Female Villainess

Female Villainess
111. Penyelamatan Naura



Ana menatap sedih bersamaan  abu tubuh Verdlic tertiup udara ke seluruh dunia ini. Abu itu akan menyebar di segala tempat dan membuat tanah gersang menjadi subur dan menjernihkan udara. Tentu saja tidak ada yang tahu tentang khasiat abu para naga.


"Ana itu adalah pilihannya. Kamu jangan menyalahkan dirimu untuk kesalahan yang tidak pernah kamu buat. Dia tidak jahat hanya takdir memaksanya untuk memilih antara melepaskan atau  memiliki wanita itu. Verdlic memilih melepaskan tapi dengan hati yang bisa menerima sepenuhnya." ucap Luxorius.


"Kamu benar Luxorius. Aku sangat tahu tentang naga bernama Verdlic yang sangat berteman baik dengan ayahku. Ayah selalu menceritakan naga bernama Verdlic yang sangat baik hati pada manusia hingga hatinya tercuri oleh seorang manusia. Tapi takdir tidak memihaknya." ucap Ana sambil menatap hari yang sebentar lagi menjelang malam.


Waktu berlalu dengan sangat cepat. Dia tidak sadar sudah berjam- jam terlewati. Pertarungan yang tersisa mungkin Xavier dan Naura. Ana baru sadar kalau Luxorius berada di sampingnya tentu saja ada sesuatu.


"Kenapa kamu ada di sini Luxorius? Bukankah kamu harusnya bersama Aleardo." tanya Ana yang membalik tubuhnya menghadap naga abu itu.


"Naura tidak melakukan ritual pemanggilan Xavier." jelas Luxorius yang membuat wajah terkejut tergambar jelas pada Ana. Dia tidak menduga Naura tidak melakukan ritual itu. Hal itu berarti Xavier tidak bangkit dari segelnya.


"Tidak Ana , xavier tetap bangkit. Ada wanita lain yang sepertinya mengorbankan dirinya untuk memanggil Xavier. Sebelum  kamu pergi menyusul Aleardo. Bolehkah Ana menyelamatkan Naura?" tanya Luxorius dengan suara pelan.


Tentu saja Luxorius tidak enak hati wanita yang selama menderita karena istrinya  menyelamatkan  juga.  Tapi yang dipikir oleh naga itu berbeda dengan Ana yang sama sekali tidak mempermasalahkan itu. Dia memang sudah berjanji akan menyelamatkan wanita Luxorius.


"Bawa aku padanya. mungkin belum telambat untuk membersihkan sisa sihir hitam." ucap Ana mengingat tubuh naura memang pada dasar berelemen hitam sama seperti Aleardo. Tentu saja itu karena suaminya memberikan sebagian jiwanya untuk mempertahankan Naura tetap hidup hingga sekarang. Berbeda dengan Syla yang hidup karena  diberikan kekuatan oleh xavier. Kekuatan itu bersipat peminjaman sementara. Sedangkan jiwa Aleardo pada Naura bisa seperti pangeran damian. Keduanya jadi terikat dan jika Aleardo mati Naura akan ikut.


Naura menaiki punggung Luxorius. Mereka terbang dengan sangat cepat ke tempat naga itu menempatkan tubuh Naura. Saat itu dia sadar tempat itu di luar tanah perbatasan laut Crylest.


Tidak membutuhkan waktu lama untuk Luxorius pada tempat Naura yang sedang tertidur karena kondisi tubuhnya yang tidak dalam baik-baik saja. Ana terkejut melihat luka yang menganga besar di bagian perut. Tentu itu sangat terlihat ada orang yang sengaja menebas tubuh Naura dengan pedang.


Segera Naura mengeluarkan sihirnya . Walaupun sihir penyembuh sangat berdampak buruk untuk kesehatan tubuhnya. Hanya sihir penyembuh yang akan membuat tubuh Ana mudah lelah. Bahkan energinya akan mudah terkuras.


"Luxorius kamu bawa pangeran damian. Dia akan memberikan sihir penyembuh pada Naura. Aku tidak bisa menggunakan sihir penyembuh terus menerus."  ucap Ana bersamaan darah yang keluar dari hidungnya.


Ana sangat sadar kalau tubuhnya sudah sangat kelelahan karena  dalam dua pertarungan dia menggunakan sihir tingkat tinggi. Apalagi untuk menghancurkan dan membersihkan energi hitam menguras pertahanan tubuhnya.


