Female Villainess

Female Villainess
97. Janji Luxorius



Keduanya masih di taman bunga lavender. Sebenarnya di dekat hutan para naga tidak ada taman bunga lavender. Semua ini sengaja dibuat oleh Luxorius untuk sang gadis kecilnya. Dia ingin mewujudkan keinginan gadis itu.


Saat di danau, Naura pernah menceritakan seberapa dia ingin melihat bunga indah itu. Gadis itu hanya bisa melihatnya dari buku yang dicurinya dari lemari ayahnya dulu.


Menurutnya warnanya sangat unik. Dia tidak pernah melihat bunga berwarna ungu dan beraroma menenangkan seperti penjelasan dalam buku itu. Luxorius yang melihat ketertarikan gadis kecil itu dengan bunga kecil berwarna ungu. Hal itu membuatnya ingin memberikan sebuah taman yang dipenuhi oleh bunga kesukaan Naura.


"Sekarang keinginanmu tercapai bukan?"ucap Luxorius.


"Ya, Terima kasih yang mulia." ucap Naura tanpa mengalihkan matanya dari hamparan bunga lavender di depannya.


"Apakah kamu hanya mengucapkan terima kasih saja padaku?"Tanya Luxorius kembali dengan senyum tipisnya.


"Lalu yang mulia ingin apa untuk ucapan terima kasihku ini?" Tanya balik Naura pada Luxorius.


"Berhentilah memanggilku yang mulia, Walaupun aku raja tapi sistem di kerajaan para naga tidak seperti manusia. Kami hanya saling menghormati saja tidak memandang seseorang dari kasta. Jadi mulai saat ini panggil aku Luxorius."ucap Luxorius.


"Saya merasa tidak pantas memanggil dengan nama. Bagaimanapun anda adalah rajaku juga."ucap Naura yang tidak sadar kalau ada kata yang membuat Luxorius tersenyum lebar.


"Aku hanya raja milik kamu tidak untuk yang lain dan kamu ratu untukku tidak ada ratu yang lain."ucap Luxorius yang membuat gadis muda itu tersipu malu.


"hahahaha kamu sangat menggemaskan bila seperti ini sayang."ucap Luxorius yang semakin membuat Naura ingin menghilang saja karena rasa malunya yang semakin menjadi.


"Yang mu...."


cup.


Naura terdiam saat merasakan bibirnya bersentuhan dengan bibir lain. Seperti semuanya bleng begitu saja dalam pikirannya.


"setiap kamu memanggil aku dengan yang mulia maka aku akan memberikan kamu hukuman. "ucap Luxorius dengan licik terlukis di wajah tampannya.


"Aku tidak terima..."


cup


Kembali Luxorius memberikan kecupan di pipi kiri Naura. Sedangkan gadis itu mendengus kesal dengan perbuatan Luxorius.


"Yang mu..."


cup


"LUXORIUS." panggil Naura dengan nada kesalnya.


"Iya sayang." ucap Luxorius yang membuat kesal Naura berganti dengan malu karena dipanggil sayang.


"Luxorius jangan memanggilku seperti itu dan jangan asal ci*um ." protes Naura.


"Sayang aku tidak menuruti permintaanmu itu."


ucap Luxorius yang akhirnya mengacak-acak rambut Naura.


Naura yang kesal akhirnya mencubit pinggang Luxorius yang membuat pria itu berteriak padahal dia sama sekali merasa sakit.


Kalau rakyatnya Luxorius melihat sikap manja pria itu sekarang pasti akan menjadi berita utama. Karena Naura tahu kalau naga lain memandang segan pada Luxorius. Selain itu imejnya terkenal dengan seorang raja yang dingin dan sedikit berbicara.


Tapi lihat saat ini,Luxorius bahkan lebih cerewet dibandingkan Naura yang notabennya seorang wanita. Bahkan pria itu dengan asiknya bergelayut manja pada tangan kanan Naura. kepalanya disandarkan pada bahu Naura dengan sesekali mengendus celuk lehernya yang membuat Naura merinding.


"kalau orang lain melihat Luxorius seperti ini pasti akan terkena serangan jantung." ucap Naura yang membuat Luxorius mengendus sebal. Tapi dia sama sekali tidak berniat melepaskan rangkulannya dan kepalanya masih di leher Naura. Sekarang pria itu malah asik memainkan rambut hitam legamnya. Beberapa kali Luxorius mencium rambut gadis yang sudah membuatnya tergila-gila.


"Aku tidak peduli pendapat orang lain. Satu hal yang aku pedulikan adalah kamu baru setelah itu para naga."jelas Luxorius yang membuat hati Naura merasa berbunga. Dia merasa sangat berharga di mata seorang Luxorius yang notabennya adalah seorang raja.


"kamu seharusnya tidak seperti itu. Bagaimanapun kamu adalah seorang raja yang harus mengutumakan rakyatnya dibandingkan kepentingan pribadi."ucap Naura yang sekarang mengelus kepala Luxorius dengan pelan yang membuat pria itu semakin nyaman.


