Female Villainess

Female Villainess
134. Pernikahan Yirlendi



Hari yang telah ditunggu tiba juga. Setelah Yirlendi harus menunggu gadis kecil yang membuatnya jatuh cinta saat pertemuan pertama. Dia tidak menyangkan Aleardo sudah membatunya untuk mendekati gadis kecil yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.


“Kamu terlihat sangat gugup.” Ucap Luxorius yang baru saja masuk ke dalam tunggu untuk pengantin pria.


“Rasanya tidak mungkin seorang Yirlendi gugupkan sayang.” Ucap seorang wanita masuk bersama seorang anak laki-laki berusia 4 tahun.


“Benar sekali, sepertinya yang didepan kita bukan Yirlendi si naga yang tidak pernah memiliki rasa malu itu.” Ucap pria berambut abu.


“Berhenti kalian mengejekku.” Ucap Yirlendi kesal dengan pasangan di depannya. Apa mereka tidak sadar sudah menggodanya di depan seorang anak kecil.


“paman.” Panggil anak laki-laki yang berjalan ke arah Yirlendi.


Yirlendi mensejajarkan tinggi badannya dengan anak laki-laki yang dibawa oleh wanita itu.


“Paman katanya hari ini akan menikah?”


“Iya, keponakan paman tahu dari mana?” tanya Yirlendi pada anak laki-laki di depannya.


“Tentu saja dari mami dan papi. Paman seharusnya tidak gugup. Kalau begitu paman terlihat seperti pria yang keren.” Ucap anak laki-laki itu pada Yirlendi.


Yirlendi kesal pada pasangan yang membuatnya tidak muka di depan keponakannya. Mereka selalu saja suka menggodanya. Rasanya tidak ada hari untuk mereka berdua membuat kesal Yirlendi.


“Bisakah kalian berhenti membuat imejku rusak di depan anak kalian Naura , Luxorius.”


Pasangan itu adalah Naura dan Luxorius. Setelah kejadian yang hampir saja menghancurkan dunia manusia dan dunia duni iblis. Keduanya mulai hidup bersama dan menjalin kasih di hutan Quena. Satu tahun setelah kejadian itu Naura dinyatakan hamil anak kecil yang sedang berdiri di depan Yirlendi.


Anak laki-laki bernama Zico Sandrea. Zico sangat mirip dengan Luxorius. Beruntungnya sikap anak itu seperti sang ibu. Setidaknya Yirlendi lebih menyukai sikap Naura dibandingkan Luxorius. Tapi beberapa waktu ini anak Luxorius memperlihatkan kalau dia lebih mirip dengan ayahnya.


Sifat menyebalkan Zico akhir-akhir ini membuat kesabaran Yirlendi habis. Dia menjadi seperti rajanya saat muda. Suka membuatnya kesal dengan berbagai hinaan yang dilemparkan padanya.


Dia berharap anaknya bersama wanitanya tidak seperti Zico. Anak yang menjadi tidak memiliki ahlak mulia pikir Yirlendi.


“Apakah hari ini mereka akan datang?” tanya Luxorius.


“Entahlah, kamu tahu setelah kejadian itu. Anak nakal itu tidak pernah melepaskan pandangannya dengan sang istri. Bahkan dia sering cemburu pada anak kembarnya sendiri.” Jelas Yirlendi mengingat pasangan yang lebih menyebalkan Luxorius. Mereka selalu bermesraan di sembarang tempat padahal saat itu ada dirinya yang sedang berkunjung.


“Ya sudah susah untuk mengajar anak nakal itu.” Ucap Luxorius.


“Siapa yang kalian sebut pria nakal?” seorang pria yang berjalan masuk ke dalam ruangan bersama dengan wanita yang dirangkulnya. Dibelakang Wanita itu terdapat dua anak laki-laki yang sangat tampan walaupun umurnya masih kecil. Mereka langsung mendekati Zico dan tidak berniat menyapa Yirlendi.


“Hey zico.” Panggil kedua kembar itu pada Zico.


“Hai Arend, Arick. Aku pikir kalian tidak datang.”


“Mana mungkin aku tidak datang ke acara paman tuaku ini.” Ucap Arend yang membuat hati Yirlendi kesal.


“Arend kamu tidak boleh begitu pada paman Yirlendi.” Ucap sang ibu Arend. Anak kecil itu langsung meminta maaf pada pamannya.


“maaf paman tapi memang paman terlalu tua untuk bibi Grissa.” Ucap Arend.


“Arend.” Peringatan sang ibu pada anaknya. Pada akhirnya pria di sampingnya menengahi kekesalan istrinya dan anak yang mirip dengannya.