Luxorius yang melihat wanita itu mulai mimisan  langsung terdiam. Dia sangat tahu kondisi tubuh Ana juga tidak dalam baik. Pertarungan sebanyak dua kali tentu saja memberikan tubuhnya kekurangan energi sihir. Apalagi saat ini dia harus menggunakan sihir penyembuh.


Dalam sekejap tubuh Luxorius berpindah kedalam sihir perlindungan para pasukan Aleardo yang sedang berlindung dari amukan Verdlic. Mereka sadar kehadiran Luxorius dan langsung mendekati naga berwujud manusia itu. Tapi sekarang Luxorius hanya harus membawa pangeran damian. Setelah menemukan dari kumpulan para manusia. Dia langsung menarik tangan pemuda itu dan berpindah pada tempat Ana dan Naura.  Pangeran damian sangat tahu apa yang terjadi saat melihat tubuh terluka parah yang sedang berbaring.


"Pangeran Damian langsung menggunakan sihir penyembuh. Lukanya hanya tertutup saja. " ucap Ana bersamaan sebuah lingkaran putih muncul di dahi  Naura.


Sebuah gumpalan hitam dari dahi Naura keluar dan terhisap oleh lingkaran sihir yang dibuat Ana. Saat tubuh Naura sudah mulai membaik tapi berbeda dengan Ana yang tiba-tiba batuk dan mengeluarkan darah. Hal itu membuat pangeran Damian dan Luxorius terkejut bukan main.


Tentu saja hal itu bukan pertama kali untuk keduanya. Mereka sangat tahu kalau kondisi tubuh milik Ana sedang berada di batas maksimum. Sedangkan pangeran Damian sudah kehabisan energi sihir untuk menyembuhkan tubuh Ana.


"Tenang saja. aku baik-baik saja. Tubuhku tidak selemah sebelumnya. Ini hanya dampak aku terlalu banyak menarik sihir hitam." jelas Ana dengan senyum lebarnya.


"Tapi Ana tubuhmu sudah pada titik maksimal untuk menggunakan sihir." ucap pangeran damian.


"kamu tahu itu tapi tidak ada yang bisa melakukan sihir pembersih energi hitam. Hanya aku yang bisa jadi biarkan saja." ucap Ana yang sekarang sudah menyandarkan tubuhnya pada sebatang pohon karena dirinya sudah merasa tubuhnya sulit di gerakkan.


Tapi dia tidak mungkin berhenti di sini saja. Kalau itu terjadi Naura akan manti karena energi hitam akan menyerang tubuhnya sendiri. Dia baru sadar kalau nukanya akibat taring Verdlic belum sepenuhnya kering beruntungnya dia menggunakan sihirnya tadi untuk menutupi luka itu.


Sebuah sihir terakhir muncul di atas tubuh Naura yang membuat tubuh Naura sedikit terangkat.  Gumpalan hitam ketarik kedalam lingkaran sihir. Tapi sebuah asap kecil bergerak pada tubuhnya. Ana yang sadar itu langsung mengeluarkan pedangnya untuk menebas asap hitam itu. Di waktu bersamaan asap adlam tubuh Naura hilang dan tubuh itu kembali turun secara perlahan.  Ana tersenyum pembersihan Naura berhasil dengan baik. Bersamaan itu matanya lelah dan terlelap sambil menyandarkan punggunya pada pohon.


Luxorius dan pangeran damian langsung berlari menuju tubuh Ana yang bersandar di poho. Mereka sangat mengkhawatirkan tubuh ana saat ini. Selain itu mereka juga bingung harus mengatakan apa pada Aleardo jika hal buruk terjadi pada Ana. Mereka yakin Aleardo bisa mengamuk. Tapi pangeran damian bernafas lega saat mendengar dengkuran yang berasal dari Ana.


"Ternyata dia hanya tertidur karena kelelahan." ucap pangeran damian.


"Dia sudah bekerja keras sisanya kamu serahkan pada suami menyebalkanmu itu." ucap Luxorius.


Pria itu berjalan menuju tubuh istrinya yang sudah tidak begitu pucat dan tulis hitam yang mengiliingi tubuh Naura sudah menghilang. Beberapa saat berlalu Naura membuka mata dan tersenyum saat orang yang pertama dirinya lihat adalah sang suami. Walaupun saat itu dia ingat dosa-dosanya  pada wanita yang sudah menyelamatkannya.