"Bagi kaum naga, pasangan adalah hal utama dibandingkan apapun. Bahkan seorang raja juga akan mengutamakan pasangannya. Tidak akan naga lain yang mempermasalahkan itu. Karena pada dasarnya kita kurang peduli akan sesama kita."jelas Luxorius.


"Benarkah? Tapi aku merasa mereka sangat ramah dan peduli padaku."ucap Naura.


"Naga memang pada dasarnya sangat baik, kita tidak suka keributan. Hidup damai bersama orang yang kita sayang adalah keinginan kita." ucap Luxorius sambil menerawang kehidupannya sebelumnya. Saat dia melihat ayahnya mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan ibunya. Tentu saja itu membuatnya bersedih dan marah tapi sekarang dia paham. Kaum naga tetap hanya memperdulikan pasangannya dibandingkan anaknya sendiri.


"Tapi aku berharap kamu tidak seperti itu Luxorius. Jika suatu hari kamu harus memilih antara menyelamatkan aku dan anak kita. Aku harap kamu menyelamatkan anak kita. Jika suatu hari aku menjadi seorang yang jahat juga. Aku berharap kamu bisa memberikan hukuman dan memarahiku. Aku berharap jika memang aku harus dibunuh karena kejahatanku. Aku ingin kamu yang membunuhku Luxorius."ucapan Naura membuat Luxorius terdiam. Dia tidak habis pikir gadisnya bisa membicarakan hal itu padanya.


"Aku tidak akan bisa melakukannya. Kamu segalanya untukku bahkan jika suatu hari kamu berniat membunuhku. Aku tidak akan mempermasalahkan itu. Selain itu, aku yakin kamu tidak akan melakukan hal yang membuatku membunuhmu. Kamu gadis baik hati yang sudah membuatku jatuh cinta." ucap Luxorius sambil mengelus pipi Naura.


"kita tidak pernah tahu masa depan kita Luxorius. Aku anak dari seorang penyihir hitam. Darah kotor itu mengalir di tubuh ini. mungkin saja dimasa depan aku akan melakukan hal yang sama dengan orang tuaku. " jelas Naura.


"Aku yakin kamu akan berbeda. jika di masa depan kamu melakukan hal seperti orang tuamu. aku akan tetap berada di sisi kamu dan melindungi kamu. Naura."ucap Luxorius.


Naura menggelengkan kepala. Bukan itu yang dia inginkan dari ucapan pria di sampingnya. Dia tidak ingin pria itu ikut bersamanya terjerumus. Karena Luxorius tetap hari harus menjadi cahaya penerang bagi Naura. Dia tidak mungkin membiarkannya menjadi kelabu sepertinya.


"Bukan itu yang inginku dengar. Aku ingin kamu berjanji padaku kalau kamu tidak akan pernah membelaku jika melakukan kejahatan di masa depan. Aku harap kamu rela membunuhku dengan pedangmu ini." ucap Naura sambil menunjuk pedang putih yang selalu bertengger di pinggang Luxorius.


"Aku tidak bisa berjanji Naura. Kamu sangat berharga untukku. Bagaimana aku bisa membiarkan kamu begitu saja. Kamu gila." ucap Luxorius yang sudah melepaskan rangkulannya. dia menatap tajam gadis di sampingnya.


"Aku ingin kamu berjanji saat ini. Aku memilih untuk meninggalkanmu saat ini juga."ucap Naura yang membuat Luxorius semakin marah mendengarnya. Bahkan kemarahan Luxorius menyebabkan angin kencang yang tiba-tiba muncul.


"Aku tidak akan membiarkan kamu pergi dariku Naura. Kamu sudah masuk kedalam duniaku. Jadi jangan harap kamu selangkah saja pergi." Ucap Luxorius.


"Karena itu berjanjilah."ucap Naura. Luxorius langsung membuang pandangannya. Dia sangat marah pada Naura. Bagaimana bisa dia tega membunuh Naura dengan tangannya sendiri.


"Aku mohon Luxorius, berjanjilah."ucap Naura yang tanpa sadar mengeluarkan air mata. Sebenarnya dia tidak tahu kenapa dirinya ingin pria disampingnya membunuhnya di masa depan. Dia merasa suatu hari dia akan melakukan perbuatan yang tidak dapat dimaafkan.


"Baiklah aku berjanji tapi saat itu juga aku akan mati bersama denganmu. "ucap Luxorius sebuah sihir muncul untuk mengikat janji keduanya. Naura terkejut saat mendengar ucapan Luxorius.


"kamu gila, aku tidak mungkin membiarkan kamu mati."ucap Naura.


"Akupun sama. jadi sekarang mari kita nikmati kebersamaan kira. Lupakan tetang pembicaraan sebelumnya."jelas Luxorius yang langsung memeluk tubuh kecil gadisnya.


Hallo para readers, semoga selalu bersemangat menanti setiap cerita Ana, Aleardo, Luxorius dan Naura. Author mau ngasih tahu kalau ada cerita baru yang dibuat. Judulnya: Suamiku Billioner Gay. 


Ayo kunjungi ceritaku ini juga ya. 


Terima kasih para pembaca yang selalu mendukung Author hingga bisa mencapai chapter 97.