Female Villainess

Female Villainess
69.Carlos Kesar Louise



Pertandingan antar ksatria sudah dimulai. Ana dan Aleardo menjadi ksatria yang sangat sulit dikalahkan. Mereka dengan mudah memenangkan setiap lawan dengan waktu yang cepat. Selain mereka berdua ada satu ksatria yang seperti mereka. Ksatria itu tidak dikenali oleh Ana maupun Aleardo.


Mereka tidak tahu siapa yang akan melawan ksatria itu. Tapi Ana sangat berharap dia yang akan melawan pertama dengan ksatria itu. Karena dia ingin finalnya bersam Aleardo. Tentu itu karena mereka memiliki taruhan.


Sejak awal seorang ksatria memberikan banyak perhatian pada Ana. Dia menanti pertandingan gadis kecil dengan keahlian pedangnya yang sangat luar biasan. Dia sangat penasaran apakah yang dirumorkan itu benar atau tidak. Dia sangat menanti akhir pertandingan ini.


"Lihatlah aku sangat mudah mengalahkan mereka. Aku juga akan mengalahkan kamu Aleardo." ucap Ana yang baru kembali dari pertandingannya dengan ksatria lain.


"Bahkan aku hanya butuh beberapa detik untuk membuat mereka tidak berkutik." jawab Aleardo dengan santai. Ana menggeram mendengar balasan sang pemuda di sampingnya. Memang benar Aleardo hanya membutuhkan waktu yang sangat singkat padahal dia tidak menggunakan sihirnya. Ana juga tidak membutuhkan waktu lama tapi tidak secepat Aleardo,


"Sebaiknya kamu tidak harus memporsir diri kamu Ana." ucap Aleardo sambil menatap badan Ana. Walaupun terlihat baik-baik saja tapi dia tahu kalau Ana selalu memaksakan dirinya.


"Tenang saja anak nakal, setelah sihir yang aku gunakan pada Ana. Dia menjadi sangat kuat. Aku yakin Ana akan mengalahkan anak nakal sepertimu." Ucap Luxorius yang tiba-tiba muncul di samping Ana dengan wujud naga kecilnya.


"Dia benar Aleardo, kamu tidak usah khawatir aku dapat melihat kalau mana milik Ana bahkan lebih baik dari sebelumnya." ucap Yirlendi yang muncul di pundak Aleardo.


"Bukankah kamu sedang kabur dari raja naga tua itu." ucap Aleardo pada Yirlendi yang dihadiahkan tatapan tajam dari naga dibahu Aleardo,


"Aku tidak kabur, hanya malas berurusan dengan naga tua itu." ucapan Yirlendi yang mendapatkan tatapan tajam dari Luxorius. Tiba-tiba tubuh Yirlendi tidak bisa bergerak tentu itu perbuatan Luxorius yang kesal dengan teman naganya ini.


"Lihatlah raja naga tua itu dengan mudah membuat kamu tidak bisa bergerak seperti saat ini." ejek Aleardo pada Yirlendi.


"Hey kamu harus menyelamatkanku dari naga pemalas itu." ucap Yirlendi tapi tidak diperdulikan oleh Aleardo. Bahkan dia dengan teganya memindahkan Yirlendi di samping Luxorius. Tentu saja raja naga itu tersenyum misterius pada Yirlendi.


"Sekarang kamu menjadi anak yang baik ya." ucap Luxorius yang tidak diperdulikan oleh Aleardo.


"Dasar kamu Aleardo akan aku balas nanti." ucap Yirlendi yang sudah menghilang bersama Luxorius. Sedangkan Ana tertawa keras karena merasa lucu dengan tingkah kedua naga itu. Mereka seperti anak kecil padahal umur kedua naga itu sudah beribu-ribu tahun.


"Apa kamu senang melihat mereka seperti itu?" ucap Aleardo. Sebenarnya pemuda itu senang melihat gadis di samping tertawa bahagia. Dia ingin kebahagian itu selalu berada pada hidup Ana sejak sekarang hingga seterus.


"Entahlah mereka seperti anak kecil." ucap Ana padahal dialah yang masih anak kecil.


"Bukankah umur kamu baru 14 tahun." ucap Aleardo yang membuat Ana sebal mengingat dia masih berumur belasan tahun.


"Kamu juga masih berumur 15 tahun hey." ucap Ana.


"Beberapa bulan lagi umurku 16 tahun kalau kamu harus ingat Ana." ucao Aleardo sebelum kembali ke dalam  coloseum karena namanya sudah dipanggil kembali.


"hey jangan sampai kalah." ucap Ana sebelum Aleardo meninggalkannya.


