
Satu bulan telah berlaru, pesta musim panas berjalan dengan baik tanpa keberadaan Ana. Keberadaan gadis itu menghilang tanpa menyisakan jejak sedikitpun. Tentu saja orang yang paling berpengaruh atas hilangnya Ana adalah Aleardo. Dia sekarang lebih banyak menghabiskan waktunya mengejarka pekerjaanya sebagai Archduke dan panglima muda. Dia juga selalu turun dalam medan perang. Tidak pernah lagi berkenjung ke kediaman Ana di Ibukota. Dia juga tidak ingin kembali ke Ibukota yang memiliki banyak kenangannya dengan Ana. Bahkan Raja sudah tidak pernah meminta Aleardo untuk datang kekerajaan karena tahu kondisi Aleardo saat ini.
Sesekali dia akan mencari keberadaan Ana walaupun sudah tahu akhirnya semua usahanya sia-sia. Dia masih berharap semua itu tidak benar. Dia takut jika gadis itu akan pergi terlalu lama. Walaupun selama apapun Ana pergii, Aleardo akan tetap menunggu keberadaan Ana.
"Aku mohon cepat kembalilah, Tanpa kamu disampingku hidup ini menjadi tidak semenarik dulu. Bukankah kamu berjanji akan selalu ada di sampingku selamanya. Aku mohon jangan ingkari janji itu Ana. " gumam Aleardo dihdapan hamparan bunga lavender.
Aleardo selalu mengunjungi taman lavender jika merindukan keberadaan Ana. Karena saat dia berada di taman lavender, Setidaknya dia masih bisa mengingat keberadaan Ana walaupun dia tidak ada di sampingnya. Aleardo tidak tahu alasan gadis itu sangat menyukai bunga berwarna ungu dengan aroma yang menenangkan. Tapi satu hal yang Aleardo sadari keberdaan Ana seperti bunga lavender. Aroma Ana selalu menenangkannya dan keindahannya selalu membuat Aleardo jatuh cinta.
"Tuan Archduke Aleardo, seluruh komandan sudah berkumpul di barak untuk membicarakan rencana penyeranga." ucap ksatria. Sedangkan Aleardo sama sekali tidka memiliki niat menjawab ucapan ksatria itu. Dia langsung meninggalkan taman lavender dengan ksatria itu mengikutinya.
"Aku sangat merindukan kamu, Aku harap kita segera bertemu putri tidur." gumam Aleardo sebelum meninggalkan taman lavender itu.
Ditempat lain seorang pria juga sedang duduk dengan matanya menatap hamparan bunga lavender. Bunga yang selalu mengingatkan gadis kecil yang menyelamatkannya dulu. Gadis yang memuji warna matanya ini. Gadis yang membuat dia rela memberikan seluruh jiwa bersatu dengan iblis. Hanya agar dapat selalu terlahir kembali di segala kehidupan Quena.
"Andai saja aku tahu, gadis yang selama ini selalu aku anggap adik akan membuat hubungan kita hancur. Pasti sudah aku mencegahnya. Sehingga takdir kejam ini tidak terjadi pada kita." gumam pemuda bermata iris ungu. Dia menatap hamparan bungan lavender sambil mengingat kenangannya bersama Quena. Gadis kecil yang berani menyelamatkannya dari para pembunuh bayaran.
Flashback
Setiap malam bulan purnama, Hades selalu berada di kastil tua yang jauh dari penduduk kerajaan Grio. Tentu hal ini dilakukan untuk menghindari para rakyat mengetahui rahasia kerajaan. Rahasia mengenai kejahatan yang dilakukan oleh raja mereka yang selama ini mereka cintai.
Sedangkan Anaknya harus merasakan setiap hukuman dari keselahkahan ayahnya. Terlahir dengan mana hitam adalah sebuah hukuman bagi keluarga kerajaan. Tentu saja mana itu berlawan dengan mana yang harusnya dimiliki oleh keluarga kerajaan. Tapi semua itu juga terjadi karena Raja Grion sengaja menggunakan anaknya dalam sihir hitam. Dia sengaja melakukan itu karena ingin anaknya memiliki sihir yang luar biasa.
Tapi mana hitam Hades itu berikatan dengan iblis. Dimana setiap malam purnama seluruh tubuh milik Hades akan dikendalikan oleh iblis. Karena itu Hades harus bersembunyi di sebuah kastil dan disegel dalam lingkaran sihir suci. Hidupnya sangat menyedihkan.
Tentu saja yang mengetahui tentang kekuatannya hanya raja dan sang ibu. Tapi Ibunya harus mati setelah hades lahir. Hades sangat membenci Raja karena kehidupannya hancur karena keinginan ayahnya yang ingin menjadi penguasa mutlak seluruh wilayah di dunia ini.
