
Carlos memberikan tatapan meremehkan pada Ana. Dia sangat memandang rendah lawannya saat ini. Menurutnya mengalahkan seorang gadis kecil sangat mudah. Sedangkan Ana mencoba agar tidak terpancing dengan lawannya.
"Sebaiknya nona mengundurkan diri saja. Kasihan kulit dan wajahmu kalau tergores dengan pedangku." ucap Carlos.
"Aku tidak perduli dengan luka yang akan aku dapatkan. Tapi Anda harus berhati-hati dengan orang yang anda remehkan ini. Bukankah kamu mendengar rumor kalau aku saja bisa mengalahkan raja timur dengan mudah. Padahal banyak ksatria yang berakhir mengenaskan saat melawan raja." ucap Ana bangga. Dia dapat melihat tatapan amarah dari Carlos. Ana duga harga dirinya tercoreng dengan ucapan Ana.
"Anda hanya sedang beruntung saat itu. Sekarang kamu melawan dengan Carlos. komandan pasukan khusu milik Putra Mahkota." ucap bangga Carlos. Sedangkan Ana hanya memberikan senyuman yang mengejek Carlos.
"Kamu tidak diberitahukan oleh Putra mahkota mengenai kehandalanku dalam berpedang. Bahkan aku diberikan kesempatan untuk menampilkan keahlian pedang sebagai pembukaan pertandingan ini. Hal itu sudah menunjukkan tingkatan kita sangat berbeda. " ucap Ana yang sedang memancing emosi Ana.
Ana menatap podium yang ditempati oleh para keluarga kerajaan. Dia dapat melihat senyum dari Putra Mahkota padanya. Tiba-tiba dia mendengar suara di kepalanya.
"Bagaimana kalau kita bertaruh pertandinganmu kali ini?" tawaran dari putra mahkota.
"Aku tidak tertarik." jawab Ana pada putra mahkota dengan telepartinya.
"Apakah seorang Ana sangat tidak percaya diri dengan kekuatannya sendir?"
"Aku hanya malas, tapi apa yang akan aku dapatkan jika menang." ucap Clara yang masih menatap tajam pada putra mahkota. Sedangkan Carlos merasa tersinggung karena lawannya malah menatap orang lain yang tidak lain adalah atasannya.
"Kalau kamu menang aku akan membantalkan rencana penyerangan di akhir pesta musim panas ini. Tapi jika kamu kalah, Aku ingin kamu menerima tawaran Raja." ucao Putra mahkota yang menampilkan senyum lebar pada Ana.
"Baiklah, Lihatlah aku akan memenangkan pertandingan bagaimanapun caranya."
"Aku menanti itu." Setelah itu teleparti mereka terputus. Carlos yang merasa di diamkan marah dan menyerang Ana yang sedang lengah. Tapi Ana bisa dengan mudah menghindar dan menangkis pedang Carlos dengan satu tangannya.
Sedangkan ditempat lain Aleardo merasa sedikit aneh saat Ana tiba-tiba melihat podium . Dia tahu pasti ada yang terjadi pada Ana disana. Karena wajahnya sedikit tegang dan tiba-tiba dia sangat berapi-api. Dia berharap itu semua hanya firasatnya saja.
"Apakah kamu berpikir yang sama anak nakal?" Tanya Luxorius yang juga curiga dengan perubahan Ana. Dia tidak pernah melihat hal itu sebelumnya.
"Dia tidak pernah sangat bersemangat saat melawan orang lain."
"Aku juga berpikir seperti itu. Dia seperti terlalu memasakkan dirinya." ucap Luxorius.
Ana beberapa kali menangkis pedang Carlos. Tenaga yang dimiliki Carlos memang lebih kuat dibanding ksatria sebelumnya. Tapi kekuatan itu tidak bisa sebanding dengan Aleardo. Bahkan dia masih bisa menangkis setiap serangan dengan satu tangan.
"Kamu mempermainkan aku gadis kecil." ucap Carlos dengan nada marah.
Ana terkejut saat menerima seringan yang cukup kuat. Dia bahkan sampai harus memundurkan beberapa langkah dari posisi sebelumnya. Sepertinya mulai saat ini dia harus segera menyelesaikan pertandingan. Dia merasakan firasat buruk dari aura Carlos.
Auranya sangat berbeda saat mereka berbincang sebelum pertandingan. Auranya seperti sangat gelap saat ini. Dia bukan takut dengan Carlos. Hanya saja dia takut Carlos melakukan hal yang tidak akan duga.
"Jangan hanya menghindari seranganku terus. Apa hanya segini saja yang bisa kamu lakukan? Sepertinya rumor itu hanya sebuah kebohongan." ucap Carlos yang tiba-tiba menyerang Ana dengan sangat cepat. Bahkan Ana sedikit kesulitan menghindari serangan Carlos.
"Mungkin sekarang kita harus mulai serius benarkan Carlos." ucap Ana setelah itu dia memegang pedangnya menggunakan kedua tangan. Dia juga membalikkan posisi pedangnya yang tadinya menggunakan sisi tumpul, sekarang dia akan memulai menyerang dengan sisi tajam pedangnya.
