
Ana sudah bersiap dengan kuda kesayangannya. Aleardo dan ksatria lain juga seperti Ana. Namun Ana merasa dengan pertandingan berkuda ini. Pertandingan berkuda kali ini terlalu ramai dibandingkan pertandingan sebelumnya. Dugaan Ana sepertinya ada rencana di balik pertandingan berkuda. Selain itu Putra mahkota ikut serta dalam pertandingan kali ini.
Tentu saja itu menjadi berita yang heboh. Putra mahkota berada tepat disamping kiri ana. Sedangkan Aleardo berada di samping kanan Ana. Keadaan yang sangat menegangkan karena kedua pemuda itu sambil melemparkan tatapan tajam . Hanya saja Putra mahkota masih tersenyum.
"Apakah Ana mau bertaruh kembali denganku?" tawar putra mahkota atau Hades. Mungkin sebagain orang tidak akan sadar dengan perubahan warna iris putra mahkota. Karena dia menggunakan sihir pada kedua matanya. Tapi sihir itu tidak berpengaruh pada Ana.
"Aku tidak tertarik membuat taruhan dengan yang mulia." ucap Ana yang kembali menatap kedepan.
"Ayolah taruhan ini sangat menarik, Kita hanya bertaruh siapa yang akan menjadi pemenang diantara kita bertiga. Jika salah satu dari kalian berada di posisi setalahku maka. Sebaiknya tuan Aleardo dan Ana tidak bersama saat pesta topeng. Karena Ana harus menjadi pasanganku. " ucap Putra mahkota.
"Lalu kalau anda kalah, Saya akan berhenti mengejar Ana." ucap Putra mahkota dengan senyuman yang mencurigakan.
'Tentu saja aku akan berhenti tapi tak akan aku biarkan pria lain memiliki kamu juga' ucap Hades dalam hati.
"Baiklah." ucap Aleardo yang langsung dihadiahi tatapan tajam dari Ana. Dia bukan tidak percaya diri dengan keahliannya dalam berkuda. Tapi dia merasakan kalau akan terjadi hal buruk di depan nanti.
"Kanapa? kamu tidak percaya diri?" tanya Aleardo pada Ana.
"Cih, aku akan menjadi juara satu." ucap Ana kesal.
Ketiga orang itu sedang dalam posisi siap. Sebuah bunyi menandakan pertandingan dimulai. Tentu ketiga orang itu menunggangi kuda dengan sangat cepat.peserta lain tertinggal jauh dari mereka. Posisi pertama ditempatkan oleh Aleardo, kedua Ana, dan ketiga Hades.
Terlihat wajah hades yang kesal karena berada di belakang Ana. Namun saat memulai memasuki hutan ketiganya mulai mengurangi kecepatan karena banyak ranting yang posisinya rendah. Saat itu Ana merasakan sesuatu yang sedang memantaunya dari berbagai arah. Dia sengaja sedikit memelankan kudanya, Tentu saja itu kesempatan bagi Hades. Sedangkan Aleardo sudah berada jauh di depan kedua orang itu.
"Maaf Aleardo." gumam Ana sebelum dia berjalan keluar dari jalur pertandingan. Dia merasakan hal janggal pada pertandingan ini. Ana memutar balik, Dia berjalan menuju arah dia pergi. Dia tidak melihat para ksatria yang harus mereka sudah sampai sekarang.
Karena sudah menunggu cukup lama hingga akhinya dia menunggang dengan sangat kecepat kearah saat dia pergi. Dia melihat beberapa ksatria terluka karena panah. Bahkan ada yang tewas di sana. Ana mengeluarkan pedangnya dan membunuh para penjahat itu.
Beberapa ksatria yang dalam keadaan baik juga ikut membantu Ana. Jumlah musuh itu terlalu banyak bagi Ana dan para ksatria karena banyak ksatria yang terluka karena panah.
Ana terus menyerang dengan sangat cepat hingga mereka akhirnya mati oleh Ana. Sisa musuh itu kabur meninggalkan mereka begitu saja. Pada akhirnya ana menggunakan sihir telepartinya pada pangeran damian dan luxorius untuk datang membantunya.
