Female Villainess

Female Villainess
43.Kabur dari Aleardo



Sehari setelah pesta, Ana tidak diizinkan oleh Aleardo untuk kembali ke ibukota. Tapi bukan Ana kalau tidak bisa membuat Aleardo kelimpungan mencari gadis itu. Dia memang bertahan satu hari di kediaman Aleardo untuk mengumpulkan energinya.


"Tenang saja Ana, kita akan membantu kamu untuk menghilangkan jejak dari anak nakal itu." ucap Luxorius yang tiba-tiba muncul di  kamar Ana.


Ana terkejut saat rencana kaburnya ternyata diketahui oleh pemuda yang baru dia kenal beberapa hari ini. Luxorius pemuda yang sangat baik dan menyenangkan. Dia tidak menyangka pemuda itu memiliki keahlian pedang yang setara dengannya. Padahal selama ini hanya Aleardo dan ayahnya yang bisa menandingi keahlian Ana.


"Aku juga akan membantu nona Ana." Yirlendi yang tiba-tiba muncul dari balkon.


Dia sangat terkejut kedua orang itu tahu akan munculnya. Bagaimana si Aleardo itu. Si bocah jenius itu biasa sangat susah untuk dialihkan. Malam ini Aleardo bisa menjauh darinya karena Ana harus sangat memohon pada pemuda itu.


"Tenang anak nakal itu sedang fokus dengan kertas-kertasnya. Selain itu aku dan Yirlendi sudah memasang sihir pada ruangannya. Jadi dia tidak akan menyadari kalau kamu pergi dari rumah ini." ucap Luxorius.


"nona bisa mempercayai kita, karena kita tidak suka dengan sifat pengekang anak itu. Mari kita antar nona menuju kediaman marques." ucap Yirlendi yang sudah berubah wujud menjadi naga hitam.


Ana terpesona dengan naga itu. Entah sudah berapa kali dia terpesona selama satu hari ini. Apalagi bentuk mereka sangat gagah.


Luxorius yang tidak ingin kalah dengan Yirlendi ikut merubah wujudnya menjadi naga. Dia naga yang tidak suka perhatiannya majikannya direbut. Karena itu dia tidak akur dengan Aleardo. Keduanya sama-sama ingin diperhatikan oleh Ana.


"Kamu berjaga saja di sini. pastikan majikan kamu itu tidak mengikuti nonaku."ucap Luxorius dengan tone rajanya. Tentu Yirlendi tidak bisa menolak perintah Luxorius walaupun dia ingin. Naga itu kembali berubah wujudnya menjadi manusia.


"Aku tidak bisa menahan anak nakal itu hingga tengah malam. Walaupun aku memiliki sihir yang setara dengannya tapi energi manany lebih besar. Selain itu dia majikanku raja naga." ucap Yirlendi.


"Itu tidak masalah Yirlendi. hal yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah aku pergi dari kediaman ini. Setelah sampai kediaman marques, dia tidak akan mudah membawaku kembali ke sini. Karena ayah akan sangat marah kalau Aleardo melakukannya. Aleardo takut dengan peringatan ayah kalau sedang marah." ucap Ana. Dia sudah menaiki badan Luxorius dalam wujud naga.


"Hati-hati Yurlendi, sebaiknya kamu kabur saja saat Aleardo mengetahuinya. Sampai ketemu lagi." Ana melambaikan tangannya.


"Padahal aku bisa melakukan teleportasi." ucap Luxorius yang sebenarnya tidak menerima permintaan Ana dengan menunggang tubuh naganya. Bukan karena tidak suka ana duduk di atas punggungnya. Luxorius hanya takut Ana akan sakit bila terkena udara malam.


"Luxorius di dunia ini tidak ada yang bisa membawaku terbang kecuali naga seperti kamu." ucap Ana.


Dia jadi mengingat kehidupan dulunya. Mereka bisa menggunakan pesawat, helikopter untuk terbang dari satu tempat ke tempat lain.


"Aku hanya takut kamu terkena flu." ucap Luxorius yang khawatir dengan keadaan gadis yang menjadi majikannya ini.


"Terima kasih atas kepedulianmu Luxorius, kamu naga yang baik." ucap Ana sambil mengelus kepalanya. Elusan itu membuat Luxorius sangat senang. Sudah lama dia merindukan perlakuan Ana padanya.


"Aku tahu kamu menyembunyikan sesuatu Luxorius." ucap Ana.


"Aku tidak pernah memiliki hal yang harus disembunyikan dari Ana. Hanya Ana yang tidak bertanya." Luxorius tidak akan menyimpan rahasia, selama itu ana yang bertanya terlebih dahulu.


"Apa kita pernah bertemu sebelumnya ? Aku merasa nyaman dengan keberadaan kamu. Seperti kita pernah menghabiskan waktu bersama ." ucap Ana.


"Tentu kita pernah bertemu, bahkan kamu adalah majikanku Ana." ucapan Luxorius membuat Ana terkejut.


Dia berpikir dikehidupan yang pertama. Ana tidak pernah memelihara sebuah hewan. Setelah itu dikehidupan ini juga dia tidak melakukan kontrak dengan hewan sihir.


"Sangat panjang kalau aku menceritakan pertemuan pertama kita. Tapi aku yakin suatu hari kamu akan mengingatnya. Ana, Aku dan yirlendi adalah naga yang berada di bawah kendali kamu. Kamu sangat menyangi Ana. Oleh karena itu kami akan selalu mengikuti permintaan Ana. Jadi jangan segan untuk meminta bantuan suatu hari nanti." ucap Luxorius.


