
Setelah Aleardo meninggalkan Ana di tempat latihan para ksatria keluarga marques xieben. Dia berdiam diri di dalam kamarnya. Dia ingin marah pada Ana. Menurut Aleardo, Ana adalah gadis polos yang sangat mudah ditipu walaupun insting hewan tidak dapat dianggap sebelah mata. Ana seorang yang sangat berhati-hati dan waspada pada lingkungan sekelilingnya. Tapi dia juga gadis yang dengan mudah melelarakan dirinya untuk keselamatan orang lain.
"Dasar gadis bodoh, bagaimana dia bisa pergi ke medan perang tanpa aku? Dia hanya gadis yang pintar bermain pedang. Raja kerajaan ini juga sangat menyebalkan apa dia tidak tahu umur Ana yang masih 13 tahun."
Aleardo kesal, rasanya dia ingin menghancur kerajaan ini tapi kalau dia lakukan Ana akan sangat membencinya. Gadis itu menunjukkan kecintaanya pada kerajaan ini tapi dia sangat mencintai rakyat kerajaan ini.
Aleardo belum dapat melepaskan Ana. Bahkan dia sampai tidak sadar sudah mendiamkan gadis itu sampai keberangkatannya. Dia masih berdiam di kamar dan pergi jika ana berniat masuk ke dalam kamarnya. Bahkan dia tidak ada minat datang diacara penobatannya besok pagi. Dia tidak pernah menginginkan gelar bangsawanan. Karena yang dibutuhkannya adalah Ana. Tapi apa yang bisa dia perbuat jika gadis itu memintanya untuk membiarkan gadis itu pergi berperang dan mengurus daerah barat.
Sebuah ketukan pintu menyadarkan lamunan Aleardo. Pemuda itu awalnya berniat untuk melakukan teleportasi tapi dia sadar Ana sudah pergi. Dia bahkan tidak mengucapkan perpisahaan pada gadis itu karena terlalu larut dengan perasaan marahnya.
Marques masuk kedalam kamar pemuda itu. Pria tua yang sudah menganggap Aleardo sebagai menantunya. Seluruh isi istana keluarga marques sudah mengetahui bagaimana perasaan keduanya itu. Hanya saja Anabella yang masih belum menyadari akan perasaan pada Aleardo.
"Paman terkejut saat tidak melihat kamu saat ana pergi ke medan perang." ucap Marques yang sudah duduk di kursi yang biasa Ana duduki. Aleardo mulai merasa kehilangan sosok gadis muda itu. Pergi ke medan perang sudah pasti siap menanggung kosenkuensinya yaitu hidup atau mati. Bahkan hidup belum tentu dia kembali dalam kondisi yang baik-baik saja.
"Paman tahu kamu terlalu mencintai anak keras kepala itu. Tapi kamu juga tidak semestinya seperti ini. Ana tidak memiliki pilihan untuk tidak pergi dalam medan perang ini. Sebenarnya yang harus disalahkan kepergian Ana adalah paman." ucapan marques membuat Aleardo terkejut.
"Ana menggantikan saya bukan kamu Aleardo. Beberapa hari sebelum Ana ditugaskan. Saya pulang dengan keadaan yang tidak baik-baik saja. Lebih tepatnya saya kembali karena kondisi kritis. Pasukanku terlalu menyangi orang tua ini dan mereka tidak mengindahkan permintaanku untuk terus bertahan. Mereka membawa saya sedang dalam kondisi terluka parah untuk disembuhkan. Tentu hal itu membuat baginda marah besar. Saya juga kaget ana mendapat informasi dari mana dengan keadaan saya. Dia menawarkan dirinya sendiri untuk menggantikan posisi saya di medan perang. Dia tidak akan kembali sebelum mendapatkan daerah timur Aleardo." ucap marquess yang bercucuran air mata.
Aleardo marah dan menangis di waktu bersamaan. Dia tidak tahu hal ini, memang beberapa hari setelah penobatannya Ana sering menghilang. Saat Aleardo tanya, dia selalu menjawab mendapat tugas dari seniornya.