Carlos bertemu dengan tatapan tajam Ana. Tatapan Ana berbeda dari beberapa waktu yang saat gadis itu hanya menghindari serangannya. Apakah benar yang dikatakan bahwa anak gadis marques adalah alat pembasmi suatu kerajaan.
Sedangkan Aleardo menghela nafas kasar melihat perubahan Ana saat ini. Dia sedikit kasihan dengan nasib Carlos setelah ini. Karena gadis itu tidka akan berbelas kasihan lagi. Mode Ana sekarang selalu digunakan saat melawan Aleardo saja. Bahkan saat melawan Raja, Dia masih melihat Ana sedikit mempermaikan raja timur.
"Sepertiny Ana benar-benar dalam pertandingan ini." ucap Luxorius.
"Ya kamu benar naga tua, Ini akan berbahaya bagi lawannya. Tapi itu lebih baik mengingat firasat burukku saat melihat Carlos."
"Ya kamu benar Aleardo."
Carlos terdesak dengan setiap serangan memambi buta Ana. Walaupun terlihat seperti Ana hanya asal menyerang. Tapi itu tidak dimata Carlos. Setiap gerakan Ana seperti telah diperhitungan oleh gadis itu. Bahkan dia bisa pedang itu menebas kepalanya bila dia tidak segera sadar serangan Ana.
Carlos terjatuh dari posisinya. Ana menodongkan pedangnya tepat dileher. Tentu saja posisinya yang seperti membuatnya sangat malu dan marah. Saat itu juga Ana mundur beberapa langkah saat merasakan aura kegelapan melingkupi Carlos dan pedangnya. Dia sadar pedang yang digunakan oleh ksatria itu sedikit aneh. Carlos seperti orang yang terkendalikan. Dia bergerak dengan kecepatan yang sangat cepat pada Ana. Beruntungnya ana dengan mudah berpindah lebih cepat dari Carlos.
Dia melihat Carlos mengalirkan mana pada pedangnya. Terlihat cahaya hitam melingkupi pedang itu. Ana kesal sama dirinya karena tadi dia tidak segera membereskan Carlos.
Sedangkan Aleardo dan kedua naga terkejut melihat perubahan pada Carlos. Dia seperti saat Ana menyerang 6 monster tapi aura hitam pada Ana tidak sampai mengendalikan Ana.
"Sepertinya pedang Carlos telah dipasang dengan sihir hitam. Ini menjadi sangat bahaya." ucap Luxorius.
"Benar, tapi kita bisa masuk kedalam pertanding. Hal itu bisa membuat Ana diskulifikasi langsung. Berhentilah Aleardo jangan kamu bergerak sebelum Ana meminta kamu untuk ikut campur." ucap Yirlendi yang memberikan peringatan pada pemiliknya.
"Kamu benar Aleardo, Ana masih bisa menang walaupun sedikit berbahaya." ucap Luxorius. Aleardo langsung menatap tajam pada naga itu. Dia tidak mungkin membiarkan Ana melakukan hal yang berbahaya lagi.
"Diamlah Aleardo di posisi kamu, Aku akan sangat marah kalau kamu mengganggu pertarunganku." teleparti Ana yang membuat Aleardo mengelus rambutnya dengan kasar. Dia frustasi dengan keadaan saat ini.
Sedangkan Ana melakuka posisi pertahanan. Dia harus mengumpulkan mananya untuk dialirkan pada pedangnya. Hanya dengan satu serangan untuk menyerang Carlos atau kesempatanya tidak akan datang dua kali.
'Aku mohon pinjamkan kekuatanmu pedang suci.' ucap Ana dalam hati seketika pedang itu mengeluarkan cahaya yang menyilaukan. Semua kegiatan di tempat itu terhenti. Ana menggunakan sihir untuk menghentikan waktu. Hanya Aleardo, dan beberapa orang yang tidak terpengaruhi oleh sihir itu. Saat ini Ana bisa bertahan dari sihir ini.
Carlos juga ikut tidak bergerak. Putra mahkota yang tidak menapat efek dari sihir Ana. Dia berdiri dari posisi duduknya. Dia bertepuk tangan dengan tindakan Ana.
"Aku tidak percaya pada akhirnya kamu menggunakan sihir ini. Sepertinya kita sudah tahu siapa pemenang dalam pertandingan ini. Selamat Ana kamu menang dalam taruhan ini. " ucap Putra mahkota.
Secara bersamaan Ana menggunakan sihir pemurni pada pedang Carlos dengan pedang sucinya. Setelah itu waktu kembali bergerak dan pedang Carlos pecah begitu saja. Ksatria itu tiba-tiba pingsan setelah pedangnya hancur.
Pertandingan itu dimenangkan oleh Ana. Ana meninggalkan tempat itu.Tapi belum berjalan jauh tubuh Ana sudah tertuduk dengan pedang yang menahan tubuhnya agar tidak jatuh ke tanah. Dia merasakan jatung seperti saat pertama kali menggunakan mananya. Bahkan ini menyakitkan rasanya jantungnya seperti dicekram sangat kuat.
Aleardo yang melihat itu langsung berjalan mendekati Ana. Dia merasakan tangan gadis itu dingin. Memang dia tidak memiliki luka tapi sepertinya dia merasakan sakit.
"Aleardo, aku ingin sedikit beristirahat. " Ucap Ana sebelum menutup matanya karena rasa sakit yang dirasakannya.