
Pada akhirnya Aleardo harus menunda niatnya untuk memberikan hukuman pada Ana yang kabur darinya. Sekarang dia juga terpaksa ikut dengan Ana untuk melakukan pengecekan pada hutan di kota kosong. Padahal beberapa hari lalu dia sudah menolak tugas itu. Tapi mereka menjebaknya dengan memberikan tugas pada Ana. Otomatis dia akan ikut karena tidak mungkin membiarkan gadis itu masuk ke tempat yang memiliki rumor buruk.
Dia bukan takut karena rumor yang beredar mengenai hutan tempat tinggal para monster sihir. Namun dia merasa itu pekerjaan yang buang-buang waktu. Sumber gelombang sihir itu pasti dari hewan-hewan sihir. Jadi buat apa dilakukan peninjauan kalau sudah tahu penyebabnya.
Aleardo merasa kesal saat karena kedua naga itu sedang hinggap di kanan dan kiri bahu Ana. Mereka sekarang menunggangi kuda menuju kota kosong. Dia ingin sekali membawa badan Ana dengan sihirnya tapi gadis itu menolak karena dia ingin menikmati perjalanan ini.
"Ternyata nona Ana bisa berikat dengan hewan sihir legendaris. " ucap Raindhen.
Ana tidak menjawab ucapan Raindhen. Dia bingung untuk menjelaskan keadaanya saat ini. Ana saja tidak tahu alasan kedua naga lucu ini selalu ingin berdekatan dengannya.
"Kita sudah mau sampai. Luxorius dan Yirlendi kalian pasti tahu apa yang harus lakukan. " ucap Aleardo pada kedua naga itu.
Mereka sudah berada di depan hutan. Mungkin untuk penyihir biasa tidak akan menyadari sihir perlindung yang terpasang pada hutan ini. Sihir itu sangat berbahaya karena dapat memindahkan seseorang yang melewati pembatas itu kemana saja. Karena itu banyak orang yang tidak bisa kembali karena tidak menemukan jalan keluar setelah dipindahkan secara paksa oleh sihir.
Luxorius dan Yirlendi sudah kembali ke wujud aslinya. Badannya sangat besar bahkan Ana terkejut melihat tubuh asli kedua naga itu yang sekarang sedang terbang diatas mereka. Ini benar-benar pengalaman yang tidak bisa dilupakan oleh Ana.
Tiba-tiba muncul sebuah lingkaran sihir berwarna kuning emas di depan Ana. Setelah terbentuk sebuah lubang dari dinding sihir itu. Cuman Ana dan Aleardo yang dapat melihat dinding sihir. ksatria lain sangat tidak mengerti apa yang terjadi di depannya. Karena merasa tidak ada yang berubah setelah lingkaran sihir itu muncul.
Tubuh kedua naga itu kembali mengecil dan terbang di samping kanan dan kiri Ana. Ana masuk bersamaan dengan Aleardo kedalam lubang sihir itu diikuti ksatria lainnya.
Hutan yang didepan Ana berbeda dengan hutan sebelumnya. Sangat indah dan asri, bahkan tidak hutannya tidak terlihat menyeramkan. Berbeda dengan hutan yang sebelumnya mereka lihat.
"Sebenarnya aku bingung, saya tidak merasakan gelombang sihir yang tidak beraturan seperti yang diucapkan oleh penyihir yang berada di titik pengawasan. Selain itu saya merasa mana saya bertambah dan tubuh terasa lebih hampang." ucap seorang penyihir yang dibawa Ana di kelompoknya.
Ana merasakan apa yang penyihir itu ucapkan. Dia merasakan hutan ini sangat nyaman. Selain itu dia mersakan seperti pulang ke rumah yang selalu dirinya rindukan. Kenapa dia merasakan tempat ini tidak aneh untuknya. Dia tidak sadar sudah berjalan menjauhi kelompoknya. Hanya Aleardo yang menemani Ana dan tidak berniat memberhentikan Ana. Mungkin ini memang takdir Ana untuk mengingat kehidupan pertamanya.
Luxorius dan Yirlendi senang saat Ana berjalan menuju rumah Quena dulu. Kedua naga itu selama ini hidup di hutan ini untuk mengisi mana dan menjaga rumah Quena dan Zixon. Karena itu sihir yang terpasang dihutan hanya bisa dibuka oleh mereka.