"Kamu tetap bisa bertemu dengan Aleardo. Kamu penyihir Angung di kerajaan ini. Kamu bisa melakukan teleportasi bila merindukannya. Dia tidak melarang kamu untuk datang berkunjung bukan. Dia hanya bilang kamu jangan ikut berperang karena kamu harus menyelesaikan di daerah barat. Maka kamu masih bisa menyusulnya setelah tugas kamu di sana selesai." ucap Marques.
Aleardo baru sadar akan semua itu. Ana memang melarangnya ikut saat ini karena harus diselesaikan olehnya. Tapi Ana tidak pernah melarang kalau semua urusan itu selesai. Aleardo kembali semangat. Dia akan menyelesaikan tugasnya secepatnya.
"Kalau begitu aku harus mengunjungi raja sekarang."
"Apa kamu gila? kita tidak bisa semudah itu bertemu dengan baginda raja. Aku tidak peduli itu. Lagi pula kalau macam-macam tinggal aku keluarkan sihir dan boom." ucap Aleardo santai.
"Tenanglah, kamu tidak harus terburu-buru. Ana pergi bersama putra mahkota dan Raindhen."
"APA? DUA PRIA itu. Aku tahu sekarang pasti ini rencana putra mahkota itu." ucap Aleardo kesal.
Sedangkan marques hanya berharap tidak ada yang mendengar umpatan pemuda itu atau hidupnya akan berakhir karena sudah menghina keluarga kerajaan. Tapi lihatlah pemuda itu tidak ada ketakutan atau rasa bersalah dnegan apa yang dia ucapkan.
"paman kenapa tidak bilang dari awal? Aku tidak membiarkan Ana bersama dua pria itu. Aku harus segera menyelesaikan tugas itu. Bahkan Akan aku bawa semua pembrontak itu ke alam baka karena sudah membuatku berjauhan dengan Ana." ucap Aleardo yang membuat marques seketika merinding mendengarnya.
Pemuda yang menyeramkan. Bagaimana anak gadis manisnya harus berdekatan dengan pria macam Aleardo.
'Nasib kamu memang menyedihkan sayang tapi beruntungnya dia tampan dan bergelar bangsawan tinggi." ucap marques dalam hati.
"Sebelum kamu melaksanakan rencana itu. Ini surat dari Ana sebelum dia pergi." ucap Marques setelah itu dia meninggalkan Aleardo.
Aleardo membaca setiap kata dalam tulisan itu dan benar yang diucapkan oleh marques tadi.
For: tukang sihir yang suka marah
Aku kesal kamu tidak pernah temuin aku sampai pergi ke medan perang. Tega tukang sihir kamu sama aku. Padahalkan aku belum selesai ngomong sama kamu tapi langsung ditinggalin. Apalagi kamu gak mau dengerin aku setelah itu. Jadi permintaan akukan" Izinin aku pergi ke medan perang dan kamu ikut proses penobatan gelar. Setelah itu selesaikan tugasnya kamu. Kalau sudah selasai kamu mau datang ke daerah timur buat kasih bantuan atau tidak aku tidak peduli lagi. Tapi masa sih kamu biarin aku lama-lama di sana sendiri. Kamu gak takut putri tidur nanti kebanyakan tidur terus keluapaan ada perang. Cuma kamu doang bisa bangunin aku kalau sudah tidur terlalu lama. Jadi cepat susul aku ke sini. Jangan ngambek kaya anak kecil walaupun umur kamu juga baru 15 tahun sih. Tapi ingat kamu sudah mau bergelar Archduke.
sayang Ana si putri tidur untuk tukang sihir milik Ana.
Aleardo tersenyum saat telah membaca isi surat itu. Tapi tetap saja ada rasa kesal mengingat Ana pergi bersama dengan saingannya. Dia kesal padahal sudah berbagai cara buat menjauhkan Ana dengan kedua pria itu tapi sekarang kondisi mendukung mereka.
"Tunggu Aku Ana. " Ucap Aleardo setelah itu dia melakukan teleportasi ke istana.