Female Villainess

Female Villainess
74. Gishela



Setelah Ana menghilang, orang-orang terdekat merasa kehilangan. Mereka mencoba mencari keberadaan di seluruh kerajaan morquen tapi keberadaan Ana seperti tidak pernah ada di dunia ini. Aleardo tidak bisa menemukan aura Ana maupun kalung yang diberikannya. Hades juga ikut mencari keberadaan Ana tapi hasilnya sama. Dia juga mencoba mencari keberadaan Charlote tapi wanita itu sangat sulit ditemukan.


Hari terakhir pesta musim panas. Tapi keadaan pesta itu tidak semenarik untuk beberapa orang. Terutama Aleardo, Dia tidak pernah kembali menginjak ibukota. Setiap hari dia hanya berdiam di kamar pribadinya yang sering digunakan oleh Ana.


"Kemana kamu Ana? Jangan pergi ke tempat yang tidak bisa aku temukan." ucap Aleardo. Tanpa sadar dia sudah menangis di dalam kegelapan. Firasat di hari sebelum pertandingan memang terjadi pada gadis itu. Dia merasakan kesendirian kembali tanpa ada Ana di sampingnya.


"Aleardo." panggil kedua naga yang tiba-tiba muncul di depan pemuda itu. Tapi dia sama sekali tidak memperdulikan keberadaan kedua naga itu. Luxorius dan Yirlendi tahu apa yang dirasakan oleh Aleardo. Mereka seperti melihat Zixon di masa lalu saat Quena mati di dalam pelukannya.


"Aleardo, Ana masih hidup." ucap Yirlendi.


Aleardo langsung menatap kedua naga itu. Dia berjalan mendekat Yirlendi.


"Kamu tahu keberadaan Ana?" tanya Aleardo. Namun Yirlendi menjawab dengan menggelengkan kepala dan wajah sendu menatap Aleardo.


"Sebaiknya kalian pergi dari sini. Aku sedang ingin sendiri saat ini." ucap Aleardo yang kembali berjalan menuju tempat tidur. Menurut Aleardo tempat tidur itu masih memiliki aroma milik Ana.


"Kita tidak tahu keberadaan Ana. Auranya memang hilang seperti dia tidak pernah ada di dunia ini. Tapi itu karena mana Ana dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Kristal yang membekukan tubuh Ana yang membuat kita tidak bisa merasakan aura maupun mananya." jelas Luxorius. Aleardo yang mendengar itu langsung membalikkan badannya. Dia menatap kedua naga itu dengan wajah yang sedikit merasa ada harapan dari ucapan Luxorius.


"Apa yang dikatakan Luxorius benar Aleardo. Ana masih hidup karena Luxorius masih berada di kehidupan ini selain itu pangeran damian juga masih hidup bukan. Jika Ana meninggal karena kristal itu tentu saja Luxorius dan Pangeran Damian akan berakhir seperti Ana. Mereka saling berikatan. Lebih tepatnya nyawa mereka berada di tangan Ana." jelas Yirlendi.


Aleardo terdiam sesaat. Dia baru sadar fakta itu. Kenapa dia bisa lupa kalau nyawa Ana terikat pada dua orang. Mereka tetap hidup dikehidupan ini karena Ana masih hidup. Tapi berbeda jika ana telah tiada pasti keduanya berakhir sama dengan Ana.


"Lalu kalau begitu dimana Ana sekarang?"Tanya Aleardo.


"Kalau Aku tahu Ana dimana pasti sudah aku bawa sekarang. Anak nakal kenapa otakmu jadi bodoh." ucap Luxorius.


"Diamlah naga tua." ucap Aleardo dengan nada sinis.


"Sekarang Ana masih hidup tapi dia menghilang karena kristal itu. Tapi suatu hari mungkin kristal itu akan meleleh dan Ana akan muncul dimana saja. Itulah sihir yang digunakan orang bertudung. Dia tidak berniat membunuh Ana. Dia berniat membuat Ana merasakan kehidupan Quena dahulu. Quena sebelum bertemu dengan pangeran hades di masa lalu adalah gadis yang tidak memiliki ingatan maupun semangat hidup." jelas Yirlendi.


