Female Villainess

Female Villainess
110.Hukuman untuk Naga



Ana kesulitan untuk menandingi setiap serangan yang diberikan oleh Verdlic. Dia tidak fokus karena ucapan naga berwujud manusia itu. Dia masih belum tidak percaya kalau ayahnya memberikan hidupnya pada dirinya sendiri. Dia ingat saat menjadi Quena dirinya hidup menjadi seorang bangsawan tentu saja dirinya berpikir adalah anak dari kedua manusia.


"Kamu ingin lihat saat ayahmu memberikan hidupnya padamu. Sepertinya kamu tidak tahu kalau anak naga dari hubungan manusia mereka tidak akan hidup lebih dari usia 3 tahun jika orang tuanya tidak memberikannya untuk dimakan oleh anaknya sendiri. Tentu saja ayahmu tidak membiarkan kamu mati begitu saja." jelas Verdlic.


"Kamu sedang menipuku." ucap Ana dengan serangan pada naga itu secara tidak teratur. Tentu saja Verdlic senang gadis di depannya terpancing dengan ucapannya.


"Kamu tahu ibumu itu memilih menikah lagi dengan seorang manusia yang memiliki gelar bangsawan. Dia sangat jahat bukan?" ucap Verdlic.


"Diam kamu Verdlic. Aku tidak ingin mendengar ceritamu itu." ucap Ana yang memunculkan sihir pengunci tubuh naga itu.


Verdlic terdiam dia merasakan saat ini dirinya dalam bahaya. Dia tidak menyangka Ana akan menggunakan sihir ini pada tubuhnya. Dia mencoba melepas dampak sihir yang dikeluarkan oleh Ana.


"Sialan, lepaskan sihir ini." ucap Verdlic.


"hahhaha, Verdlic . Kamu pikir dengan mudah aku tertipu oleh ucapanmu. Ayahku memang telah meninggal bukan karena aku memakannya. Tapi dia memberikan seluruh sihirnya padaku. " ucap Ana. Dia memang sempat terpancing dengan ucapan Verdlic tapi tentu saja itu hanya sebuah rencana yang dibuat oleh Ana.


"Aku hanya sengaja membuatmu berpikir aku terpancing dengan perkataanmu." jelas Ana.


"Kamu berpikir memberikan sihir padamu bukan sebuah tindakan membunuh Ayahmu." ucap Verdlic.


"Aku tahu kalau keberadaanku menyebabkan ayah harus melerakan dirinya. Tapi kamu lupa kalau dengan mengalirkan sihirnya pada tubuhku. Dia juga menjadi satu dalam tubuh ini. Dia masih hidup bersamaku di hatiku. Ibu selalu mengatakan kalau ayah senang saat aku lahir. Dia bersedih jika harus melihat umur hidupku yang pendek. Dia mengatakan padaku untuk menggunakan sihir ini untuk melindungi orang yang aku cintai. Sekarang aku memiliki orang yang aku cintai jadi tentu saja aku memiliki alasan untuk tetap hidup Verdlic." jelas Ana.


"hahhahahah kamu memang pintar ya penjaga para naga. Tapi aku tidak mudah dikalahkan. Kamu lupa aku sudah terlalu lama hidup di dunia bawah bersama para iblis. Tentu saja kekuatanku memang bisa ditahan oleh sihir pengendali naga ini. Tapi berbeda kalau aku berubah menjadi iblis bukan." ucap Verdlic dengan serangainnya yang membuat Ana tahu maksud naga itu.


"kamu gila, seorang naga tidak boleh berubah menjadi iblis. Itu sebuah larangan, naga tidak boleh memakan iblis karena mereka mahkluk yang sama dengan naga." jelas Ana.


"Ya kamu benar tapi untuk bisa membunuh para naga yang sudah mengurungku di dunia itu. Tentu saja aku tidak memperdulikan semua larangan itu. Kamu tahu kalian terlalu munafik. Manusia jelas-jelas sering membunuh kaum kita. Mereka mahluk tidak tahu diri. Mereka tidak sadar kalau kita yang memberikan sihir pada hidup mereka. Tapi mereka malah memburu kami yang bahkan tidak diizinkan menyentuh mereka karena pejanjian yang dibuat oleh ayahmu itu." ucap Verdlic.


