Female Villainess

Female Villainess
39.Pangeran Damian



Ana tidak nyaman para bangsawan karena sejak dia dan Aleardo turun dari kereta kuda. Mereka sudah menatap ketidak sukaan akan keberadaan kami berdua. Sekarang Ana tahu perasaan yang dirasakan pemuda itu selama ini. Gunjingan yang selalu didapatkan walaupun mereka tidak berani melakukannya di depan Ana dan Aleardo.


"Sekarang aku tahu yang kamu rasakan Aleardo." ucap Ana.


"Lalu? Jangan dipikirkan ucapan mereka. Jika kamu mengizinkan aku untuk melobek mulutnya, mungkin akan aku lakukan sekarang."


"Sepertinya tuan Aleardo hari ini sedang dalam perasaan yang tidak baik." ucap Raindhen yang tiba-tiba datang dari belakang mereka.


"Raindhen?" panggil Ana.


"Wow aku baru tahu rambut kamu berubah. Tapi aku tetap menyukainya. Kamu terlihat seperti warna putih yang indah." ucap Raindhen yang menarik tangan Ana untuk memberikan salam pada lady.


Tentu tindakan Raindhen membuat Aleardo marah. Bahkan dia sudah memberikan tatapan tajam pada Raindhen. Tapi itu tidak berpengaruh pada Raindhen yang sudah terbiasa dengan sikap atasannya itu.


"Sepertinya Tuan Raindhen ingin saya berikan tambahan tugas."peringatan Aleardo.


"hahahah, Tuan Archduke saya hanya melakukan tata krama yang selalu dilakukan pada seorang lady." ucap Raindhen sambil memberikan kedipan matanya pada Ana . Ana memutar matanya kesal dengan sikap Raindhen yang tidak pernah berubah. Dia selalu senang membuat Aleardo kesal seperti saat ini.


"Sebenarnya ada yang aku sampaikan." ucap Raindhen dengan nada yang lebih serius.


"Apa terjadi sesuatu, Raindhen?"Tanya Ana.


"ya."jawab Raindhen.


"Ada apa Raindhen?"


"Saya tidak memiliki pasangan di pesta dansa malam ini, bagaimana kalau nona Anabella menjadi pasangan saya." Jawab Raindhen yang sedikit becanda.


"Kamu ingin saya buang ke kota lixon." Ancam Aleardo yang kesal dengan tingkah pemuda itu.


Kota lixon adalah kota yang berada di sebelah barat kerajaan. Kota itu sebenarnya tidak berpenghuni. Kota yang sengaja dikosong selama beribu-ribu tahun. Karena terdapat hutan yang memiliki energi yang sangat berbahaya untuk manusia biasa. Sebenarnya itu adalah hutan yang sangat dilindungi karena berisi hewan-hewan dan monster legendaris.


Mereka yang dibuang ke kota lixon tidak akan pernah bisa kembali. Segel sihir pada hutan itu sangat kuat. Orang yang terjebak di kota itu akan berakhir menjadi makanan para monster legendaris.


"Anda sangat kejam." ucap Raindhen yang diperingati oleh Aleardo.


"Saya mendapatkan informasi kalau pangeran Damian kembali dari perbatasan selatan. " ucap Raindhen.


Ana sangat terkejut karena pada novel yang dia baca tidak pernah bagian cerita kalau pangeran Damian kembali. Pangeran Damian adalah anak pertama dari raja yang sekarang menjabat. Namun dia bukan anak dari sang pemainsuri. Pangeran Damian memiliki hubungan yang tidak baik dengan raja maupun putra mahkota.


Karena ibu pangeran Damian adalah budak yang dikirimkan dari salah satu kerajaan di bagian selatan. Ibu pangeran Damian adalah putri mahkota yang harus menjadi hadiah untuk raja yang telah menghancurkan kerajaannya.


Kehidupan Ibu pangeran ternyata tidak seindah yang dibayangkan. Dia mendapatkan perlakukan yang tidak baik oleh para pelayan karena Raja sangat tidak memperdulikan keberadaan pangeran Damian.  Bahkan ibu pangeran damian tidak mendapatkan tempat peristirahatan yang baik. Setelah kematian ibunya pangeran diasingkan ke perbatasan selatan.


Perbatasan selatan terkenal dengan konflik antar ras yang tidak pernah berhenti. Selain itu terjadi kekeringan yang sangat panjang selama beberapa tahun. Di cerita novel yang dibaca Ana adalah Pangeran Damian harus meninggal diusia muda karena penyakit yang sedang menyebar di daerah selatan.


Tapi sekarang dia mendengar kalau pangeran Damian akan kembali. Bahkan seharusnya pangeran itu sudah meninggal saat ini. Sepertinya cerita sudah berubah sejak sebelum Ana masuk kedalam dunia ini. Ana semakin sulit memprediksi kehidupannya ke depannya.


"Bukankah bagus pangeran kembali dengan selamat?" tanya Ana.


"Tentu itu suatu masalah nona Ana, Kembalinya pangeran Damian menandakan akan adanya perubatan kembali untuk posisi putra mahkota. Walaupun sekarang Pangeran William menjabat sebaik putra mahkota. Itu tidak bisa menjanjikan posisinya bertahan selamanya." Terang Raindhen.


"Mungkin itu sedikit berbahaya." ucap Ana.


"Tentu saja itu sangat bahaya."


"Tapi tuan Raindhen, aku tidak peduli akan perebutan posisi putra mahkota itu. Jadi itu bukan masalah untuk aku. Semasih mereka tidak mengusik keluarga marques Xieben dan Archduke Aleardo, Aku tidak akan ikut campur." Ucapan Ana tentu membuat Aleardo senang. Karena Ana memperdulikannya.