Energi mana dalam hutan sangat melimpah karena Quena di masa lalu. Dia penyihir yang sangat berbakat bahkan mananya membuat hutan selalu hidup dan rindang walaupun Quena sudah tiada. Sisa mana dalam tubuh Quena di masa lalu tersimpan dalam hutan ini menjadi sumber energi besar untuk seorang penyihir.
Sebenarnya kedua naga itu sangat terkejut saat zixon meninggal. Kedua tubuh orang itu berubah menjadi pohon besar. makam Ana berubah menjadi pohon penghasil mana sedangkan tubuh Zixon menjadi pohon pelindung hutan ini.
Ana berjalan hingga di berhenti di sebuah pohon besar yang sangat rindang. Dia menyentuh pohon itu. Saat itu dia merasakan energi mananya terisi penuh. Selain itu dia merasakan sengatan pada kepalanya. Sesaat itu tubuh Ana jatuh begitu saja. Aleardo langsung menangkap tubuh Ana. Dia membawa tubuh Ana ke sebuah rumah yang tidak jauh dari pohon besar itu.
Rumah yang tidak akan bisa ditemui oleh orang lain selain Zixon, Quena dan kedua naganya. Karena itu terlindungi oleh pohon perlindung.
Terlihat wajah cemas dari Aleardo. Dia memegang tangan ana yang sedang terlelap di sebuah tempat tidur. Rumah itu sangat bersih padahal berada di tengah hutan yang tidak berpenghuni. Selama ini rumah itu sangat dijaga oleh Luxorius dan Yirlendi. Mereka berharap kedua majikannya bisa kembali seperti saat ini.
"Tenanglah anak nakal, pohon yang tadi disentuh oleh Ana adalah pohon yang tubuh dari makam Quena. Mungkin pohon itu memberikan ingatan Quena pada Ana. Setelah kematian zixon. Makan Quena berubah menjadi pohon besar dan kami tidak bisa menemukan tubuh Quena. " jelas Luxorius.
"Pohon itu memiliki sumber mana yang sangat besar di hutan ini. Mana itu adalah milik Quena yang menjadi sumber energi untuk penyihir yang menghirup udara di hutan ini. " jelas Yirlendi.
"Jadi dia akan mengingat kehidupan pertamannya?"
"Mungkin saja." ucap Luxorius. "
"Tempat ini menjadi sumber energi Ana. jadi dia akan baik-baik saja. Semua luka pada tubuh Ana akan sembuh bila menghirup udara di hutan ini. Jadi Ada akan sadar secepatnya." ucap Yirlendi yang mencoba menenangkan pemuda itu.
"Tapi aku mendapat firasat buruk dari kelompok yang di bawa oleh Ana. Mereka sangat misterius tapi untungnya mereka tidak akan bisa mendekat ke sini semasi pohon perlindung masih ada." ucap Luxorius.
Naga itu sebenarnya tidak suka membawa manusia lain ke dalam hutan yang selalu dilindungi oleh Quena. Karena pada umumnya manusia memiliki sifat serakah apalagi hutan ini berisi hewan sihir yang diincar oleh penyihir hitam. Tapi dia bisa sedikit bersantai karena pohon perlindung akan mengaktifkan sihirnya jika salah satu dari mereka melakukan hal yang tidak diduga.
"Ternyata kamu merasakan firasat itu. Mereka sangat mencurigakan tapi tenang saja aku sudah menempatkan tangan kananku Raindhen walaupun dia tidak ahli dalam sihir. Tapi tingkatnya lebih tinggi dari yang lain. Penyihir itu terlalu mencurigakan karena tiba-tiba meminta aku untuk melakukan pengecekan pada hutan ini karena gelombang sihir tidak beraturan. Padahal gelombang sihir itu akibat dari hewan-hewan sihi dan mereka tahu akan itu. Setelah bertahun-tahun mereka tahu semua tentang gelombang sihir yang tidak stabil. Tapi sekarang mereka melakukan pengecekan. Ada sesuatu dari permintaan itu." ucap Aleardo.
Aleardo tidak tahu kalau tugas ini adalah permintaan dari Putra Mahkota. Hanya Ana dan Chino yang tahu akan fakta itu. Ana sengaja tidak memberi tahu karena Aleardo akan langsung menolak jika itu permintaan Putra mahkota. Dia tidak akan tahu alasan sebenarnya putra mahkota memintanya untuk melakukan itu. Walaupun dia sangat penasaran dengan alasan selain gelombang sihir yang stabil. Karena seluruh rakyat tahu akan fakta sumber gelombang sihir tidak stabil berasal dari hewan-hewan sihir.