
Setelah mendatangi Ana, Aleardo melakukan teleportasi ke ruangan marques Xieben. Kedatangan Aleardo di ruangan kerja marques xieben tidak disadari oleh sang pemilik ruangan. Marques Xieben sedang membaca sebuah kertas.
"Sepertinya paman sedang sibuk?" tanya Aleardo.
"Aleardo, sejak kapan kamu di dalam ruanganku? " Tanya balik marques xieben. Pria tua itu menyimpan kertas yang tadi sedang di bacanya. Dia berjalan menuju sebuah sofa yang ada di ruang kerjanya. Tentu Aleardo sudah terlebih dahulu tanpa dipersilahkan oleh marques Xieben.
"Aku baru saja tiba paman. Tapi paman terlalu asik dengan selembar kertas."
"Berhenti menggunakan sihir teleportasi ke dalam ruanganku. Setidaknya kamu melakukannya di depan pintu. "protes marques Xieben.
"Apa paman takut saya datang ketika anda sedang berdua dengan marchiones." ucap Aleardo dengan santai.
"Aleardo, kamu memang anak yang sangat menyebalkan." ucap marchiones yang mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Tenang saja aku pasti mengetahuinya kalau paman sedang dengan marchiones." jelas Aleardo.
"Berhenti menggodaku. Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya marchioness langsung pada intinya.
"hahahhaha, paman memang tidak suka basa basi tapi aku menyukainya. Apakah paman sudah mendapatkan informasi mengenai keadaan raja?" tanya Aleardo,
"Kertas yang tadi aku baca adalah informasi mengenai raja." ucap marques Xieben.
Pria tua itu tidak perlu mengambil kertas tadi karena dengan sekali jetrikan tangan Aleardo, Kertas itu sudah ada di tangan pemuda itu. Marques menuangkan teh ke cangkirnya. Dia menikmati tehnya sambil menunggu Aleardo menyelesaikan membaca kertas itu.
"Seperti yang dijelaskan dari informaku. Raja dalam keadaan koma. Yang mulia tiba-tiba mengalami penyakit yang belum ada obatnya. Selain itu kondisi lainnya baik-baik saja. Tabib menyatakan kalau raja sedang dalam kondisi tidur panjang." jelas marques Xieben.
"Kemungkinan ini bukan sebuah penyakit. Dia hanya terkena sihir gelap yang membuat raja tertidur. Raja akan tersadar bila sihir itu dihilangkan. Mungkin Ana atau pangeran Damian bisa menghilangkan sihir itu." ucap Aleardo.
"Sayangnya tidak ada yang diizinkan masuk ke dalam ruangan pribadi raja kecuali putra mahkota, pelayan pribadi raja dan tabib istana." Jelas marques yang kembali menyesap tehnya.
Mereka berdua tidak ada yang mengeluarkan suara kembali. Aleardo dan marques sedang memikirkan cara terbaik untuk bisa masuk kedalam ruangan raja. Walaupun Aleardo bisa menggunakan sihirnya tapi itu terlalu berisiko.
"Mungkin menggunakan sihir teleportasi menjadi salah satu solusi tapi itu sangat berisiko bukan Aleardo?"
"Seperti yang paman pikirkan, Sihir teleportasi memang pilihan yang bagus tapi kita tidak tahu sihir apa yang digunakan di dalam kediaman raja untuk melindungi keberadaan raja. Aku juga tidak bisa menunjukkan sihir ini karena hanya beberapa orang yang tahu akan sihir ini." jelas Aleardo.
"Sebenarnya ada satu cara, Tapi aku tidak yakin kamu dan kedua naga itu setuju." ucap marquess Xieben.
"Jangan paman bilang menggunakan Ana."ucap Aleardo,
"Ya, bagaimanapun putra mahkota sedang mendekati Ana saat ini. Ana adalah pion yang paling aman untuk kita semua. Putra mahkota tidak akan melukai Ana dan Ana bisa melakukan sihirnya pada raja ketika Putra mahkota sedang lengah. Tapi apakah kamu setuju?" tanya marques Xieben
Marques Xieben sangat mengetahui pemuda di depannya memiliki perasaan pada anak gadis. Tentu semua orang tahu akan itu Aleardo yang tertarik pada Ana. Mungkin yang akan terluka adalah perasaan pemuda di depannya. Tapi itu adalah cara yang paling aman untuk saat ini.
"Sebenarnya aku tidak menyetujui itu. Tapi kita harus tanya pendapat Ana." jelas Aleardo,
"Ana sejak kapan kamu ada di sini." tanya marques Xieben.
"Aku baru saja datang, Ada yang ingin aku bicarakan mengenai sesuatu hal yang akan terjadi di pesta musim panas." ucap Ana.
