Female Villainess

Female Villainess
101. Sumpah Naura



Setelah Luxorius dan Yirlendi meninggalkan tubuh Naura yang berubah menjadi hitam. Beberapa saat kemudian tubuh itu kembali seperti semula. Seperti tidak terjadi apapun pada tubuh Naura. Sebuah suara mengiringi bersama kesadaraan Naura kembali.


"Kesempatan kedua ini, Semoga kamu tidak mengulangi kesalahan yang sama. Janganlah membalas dendam dan hidup bahagia." ucap suara yang Naura kenali yaitu Northest.


"Maaf Northest aku tidak mengikuti pesanmu. Di kehidupan ini tidak ada lagi Naura yang baik. Aku akan balaskan dendam pada wanita itu karena telah membantai para naga dan membunuh Luxorius. " ucap Naura.


Wanita itu langsung menggunakan sihir teleportasi untuk berpindah tempat. Naura tidak tahu kalau Luxorius masih hidup. Satu hal yang harusnya lakukan adalah membawa anaknya dan memberikan penderitaan pada Quena.


Luxorius tersadar dari pingsannya. Sebenarnya dia tidak memiliki luka yang parah. Serangan Quena tidak benar-benar melukainya. Dia berpikir wanita itu hanya memberikan goresan seakaan luka parah karena sihir milik wanita itu.


"Akhirnya kamu sadar, Sepertinya kamu sadar sekarang penyihir wanita itu tidak benar-benar melukai kita. Bahkan sekarang aku merasa tubuhku sangat bugar." jelas Yirlendi.


"Wanita itu hanya menggunakan sihir illusi pada kaum naga." ucap seorang wanita tua yang muncul dari belakang pohon dengan sebuah wadah berisi air.


"Kalau begitu buat apa wanita itu melakukannya." ucap Luxorius yang masih belum paham dengan tujuan Quena.


"Dia bukan seorang penyihir jahat Luxorius. Sebenarnya dia tidak pernah benar-benar membunuh orang lain yang tidak membuatnya marah. Berbeda dengan kaum manusia yang sering dia bantai. Wanita itu sadar kalau keberadaan para naga tidak semestinya di usik." ucap wanita itu sambil memberikan air pada Luxorius.


"Air itu akan menghilangkan efek illusi pada tubuhmu." ucap wanita itu.


Saat sedang meminum air itu, dia merasa ada yang kurang saat ini. Hingga dia sadar kalau Naura dan anaknya dalam bahaya. Dia segera berdiri tapi tubuhnya tidak memiliki tenaga untuk bergerak.


"Bersabarlah, air yang kamu minum belum sepenuhnya membersihkan sihir wanita itu." jelas wanita tua.


"Anak dan istriku dalam bahaya."


"Anakmu tidak akan dalam bahaya raja, Dia bersama dengan Northest bukan? Yang kamu khawatirkan adalah istrimu. Dia akan kembali dibunuh jika bertemu penyihir wanita itu." jelas wanita tua.


"Kenapa kamu bisa tahu itu?" tanya Luxorius yang tidak tahu wanita tua di depannya.


"Aku bisa melihatnya. " ucapnya.


"Sebenarnya siapa dirimu ini?" tanya Luxorius.


"Aku adalah nenek moyangmu. Aku seperti Northest. Tugas kami hanya menjaga hutan ini untuk selalu ada hingga sang pimiliknya kembali." ucap wanita tua itu.


"Jangan bilang kamu Southest." ucap Luxorius.


"ya kamu benar aku adalah naga berelemen tanah. Hidupku berada jauh dari para Naga." ucap Southest.


"Kamu tidak boleh memilih istrimu jika dia berniat membunuh Quena, Dia adalah orang yang kalian berdua lindungi. Istrimu adalah seseorang yang berikatan dengan para iblis. " ucap Southest.


"Aku tidak bisa melakukan itu, Aku tidak peduli jika Naura melakukan kesalahan, Dia tetap istriku." ucap Luxorius.


"Cukup raja, Kita memang boleh berikatan dengan seorang iblis tapi hanya dengan pasangan Quena. Selain itu kita tidak boleh menggunakan kekuatan iblis untuk menghancurkan orang lain. Kita hanya sebagai pelayan untuk Raja iblis dan wanita penyihir itu." ucap Sourthest sebelum menghilang.


