
Ana merasa tubuhnya semakin melemah. Energi sihirnya seperti tertarik secara terus menerus. Dia sudah tidak memiliki tenaga untuk mencoba melepaskan kedua tangan Hades yang mengekang tubuhnya. Aleardo yang melihat keanehan pada Ana semakin Khawatir.
"Hades lepaskan Ana sekarang juga." ucap Aleardo.
Seluruh tubuhnya sudah hampir terselimuti asap hitamnya. Auranya saat ini sangat menyeramkan. Beruntungnya orang-orang yang ada di ruangan ini sudah di evakuasi. Hanya bersisa pangeran damian dan Raja yang bisa menggunakan sihir perlindung untuk mengurangi dampak asap hitam milik Ana.
"Aku tidak akan pernah melepaskannya Aleardo." ucap Hades.
Hades mengeluarkan sebuah lingkaran hitam dari tangan kananya. Aleardo sadar kalau lingkaran hitam itu malah menyerap sisa energi sihir milik Ana. Hades belum sepenuhnya mengetahui dampak penggunaan sihirnya pada Ana.
"Kamu bisa membunuh Ana kalau membiarkan energi sihir Ana terserap bola hitam itu." ucap Aleardo.
Tanpa Hades tahu, Aleardo sudah memasangkan sebuah sihir pada tubuh Ana. Dia hanya mencoba mengalihkan perhatian Hades.
"Kamu pikir aku mempercayai ucapanmu." ucap Hades yang mengarahkan lingkaran hitam itu pada Aleardo dan sebuah api hitam mencul menyerang Aleardo. Tapi dengan mudah dia tangkis.
"Kamu masih membutuhkan waktu ribuan tahun untuk mengalahkan aku Hades." ucap Aleardo.
"Hahahahha kamu hanya penyihir yang terkena kutukan dari sihir hitam milik Victor. Bukankah kutukan itu akan kembali jika Ana menghilang." ucap Hades dengan senyum misterius.
"Sebelum kamu melakukan rencana itu, Aku akan membunuh kamu terlebih dahulu Hades." ucap Aleardo bersamaan tubuh Ana berpindah ke dalam perlindung yang dibuat oleh Raja.
Segera pangeran Damian menggunakan sihirnya untuk mengalirkan energi mananya ketubuh Ana. Ana yang sudah hampir kehilang kesadaran karena seluruh energinya terserap oleh bola hitam milik Hades.
"Sialan kamu Aleardo. " ucap Hades.
Dia berpindah dengan cepat di depan Aleardo. Tapi dengan mudahnya Aleardo membanting tubuh Hades saat muncul di depannya. Sekarang tubuh Aleardo sepenuhnya dikendalikan oleh sisi iblisnya.
"Kamu dengan beraninya membuat Ana terluka." ucap Aleardo yang menggunakan sihirnya untuk membuat tubuh Hades terkunci. Bola hitam yang dibuat oleh Hades sudah hilang disaat bersamaan Aleardo menggunakan sihir pengunci pada Hades.
"Lepaskan aku Aleardo." ucap Hades.
"Aku tidak akan memberikan kesempatan kedua kali Hades. Jiwa William sudah hilang maka tidak ada alasan untukku mempertahan kamu." ucap Aleardo dengan senyum tipisnya.
"Kamu tidak akan bisa membunuhku Aleardo. Aku akan muncul kembali dan mendapatkan Ana. Semasih Ana hidup tidak ada yang bisa membunuhku." ucap Hades dengan sangat percaya diri.
"hahhahahah, ya itu mungkin terjadi jika aku tidak ikut mencintai Ana. Kamu tidak ingat aku Hades." ucap Aleardo.
"Apa maksud kamu?" tanya Hades.
Dalam waktu beberapa detik saja Aleardo berubah. Sebuah pasang tanduk muncul di kepalanya, topeng yang menutupi sebagai wajah milik Aleardo dan jubah merah dengan jirah berwarna hitam legam. Mata merahnya berubah seperti mata naga.
"Kamu?" tanya Hades.
"Semestinya kamu mengenalku bukan Hades." ucap Aleardo dengan senyum mengejek.
"Tidak mungkin raja iblis berada di tubuh Aleardo." ucap Hades yang membuat raja dan pangeran damian terkejut saat mendengarnya. Mereka hanya tahu kalau Aleardo memiliki jiwa iblis yang tertidur dan kekuatannya tidak bisa dianggap remeh.
"Sebenarnya Aleardo adalah diriku, Kamu dan penyihir bodoh itu malah membantuku untuk kembali ketubuh ini. Berjuta-juta tahun aku terkunci di dunia bawah karena tersegel di tubuh pria ini. Tapi kutukan yang kalian gunakan pada tubuh ini malah membuat segel itu hilang. Terima kasih penyihir bodoh. Sekarang aku sudah tidak membutuhkanmu lagi. Sekarang kamu bisa tidur nyenyak untuk selamanya. " ucap Aleardo. Tubuhnya berjongkok dan membisikan sesuatu yang hanya bisa didengarkan oleh Hades.