"Tapi naga juga jahat bukan, Kalian memakan manusia saat perjanjian itu belum terbentuk. Ayah hanya membuat kita hidup berdampingan. Mau manusia atau Naga tetap ada orang yang jahat bukan?" ucap Ana dengan senyum manis. Dia ingat saat umurnya menginjak 3 tahun ayahnya sering menceritakan hal itu.


"Cih aku tidak pernah setuju dengan pilihan bodoh Ayahmu itu." ucap Verdlic.


"Tapi para naga setuju." ucap seorang naga berwarna abu yang muncul di hadapan mereka.


"Luxorius." panggil ana.


"Tapi mereka tidak menderima perasaanku. hahahha. Dia mengatakan kalau aku adalah mahluk menjijikan yang harusnya tidak pernah ada di bumi ini." ucap Verdlic.


"Bukan karena itu dia menolakmu. Kamu tahu hal itu. Wanita itu mencintai ayah Quena." jelas Luxorius.


"Berhenti aku tidak ingin mendengar hal itu lagi. Dia jelas-jelas menghinaku tapi wanita itu malah mencintai sahabatku." ucap Verdlic.


"Kamu yang salah mengerti Verdlic." ucap Luxorius.


"Diam kalian, aku sudah bersumpah untuk membunuh anak wanita itu dan sahabatku yang bodoh itu." ucap Verdlic menatap tajam pada Ana dan diakhiri sebuah senyuman misterius.


"jangan lagi." ucap Ana kesal sudah beberapa kali dirinya dibuat terkejut dalam satu hari.


Lingkaran hitam muncul diatas lingkaran yang anak buat tadi. Lingkaran hitam itu memunculkan api dari dunia bawah yang membuat lingkaran sihir pengunci tubuh Verdlic hancur dan api itu menghunjani tubuh Verdlic yang berubah menjadi wujud naganya.


"Sialana." umpat Ana . Dia langsung melempar pedangnya ke atas dan sebuah berbagai pola sihir muncul di hadapan Ana. Dia mengalirkan darahnya pada pedang itu sebelumnya.


"Ana kamu berniat melakukan hal itu." ucap Luxorius.


"Tentu hanya sihir penghancur naga untuk mencegah dia berubah jadi iblis sepenuhnya." ucap Ana dengan senyum gentir. Sejujurnya dia tidak ingin melakukan sihir itu. Tentu saja dia tidak tega melihat Verdlic merasakan ribuan belatih menancap pada tuubuhnya. Bagaimanapun Verdlic ternyata adalah sahabat ayahnya di masa lalu.


"Lingkaran sihir berlapis muncul di atas lingkaran sihir milik Verdlic. Selain itu dua lingkaran sihir muncul di samping kanan dan kiri tubuh Verdlic. Saat itu Verdlic yang sudah hilang kendali tidak sadar sebuah rantai muncul dari lingkaran sihir milik Ana yang mengikat tubuhnya. Lalu beberapa saat kemudia ribuan belatih dengan belitan tanaman duri bermunculan menyerang tubuh Verdlic.


"AAAAaaaaakhhhh." teriakan kesakitan dari Verdlic menggema mengantarkan ketakutan bagi yang mendengarnya. Bahkan Luxorius bergetar hanya dengan mendengarnya saja. Dia seperti dapat merasakan sakit naga hitam itu.


"Ini adalah hukuman bagi naga yang berniat menjadi seorang iblis Verdlic. Aku sudah memperingatimu. aku tidak akan membiarkan seorang naga menggunakan sihir hitam. Karena hal itu hanya akan mencemari hati kalian dan melakukan hal buruk seperti orang gila. Raja iblis sebelumnya sudah memberikan larangan untuk seorang naga menjadi kaumnya. Mereka tidak suka naga yang menjadi teman mereka berubah menjadi mahluk jahat tak punya hati." ucap Ana dengan senyum gentir melihat naga di depannya.


"Kamu pikir dengan hal ini bisa mengalahkanku anak manusia." ucap Verdlic.


"Berhenti berniat menjadi seorang iblis. karena sihir itu secara otomatis akan memberikan hukum yang semakin menyakitkan jika kamu berkeinginan menjadi iblis. Ini sihir yang diberikan oleh para raja iblis untuk naga yang berniat berubah menjadi iblis." ucap Ana.


"hahhahahah ini tidak akan membuatku mati anak manusia." ucap Verdlic sebelum sebuah belatih menancap tepat di jantungnya. Setelah itu naga itu jatuh ke bawah namun secara perlahan dia menghilang menjadi abu.