Female Villainess

Female Villainess
64. Keluarga Aleardo



Setelah raja menceritakan tentang kebenaran yang selama ini Ana dan aleardo cari mengenai putra mahkota william dan Hades. Mereka mengerti mengapa Ana dapat merasakan dua jiwa dalam satu tubuh. Ternyata itu akibat tubuh Liam memiliki dua jenis mana yang berbeda. Secara otomatis Hades adalah jiwa asli dari tubuh liam. Sedangkan jiwa Liam yang Ana kenal adalah jiwa yang terbentuk oleh mana putih.


Mungkin mana putih liam mulai terkikis oleh mana milik hades. Hal itu yang membuat hades dapat mengontrol tubuh liam. Benar-benar nasib menyedihkan untuk keduanya.


"Berarti jiwa sebenarnya yang terlahir dalam tubuh putra mahkota adalah hades." ucap Ana.


"Bisa dikatakan seperti itu, Tapi hades hanya sisi gelap yang muncul dari keinginan untuk memiliki kamu Ana." jelas Pangeran Damian.


"Bagaimana aku menjadi penyebabnya?" ucap Ana.


"Hades adalah pemuda yang memiliki cinta pada Quena. Namun perasaannya bertepuk sebelah tangan. Dia melakukan berbagai cara untuk dapat memiliki Quena. Tapi hidup Quena yang abadi membuat hades putus asa. Ternyata dia membuat jiwa bisa terbangun pada sosok pemuda yang bernasib sepertinya. Itu terjadi karena perjanji yang dilakukan dengan iblis. Putra mahkota william sangat mencintai Ana tapi perasaanya tidak terbalas karena Aleardo, Sisi gelap putra mahkota dan mana hitamnya membuat jiwa hades terpanggil. Tentu hal itu mempermudah hades untuk mengambil alih tubuh putra mahkota william. Mana hitam menjadi kunci utama jiwa hades memiliki kekuatan yang besar untuk membunuh jiwa William." jelas pangeran Damian.


Ana yang pada dasar memang tidak pintar sulit untuk mencerna penjelasan pangeran damian. Berbeda dengan yang lain, penjelasan pangeran damian sangat mudah dipahami oleh mereka. Aleardo yang sadar kalau Ana sulit mengerti ucapan pangeran damian hanya tertawa kecil. Ana yang melihat itu kesal.


"Kenapa kamu ketawa penyihir gila?" ucap Ana dengan nada ketus.


"Ya aku hanya menertawakan otak kamu yang tidak bisa mencerna penjelasan pangeran damian." ejek Aleardo.


Muka ana seketika merah ketika mereka semua menatap ana dengan senyuman. Semua ini karena Aleardo yang membuat kebodohan ana jadi terlihat. Apalagi saat ini ada raja dan pangeran damian. Rasanya ana ingin tenggelam saja.


"Wah ternyata nona Anabella memiliki kekurangan juga ya." ucap Raja.


Ana sedikit mendengus sebal. Ucapan Raja penuh dengan maksud mengejeknya yang kurang pintar.


"Tidak ada yang sempurna di dunia ini yang mulia raja. Saya hanya ksatria yang handal dalam berpedang dan strategi perang." jelas Ana.


"Tentu saja keahlian itu tidak usah diragukan lagi. Nona ana saya mendengar kalau anda ingin mengutarakan jawaban untuk tawaran beberapa waktu lalu." ucap raja.


Wajah ana pucat pasih. Dia bingung kenapa raja bisa tahu tentang aktingnya itu yang dia lakukan beberapa waktu lalu. Ana tidak tahu kalau raja memang terlihat seperti orang tidur namun indranya tidak sama sekali tidur. Dia dapat mendengar jelass setiap pembicaraan orang-orang yang datang ke ruangannya.


"Hmm Anu tentang itu  bukankah raja akan menunggu jawabnya hingga umurku 17 tahun bukan?" ucap Ana.


"Ten.." ucapan raja dipotong begitu saja oleh Aleardo.


"Ana tidak akan menerima tawaran itu, karena dia sudah menjadi miliku. Ingat raja tua kalau kamu membahasnya kembali. Peringatan itu akan aku laksanakan. Alasan aku tidak melakukan itu karena keberadaan Ana dan keluarga marques. Aku masih bisa menghargai kerajaan ini." ucap Aleardo dingin yang dihadiahi jitakan pada kepala pemuda itu.


