ucap Quena sebelum pergi meninggalkan kerajaan Grion.


Pangeran Hades marah pada dirinya yang tidak bisa ikut bersama gadis kecil itu dalam berperang. Bukan karena dia lemah tapi mana hitamnya akan berbahaya jika di dalam pertumpahan darah. Iblis akan mengendalikan tubuhnya dengan mudah. Hal itu menjadi alasannya tidak pernah turun dalam setiap medan peranga.


"Tenanglah Quena akan kembali dengan selamat. Dia sangat handal dalam berpedang dan sihir." Ucap seorang gadis yang beberapa waktu ini jarang berkunjung ke istana.


"Gishela? Sejak kapan kamu ada di istana?' tanya pangeran Hades.


"Salam hormat pada pangeran Hades, saya sudah sejak tadi berada di samping yang mulia. "


"Sepertinya kamu jadi jarang berkunjung kembali ke istana." ucap pangeran Hades yang berjalan kembali menuju istannya. Gadis cantik itu mengikuti pangeran hades.


"Aku tidak datang karena kamu baru saja pergi ke kastil bulan bukan." jelas Gishela.


Selalu hal itu yang membuat orang-orang akan menghindarinya. Rumor tentang kutukan yang muncul setiap bulan purnama selalu membuatnya marah dan kesal. Gadis yang katanya mencintainya ini tapi selalu menghindarinya di saat bulan purnama. Berbeda dengan Quena, bahkan beberapa hari lalu gadis kecil itu menemaninya di kastil bulan. Tidak ada wajah ketakutan pada Quena saat melihat perubahan Hades.


"Kamu memang seperti gadis lain Gishela." ucap pangeran Hades sebelum meninggalkan gadis itu dengan sihir teleportasinya.


Hari berjalan dengan sangat cepat, bahkan Quena sudah selama beberapa bulan berada di perbatasan. Pangeran Hades sesekali menemui gadis itu dengan sihir teleportasi secara diam-diam. Tentu hal itu membuat hubungan keduanya semakin dekat.


Pangeran Hades mengunjungi ruang raja. Dia berencana membicarakan tentang hubungannya dengan Gishela dan Quena. Dia ingin membatalkan pertunangannya dengan Gishela dan berniat untuk menikah dengan Quena. Gadis yang sudah mencuri hatinya saat pertemuan pertama mereka.


"Hormat saya pada ayahanda." ucap pangeran Hades.


"Ada apa kamu mengujungiku secara tiba-tiba?" tanya raja.


"Ayahanda, izinkan saya untuk membatalkan pertunangan saya dengan nona Gishela. Saya ingin menikah dengan nona Quena bukanlah dengan nona Gishela."


"Secara tiba-tiba kamu ingin membatalkan pertunangan dengan anak seorang duke. Kamu sangat merepotkan tapi aku mendukung hubunganmu dengan Quena. Bagaimanapun dia lebih berguna dibanding duke itu. " jelas raja. Sedangkan pangeran hades merasa marah dengan ucapan ayahnya.


"Kenapa kamu marah dengan ucapaku? Bukankah itu benar, jika duke tidak terima akan pendapatku. Kita denga mudah menyingkirkannya bila ada Quena. Gadis itu dengan mudah menggunakan sihirnya untuk menyerang duke tanpa meninggalkan jejaknya. Seperti tugas-tugasnya selama ini di perbatasan." jelas raja.


"Maksuda ayahanda selama ini Quena..." Raja memotong ucapan pangeran Hades.


"Ya, aku memintanya untuk membunuh para raja dengan mudah. bahkan beberapa bangsawaan di kerajaan kita yang mati dengan misterius itu . Semua itu dilakukan oleh Quena." jelas raja.


Pangeran Hades yang sudah tidak bisa mendengar ucapan raja mengenai kebeneran tugas Quena selama ini. Dia benar-benar telah salah membawa gadis kecil itu. Dia yang telah merubah gadis baik itu menjadi alat pembunuh oleh raja. Tapi dia juga tidak bisa membiarkan gadis kecil itu jauh darinya.