
Sebelum keberangkatan Ana dan Aleardo ke dunia iblis. Ana sudah memasang sihir untuk menetralisir energi hitam di dunia manusia. Hal itu yang membuatnya sedikit lelah saat tiba di dunia iblis. Tidak ada yang tahu tentang sihir yang dipasang oleh Ana. Begitupun Aleardo yang tidak menyadari sebuah sihir perlindung sudah dipasang di dunia manusia.
Sekarang Ana sadar kalau gambaran tentang situasi dunia bumi hanya ilusi Slya. Seperti Syla, Ana juga dapat membuat sihir ilusi tapi tidak ada yang banyak tahu tetang kekuatan itu. Hanya para naga saja yang tahu kalau Ana bisa menggunakan sihir ilusi.
Tentu saja ada alasan kenapa ana tidak pernah menggunakan sihir ilusinya di sembarang tempatny. Karena dia menduga hari ini akan tiba. Saat dia harus menggunakan sihir ilusi tanpa musuhnya tahu. Sejak dia merubah pedangnya menjadi tongkat sihir. Sihir ilusi sudah bekerja di ruang milik Syla.
Seperti dugaan Ana tidak ada yang menyadari sihirnya. Ana sengaja beberapa kali melanyani ucapan Syla untuk membuat emosi Syla terpancing. Syla yang semakin terbawa emosi akan bertindak tanpa perencanaan. Seperti dugaanya dia akan memancing amarah Ana dengan memperlihatkan kehancuran di dunia manusia.
“Aku tidak habis pikir dengan tindakan yang kamu lakukan syla. Dengan membawa iblis yang memiliki energi sihir yang tidak stabil membuat kehancur pada dunia. Kamu berniat menghancurkan dunia iblis juga?” pertanyaan yang selalu melintas di pikiran Ana saat melihat kegilaan wanita di depannya. Hanya untuk seorang laki-laki dia mengorbankan orang tak bersalah untuk menggampai tujuannya.
“Tentu saja yang aku inginkan kematian untuk kamu Quena. Kamu tidak akan bisa terlahir lagi setelah ini. Tapi aku bisa mengembalikan dunia ini seperti semula dengan sihirku.” Ucap Syla.
“Sekuat apapun sihirmu kamu tidak bisa mengembalikan sebuah hal yang telah hancur. Kecuali membuatnya dunia baru.” Jelas Ana.
“aku tahu itu bukankah kematianmu akan membuat dunia hancur dan menciptakan dunia baru. Aku hanya mempercepat pembuatan dunia baru dengan mengorbankanmu Ana.”
“Tidak akan aku biarkan kamu menyentuh Ana, syla.” Ucap Aleardo yang sekarang sudah berdiri di depan tubuh Ana.
Dia mengeluarkan sihir untuk mengunci setiap iblis. Sihir yang hanya dimiliki oleh seluruh keturunan kerajaan. Tapi sihir itu tiba-tiba menghilang begitu saja saat Syla mengibaskan tongkat sihirnya.
“Yang mulia anda lupa kalau aku sang pemilik tempat ini. Semua yang ada di sini akan dengan mudah diatasi olehku. Walaupun aku tidak akan bisa membunuhmu. Tapi hal itu tidak menjadi masalah karena memang tujuanku ada membiarkan yang mulia hidup. Agar kita bisa memulai cerita kita.” Jelas Syla berdiri di depan Aleardo dan mengelus wajah Aleardo.
Aleardo langsung menepis tangan Syla. Perbuatan Aleardo tidak membuat wanita itu marah. Dia semakin gencar mendekat tapi sulur tiba- tiba muncul diantara mereka dan menyerang Syla. Tentu saja Sulur itu menyerang Syla atas perintah Ana.
“Aleardo kamu tidak bisa menyerangnya saat ini. Kamu berada di ruang yang dibuat oleh Syla. Ruang ini berisi ilusi yang membuat sihir kita tidak berguna untuk seseorang yang memiliki kekuasaan sihir ruang.” Ucap Ana yang tidak pernah bergerak dari posisi awalnya.
Aleardo mengikuti perintah Ana. Dia sadar kalau saat ini akan sulit walaupun dirinya menggunkan seluruh sihirnya. Syla bisa membuat ilusi yang tidak disadari oleh Aleardo. Dia tidak dapat membedakan kenyataan atau ilusi.
“Ternyata kamu sudah tahu itu. Seorang penyihir suci memang tidak bisa dianggap remeh.” Ucap Syla yang sudah kembali ke posisi awalnya. Karena sulur yang muncul dari tanah menyerang Syla jika mendekati Ana.
