Female Villainess

Female Villainess
32.Penyihir Hitam



Sebenarnya Ana mendapat tugas rahasia dari raja. Karena itu dia selalu menggunakan mananya untuk mengecoh Aleardo. Dia sudah dapat menggunakan Mana-nya selain untuk sihir penyembuh. Dia bisa menyimpan auranya di suatu tempat dan menghilangkan aura di tubuhnya. Itu seperti yang dia lakukan selama ini.


Aleardo hanya tahu kalau dia ada di taman lavender padahal tubuhnya tidak ada di sana. Dia sedang melaksanakan tugas untuk menyusuri penyihir hitam yang ada di kerajaan ini. Setelah kejadia dia dikirimkan kutukan oleh penyihir hitam. Dia jadi bisa mendeteksi keberadaan mereka walaupun sedikit samar. Tapi sudah tahu beberapa pejabat pemerintahan yang ikut dalam kelompok penyihir hitam.


Mereka berniat menggulingkan raja saat ini. Karena kebanyakan anggota dari penyihir hitam adalah fraksi bangsawan. Mereka marah karena raja membuat kebijakan untuk membuka kemudahan rakyat kalangan rendah yang memiliki potensi bisa masuk dalam ketata negaraan. Hal itu membuat para fraksi bangsawan merasa terpojokkan akibat kebijakan itu. Karena tidak selalu dari keluarga bangsawan memiliki keahlian atau kepintaraan. Selain itu para rakyat rendah juga tidak tentu tidak memiliki potensi.


Kebijakan itu muncul atas usul ayah Ana. Marques mengajukan kebijakan itu karena melihat potensi Aleardo saat kecil. Dia bukan dari kalangan bangsawan tapi memiliki potensial.


Sebenarnya ayahnya saja tidak kalau Aleardo sebenarnya anak bangsawan yang mengalami pembataian oleh para fraksi bangsawan. Karena keberadaan Aleardo selain itu orang tua Aleardo dulu pernah mengajukan kebijakan yang sama seperti ayahnya.


Sayangnya keluarga Aleardo yang tidak memiliki latar belakang militer. Hal itu membuat mereka sangat mudah disingkirkan dengan dalih kebakaran besar yang terjadi pada kediaman bangsawan itu. Bahkan dia ingat di dalam novel menjelaskan kalau keluarga Aleardo masih memiliki keturunan darah kerajaan sekarang. Hanya ayah Aleardo melepaskan haknya untuk menjadi seorang raja saat muda.


Selama tugasnya ini dia mendapatkan fakta yang mengejutkan yaitu orang-orang yang menyiksa Aleardo di masa lalu adalah para penyihir hitam juga. Walaupun tingkat mereka masih tergolong rendah. Para penyihir hitam ingin memusnahkan keberadaan Aleardo sejak kecil tapi hal itu sulit terjadi. Karena kutukan yang tertanam pada Aleardo menjadi pelindungnya jika seseorang ingin membunuhnya.


Jadi Aleardo tidak bisa mati kalau kutukan itu masih ada. Walaupun jantungnya ditusuk, jantungnya akan kembali seperti semula. Karena itu dinovel Aleardo dapat mati ditangan putra mahkota karena kutukannya sudah hilang oleh Charlote. Sedangkan sekarang kutukan Aleardo sudah diangkat oleh Ana.


"Mereka sangat bodoh." ucap Ana. Penyihir hitam itu tidak pernah menyadari keberadaan Ana yang berpura-pura menjadi seseorang penyihir hitam yang sudah dia bunuh sebelumnya. Dia sudah mendapat bukti untuk melakukan penyerangan.


Hari ini dia berniat untuk melakukan penyerangan pada markas penyihir hitam yang ada di tengah hutan Giender. Hutan mati yang sangat ditakutin oleh masyarakat karena berpikir banyak monster yang berada di dalamnya. Padahal itu hanya akal-akalan para penyihir hitam untuk menghindari orang-orang yang menemukan keberadaan mereka.


Ana sudah dapat menggunakan sihir Teleportasi seperti Aleardo walaupun mananya akan terkuras cukup banyak. Tapi cara itu lebih efektif untuk menghilangkan keberadaanya. Dia berpindah tempat ke taman lavender. Ana terkejut saat melihat Aleardo sudah ada di sana dengan tatapan tajam.


"Sejak kapan kamu sudah bisa menggunakan sihir itu Ana? dan kamu menipuku dengan auran yang disimpan ditempat ini. Sehingga aku tidak bisa menemukan keberadaan kamu." protes Aleardo yang dijawab dengan cengiran.