Dia kembali berdiri dan bersamaan itu sebuah api hitam muncul. Api itu membakar seluruh tubuh Hades. Hades berteriak kesakitan tapi tubuh itu tidak hilang terlahap oleh api. Api hitam itu seperti membakar secara perlahan lahan.
Aleardo berteleportasi ke samping Ana. Wujudnya sudah kembali seperti semula. Sayangnya Ana sudah melihat semua perubahan Aleardo. Tapi dia sama sekali tidak takut. Bahkan Ana terpesona dengan perubahan Aleardo.
"Wujud kamu yang tadi sangat menawan penyihir gila." ucap Ana yang membuat Aleardo terkekeh gemas dengan gadis yang terbaring lemah. Sedangkan pangeran Damian dan raja menatap Ana aneh. Mereka tidak habis pikir dengan jalan pikiran Ana. Padahal wujud iblis Aleardo sangat menyeramkan. Tapi gadis muda itu malah memuji wujud iblis milik Aleardo.
"hahahhaha Aku bisa menunjukkan wujud iblisku saat kamu ingin melihatnya." ucap Aleardo.
"Kamu hanya boleh memperlihatkannya saat bersamaku saja tidak di depan wanita lain." ucap Ana.
"Kamu sangat pencemburu nyonya Aleardo." ucap Aleardo.
"Kita belum menikah."
"Kita bisa menikah saat ini, Raja ada di depan kita bukan." ucap Aleardo dengan santai. Ana menatap tajam Aleardo karena kesal. Pria itu seperti tidak merasa bersalah acara pernikahannya hancur saat ini karena kesenangan Aleardo.
"Apa? Tenanglah, Acara pernikahan kita akan diadakan malam ini." ucap Aleardo dengan santai.
"Terserah kamu saja." ucap Ana.
Sedangkan Raja dan pangeran Damian saling melemparkan tatapan. Mereka merasa melihat pasangan bodoh dan menyebalkan di depannya. Bagaimana ada wanita yang menyukai wujud menyeramkan milik Aleardo bahkan dia merasa cemburu jika wujud itu dilihat wanita lain yang mungkin saja akan berteriak histeris atau lari dari hadapan iblis itu. Sedangkan sang pria bisa-bisanya menggunakan hari pernikahan untuk menghukum seseorang.
Raja tidak memperdulikan Hades. Karena pada dasarnya putra mahkota william memang bukan anaknya. Anak kandungnya hanya pangeran Damian. Kepergian Hades adalah kebaikan untuk keluarganya itu pikir raja.
"Bukankah Aleardo terlalu kejam pada Hades." ucap Pangeran Damian pada Raja.
"Kalau dipikir-pikir hukuman itu terlalu kejam, Bahkan api itu sama sekali tidak melukai tubuh Hades. Tapi teriakannya seperti api itu sangat menyakitkan." ucap Raja.
"Aleardo memang pantas sebagai raja iblis, Dia tidak mempunyai perasaan kecuali pada Ana saja."
"Ya kamu benar anakku, Dia terlalu bahaya." ucap Raja sambil menghembuskan nafas kasarnya. Dia merasa masa kepemimpinannya akan sangat merepotkan sekaligus menakjubkan. Aleardo adalah seorang yang pasti bisa membantu menjaga kerajaan ini tapi sikapnya yang akan membuatnya terasa 10 kali lebih cepat tua.
Dalam sekali jetikan tubuh Hades menghilang ditelan api hitam milik Aleardo. Pangeran Damian dan Raja terkejut dengan hal itu.
"Berhentilah kalian berdua membicarakanku. Aku bisa mendengarnya walaupun hanya diisi kepala kalian saja." ucap Aleardo.
Tubuh Ana sudah berada di kedua tangan Aleardo. Tangan Ana mengalungkan leher Aleardo. Dia merasa lelah dan terlelap di pangkuan Aleardo. Sedangkan Aleardo menatap raja dan pangeran Damian dengan sebal.
"Nanti malam datanglah tepat waktu di pesta pernikahanku." ucap Aleardo sebelum menghilang dari ruangan itu.
Raja dan pangeran damian kembali membuang nafas dengan kasar. Dia kesal dengan sikap tidak sopan milik Aleardo.
"Sebenarnya rajanya siapa? Aku atau bocah nakal itu." ucap Raja kesal.
"Sepertinya kita tidak boleh membuatnya marah ayah, Lihatlah nasib Hades beberapa saat lalu. Aleardo dengan mudahnya mengalahkan iblis itu dengan hanya menjentrikan jarinya. Apalagi kita mungkin hanya sebuah kedipan mata saja." ucap pangeran Damian.
"kamu benar, dua pasangan itu memang berbahaya. Ana seperti kucing manis tapi Aleardo seperti singa." ucap Raja.