Ana sudah menggunakan banyak tenaganya untuk memberikan pertolongan pertama pada para ksatria. Bahkan wajahnya sekarang sudah sangat pucat seperti mayat hidup. Terkadang dia sudah sedikit sulit melihat dengan jelas. Tapi dia tetap memaksakan dirinya untuk memberikan perawatan. Hingga Ana tidak sadar ada seseorang yang menatapnya dengan sini. Seseorang itu mengarahkan panah tepat di jantung Ana. Tapi panah itu ditebas oleh Aleardo.
Sesaat dia tahu siapa kejadian ini. Dia menatap tajam pada seseorang yang menggunakan jubah dan penutup kepalanya. Dia tahu siapa orang itu. Saat Ana, Aleardo dan Hades hanya fokus pada seseorang yang sedang berdiir di dahan pohon. Ana tidak sadar seseorang yang dirawatnya ternyata adalah pasukan dari orang berjubah itu.
"aaakh." suara ana membuat Aleardo dan Hades langsung menatap Ana. Mereka terkejut saat melihat sebuah pisau kecil menancap tepat di jantung ana. Tubuh ana langsung jatuh dan darah mulai keluar. Hades langsung menebas ksatria yang melukai Ana.
Luxorius dan Pangeran Damian yang baru saja datang terkejut dengan keadaan Ana yang mengenaskan. Bahkan mereka melihat kedua pria yang memiliki perasaan pada gadis yang terbaring lemah itu sedang menangis.
Tiba-tiba ana berteriak sangat kencang yang membuat mereka terkejut. Pangeran Damian langsung mencoba memberikan perawatan pada tubuh Ana tapi tidak bisa. Tubuh Ana seperti tidak merespon. Hingga sebuah kristal mulai muncul dari tubuh Ana. Kristal itu melingkupi seluruh badan Ana dengan sangat cepat. Bahkan Aleardo dan Hades belum menyadari apa yang terjadi pada Ana.
Kristal dari tubuh Ana memancarkan mana yang membuat ksatria yang tadi terluka sekarang sudah sembuh kembali. Aleardo mencoba untuk menghancurkan kristal yang menyelimuti tubuh Ana tapi usahanya gagal.
"Kita tidak bisa berbuat apapun lagi." ucap Luxorius dengan lirih.
"Apa maksud kamu Luxorius?" Tanya Aleardo dengan nada marahnya.
"Kristal itu muncul karena rusaknya mana milik Ana. Pisau yang tertancap pada dada kiri ana bukan sembarang pisau. Pisau yang secara turun temurun digunakan untuk membunuh penyihir secara perlahan lahan dengan mengikis mananya. Seperti saat ini mana Ana keluar dari tubuhnya dan jika ini berlangsung terus menerus. Ana akan mati di dalam kristal ini." ucap Luxorius.
"Apa yang harus kita lakukan untuk menyelamatkan Ana?" tanya Hades.
"Ini bukan ulah kamu Hades?" tanya Luxorius dengan tajam.
"Walaupun aku tidak ingin dia dimiliki orang lain tapi semua ini bukan rencanaku." jelas Hades.
"Mungkin hanya ada satu cara yang bisa kita gunakan untuk mencairkan kristal ini dan menyelamatkan Ana."ucap Luxorius. Mereka menatap Luxorius dengan penuh harapan. Bagaimanapun mereka harus secepatnya mencari cara agar kristal yang menyelimuti Ana bisa mencair.
"Kalian tidak akan bisa menyelamatkannya." ucap orang berjubah itu. Sekali jentrikan tangannya tubuh ana menghilang dari hadapan mereka. Aleardo yang melihat itu marah besar dan menyerang orang itu dengan sihirnya. Namun sangat mudah, dia menghindar dari serangan Aleardo.
"Aku hanya membuatnya melupakan kehidupan ini selamanya. Bukankah aku sangat baik. Aku tetap membiarkannya hidup namun seperti Quena yang dahulu. Gadis yang tidak tahu apapun dengan kehidupannya. Gadis bodoh yang bisa dimanfaatkan oleh siapapun. Gadis yang kalian sukai, Sekarang aku buat dia hidupnya seperti itu. Kalian tidak usah berterima kasih padaku. Aku melakukannya dengan senang hati." ucap orang itu dan seketika menghilang setelah menyelasaikan perkataanya.
Seasons 1 - Tamat