"Kalau begitu kita bicarakan dulu tentang rencana menyelamatkan raja." ucap Marques Xieben.
"Tentu saja ayah, Aku setuju untuk menjadi pion untuk menyelematkan raja. Setidaknya putra mahkota masih mengira aku tidak mengenalnya sebagai hades. Jadi hubunganku dengannya masih baik-baik saja. " ucapan Ana membuat pemuda disampingnya kesal terlihat wajah yang murung dengan auranya membuat keadaan ruangan itu sedikti tidak nyaman. Marques Xieben yang merasakan dampak aura Aleardo langsung menatap pemuda yang sedang dilanda cemburu. Marques hanya bisa ikut bersedih dengan perasaan Aleardo karena ketidak pekaan anak gadisnya. Bagaimana tidak dia dengan santai menikmati kudapan dan meminum secangkir teh yang sudah dituangkan olehnya. Ana tidak sadar ucapannya membuat pemuda disebelahnya marah.
"hem, Ana."
"Ya ayah?" ucap Ana sambil menatap ayahnya yang memberikan kode untuk melihat sampingnya. Ana mengikuti kode ayahnya dan melihat Aleardo yang sedang menahan emosi. Ana bingung kenapa Aleardo tiba-tiba seperti itu. Sesaat mencerna keadaan dia sadar akan apa yang terjadi pada Aleardo.
"Penyihir gila tidak usah khawatir mengenai Ana. Ana berjanji akan baik-baik saja." ucap Ana sambil mengelus tangan Aleardo. Tapi bukan itu yang ingin didengarkan oleh Aleardo, Sedangkan marques Xieben hanya bisa membuang nafas kasar melihat Anak gadisnya yang salah paham.
"Kita kembali lagi dengan rencana penyelamatan raja." ucap marques xieben. Aleardo masih dengan aura gelapnya karena emosinya belum bisa hilang. Apalagi melihat Ana yang tidak sadar dengan ucapannya tadi.
"rencana ini akan dijalankan sehari setelah pembukaan lomba untuk ksatria. Kamu bisa meminta Putra mahkota untuk mengajakmu menemui raja. " ucap marques Xieben.
"Huh itu hal yang mudah, Kenapa kita harus menunggu hari itu kalau besok saja aku bisa melakukannya." ucap Ana.
"Kita tidak bisa gegabah Ana. Ini menyangkut keselamatan pemimpin kerajaan ini." jelas marques Xieben.
"masalahnya akan ada pemberontakan di hari terakhir lomba ksatria." ucapan Ana membuat kedua pria berbeda usia itu terkejut.
"Bagaimana kamu tahu itu?" tanya Aleardo.
"Sebenarnya itu baru hipotesis aku saja. Hanya saja saat aku melihat laporan penyebaran pasukan saat perlombaan sedikit aneh. Pada perlombaan berkuda, hampir seluruh ksatria yang berada di tangan putra mahkota tidak mengikuti perlombaan itu. Selain itu jumlah pasukan ksatria yang ikut dalam lomba dari pasukan keluarga kerajaan juga terlalu banyak dari biasanya. Ada kemungkinan pasukan keluarga kerajaan yang sekarang dipegang oleh putra mahkota akan melakukan penyerangan pada para peserta dan pasukan putra mahkota akan menyerang tempat para bangsawan. Karena penempatan mereka secara keseluruhan berada di sekitar bangsawan." jelas Ana.
"Bagaimana ini bisa terjadi Aleardo?" tanya marques Xieben.
"Sebenarnya itu bukan wewenang aku dalam mengatur para pasukan yang berada di ibukota terutama dalam lingkup istana. Raja baru memberikan aku prakat untuk menyatakan perang atau pembersihan suatu bangsawan yang berencana melakukan pemberontakan. Sisanya pekerjaanku mengurus dari perbatasan yang sering terkena konflik. " Jelas Aleardo.
"Bearti seluruh pengaturan para pasukan yang berada di ibukota berada di tangan putra mahkota." ucap Marques Xieben.
"Ya, ayah. Aku berada dibawah putra mahkota bukan Aleardo. Tapi aku bisa mencegah itu terjadi. Oleh sebab itu rencana penyelamatan raja harus dilakukan secepatnya. Karena kita tidak tahu dampak yang akan menyerang raja jika dibiarkan dalam wakut yang lebih lama lagi." ucap Ana.
"Baik, kamu bisa lakukan itu dan selalu waspada. Karena Putra mahkota adalah musuh utama kita." ucap marques Xieben.
"Tentu saja."
"Ingat lakukan sihir teleportasi jika putra mahkota melakukan sesuatu hal yang buruk pada kamu." peringatan Aleardo pada Ana. Gadis menjawab dengan menganggukkan kepala.