“Sudah sayang kamu tidak usah memarahi anak kita. Yirlendi memang sudah tua untuk menikah wanita yang baru saja menginjak umur dewasanya. Beruntungnya wanita itu mau menikah dengan kakek tua berwajah muda ini. Mungkin kalau dia bukan naga pengantinya akan kabur.” Ucap ayah Arend.


Istri dan ibu kedua anak kembar itu hanya bisa menghela nafas kasar. Kenapa kedua anaknya harus menurun sikap menyebalkan suaminya. Anak kembarnya seperti photocopy sang suami.


“Sudahlah Ana. Aku sudah terbiasa dengan suami menyebalkan kamu dan kedua anakmu ini.” Ucap Yirlendi pada Ana.


“Hey siapa yang kamu bilang menyebalkan jangan memfitnah aku.” Ucap Aleardo.


“Benar paman tidak boleh memfitnak Arend dan Arick.” Ucap Arick pada Yirlendi.


“Lihatlah Ana kedua anakmu sama menyebalkan dengan suamimu ini.”


“Ya kamu benar. Bahkan aku saja kesal. Padahal aku yang mengandung mereka tapi seluruhnya mirip dengan Aleardo.” Ucap Ana lirih.


“Bukankah itu bagus berarti kamu sangat mencintaiku.” Ucap Aleardo bersamaan sebuah kecupan hangan mendarat di dahi sang istri.


“Bisakah kamu tidak memulai adegan romantis. Satu hari ini harusnya aku yang sedang memberikan kalian tontonan gratis dengan Grissa.” Protes Yirlendi pada pasangan yang tidak sadar dengan kelakuannya membuat orang lain iri. Apalagi Aleardo yang malah semakin menjadi bermesraan dengan sang istri.


Sekarang kedua kembar malah mendekati ibunya. Mereka juga ingin mencium wajah ibunya. Kedua anak kembar itu seperti Aleardo. Hal itu yang membuat Aleardo selalu uring-uringan.


“mami kita juga ingin memberikan mami kecupan.”


“Hey mami kalian milik papi.” Protes Aleardo yang membawa Ana menjauh dari anaknya. Sekarang kedua kembar itu mengejar maminya yang dibawa oleh papi mereka.


“Sabar Yirlendi sebentar lagi.” Ucap Luxorius sambil mengelus punggu sahabatnya.


“Ya setelah ini aku pastikan mereka yang akan iri.” Ucap Yirlendi.


“Tentu saja itu hanya mimpimu. Kamu baru saja menikah sedang Aleardo dan Ana sudah lima tahun mereka menikah. Pengalaman mereka sudah jauh padahal umurnya lebih muda darimu. Aku tunggu di ballroom ya.” Ucap Luxorius sambil keluar dari ruangan bersama keluarga kecilnya.


“Lihatlah dia menenangkanku atau membuatku kesal.”gerutu Yirlendi dengan tingkah Luxorius.


Janji pernikahan mereka berjalan dengan khitma. Sekarang keduanya akan melakukan ciuman pertama. Ruangan itu sangat ramai dengan suara zico dan anak kembar Ana.


“Ayo paman buktikan walaupun tua paman handal.” Ucap Arend


“Benar paman jangan mau kalah.” Ucap Arick


“Ayo paman bisa menjadi keren.” Ucap zico


Kedua orang tua dari ketiga anak itu hanya bisa menahan tawa melihat kelakuan anak mereka. Sedangkan Yirlendi sudah menahan kesal. Tentu saja para tamu  ikut tertawa dengan kelakuan anak Luxorius dan Aleardo yang tidak jauh dari ayah mereka.


Bahkan istrinya juga ikut tertawa. Kedua pipinya memerah karena malu dan kesal yang bersamaan. Grissa tersenyum pada suaminya. Dia tidak menyangka akan menikah dengan tuan yang telah menyelamatkan keluarganya. Dia menikah bukan untuk balas budi pada suaminya tapi karena rasa suka pada Yirlendi yang entah sejak kapan mulai muncul.


“Paman kok malu sih.”Ucap Zico


“Seperti gadis perawan ya.”ucap Arick


“Benar bibi Grissa saja tidak tersipu malu.” Ucap Arend


Saat itu Yirlendi tidak bisa lagi menahannya. Dia langsung mencium gadis kecil yang pernah dia tolong. Tidak menyangka pertemuan akibat hukuman dari kedua pria menyebalkannya akan mengantarkannya bertemu dengan anak kecil yang sekarang menjadi istrinya. Grissa Wirken gadis yang sudah dilamarkan oleh Aleardo sebelum Ana sebuah bencana terjadi di dunia ini.