Dia buka takut dengan sulur Ana. Syla hanya sedikit aneh dengan Ana yang sejak tadi hanya berdiri di posisi yang sama tanpa berpindah atau berniat menyerangnya terlebih dahulu. Dia selalu menunggu Syla menyerangnya.
“Sepertinya kamu takut denganku. Sejak tadi kamu tidak berniat melawanku hanya menunggu seranganku terus menerus.”
“hahahhaha kamu pikir sihir apa yang kamu miliki hingga berani melawanku Ana. Lihatlah raja iblis saja tidak bisa menyerangku apalagi dengan dirimu.” Ucap Syla yang mulai merubah ruangnya menjadi tempat yang dipenuhi api.
Aleardo terkejut saat tubuh Ana diselimuti oleh api. Tapi istrinya sama sekali tidak bereaksi dengan hal itu. Padahal Aleardo dapat merasakan hawa panas dari api yang berkobar besar di tempat ini. Dia berniat untuk menyelamatkan tubuh Ana. Tapi dia mengulungkan niatnya saat suara yang sangat dikenalnya mengatakan sesuatu.
“Jangan mendekat tetap diam di sana. Aku bisa menangani ini. Hal ini bukan yang sulit untukku.” Ucap Ana bersamaan dia mengangkan tongkat sihirnya.
Dari tongkat sihir keluar cahaya yang membuat lingkaran sihir bertingkat. Tulisan yang sangat rumit di sekitar lingkaran sihir. Aleardo sadar kalau sihir itu sangatlah kuno yang pernah dirinya lihat kehidupan pertamanya.
Seluruh api menghilang dari hadapan mereka. Sekarang berganti sebuah taman indah yang muncu. Aroma bunga yang menenangkan dan keindahan yang membuat mata terpesona. Syla terkejut dengan sihir yang dikeluarkan Ana.
Kalau sihir ilusinya berupa mimpi buruk. Sihir ilusi Syla menjadi sebuah mimpi indah dan mengantarkan orang-orang untuk terlelap dalam kenangan. Saat itu Syla merasakan matanya sangat mengantuk tapi dia mencoba untuk menjaga kesadarannya.
Dia tidak menyangka Ana juga dapat menggunakan sihir ilusi yang sangat berbahaya ini. Sihir yang mengantar seseorang memilih untuk tidur selamanya karena kenangan yang indah muncul di dalam mimpi mereka. Aroma bunga yang menenangkan adalah alsan Syla merasakan ngantuk saat ini.
“Sialan kamu bisa menggunakan sihir ini. Bagaimana bisa? Aku sudah beberapa kali mempelajari sihir ini selalu gagal. Kenapa harus kamu yang bisa menggunakan sihir ini.” Protes Syla dengan sisa tenagannya. Sekarang tubuhnya perlahan seakan tidak bertenaga. Dia terkejut saat melihat kakinya dibelit oleh sulur yang muncul dari tanah.
“Sihir ini bukan semacam sihir yang digunakan untuk melukai orang lain Syla. Sihir ini berarti kedamaian yang abadi.” Ucap Ana yang berjalan mendekati tubuh syla.
Telunjuk jarinya menyentuh dahi Syla. Saat itu seluruh kenangan indah dalam pikirannya berputar begitu saja. Kenangan yang selama ini dirinya lupakan. Tanpa sadar air mata Syla mengalir saat mengingat kenangannya bersama sang ayah dan damon. Pria kecil yang selalu bersamanya karena mereka memiliki takdir yang sama. Dia lupa kalau selama hidupnya damonlah yang selalu berada di sampingnya. Tapi saat dia bertemu dengan pangeran Hector, Syla menjauhi damon begitu saja.
“Sekarang kamu mengingat kenangan indahmu.” Ucap Ana dengan senyuman manis.
Saat itu Aleardo baru ingat sihir ini. Saat peperangan bangsa iblis dan bangsa manusia pecah. Seorang penyihir wanita muncul dan mengeluarkan sihir yang membuat mereka tertidur dan sadar akan kesalahan perbuatan mereka. Peperangan yang menyebabkan banyak luka bagi seluruh orang-orang.
Sihir yang memberikan ketenangan dan kedamaian hati. Dimana saat itu amarah tiba-tiba sirna. Saat itu juga raja pertama Aleardo bertemu dengan dengan sang pujaan hatinya. Tapi hal buruk terjadi saat wanita itu tersenyum padanya.
“Tidak Ana, jangan lakukan sihir ini. Hentikan.” Teriak Aleardo.
Dia berlari mendekati tubuh Ana. Tapi hal yang ditakutkan terjadi. Kejadian di masa lalu kembali terulang. Wanita yang membuat dunia terus berulang hanya karena penyesalannya.
“ANA.” Teriak Aleardo.