Mereka tidak menyadari kalau sudah sampai di balkon kamar Ana. Sebenarnya Ana sedikit terkejut, naga ini tahu kediaman marques bahkan kamar tidurnya.


Ditempat lain, Seorang pemuda sedang sibuk dengan kertas yang menumpuk berisi laporan daerah barat kerajaan maupun masalah militer. Dia tidak menduga akan sebanyak ini. Sehingga dia harus meninggalkan Ana sendiri untuk malam ini. Rasanya dia ingin memanggil Raindhen untuk mengerjakan tugas-tugas ini. Namun itu akan menjadi masalah kalau bawahannya itu melaporkan pada Ana. Dia akan diberikan wejangan hingga telinganya sakit dari gadis berambut putih itu.


Pemuda itu akhirnya dapat menyelesaikan semua laporan hingga tengah malam. Dia merenggangkan badannya yang kaku karena terlalu lama diam di posisi yang sama. Setelah merasa nyaman, Aleardo meninggalkan ruang kerja. Awalnya dia berencan langsung menuju kamar tidurnya, tapi ia penasaran dengan Ana.


"Apakah dia sudah tidur?" gumam Aleardo.


Aleardo berhenti di sebuah kamar tidur. Dia langsung membuka pintu itu secara perlahan. Suasana kamar itu gelap, dia melihat ada gulungan selimut di tempat tidur. Aleardo berjalan menuju tempat tidur.


"Kalau kamu tidur dengan bergulung di selimut seperti ini, akan membuat kamu sulit bernafas." ucap Aleardo sambil menarik selimut itu. Namun yang dia temukan bukan Ana melainkan bantal yang ditumpuk.


"ANA PERGI KEMANA KAMU MALAM-MALAM BEGINI." ucap Aleardo dengan yang sedikit keras dan penuh penekanan.


Tapi tidak ada jawaban dari gadis yang dia panggil. Padahal Aleardo mendeteksi aura Ana di sini. Selain itu kalung yang diberikannya akan membantu untuk mengetahui keberadaan Ana. Aura kalung itu menunjukkan kalau Ana ada di ruangan ini.


Aleardo menggunakan sihir untuk menetrakan sihir yang terpasang di ruang Ana. Dia menemukan siapa yang telah melakukan ini. Sekali lagi dia kecolongan karena terlalu fokus dengan laporan itu.


"Yurlendi sebaiknya kamu menjelaskan semua ini." ucap Aleardo. Dia mendeteksi sihir yang dibuat oleh naga yang berikatan dengan mananya.


"hahaha, kamu masih seperti dulu. Sangat budah dialihkan dan Ana sudah bawa oleh Luxorius. Kamu kalah lagi dengan naga milik Ana." ucap yYirlendi dengan nada yang mengejek.


"Kenapa kamu membantu naga tua itu? Kamu lupa kita terikat tapi kamu selalu saja tidak membantuku."


"hahhaha karena itu permintaan Ana, dia majikan pertamaku. Selain itu rasanya senang membuat kamu kesal seperti saat ini. Walaupun aku mengakui keahlian sihir kamu sangat menakjubkan. Tapi kamu selalu kalah dengan Luxorius yang licik." Ucap yurlendi sambil sesekali tertawa. Rasanya sudah lama tidak membuat pemuda ini marah karena kalah dengan raja naga menyebalkan itu. Dia seperti majikannya yang selalu kalah dengan kelicikan rajanya. Dia tidak pernah bisa menghabiskan waktu bersama Quena kalau Luxorius berada di sisi gadis itu. Apa nasibnya dan majikannya harus seperti ini.


"Naga tua itu sangat menyusahkan, kalau saja dia bukan naga yang disayangi quena. Sudah aku leyapkan sejak dulu."


"itu tidak mungkin, dia terlalu licik untuk dikalahkan oleh anak seperti kamu. Aku saja kesal denganya."ucap Yirlendi.


"Aku harus menyusul Ana." ucap Aleardo. Dia sudah bersiap untuk melakukan teleportasi namun ditahan oleh Yirlendi.


"Biarkan Ana untuk malam ini, selain itu badan kamu lelah karena tumpukan kertas itu bukan. Besok kita balaskan kelakuan raja naga sialan itu."ajak Yirlendi.


"Wah sepertinya kamu sangat kesal dengan kelakuan raja naga tua itu."


"Ya hanya ingin memberikan sedikit pelajaran. makannya besok kita harus membuat rencana untuk memberikan hukuman pada Luxorius." ucap Yirlendi dengan smirk di bibirnya.


Dia akui kalau raja naganya sangat ricik namun dia bisa mengalahkan dengan keahlian sihirnya. Apalagi Aleardo ikut bersamanya. Rasanya bau kemenangan sudah tercium.


Keduanya kembali ke kamar mereka masing-masing. Aleardo memilih mengikuti ucapan naga itu. Dia juga merasakan tubuhnya sedikit lelah karena terlalu lama duduk di posisi yang sama. Selain itu dia berniat memberikan sedikit hukuman kecil pada kucing liarnya itu.


"Tunggu saja Ana, besok kamu akan aku beri hukuman." ucap Aleardo sebelum matanya tertutup dan masuk kedalam alam bawah sadarnya.


*****************************************************


hallo readers, Terima kasih sudah selalu mendukung karya author. Author cuman mau kasih tahu kalau author bakal selalu update setiap hari 2-5 chapter. jadi selalu ikutin terus ya kisah Ana si female villianess.