Raja yang sudah tidak bisa menahan kekesalannya akibat tingkah laku pemuda di depannya. Dia sangat menyenangi keberadaan Ana maupun Aleardo hanya saja untuk pemuda itu ingin rasanya dia gantung di taman kota untuk membuatny sedikit menghormati pria tua ini.


"Aleardo." panggil marques dengan nada peringatan. Bagaimanapun raja kerajaan ini harus dihormati. Walaupun marques dan raja adalah teman baik . Tapi marques Xieben sangat menghormati dan menghargai raja.


"Baiklah paman, Tenang saja raja ini bertekuk lutut padaku."


"Bocah sialan,." umpat raja. Tentu orang-orang terkejut melihat wajah raja saat ini. Marques terdiam saat melihat wajah kesal milik raja. Sudah lama sekali sejak pangeran kenward naik tahta. Dia menjadi sosok yang berbeda menurut morques.


"Sepertinya Aleardo membuat kamu kembali seperti pangeran Kenward." ucap marques.


"ya kamu benar, Sifat Aleardo sama seperti duke Arvin. Hanya dia yang sering kurang ajar dengan aku yang berstatus raja. " ucap Raja dengan nada sendu.


"Itu bukan salah yang mulia atas kematian keluarga duke Arvin." ucap marques.


Aleardo terdiam saat nama duke Arvin disebutkan oleh Raja. Ana yang pertama sadar dengan perubahan wajah dari Aleardo. Wajah yang tadi datar sekarang menunjukkan kemarahan. Aura ruangan berubah menjadi kurang nyaman. Tatapan tajam itu tertuju pada raja.


Ana mencoba meraih tangan Aleardo untuk menenangkan amarah pemuda itu walaupun dia penasaran alasan Aleardo sangat marah. Raja , marques dan pangeran damian merasakan mananya seperti ditekan dan sulit untuk bernafas.


Yirlendi dan Luxorius maju untuk menghalangi tubuh Aleardo, Meraka merasakan Aleardo saat ini sangat berbahaya. Raja dan morques bingung melihat Aleorda yang tiba-tiba marah.


"Apa hubungan kamu dengan duke Arvin Raja?" tanya Aleardo dengan nada dinginnya.


"Dia teman terbaik yang pernah aku miliki. Seseorang teman yang menemaniku saat hidup di bidang militer. Dia sudah aku anggap seperti adikku sendiri." jelas Raja yang bingung dengan Aleardo tiba-tiba menanyai hubungannya dengan sahabatnya dulu.


"Tapi kenapa Anda tega mengeluarkan perintah pembantaian untuk seluruh keluarga duke Arvin." ucap Aleardo.


Raja dan marques terkejut sat mendengar ucapan Aleardo, Karena tidak ada satu orang yang tahu mengenai nasib buruk yang tertimpa pada keluarga duke Arvin.


"Sebenarnya siapa kamu Aleardo? Tidak ada yang tahu akan perintah itu." ucap Raja.


"Jadi anda benar-benar mengeluarkan perintah itu Raja." ucap Aleardo yang sudah berjalan mendekati tubuh Raja. Ana tidak bisa menggampai tangan Aleardo untuk menenangkan pemuda itu. Sekarang Ana mengerti kenapa Aleardo marah besar pada raja. Novel yang dibacanya memang tidak dijelaskan secara detail kehidupan Aleardo tapi alasa lain dia ingin menghancurkan kerajaan  adalah perintah raja untuk melenyak keluarga duke Arvin yang merupakan keluarga Aleardo.


"Perintah itu bukan berasal dari raja Aleardo. Saat itu parlemen yang memiliki kekuasaan tertinggi dapat mengambil kekuasaan sementara karena Raja Kenward sedang terbaring akibat sihir hitam." jelas marques.


"Siapa sebenarnya kamu Aleardo?" tanya Raja dengan nada yang sangat tegas.


"Aku akan memberi tahu anda, Saya adalah anak dari sahabatmu. Saya adalah Aleardo North Arvin." ucapan Aleardo membuat Raja dan marques terdiam. Mereka tidak menduga anak laki-laki dari duke Arvin yang selalu disebunyikan ternyata ada di depan mereka.