Female Villainess

Female Villainess
42.Janji Aleardo



Mereka sudah diruangan Aleardo yang sudah dipasangkan sihir agar pembicaraan mereka tidak ada seorang bisa mendengarkannya. Karena menurut Aleardo pembicaraan ini sangat bahaya kalau jatuh ketangan penyihir hitam. Apalgi mereka berniat memanggil Luxorius dengan paksa.


"Kamu pasti ingin bertanya mengenai sihir pemanggilanku itu bukan?" tanya Luxorius yang sudah duduk di salah satu sofa di ruangan Aleardo.


"Ya begitulah, Aku baru tahu tentang sihir itu. "


"Sihir itu rahasia yang harusnya hanya diketahui si pemilik  naga. Sepertinya Yirlendi tidak mengajarkan itu bukan Yirlendi?" Tanya Luxorius pada Yirlendi.


"Aku memang memberi tahu sihir itu, Selain itu lebih baik jika dia tidak mengetahui. Mereka bisa memanfaatkan sihir itu jika sampai menyebar. Aku bisa datang kapan saja tanpa dia panggilpun."ucap Yirlendi dengan bangga.


Entah sejak kapan di meja depannya sudah berisi berbagai macam kudapan dan secangkir kopi. Yirlendi dengan santai menyesap kopi itu.


"Bukankah Quena pernah meminta kamu untuk mengajarkan zixon sihir itu." ucap Luxorius.


"Nona tidak meminta tapi menyarankan saja. kalau kamu harus tahu." ucap Yirlendi tidak terima kalau dia dianggap naga yang pembangkang.


"Kembali ke topik pembicaran naga tua."ucap Aleardo yang sebal dengan perdebatan naga tua itu.


"Siapa yang kamu sebut naga tua. Walaupun aku sudah hidup beribu-ribu tahun wajahku tetap tampan. Mungkin saja Quena akan jatuh cinta padaku saat ini. Bukan kamu." ucap Luxorius.


"Itu tidak mungkin Luxorius." ucap Yirlendi.


"Sudahlah Luxorius sebaiknya kamu jelaskan."ucap Aleardo dengan nada yang sedikit tegas. Luxorius mendengus kesal. Sebenarnya dia tidak ada niat untuk menceritakan tentang kejadian itu.


"Penyihir itu tidak berniat memanggilku ke dunia ini. Dia hanya mencoba merusak aliran mana pada tubuh Ana. Tapi karena mana Ana  yang stabil, secara otomatis aku yang merupakan naga perlindungnya akan terpanggil. Hanya saja pemanggilan kondisi itu membuat aku akan tidak terkontrol. Insting nagaku akan bekerja dan membasmi seluruh manusia tanpa tersisa selain Ana." Jelas Luxorius yang kesal jika mengingat dia hampir akan menghancurkan dunia ini.


"Seorang naga yang berikatan dengan penyihir akan menjadi tameng saat pemiliknya tidak bisa melakukan apapun. Karena itu aku terpanggil dalam tubuh asliku. Walaupun aku sebagai raja naga masih memiliki pengontrolan dibandingkan naga lain. Tetap saja kekuatanku bahkan lebih besar dari Yirlendi." ucap Luxorius bangga.


"Walaupun kekuatanmu lebih besar tapi harus ingat keahlian sihirku melebihi kamu. Raja naga." ucap bangga Yirlendi sedangkan Luxorius hanya diam. Karena itu faktanya benar. Yurlendi bukan naga yang mudah dikendalikan. Dia bahkan bisa mengendalikan pemiliknya  dengan mudah.


Aleardo keluar begitu saja dari ruangan kerjanya. Dia meninggalkan naga yang sedang beragumen tentang siapa yang lebih kuat. Aleardo sama sekali tidak berminat ikut campur dengan para naga itu. Dia tidak habis pikir kedua naga itu masih sama walaupun sudah melewati beberapa kali kehidupan.