"Yirlendi bantu aku berdiri, kita harus mencari Naura." ucap Luxorius.


"Apa yang diucapkan Southest benar, Naura sudah salah menggunakan tongkat sihir iblis itu. Dia bukan bagian kita lagi, bahkan tubuhnya tidak bisa aku sentuh. " ucap yirlendi.


"Aku akan membawamu ke tempat itu. Tapi aku tidak bisa memberikan bantuan setelahnya." ucap Yirlendi. Dia membantu tubuh Luxorius untuk berdiri. Setelah itu tubuh mereka berpindah di depan hutan. Setelah itu tubuh Yirlendi menghilang.


Quena tidak menyangka kalau semua tindakannya untuk kerajaan itu dibayar dengan kekecewaan. Pria itu mengkhianatinya. Dia marah pada meraka di kerajaan. Setelah membuat kahancuran dia pergi ke sebuah danau yang berada jauh dari pemukiman. Saat sedang menikmati pemandangan danau itu, Dia mendengar suara tangis bayi sangat keras.


Quena menyusuri sekitar danau tapi tidak menemukan sosok bayi, Dia hanya mendengar suara tangisan. Hingga dia sadar ada yang aneh dengan danau itu. Quena menggunkan sihirnya untuk menetralisir sihir dan Bayi itu berada di bawah pohon. Dia berjalan mendekati bayi itu tapi sebuah sihir menyerang dari sampingnya.


"Jangan pernah kamu menyentuh bayiku dengan tangan kotormu." ucap seorang gadis yang membuat Quena terkejut.


Dia sangat ingat beberapa jam lalu tubuh wanita itu berubah menjadi hitam dan mati di tempat. Tapi wanita itu berada di samping kanannya dengan keadaan yang baik -baik saja. Dia menduga kalau seseorang telah menyelamatkan wanita itu.


"Bagaimana kamu bisa kembali hidup?"


"Itu bukan urusanmu, Sebaiknya kamu pergi dari tempat ini." ucap wanita itu.


Quena yang tadinya berniat untuk mengikuti ucapan wanita itu. Tapi Quena tidak menduga wanita itu ternyata hanya menipunya. Dia melemparkan bola sihir hitam padanya. Beruntungnya Quena dapat dengan mudah menghindar. Tapi bola hitam itu mengenai bayi kecil yang sedang menangis.


Quena dan Naura sama-sama terkejut dengan keadaan itu. Quena langsung memberikan serangan pada Naura hingga tubuh wanita itu terlempar sedikit jauh dari tempat sebelumnya. Quena membawa anak kecil itu dari Naura.


"Kamu memang seorang ibu yang jahat." ucap Quena sebelum menghilang.


Naura terkejut saat anaknya menghilang. Dia mencoba mengetahui keberadaan anaknya dan Quena tapi tidak dapat dirinya temukan. Keduanya seperti hilang begitu saja tanpa ada jejak aura yang tertinggal.


"QUENA AKU AKAN MEMBUAT HIDUPMU HANCUR. KAMU MEMBAWA ANAKKU DAN TELAH MEMBUNUH SUAMIKU." ucap Naura sebelum menghilang dari tempat itu.


"Sudah aku katakan untuk melupakan dendam itu." ucap Northest yang muncul.


"Bukankah kamu telah menghilang." tanya pria muda.


"Bukankah kamu sudah pergi?"


"Aku bisa kembali karena Quena sudah membagi jiwanya." ucap pria itu dengan senyum manis.


"Kamu memang jahat."


"Aku tidak peduli, Biarkan dia menjadi bersandar padaku. Bagaimana kamu bisa kembali?"


"Quena menyelamatkan para naga, ternyata dia hanya menggunakan sihir illusi pada kaum kami. Dia juga memindahkan para naga pada sebuah ruang waktu yang berbeda dari hutan ini. Tidak ada yang bisa menemukan para naga bila Quena masih hidup." jelas Northest.


"Dia memang wanitaku."


"Wanitamu sangat mengerikan."


"AKu lebih mengerikan kalau kamu lupa."


"ah kamu benar."