
Saat Ana dan Aleardo sedang mempersiapkan peralatan untuk acara berburu. Seorang wanita bangsawan datang menghampiri Aleardo. Ana sangat mengenal wanita itu yang tak lain adalah Charlote. Sebenarnya Ana sangat terkejut dengan sikap Charlote yang sangat agresif mendekati Aleardo. Padahal Charlote yang ada di dalam cerita novel tidak pernah berniat mendekati Aleardo, Bahkan Aleardo yang akan bekerja keras mengambil simpati wanita itu.
"Jika tuan Arcduke berkenan menerima sapu tangan saya" ucap Charlote sambil memberikan sapu tangan berwarna biru terang.
Ana langsung memaringkan kepalanya. Dia tidak ingin melihat mereka berdua disaat bersamaan datang beberapa ksatria mendekati Ana. Dia tidak pernah melihat wajah -wajah itu. Ksatria dari pasukan ayahnya saat ini sedang kebagian menjadi panitia acara yang membuat mereka tidak bisa ikut serta dalam proses pemburuan.
"Salam saya nona Anabella Rose Natlastion. " ucap para pria itu.Hal itu membuat fokus ana teralirkan dari Charlote dan Aleardo.
"Sebelumnya pekernalkan saya Thon Hilton Jicson dari keluarga Marques Jicson." ucap seorang pria. Setelah itu satu persatu pria itu memperkenalkan dirinya pada Ana. Sebenarnya Ana tidak bisa mengingat semua nama pria itu. Karena memang Ana memiliki kesulitan untuk mengingat nama seseorang.
"Saya tidak menyangka wanita bangsawan seperti nona Anabella akan mengikuti pesta berburu. Padahal Anda bisa duduk manis menunggu seseorang pria memberikan hasil buruannya untuk Anda."
"Saya pikir duduk manis dan menunggu hanya kegiatan membosankan. Hal itu membuat saya ikut dalam acara kali ini."
"Anda memang berbeda dari wanita bangsawan lainnya ya nona Anabella. Saya juga mendengar keahlian anda dalam seni pedang yang tidak dapat dipandang sebelah mata." ucap seorang pria dari kerumunan itu.
Sebenarnya Ana merasa perasaan tidak enak. Seperti Ada seseorang yang sedang memperhatikannya dengan tatapan menyeramkan. Dia coba mengalirkan tatapannya dan Aleardo sedang menatapnya tajam. Dia terkejut kemana perginya nona Charlote.
"Saya hanya berlatih saat ada waktu ruang saja." ucap Ana tersenyum.
Ana terkejut saat melihat ekspresi para pria itu. Wajah mereka pucat dan keringat dingin mulai membasahi wajah mereka. Dia tahu siapa penyebabnya karena dia juga merasakan perasaan itu.
"Kalau begitu semoga anda berhasil nona Anabella." setelah para pria itu pergi meninggalkan dari Ana.
"Sepertinya kamu sangat populer di antara ksatria itu." ucap Aleardo dengan nada dingin.
"Masa sih? mungkin karena aku wanita satu-satunya yang ikut pesta berburu kali ini." ucap Ana.
"Bukankah sudah aku katakan selalu ada di sampingku. " ucap Aleardo sambil menarik Ana mendekati tubuh Aleardo.
"Tadikan kamu sedang ada wanita yang ingin memberikan sapu tangannya. Masa aku terus di samping kamu?" ucap Ana yang mencoba mencari alasan dari Aleardo atau dia akan mendapatkan hukuman yang menyebalkan selama seminggu kedepan.
"Aku tidak mengenal wanita itu dan dia mengganggu saja." ucap Aleardo sambil menarik Ana menuju kuda yang akan digunakan untuk berburu. Ana terkejut saat badannya diangkat dan didudukkan di kuda hitam miliknya.
"Hey aku bisa sendiri."
"Sudahlah jangan banyak protes." ucap Aleardo dengan nada ketus.
Sebelum Ana pergi kedalam hutan, dia sempat melihat tatapan kebencian dari Charlote padanya. Ana terkejut karena karakter Charlote adalah wanita baik hati. Tapi saat melihat ekspresi wanita itu seperti penuh akan ketidak sukaan padanya.
"Tadi kamu terima sapu tangan dari Charlote?" tanya Ana
"Pertanyaan macam apa yang kamu berikan padaku itu. Tentu saja aku tidak akan menerima barang dari orang tidak aku kenal. " ucap Aleardo sebal pada Ana.
