Female Villainess

Female Villainess
41.Luxorius & Yirlendi



Beberapa saat setelah itu sihir waktu sedikit demi sedikit menghilang. Ana mulai sadar karena mana yang ditransfer dari pangeran Damian mempercepat proses penyembuhan akibat penggunaan mana secara berlebihan. Saat Ana membuka mata dia terkejut karena dikelilingi oleh pria-pria tampan.


"Apa aku sekarang sudah di surga? Apakah ini berkah tuhan yang berikan hingga dikelilingi oleh para pria tampan" ucap Ana.


Luxorius dan Yirlendi sangat senang karena mendapatkan pujian dari majikannya. Karena sifat Quena yang menyebalkan tidak akan pernah mau berkata jujur kalau dalam keadaan sadar. Seperti yang mereka duga kalau Ana masih belum sepenuh sadar akan yang dia ucapkan.


"Sayangnya nona Anabella sedang di istana." ucap Pangeran Damian yang tersipu malau karena pujian gadis itu. Sedangkan Aleardo sangat sebal dengan ucapan Ana yang memuji pria lain selain dia.


"Sadarlah putri tidur. Ini akibatnya kalau kamu terlalu sering tidur. Kamu jadi semakin bodoh." ucap Aleardo.


Setelah Aleardo mengucapkan itu, dia mendapat pukulan di kepalanya dari Luxorius dan Yirlendi. Mereka sangat tidak suka gadis yang mereka sayang dihina seperti ini. Walaupun Yirlendi berikatan dengan Aleardo tapi dia tetap memiliki ikatan dengan jiwa Quena.


"Kamu berani menghina Quena." ucap Luxorius.


"Diam saja naga tua." ucap Aleardo.


Dia sangat sebal dengan sikap Luxorius pada Ana. Dia sangat ingat naga itu selalu mengganggu waktu mereka berdua dulu. Karena itu Aleardo sudah bertekad tidak akan membiarkan hal itu.


"Buanglah rencana itu bocah nakal." ucap Yirlendi yang bisa membaca pikiran manusia yang berikatan dengannya.


"Maaf mengganggu kalian, Tapi kenapa aku bisa ada di sini? Seingatku waktu setelah penyerahan hadiah dari raja, ada sebuah cahaya yang menyilaukan dan setelah itu aku tidak ingat apa yang terjadi." ucap Ana.


Mereka semua bingung menjelaskan yang terjadi pada Ana. Karena ingatan mengenai kehidupannya sebelumnya belum terbangun. Akan sangat menyulitkan kalau harus menerangkan hal itu semua.


"Entahlah, kamu tiba-tiba pingsan, Kamu sangat menyusahkan." ucap Aleardo.


Pemuda itu mendekatkan badannya pada Ana. Dia membawa badan Ana dengan kedua tangannya. Dia langsung menggunakan sihir teleportasi begitu saja. Tentu tindakan Aleardo membuat kedua naga yang sedang dalam wujud manusia kesal.  Padahal mereka masih rindu dengan Ana setelah beberapa kehidupan mereka tidak bisa bertemu dengan gadis itu. Karena energi sihir keduanya terkuras abis untuk menyelamatkan Quena saat gadis itu menggunakan sihir pertukaran jiwa.


"Dasar anak nakal itu, sudah berani membuatku marah." ucap Luxorius. Setelah itu menghilang begitu saja.


"Maafkan tingkah kedua pria yang tidak memiliki sopan santun . Saya sudah mengetahui tentang ikatan kamu dengan jiwa Quena. Kamu harus berhati-hati keberadaanmu tidak diterima dikerajaan ini. Raja  sudah melakukan tindakan yang sangat dibenci oleh jiwa Quena. Selain itu Saya meminta tolong untuk menyelidiki Putra Mahkota. Dia mengingatkan aku pada sosok pemuda itu. Saya pergi dulu, Luxorius sangat berbahaya jika bersama jiwa Zixon." ucap Yirlendi. Dia ikut menghilang dari ruangan pribadi pangeran Damian. Sedangkan Pangeran Damian hanya membuang nafas dengan kasar. Dia bingung kenapa orang-orang disekitar penyelamatnya sangat menyebalkan. Mereka tidak memiliki sopan satu dan begitu saja meninggalkan masalah. Sekarang pasti banyak yang bingung dengan keberadaan nona Anabella dan tuan Archduke yang menghilang begitu saja.


Aleardo dan Ana sudah berada di kamar Aleardo yang berada di istana barat. Aleardo membaringkan tubuh Ana di tempat tidur besarnya itu dengan sangat lembut. Ana sejak tadi memperhatikan wajah Aleardo itu. Dia melihat wajah menyeramkan yang biasa Aleardo tampilkan kalau sedang marah.


"Kamu marah?" tanya Ana.  Sebelum Aleardo menjawab pertanyaan Ana seorang pemuda dengan rambut abu-abu gelap dan mata emas yang menjawabnya terlebih dahulu.


"dia tidak berhak marah pada kamu Quena." ucap pemuda itu.


