
Syla menatap Ana dengan wajah yang bingung. Dia tidak mengerti dengan apa yang ingin di sampaikan oleh Ana. Wanita yang sedang terduduk lemas di hadapannya.
Keadaan keduanya tidak bisa dikatakan baik-baik saja. Ana yang sudah terkena kutukan dan energi sihir yang hampir habis. Sedangkan Syla dengan luka tombak dan pedang yang menusuk dada kirinya. Entah siapa dulu yang akan pergi dahulu. Ana hanya tersenyum mengingat keadanya saat ini.
“Apa maksudmu ?”tanya Syla.
“Kamu akan terlahir kembali setelah kematianmu ini. Semoga kamu dapat menggunakannya sebaik mungkin.”
“Bagaimana kamu ?” tanya Syla dengan lirih. Sekarang tubuhnya hanya menunggu ajal menjemputnya.
Dua wanita yang sedang menanti kematian di depannya. Takdir mereka membuat keduanya saling menyakiti satu sama lain. Tapi untuk kesekian kalinya wanita Ana menyelamatkan hidup Syla. Mau itu saat dia menjadi Quena gadis yang Syla racuni atau saat ini.
“Aku mungkin hanya bisa melihat kalian bahagia setelah ini.” Ucap ana dnegan suara gentir.
Sungguh dia ingin menangis dan marah dengan takdirnya yang selalu menyakiti hati Aleado dengan sebuah perpisahan. Tapi untuk kehidupan kali ini dia tidak memiliki kesempatan untuk bertemu suaminya itu. Padahal dia sudah menanti saat dirinya dan Aleardo memiliki anak yang lucu dan mirip dengannya dan sang suami.
“Kenapa kamu mengorbankan hidupmu untuk aku Ana? Kamu bisa membunuhku tanpa mengorbankan hidupmu.”
“Tidak mungkin, kamu akan terlahir dengan takdir menyakitkan itu dan selalu menjadi penghancur untuk dunia dunia ini. Aku sudah tidak bisa memastikan keselamatan dunia ini karena aku tidak bisa terlahir kembali.” Ucap Ana.
Saat itu tubuh Syla seketika hancur menjadi debu. Bersamaan ruang yang dibuat wanita itu hancur. Tubuh ana yang lemah jatuh begitu saja ke sebuah kegelapan.
“Rasanya sekarang aku merindukanmu Aleardo. Semoga kamu menemukan wanita yang lebih baik dibandingkan aku.” Ucap Ana sambil menutup matanya. Dia tidak tahu tubuhnya akan jatuh di mana. Tapi sebuah suara yang sangat dirinya kenali membuat Ana kembali membuka matanya.
“aku tidak akan memaafkan kamu jika kamu meninggalkanku seperti beberapa kehidupan di masa lalu.” Ucap Aleardo yang membuat air mata ana kembali keluar.
Dia sangat senang dapat melihat Aleardo kembali. Rasanya dia dapat meninggalkan dunia ini tanpa penyesalan. Tubuh Aleardo terbang sambil membawa tubuh Ana kesebuah danau. Ana sangat mengenal danau itu.
“Bertahanlah.” Ucap Aleardo.
Bersamaan Aleardo yang baru saja mendarat. Seekor naga muncul dari dasar danau. Naga itu adalah Northest muncul bersamaan dengan bunga teratai.
“Aku tidak tahu apakah bunga ini bisa menyelamatkan kamu atau tidak. Tapi aku harap itu bisa membantu penjaga para naga.” Ucap Northest.
“Terima kasih Northest.” Ucap lirih Ana.
Seperti biasa suami tanggung dan cengengnya itu kembali menangis sambil membawa tubuhnya kedalam pelukannya. Bunga Teratai pemberian naga danau abadi itu di letakkan pada dadanya. Aleardo terus menangis saat merasakan tubuh Ana semakin mendingin bersaman sebuah senyuman yang muncul.
Suara Ana sudah tidak ada walaupun Dia sudah mencoba mengeluarkannya. Mulutnya hanya bergerak tanpa mengeluarkan suara. Pendengarnya juga mulai menghilang. Hanya satu suara yang dirinya dengan dari Aleardo.