Tapi saat dia pikir-pikir Ana juga tidak sama sekali berubah dengan Quena. Dia tetap gadis baik hati yang sangat mudah dimanfaatkan. Hal itu yang membuatnya khawatir. Apalagi raja itu mencoba menggunakan Ana sebagai alat untuk menghancur kerajaan lain.


"Kenapa dikehidupan yang terakhir untuk Ana, Mereka malah terlahir kembali. " gumam Aleardo.


Dia berjalan menuju kamarnya. Dia tidak sulit untuk menembus sihir itu. Sekuat apapun sihir raja naga itu tetap naganya yang memeliki bakat dalam sihir dan itu menurun pada Aleardo.


"Sihir ini boleh juga untuk melindungi gadis satu ini." ucap Aleardo.


Dia menghilang sihir tidur pada Ana. Tapi gadis itu tetap tertidur lelap. Aleardo menatap wajah gadis berusia 14 tahun. Sebenarnya wajah Ana tidak berbeda jauh dengan wajah Quena. Hanya saja wajah Quena dulu berusia 15 tahun jadi sedikit lebih dewasa dari Ana sekarang.


Tapi itu tidak mengurangi kecantikan wanita yang dicintai sejak kehidupan pertamanya. Dia mengusap surai putih itu. Rambut putih Ana selalu mengingatkan saat Quena menghembutkan nafas terakhirnya dipelukannya.


"Aku janji itu tidak akan terulang lagi. Sekarang biarkan aku yang memperjuangkan hubungan ini. Aku tidak akan membiarkan dia mengambil kamu.  Walaupun aku harus menghancurkan dunia ini. Hanya kamu yang aku pedulikan. Gadis yang selalu menyelematkan dikehidupanku." ucap Aleardo.


Fakta cerita hidup Aleardo di novel yang dibaca oleh Ana adalah pemuda itu ditolong oleh seorang gadis. Gadis itu tidak masuk dalam novel itu. Karena dia hanya pelayan yang bekerja untuk melayani Aleardo muda. Malam Charlote menemani Aleardo yang terkena kutukan. Gadis yang terlahir dengan jiwa Quena mengalirkan sihirnya pada Aleardo. Sehingga kutukan itu terlepas. Jiwa Zixon yang tahu keberadaan jiwa Quena mencoba menyadarkan Aleardo kalau itu bukan Charlote. Tapi ternyata separuh jiwa itu malah jatuh cinta pada Charlote. Akibat terjadi ketidak singkronan antara jiwa itu.  Hal itu membuat jiwa Aleardo sedikit terguncang.


Kerusakan antara jiwa yang bertolak belakang itu menyebabkan Aleardo tidak dapat mengontrol sihirnya. Jiwa zixon yang terlelap di kegelapan terbangun untuk menghancurkan dunia ini. Itulah yang terjadi pada Aleardo yang diceritakan menghancurkan kerajaan karena cemburu pada Charlote. Padahal jiwa Aleardo seutuhnya sudah jatuh dalam kegelapan akibat keberadaan keberadaan Charlote.


Jiwa Quena adalah cahaya putih yang masih tersisa di jiwa zixon yang tertidur dikegelapan. Tanpa Ada Quena cahaya itu akan menghilang dan kegelapan akan menelan seluruh jiawa itu.


 Aleardo menatap bulan malam ini. Dia menatap dengan pandangan kosong. Seorang pemuda muncul dibelakang Aleardo, Pemuda itu memiliki bentuk tubuh dan muka yang sama hanya asap hitam mengelilingi tubuhnya.


"Menjauhlah dari gadis itu\, Dia hanya akan membawa luka padamu. Tidak ada wanita selain Q****" ucap pemuda.


Aleardo selalu tidak bisa mendengar nama gadis yang disebutkan oleh sosok yang mirip dengannya.


"Aku tidak mengenal gadis yang kamu sebutkan. Berhentilah menggangguku. Aku hanya mencintai nona Charlote. Dia satu-satu gadis yang tidak peduli dengan kondisiku." ucap Aleardo pada pemuda itu.