Ana terkejut ada orang yang bisa melakukan sihir teleportasi selain Aleardo dan Ana. Tapi masalahnya, Ana sama sekali tidak mengenal pemuda itu. Walaupun jujur pemuda itu memiliki wajah yang sangat mempesona. Meskipun wajah Aleardo lebih tampan menurutnya. Tapi rasanya melihat wajah itu sangat adem.


"Maaf sepertinya, Anda salah orang. Saya Anabella Rose Natlastion. Saya bukan Quena." jelas Ana yang bingung dengan panggilan itu. Walaupun dia merasa tidak asing dengan nama itu.


"Dasar bocah satu ini. Sepertinya harus diberikan hukuman agar tahu cara menghormati orang yang lebih tua." ucap Luxorius yang sudah akan membuat lingkaran sihirnya namun tangannya ditahan oleh Yirlendi yang baru saja datang.


"Tahanlah Luxorius, masa pertemunan pertama dengan nona harus dengan kekerasan dengan bocah nakal ini." ucap Yirlendi.


Sedangkan Aleardo  malah dengan asiknya mengelus kepala Ana. Sedangkan Ana sangat bingung dengan situasi saat ini. Tapi merasa sangat mengenal nama Luxorius dan Yirlendi. Sampai dia tidak sadar air matanya turun begitu saja. Dia merasakan sangat rindu dengan kedua pemuda itu. Sebenarnya siapa mereka hingga Ana merasakan perasaan ini.


Aleardo berinisiatif mengelap air mata Ana. Perlakuan itu membuat Ana menghadap wajah Aleardo. Pemuda itu mengelus kepala Ana yang selalu bisa membuat menenangkannya.


"Tidak usah kamu memikirkan itu saat ini. Biarkan semua itu mengalir dengan sendirinya." ucapan Aleardo semakin membuat Ana bingung tapi akan ikuti ucap pemuda itu saat ini.


"Mungkin kamu memang belum ingat kita, Sebelumnya namaku adalah Luxorius dan pemuda di sampingku Yirlendi." ucap Luxorius.


"Salam kenal nona Ana." ucap Yirlendi yang menyodorkan tangannya pada Ana yang sedang berbaring di tempat tidur Aleardo. Ana berniat menjabat tangan Yirlendi namun langsung ditepis oleh Aleardo.


"Cih dasar kamu anak nakal ini."ucap Yirlendi sebal dengan tingkah Aleardo. Sejak dulu hingga sekarang dia tetap tidak suka Quena berdekat dengan pria lain bahkan mereka yang seorang naga saja dilarang oleh Zixon.


"Ana sebanarnya kita bukanlah seorang manusia. Kita adalah naga yang berikatan dengan mana kamu maupun anak nakal itu." jelas yirlendi.


Setelah itu Luxorius dan Yirlendi berubah menjadi seekor naga yang tidak begitu besar. Mereka bisa mengatur ukuran tubuhnya. Seperti saat ini mereka menggunakan sihir untuk menyusutkan ukuran tubuh mereka.


"Kalian sangat menggemaskan. " ucapan Ana membuat kedua naga itu kegirangan. Naga itu berlari menuju tubuh Ana yang langsung dihadiahkan pelukan dari gadis itu. Luxorius memberikan tatapan mengejek saat sela-sela mereka berpelukan pada Aleardo. Aleardo mendengus sebal melihat naga milik Ana dan Aleardo. Kedua naga itu selalu mencari kesempatan untuk mengambil perhatian gadisnya.


 Aleardo tiba-tiba ingat tentang kejadian pemanggilan Luxorius beberapa waktu lalu. Pemanggilan yang menyebabkan perubahan pada tubuh Ana saat ini. Padahal Luxorius biasanya tidak perlu lingkaran sihir untuk muncul di depan Ana.


"Luxorius, Ada yang ingin aku tanyakan padamu. Jadi sebaiknya kita berpindah ke ruang kerjaku." ucap Aleardo dengan sihir teleparti pada naga itu. Naga itu seperti mengerti apa yang akan ditanyakan oleh pemuda itu.


"Baiklah, sebelum itu akan aku gunakan sihir tidur pada Ana." Jawab teleparti Aleardo.


Beberapa saat setelah itu Ana langsung tertidur. Tubuhnya dibaringkan di tempat tidur. Kedua naga itu sudah berubah menjadi wujud manusia. Karena menjadi suatu masalah kalau mereka berkeliaran di dunia manusia dengan wujud naganya. Sebelum mereka meninggalkan Ana di kamar Aleardo. Luxorius menggunakan sihir perlindung yang berbeda dengan sihir yang sering digunakan oleh Aleardo.


"Sihir itu berbeda dengan yang aku gunakan." ucap Aleardo.


"Tentu saja anak kecil, Sihir ini hanya aku yang bisa melakukannya dan Ana saja. " ucap Luxorius dengan sombong.


"Dasar orang tua sombong ini." ucap Aleardo kesal.


Mereka akhirnya berjalan menuju ruang kerja Aleardo. Alasan mereka tidak menggunakan sihir Teleportasi karena itu terlalu menghamburkan mana mereka. Selain itu keberadaan Luxorius dan Yirlendi harus disembunyikan di dunia ini. Mereka adalah monster legenda yang sangat diincar oleh penyihir gelap.