Hades selalu pergi ke kastil sejak umurnya 5 tahun hingga saat ini. Dia pergi tanpa adanya pengawalan menuju kastilnya itu. Dia hanya ditemani dengan seorang pelayan kepercayaan Raja. Setelah itu dia dibiarkan sendirian di dalam kastil yang sudah dipasang lingkaran sihir suci.
Dia selalu melakukan hal itu karena tidak ingin melukai orang-orang yang tidak bersalah. Menurutnya hanya boleh satu orang yang disalahkan yaitu Raja.
Hades tidak pernah merasakan kebahagian selama ini. Walaupun ada seorang gadis yang mencoba mendekatinya. Tapi dia tetap akan menjauhinya jika warna matanya berubah menjadi ungu lavender. Iris ungu. Gadis kecil yang sudah dianggapnya adik sendiri inipun masih menghindarinya saat malam purnama tiba. Dia adalah Gishela, anak perempuan seorang duke yang menjadi tunangannya.
Hingga dia bertemu dengan gadis kecil yang menolongnya saat pulang dari kastilnya. Gadis yang tidak takut denganya tidak seperti orang lain. Gadis yang baik hati, itu membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.
"Apakah kamu baik-baik saja?" Ucap gadis kecil dengan rambut merah muda dan mata hijau terangnya. Satu kata untuk menjabarkan gadis itu adalah Cantik. Pangeran Hades langsung jatuh cinta dengan keindahan di depannya. Walaupun dia tidak berdandanan seperti para wanita bangsawan. Tapi kecantikan yang dimiliki gadis itu sama sekali tidak berkurang.
"Syukurlah, kalau begitu saya pergi dulu. Sebaiknya ada hati-hati di jalan." ucap Quena.
"Ikutlah kamu ke istana bersamaku. Sepertinya kamu tidak memiliki tempat tinggal." Ucap Pangeran Hades yang sebenarnya dirinya juga tidak menduga dengan perkataan yang terucap. Tapi satu hal yang dirinya sadari, Dia ingin gadis kecil itu menjadi miliknya.
"Ya seperti kamu lihat aku tidak memiliki tujuan hidup." ucap Quena.
Pangeran Hades sedikit terkejut dengan jawaba gadis itu. Dia dengan mudah menerima ajakkannya. Tentu saja dia senang akan itu semuanya. Setidaknya dia memiliki banyak waktu untuk berdekatan dengan gadis kecil yang sudah mencuri perhatiannya.
Selama di dalam kereta, Hades tidak pernah mengalihkan tatapannya dari gadis kecil di depannya. Sedangkan gadis kecil itu malah dengan asiknya menatap pemandangan di luar. Sesekali gadis kecil itu tersenyum lebar melihat pemandangan dari dalam kereta kuda. Tentu saja senyuman gadis kecil itu menular pada hades yang sejak awal memperhatikannya.
"Kenapa kamu menatap aku terus menerus? Apakah ada yang sesuatu yang aneh di wajahku?" tanya gadis kecil itu yang ternyata sejak awal sudah menyadari tatapan dari Hades.
"Aku hanya sedikit terpesona dengan kecantikan anda nona." ucap Hades yang membuat gadis itu tertawa ceria.
"Wah benarkah aku cantik?"tanya gadis kecil yang dijawab anggukan kepala.
"Kamu juga tampan loh, bahkan warna mata kamu seperti bunga lavender. Indah." ucap gadis itu yang membuat Hades terkejut. Karena baru kali ini ada orang yang memuji warna matanya. Tentu saja dia merasakan bahagia karena mendapat sebuah pujian dari gadis kecil di depannya.
"Aku tidak tahu nama nona yang sudah menyelamatkanku ini." ucap Hades. Gadis kecil itu terdiam sesaat. Dia berpikir sedikit lebih lama hingga dia memberi tahukan namanya.
"Sepertinya namaku Quena, Karena hanya nama itu yang terlintas di kepalaku." ucap gadis kecil bernama Quena.
"Nama yang indah, tapi kamu seperti yang tidak yakin dengan namamu sendiri." ucap pangeran Hades.
"Sebenarnya beberapa hari lalu aku terbangun di sebuah hutan. Aku tidak tahu kenapa aku ada di hutan itu. Selain itu aku sulit mengingat tentang kehidupanku sebelum pingsan." jelas Quena yang membuat Pangeran Hades terkejut.
"Aku akan mencoba mencari tahu tentang keluarga dan orang-orang yang terdekat dengan Quena. Bagaimanapun kamu sudah menyelamatkanku tadi." jelas pangeran Hades.
"Terima kasih, kamu sangat baik. Sebelum itu aku tidak tahu namamu?" tanya Quena.
"Panggil saja aku Hades." ucap pangeran Hades dengan senyum manis yang muncul di wajah tampan pemuda itu.