Aleardo juga bingung dengan sikap Ana yang selalu menghindar darinya jika Charlote mendekat. Tatapan Ana seperti penuh ketakutan dan rasa cemas. Sebenarnya dia ingin bertanya pada gadis itu tapi Ana terlihat tidak ingin berbagi bebannya. Mungkin saat ini Aleardo hanya akan membiarkan saja.
"Sebenarnya kamu punya hubungan apa dengan wanita bangsawan itu ."
"Aku tidak mengenalnya." ucap Ana.
"Aku tidak akan memaksa kamu bercerita mengenal beban kamu saat ini. Sekarang kita fokus berburu, Aku akan memenangkan pesta berburu kali ini dan kalau kamu kalah seperti biasa putri tidur."
"Hey aku tidak mensetujui kesepatan ini." ucap Ana yang sudah ditinggalkan oleh Aleardo.
Tiga jam sudah berlalu, Acara berburu sudah selesai. Para peserta sudah kembali dengan membawa hasil buruan. Ana sangat kesal pada acara berburu pertamanya. Bagaimana tidak Aleardo selalu mendapatkan hewan yang istimewah.
Aleardo mendapatkan satu buah beruang madu besar, singa, dan seekor serigala putih. Sebenarnya Ana terkejut melihat hasil buruan pemuda itu. Bukannya hutan tempat berburu sudah diatur untuk hanya terdapat rusa dan kelinci. Tapi entah bagaimana ceritanya Aleardo mendapatkan itu.
Ana hanya membawa 5 ekor kelinci dan 1 ekor rusa besar. Putra mahkota membawa 1 singa dan 3 rusa. Raindhen membawa 10 kelinciĀ dan 5 burung.
"Bagaimana kamu bisa mendapatkan hewan-hewan itu? Rasanya aku hanya melihat kelinci, burung dan rusa saja." ucap Ana bingung.
"Entahlah mungkin aku terlalu dalam masuk kedalam hutan sampai tidak sengaja melewati batas wilayah perburuan." ucap Aleardo santai.
Ana dan Aleardo saat berburu tidak bersamaan. Padahal Aleardo yang bilang jangan berjauhan darinya. Tapi pemuda itu malah meninggalkannya sendiri dibelakang. Mereka berpisah sekita beberapa saat tapi dia tidak mengira hasil buruannya hewan yang sangat buas. Aleardo menyimpan hasil buruan dengan sihir ruangnya.
"Seperti yang kamu lihat aku menang pertandingan ini jadi kamu harus menuruti permintaanku." ucap Aleardo bahagia.
Tanpa Ana sadari Aleardo sedang menatap tajam pada putra mahkota. Putra mahkota sangat kesal karena dia kalah dalam pesta berburu. Padahal Dia sudah memiliki rencana untuk mendekati Ana kalau menang.
"Tuan Archduke Aleardo akan anda berikan pada siapa untuk hasil buruan." ucap panitia.
Setelah acara berburu akan ada acara wanita tercantik sekerajaan. Wanita itu akan dianggap tercantik apabila dapat memenangkan hasil buruan terbanyak dari para perserta acara berburu.
"Saya berikan pada nona Anabella Rose Natlastion." ucap Aleardo.
Sebenarnya orang-orang sudah dapat mendebak hal itu karena perlakuan pemuda itu memang berbeda pada Ana. Tapi berbeda dengan Ana yang terkejut dengan ucapan Aleardo. Padahal dia tidak mengikuti acara wanita tercantik itu.
"Hey berhentilah becanda, Aku peserta berburu bukan peserta wanita tercantik." ucap Ana yang dibalas dengan senyuman oleh Aleardo. Sayangnya yang tersipu malu malah orang lain bukan Ana.
"Panitia, Nona anabella seorang wanita bangsawan secara otomatis dia berhak mendapatkan itu bukan?"
"Tentu saja tuan Archduke."
Ternyata bukan hanya Aleardo yang memberikan hasil buruannya ada beberapa peserta. Diantaranya ada dua orang yang membuat heboh orang-orang di acara itu yaitu Putra Mahkota William dan Raindhen. Tentu itu membuat pertanyaan besar alasan mereka memberika hasil buruan pada Anabella. Apalagi melihat kedua pria itu sempat menemui Ana sebelum acara berburu dimulai.