"kenapa anda menatap saya seperti itu?" tanya Ana yang risih saat seseorang menatap tubuhnya ini.


"Ya saya hanya tidak menyangka kalau rumor tentang anda yang ahli dalam berpedang. Melihat dari tubuh anda yang kecil seperti ini. Aku sulit untuk mempercayai rumor yang beredar. Walaupun aku tahu tadi kamu dapat mengalahkan ke 6 monster itu. Bukankah bisa saja ada yang membantumu." ucap Ksatria itu dengan nada sinis.


"Sebaiknya anda tidak terlalu banyak bicara sebelum pertandingan. Karena kamu akan menjilat lidahmu sendiri saat tahu kebenarannya." ucap Ana dengan nada yang tak kalah sinis.


"Anda memang sangat berbeda dibandingkan para wanita bangsawan yang sangat suka mempercantik dirinya. Tapi bukankah anda akan sia-sia jika pada akhirnya anda hanya menjadi pajangan salah satu bangsawan saja nona." ucapan Ksatria itu menyakiti perasaan Ana. Dia tidak suka dengan seseorang yang memandang rendah orang lain seperti saat ini.


"Aku memang akan menjadi sebuah pajangan yang sangat indah. Tapi aku bukan porselin yang harus selalu di rawat agar tetap mengkilat. Aku adalah sebuah pedang yang akan dipajang saat kondisi baik-baik saja. Tapi akan sangat berguna saat kondisi aku dibutuhkan." ucap Ana dengan santai.


"Wah anda sangat handal dalam berbicara. Walaupun anda tidak bergaul dengan para wanita bangsawan tapi keahlianmu dalam berbicara sepertinya melebihi mereka." ucap ksatria.


"Kita tidak harus masuk suatu kelompok untuk mendapatkan keahliannya." ucap Ana.


"Anda sangat menarik nona Anabella Rose Natlastion, Sangat tidak sopan kalau saya tidak mengenalkan diriku sendiri bukan? Namaku Carlos Kesar Louise. Saya adalah komandan pasukan ksatria milik putra mahkota. Sepertinya nama kita sudah dipanggil nona." ucap Carlos dengan senyum penuh makna pada Ana.


Ana terkejut dengan fakta kastria itu. Ternyata dia adalah tangan kanan putra mahkota. Kalau begitu dia adalah orang yang selalu berada di sisi putra mahkota. Dia ingat nama itu pernah dijelaskan di dalam novel. Dia memiliki keahlian berpedang setara dengan Aleardo, Namun dia seorang yang misterius. Walaupun dia berasal dari keluarga marques Louise yang memiliki imej tidak kalah baik dengan keluarga Ana.


Ana berjalan menuju Coloseum. Dia sempat berpapasan dengan Aleardo. Tatapan Ana membuat Aleardo merasa firasat buruk. Hingga sebuah suara dari kepalanya terdengar. Ana melakukan teleparti pada Aleardo. Dia terkejut pesan yang disampaikan gadis itu.


"Ksatria itu adalah tangan kanan putra mahkota." ucap Ana dalam teleparti.


Aleardo langsung membalikkan badannya menatap tubuh Ana yang sedang berjalan menuju tempat pertandingan. Terlihat wajah cemas dari Aleardo. Dia sempat mendengar nama Carlos yang merupakan tangan kanan putra mahkota yang sangat setia. Dia memang seorang komandan yang sangat misterius. Keberadaan dan wajahnya seperti disembunyikan oleh putra mahkota.


"Aleardo aku merasakan firasat buruk." ucap Yirlendi dan Luxorius yang tiba-tiba muncul di depan Aleardo.


"Aku juga merasakan itu, ternyata firasat Ana beberapa waktu lalu benar. Putra mahkota sedang merencanakan sesuatu. Bagaimana dia bisa membiarkan seseorang selama ini disembunyikan ikut dalam pertandingan ini?" ucap Aleardo yang membuat Yirlendi danLuxorius bingung.


"Lawan Ana saat ini bukan seorang ksatria biasa. Dia sangat berbahaya. Kekuatanya sama sepertiku dalam berpedang tentu saja dia tidak memiliki energi mana sebanyak Ana. Tapi itu sama buruknya untuk Ana yang hanya seorang wanita." ucap Aleardo.


"Aku berpikir seperti Aleardo." ucap Yirlendi yang memandang cemas.


Hingga sebuah suara muncul di kepala mereka. Suara itu Ana yang mengucapkan sesuatu pada mereka.


"Tenanglah aku akan memenangkan pertandingan ini. Aku sudah berjanji melawan kamu Aleardo di final." ucap Ana dari teleparti dan sebuah senyuman tampil sambil menatap Aleardo dan kedua naga itu.