"Ini adalah kesempatan terakhir itu kamu terbebas dari kegelapan ini."


"Aku sudah terbebas dari kutukan itu. Jangan pergilah kamu dari tubuhku."


"Kamu tidak pernah bisa terbebas dari kutukan ini. Karena gadis yang bisa menyelemat kamu adalah Q****. Dia yang sudah munempatkan sebagian cahaya kehidupannya pada jiwa kita. Jadi cepat temukan gadis itu sebelum seseorang mengambilny duluan." ucap pemuda itu bersamaan dengan menghilang tubuhnya.


"Aku tidak perduli dengan gadis yang kamu itu. Karena hanya Charlote, gadis yang aku cintai." setelah ucapan itu. Aleardo tidak sadar kalau cahaya dalam jiwanya sudah hilang. Dia hanya pria yang memiliki ambisi untuk mendapatkan gadis yang dicintainya tanpa hati nurani.


"Kamu melihat itu Aleardo? " tanya Yirlendi yang sejak kapan sudah berada disamping Aleardo.


Sebenarnya Aleardo tidak tahu dia berada di mana sekarang. Seingatnya dia merasa mengantuk saat dia menunggu Ana terbangun. Tapi tiba-tiba dia sudah berada di tempat serba hitam dan dia melihat dirinya yang sedang menatap bulan. Selain itu dia terkejut Aleardo yang berada di depannya menyebutkan nama Charlote.


"Putaran itu adalah kehidupan kamu sebelum ini. Sebenarnya aku kecewa pada kamu karena tidak menemukan keberadaan jiwa Quena. Bahkan kamu malah mencintai wanita lain." ucap Yirlendi.


"Bukankah aku hanya akan jatuh cinta pada jiwa Quena."


"Ya, tapi sayangnya sebagian jiwa kamu malah mencintai Charlote. Selain itu jiwa Quena bisa mengingat tentang Zixon sebelum bertemu dengan kamu." ucap Yirlendi.


Yirlendi dan Luxorius sangat terkejut saat mengetahui jiwa Quena yang lebih menyadari ingatannya tentang Zixon. Tapi mereka saat itu tidak bisa turun tangan karena energi mereka belum cukup. Selain itu dia tahu kalau seseorang sudah menghancurkan takdir mereka.


"Namun itu ada untungnya."


"Apa maksud kamu Yirlendi?"


"Karena kehidupan itu, jiwa zixon menyerap banyak energi negatif. Tentu kalau kehidupan saat ini kamu tidak bertemu dengan Ana, jiwa kamu akan hancur lebur dan terikat dengan iblis. Tapi setelah Ana memunirkan kutukan kamu ternyata energi negatif kamu memberikan dampak positif pada kekuatan kamu.  Hal itu membuat mana kamu tidak terbatas. Jiwa kamu jadi tidak akan berpengaruh dengan kutukan itu lagi jika mereka berniat menggunakan itu kembali. Sekarang saatnya kamu untuk mengambil takdir zixon dan Quena yang pernah diambil oleh Hades." ucap Yirlendi.


Setelah Yirlendi menjelaskan itu, Aleardo melihat cahaya yang muncul sangat menyilaukan . Bersamaan suara yang sangat dia kenali.


"Aleardo, bangun." ucap Ana.


Aleardo membuka matanya dan melihat Ana. Dia ternyata tertidur sambil duduk. Tubuhnya terasa sedikit kaku karena posisi tidur yang tidak nyaman.


"Kenapa kamu malah tidur di sini?"


"Aku menunggu kamu bangun tapi tidak bangun-bangun. Dasar putri tidur."


"Kamu pikir efek sihir tidur yang aku pasang akan hilang saat kamu mencabutnya. Ana hanya akan bangun saat sinar matahari sudah muncul. Sekarang kamu kembali ke kamarmu." ucap Luxorius. Namun Aleardo sama sekali berniat untuk keluar dari kamar ini.


"Luxorius ini kamar Aleardo." jelas Ana.