“Aku mencintaimu Ana jangan tinggalkan aku untuk kehidupan ini. Aku mohon.” Ucap Aleardo.
Ana tersenyum mendengarnya. Dia menggerakkan mulutnya walaupun tak ada suara yang keluar. Rasanya dia ingin sekali tertawa dengan keadanya saat ini. Kalau dia bisa kembali seperti semula dia akan selalu mengucapkan hal ini pada pria yang sedang menangis.
“Aku lebih mencintaimu Aleardo.”
“Aku juga mencintaimu jadi jangan tinggalkan aku sendirian Ana. Aku mohon bertahanlah atau bawa aku bersamamu.”
Ana menggelengkan kepala. Dia tidak akan senang kalau prianya ikut bersamanya. Aleardo kembali menangis.Sesekali kecupan pada dahi Ana yang sedang terbaring di dalam pelukannya. Beberapa saat kemudian Luxorius, Naura, dan Yirlendi datang. Mereka ikut sedih melihat kondisi wanita yang telah menyelamatkan dunia ini.
Mereka sangat ingat saat para iblis keluar dari benda sihir dan membuat banyak korban jiwa. Sebuah sihir besar muncul menetralkan seluruh sihir iblis. Perlahan iblis itu kembali ke dalam benda sihir. Walaupun para manusia yang menggunakan benda sihir menjadi tidur panjang karena kondisi yang sangat mengkhawatirkan.
Mereka baru tahu kondisi Auri ketika seluruh benda sihir menghilang bersamaan para manusia sadar dari tidurnya. Luxorius dapat merasakan kalau Ana dalam kondisi yang sangat tidak baik. Benar saja saat dia melihat tubuh Ana di dalam pelukan suaminya.
Bersamaan dengan kata terakhir yang disampaikan oleh Ana. Kedua matanya menutup dan nafasnya berhenti. Tangisan aleardo semakin keras dan mengiris perasaan siapapun yang mendengar saat ini.
“Sayang kembali lah. Bukankah kita sudah berjanji untuk bersama. Aku mohon bukan kedua matamu. Aku merindukannya. Aku mohon Ana.” Ucap Aleardo.
Malam itu menjadi lebih gelap bersamaan kepergian wanita yang paling dicintai oleh sang raja naga. Terdengar teriakan para naga malam itu yang merasakan kepergian penjaga mereka. Luxorius dan Yirlendi keduanya ikut menangis.
Mereka tidak menyangka pertemuan malam itu adalah terakhir kalinya untuk mereka melihat Ana. Gadis kecil yang menyelamatkan para kaum naga dan melindunginya. Luxorius merasa sangat berhutang budi pada Ana. Dia yang memberikan kesempatan kedua untuk sang istri. Padahal Naura sudah beberapa kali membuat kehidupan Ana begitu sulit. Beberapa kali Naura membuat Ana kembali terlahir dan menyelamatkan sang kekasih.
Yirlendi menatap langit malam ini. Dia tidak tahan melihat kondisi Aleardo seperti saat Quena meninggalkannya. Kenapa hal ini harus terjadi pada kedua orang itu. Baru saja Aleardo dan Ana merasakan kebahagian karena bisa kembali bertemu setelah Ana menghilang.
Tapi takdir kembali memisahkan mereka. Rasanya terlalu jahat pada Aleardo. Dia tidak bisa membayangkan kalau dirinya dalam posisi Aleardo. Mungkin dia akan langsung ikut bersama wanitanya. Tapi dia ingat seberapa tertekan Aleardo saat kehilangan Quena di masa lalu.
Siapapun akan menjadi seperti Aleardo kalau harus melihat seseorang yang mereka cintai harus meninggalkan dulu. Apalgi untuk kesekian kalinya wanita itu mengorbankan dirinya untuk pria itu. Rasa gagal dalam melindungi dalam hati Aleardo. Yirlendi sangat tahu bagaimana perasaat pria itu terhadap Ana. Ketakutannya selalu saja muncul walaupun Ana ada di sampingnya. Ternyata ketakutan pria itu terjadi juga. Ana meninggalkannya untuk kesekian kali dan Aleardo mendapatkan luka yang sama seperti kehidupan sebelumnya. Ditinggalkan oleh wanitanya ketika dia baru saja bisa merasakan kebahagiaan.