"Gak usah cengar-cengir kamu, sekarang jelaskan? Apakah raja sialan itu memberikan tugas bahaya pada kamu lagi?" tanya Aleardo dengan nada tegas. Walaupun begitu Ana sedikit ingin tertawa saat Aleardo dengan mudahnya menghina raja. Mungkin kalau itu ana, dia akan cuma tinggal nama saja.


"Sebenarnya tugas aku tidak sulit dan berbahaya."


"Benarkah? aku seperti mencium bau kebohongan dari kamu." ucap Aleardo yang berakhir menarik teringa Ana.


"Auw sakit Aleardo, Lepasin nanti putus." ucap Ana yang akhirnya Aleardo melepaskan tangannya.


"Raja menyuruhku untuk mengintai keberadaan penyihir hitam."


"APA? Raja sialan itu memang harus dikasih hukum untuk mendengarkan ucapanku waktu itu." ucap Aleardo yang berniat untuk melakukan teleportasi tapi ditahan oleh tangannya Ana.


"Jangan, kamu harus bisa mengatur emosi kam. Jangan buat aku mati muda."


"Kamu pikir misi kamu tidak berbahaya huh? Dan kamu melakukannya tanpa ajak aku. Kamu gila?"


"Ya namanya juga misi rahasia. Kalau aku ajak kamu jadi tidak rahasia misinya. Sudahlah sekarang jangan bicarakan itu. Aku harus melaporkan keberadaan penyihir hitam itu. Hari ini aku berniat melakukan penyerangan."


"Di mana mereka berada?"


"Hutan Giender." Setelah Aleardo mendengar ucapan Ana. Pria itu membuat sebuah lingkaran sihir. Tiba-tiba dia dan Ana sudah berada di depan hutan. Ana terkejut ketika melihat sudah banyak pasukan dan para penyihir hitam sudah terikat dengan tali sihir. Jangan lupa keadaan hutan itu dalam keadaan yang tidak baik-baik.


"Bagaimana bisa mereka sudah ditangkap padahal aku belum melaporkannya?" Tanya Ana bingung melihat situasi saat ini.


"Aku mengirimkan pesan para Raindhen untuk melakukan penyerangan. Sebelum itu tentu aku membuat lingkaran sihir untuk memindahkan pasukan raindhen ke hutan Giender. Setelah itu aku menggunakan sihir penghancur. Setelah mereka mencoba keluar dari hutan pasukan Raindhen menangkap mereka."


"Rasanya jadi sangat mudah."


"Ya tentu saja nona Anabella karena Aleardo seorang penyihir agung dan panglima perang. Dia menggunakan kami seperti bidak catur dengan sihirnya." Ucap Raindhen kesal karena tadi dia sedang bersantai tiba-tiba teman sekaligus atasanya menghubunginya dan memintanya bersiap. Alangkah kesalnya saat dia baru selesai. Tubuhnya tiba-tiba berpindah ke depan hutan Giender.


"Kamu bawahan yang selalu bersantai-santai saat atasan baru meninggalkan sebentar saja." ucap Aleardo.


"Maaf panglima bukankah anda yang suka pergi begitu saja tanpa menyelesaikan tugas anda." ucap Raindhen.


"Nona Anabella bisakah kamu memberi tahu pada Panglima Aleardo agar mengerjakan tugasnya dengan baik." Adu Raindhen pada Ana.


"Sudahlah tuan Raindhen, aku sudah sering mengingatkannya biarkan saja. Nanti juga tugas itu selesai jika diingin menyelesaikannya." ucap Ana sebal.


"Sudah kamu pergi urus sisanya, Selain itu laporan menyebalkan itu sudah selesai beberapa saat lalu. Kamu bisa mengeceknya jadi jangan ganggu aku." ucap Aleardo marah. Dia menarik Ana untuk melakukan teleportasi tapi suara seseorang membuat Ana terdiam.


"Apakah anda sudah melihat itu semua nona? Itu adalah masa depan Anda." ucap seorang penyihir hitam.


"Anda akan selalu berakhir menyedihkan mati atau hidup diatas kematian seseorang yang anda cintai. Karena itu mati saja anda." ucap penyihir itu. Setelah itu penyihir itu lenyap menjadi debu saat Aleardo mengeluarkan sihirnya.


Ana masih mencoba mencerna ucapa penyihir hitam itu. Mati untuk orang yang dicintai dan hidup akibat kematian orang yang dicintai.