"Apa maksud kamu Yirlendi, Aku baru tahu tentang itu." ucap Aleardo.


"Jadi kita hanya harus mencari keberadaan Ana saat aura bisa kita rasa kembali." ucap Aleardo. Kedua Naga menganggukkan kepala.


"Ya seperti itu, Tapi kamu harus menerima hal terburuk yang terjadi pada Ana. Jika ternyata mana Ana melupakan kita semua atau hal paling terburuk Ana tidak bisa melewati proses itu. Bagaimanapun mana ana sekarang tidak seperti dulu. Kita tidak tahu mana Ana bisa melakukan proses itu atau tidak." jelas Yirlendi.


"Aku yakin Ana dapat melakukannya, Dia sudah berjanji padaku untuk tetap baik-baik saja." ucap Aleardo dengan sangat percaya diri. Kedua naga saling menatap dan tersenyum saat melihat Aleardo sudah tidak dalam keterpurukannya.


Ditempat lain, Hades sedang datang di tempat yang digunakan untuk para penyihir hitam berkumpul. Dia mencari keberadaan Charlote untuk bertanya mengenai Ana. Akhirnya dia dapat menemukanya, gadis yang dibencinya.


"HADES." Panggil Charlote dengan wajah cemas saat melihat tatapan tajam dari iris ungun hades.


"Akhirnya aku menemukan kamu." ucap Hades dengan nada dinginnya. Dia berjalan menuju wanita itu. Charlote yang melihat itu mencoba untuk kabur tapi tidak bisa. Karena hades sudah menggunakan sihir pada tempat ini yang membuat siapapun tidak bisa keluar dari tempat ini tanpa izin Hades.


"Kamu tidak akan bisa kabur, Charlote." ucap Hades yang sudah berdiri di depan Charlote. Sedang Charlote sudah berkeringat dingin dan begetar saat menatap Hades. Dia tidak menduga akan secepat ini dirinya di temukan. Hanya dalam satu minggu saja. Padahal dia sudah menggunakan sihir untuk memanipulasi keberadaannya.


"Sebaiknya kamu memberi tahukan aku keberadaan Ana saat atau kamu tahu hukum yang tepat untukmu." ucap Hades yang menyentuh rahang Charlote dengan kasar. Bahkan Charlote merasa akan tertinggal bekas merah saat tangan pria itu dilepaskan.


"Aku tidak tahu keberadaannya." ucap Charlote.


"Aku tidak suka dibohongi." ucap Hades yang sudah membuat beberapa lingkaran sihir pada tubuh Charlote. Wanita itu terkejut dengan itu semua. Dia tidak menyangka pria yang dicintainya akan melakukan ini semua hanya untuk seorang wanita yang tidak bisa membalas perasaannya.


"Aku sungguh tidak tahu keberadaan wanita itu. Memang penyihir hitam tahu cara membuat mana seorang Quena melemah dan keberadaanya menghilang selama dia berada dikondisi tertidur panjang. Tapi kita tidak tahu keberadaan pasti tubuh itu saat ini." jelas Charlote. Setelah itu tubuh Charlote dilepaskan begitu saja. Semua lingkaran sihir yang tadi muncul sudah menghilang.


"Kenapa kamu selalu menggangguku Charlote. Tidak lebih tepatnya Gishela. Kamulah penyebab aku tidak bisa bersatu dengan Quena maupun Ana." ucap Hades marah pada tubuh Charlote yang sedang terduduk lemas.


"Karena aku mencintai kamu Hades. Aku yang pertama kali bertemu dengan mu. Aku yang selalu berada di sisi kamu tapi kenapa kamu tidak pernah mencintai aku." ucap Charlote yang sudah menangis pelan.


"Aku hanya menganggap kamu sebagai adik tidak lebih. Tapi dengan teganya kamu membuat aku harus melukai Quena dengan tanganku sendiri. Kamu wanita yang sangat kejam Gishela. Semua kebaikan aku padamu selama ini sia-sia. " ucap Hades sebelum meninggalkan Charlote yang sedang menangis.