"Aku juga berpikir sama Raindhen jadi pergilah dari sini. Wajah kamu membuatku sakit kepala." ucap Raindhen yang menggunakan sihir teleportasi pada bawahannya itu. Dia berpindah di sisi lain dari ruangan ini.


"Saya pikir keberadaan saya tidak membuat nyaman para tamu." Ucap seorang pemuda yang tidak dikenali oleh Ana maupun Aleardo.


"Maaf saya belum mengenalkan diri saya, Perkenalkan saya pangeran Damian. Nona Anabella dan Tuan Archduke Aleardo."


"Salam hormat saya pada putra cahaya, Pangeran Damian." ucap Ana setelah pangeran Damian mengenalkan dirinya.  Sedangkan Aleardo sama sekali berniat untuk memberikan salam pada pangeran itu.


"Seperti rumor yang beredar kalau tuan Archduke memiliki sikap angkuh. " ucap Pangeran Damian.


"Saya tidak terlalu suka basa basi pangeran. kalau anda harus tahu." ucap Aleardo dingin.


"Tentu saya tahu itu, Saya ingin mengucapkan selamat pada nona yang telah berhasil mengalahkan kerajaan timur. Apakah anda sudah mulai mengingat kenangan yang anda lupakan? Tapi sepertinya Anda belum mengingatnya. Saya harap anda tidak harus merasakan perasaan itu berkali-kali lagi. Selamat menikmati pesta malam ini." ucap Pangeran Damian. Setelah itu dia meninggalkan kedua orang itu.


Aleardo terkejut saat mendengar ucapan Pangeran Damian. Dia seperti tahu tentang kehidupan lalu yang dilupakan oleh Ana. Aleardo sepertinya harus berhati-hati dengan pangeran damian. Dia sangat misterius. Karena selama perputaran kehidupan Zixon dan Quena. Hanya zixon yang dapat mengingat ingatannya lebih awal namun kehidupan sebelum ini, Dia sedikit terkejut mengetahui kalau Quena yang lebih dulu ingat. Bahkan dia membunuh dirinya sebelum bertemu dengan pujaan hatinya.


Sedangkan Ana tidak memahami ucapan Pangeran Damian. Tapi dia tidak merasakan aura jahat disekitar pangeran itu. Dia hanya merasakan aura yang sangat menyedihkan. Berbeda dengan aura raja beberapa waktu menjadi sanga tidak enak untuk Ana.


Selain bakat penyembuh Ana dapat mendeteksi aura seseorang. Tapi itu hanya bekerja pada para penyihir kecuali Aleardo. Dia tidak pernah bisa merasakan aura itu pada Aleardo. Semuanya seperti tertutup untuk Aleardo. Dia sulit menggunakan sihirnya pada pemuda itu.


Diujung acara adalah pemberian hadiah atas jasa Ana yang telah memenangkan perang di daerah timur. Dia tidak mendapat hadiah gelar seperti Aleardo. Hal yang mengejutkan dia diberikan sebuah pedang berwarna putih seperti rambut peraknya dan sebuah buku. Sebenarnya dia tidak mengerti kenapa raja memberikan itu.


Dia telah kembali dari penghormatan pada sang raja. Dia berada di samping Aleardo. Saat itu dia merasakan aura yang sangat tidak nyaman untuknya. Udara disekitarnya seperti menipis. Dia melihat sebuah aura jahat yang mengelilingi kastil ini.


Ana semakin terkejut saat melihat pedangnya bersinar saat aura gelap melingkupi seluruh ruangan ini. Saat cahaya di pedang hilang, dia merasakan energinya seperti terkuras. Secara perahan tubuhnya luruh untuk Aleardo menopang tubuhnya. Dia mendengar panggilan Aleardo yang terlihat khawatir.


"Sebaiknya kamu bawa dia ke ruanganku." ucap Pangeran Damian yang sudah berada di samping Aleardo dan Ana. Sebenarnya setelah cahaya dari pedang yang diberikan raja bersinar. Waktu berhenti, Aleardo pikir itu hanya berlaku padanya tapi pangeran Damian ternyata tidak terpangaruh dengan sihir itu.


"Sekarang sudah tidak ada waktu lagi, saat di ruanganku akan aku ceritakan semua." ucap Pangeran Damian yang terlihat sangat gelisah.


Akhirnya Aleardo mengikuti permintaan Pangeran Damian untuk membawa Ana ke ruangan pangeran itu. Sebenarnya Aleardo curiga dengan tingkah laku pangeran. Dia seperti tahu tentang Ana dan Aleardo.


Aleardo membaringkan tubuh Ana di tempat tidur. Pangeran Damian mengeluarkan sihirnya. Aleardo terkejut saat melihat jenis mana pemuda itu sama dengan Ana. Selama hidupnya mana jenis hijau memang sering ditemukan tapi mereka tidak memiliki karakteristik yang sama dengan mana hijau Ana.


"Siapa kamu sebenarnya? Kenapa kamu seperti mengenalku dan Ana." tanya Aleardo sambil menodongkan pedangnya di lehar pemuda itu.


"Sebenarnya, aku adalah anak yang pernah ditolong oleh Ana di masa lalu."


"Maksud kamu?"


"memang agak sulit untuk dijelaskan, tapi tubuh ini sebenarnya bukan miliku sebenarnya. Zixon bukan orang pertama yang diselamatkan oleh Quena dengan sihir penukar jiwa. Aku adalah jiwa kakek moyang zixon yang menjadi penyebab Quena hidup Abadi."