
Pedang Ana sudah dapat digunakan kembali setelah Luxorius membersihkan sihir hitam yang tertanama di dalamnya. Selain itu luka Ana juga sudah sembuh dengan cepat. Ana, Aleardo dan pangeran Damian menatap kedua naga itu. Mereka meminta penjalasan tentang yang terjadi pada Ana.
“Tidak usah natap aku hey anak nakal.” Ucap Luxorius yang tidak nyaman ditatap oleh manusia yang ada di ruangan ini.
“Diamlah naga tua, sebaiknya kamu jelaskan apa yang terjadi pada pedang milikmu itu.” Ucap Aleardo dengan nada yang sangat sinis.
“Luxorius aku menantikan penjelasanmu.” Ucap Ana sambil mengelus kepala naga itu. Tentu saja Luxorius memanfaatkan perlakuan pemiliknya. Dia mendekati badan Ana dan mengeluskan kepalanya pada badan Ana. Sedangkan Aleardo menderik melihat perlakuan menyebalkan naga itu.
“Hey naga tua mesum menjauhlah dari Ana.” Ucapan Aleardo sungguh membuat Luxorius kesal. Dia memberikan tatapan tajam pada pemuda itu. Tapi sayangnya Aleardo tidak memperdulikan tatapan dari Luxorius.
“Pedang milik ana terbentuk dari taring nagaku. Tentu saja pedang ini memiliki kekuatan yang sama denganku yaitu naga cahaya waktu. Pedang ini memiliki kekuatan untuk mensucikan uaran gelap seperti inti sihir yang aku miliki. Namun penyihir hitam menyimpan setitik sihir pemecah inti. Sebenarnya sihir itu tidak berbahaya jika tidak bersentuhan dengan darah dari sihir hitam. Tapi beberapa waktu lalu Ana menyerang monster yang memiliki inti sihir mana kegelapan. Sihir pemecah itu menyebabkan struktur sihir pedang hancur. Dia menjadi pedang yang bisa menyerap darah untuk menghasilkan kekuatan besar seperti pedang dari taring Yirlendi.” Jelas Luxoriu.
“Kalau begitu berarti putra mahkota berniat untuk melukai Ana secara tidak langsung.” Ucap pangeran Damian.
“Ya bisa dikatakan seperti itu. Tapi niat sebenarnya yang aku tangkap bukan melukai Ana. Dia ingin mencemari inti sihir Ana. Bukankah kamu sadar dengan perubahan Ana saat dia menyerang monster Aleardo.” Ucap Luxorius. Aleardo menganggukkan kepala. Dia ingat iris mata Ana setika berubah, dia pikir hanya dirinya yang sadar akan semua itu.
“Maksud kalian aku mengalami perubahan. Aku tidak merasakan apapun saat berada di tempat itu. “ ucap Ana yang bingung.
“Benarkah? Ana kamu hanya tidak bisa merasakan itu karena focus kamu tertuju pada monster-monster tersebut.” Ucap Yirlendi.
Sekarang Yirlendi yang mendekati tubuh Ana. Dia bisa merasakan ada aura yang berbeda dengan beberapa waktu lalu. Seperti yang diucapkan oleh Luxorius benar. Niat sebenanrnya mereka adalah mencemari energi suci Ana. Beruntung Luxorius menyadari perubahan pada tubuh Ana.
“Kamu memang tidak bisa merasakan itu. Kalau kamu sadar perubahan itu menyebabkan kamu tidak bisa menyembuhkan luka bekas pedang itu. Karena struktur mana kamu mengalami perubahan dan pangeran damian tentu tidak bisa menyembuhkannya. Oleh karena itu Luxorius memberikan air liur pada lengan kamu ana. Kamu tidak bisa menyembuhkan menggunakan sihir mana hijau yang sedang tercemar.” Ucap Yirlendi.
“Kamu benar Yirlendi. Hal itu terjadi pada tubuh Ana. Aku bisa menduganya karena mana hijau Ana menolak untuk menyembuhkannya. Mana dalam tubuh Ana sangat kacau saat ini. Aku akan melakukan sesuatu. Mungkin ini sedikit menyakitkan karena aku harus mengambil sihir hitam yang tertinggal di mana akibat pedang ini.” Ucap Luxorius.
Naga itu mengeluarkan lingkaran sihir disekitar tubuh Ana. Pangeran damian dan Aleardo kembali takjub dengan sihir yang dimiliki oleh naga tua ini. Setelah lingkaran sihir itu terbentuk dengan sempurna sebuah cahaya yang menyilaukan muncul di setiap lingkaran sihir. Cahaya itu memancar ke tubuh Ana.
Ana merasakan tubuhnya seperti ditembakkin ribuan jarum kecil. Ini sangat menyakitkan selain itu dia tidak bisa melihat pancaran sinar ini. Tanpa sadar dia berteriak karena merasakan sakit dari sihir Luxorius.
“Aaaaaaaaakh.” Teriak Ana. Aleardo mendekati Luxorius dan menarik leher naga itu.
“Apa yang kamu lakukan pada Ana.” Ucap Aleardo,
“Diamlah anak nakal aku hanya membersihkan sisa sihir hitam pada tubuh Ana. Mana ini memiliki struktur berbeda dengan yang kamu punya. Jika tidak mengangkat sekarang akan menjadi bahaya dikemudian hari. Mana hitam ini akan seperti tumor yang menggrogoti inti mana Ana. Tentu saja hal itu akan sangat menyakitkan jika sudah menyebar keseluruh tubuhnya. Selain itu Ana akan menjadi seseorang yang berbeda. Dia akan menjadi setengah iblis jika mana hitam itu tumbuh.” Ucap Luxorius.
"Ini bukan kesalahan kamu Aleardo, Raja naga pemalas yang telah lalay dengan pedangnya sendiri. Dia tidak menggunakan sihir untuk melindungi inti mana pedangnya. Berbeda pedang hitam yang aku berikan padamu." ucap Yirlendi dengan bangga.
"Kamu sangat berani sekarang Yirlendi." ucap Luxorius. Dia menyadari penyebab Ana terluka adalah salahnya. Dia sudah beberapa kali diingatkan oleh Yirlendi tentang pentingnya sihir perlindung untuk inti mana pedangnya. Hingga kejadian buruk terjadi pada Ana.
"Aku mengakui kesalahanku yang tidak mengikuti saranmu tapi jangan berbesar kepala naga tukang sihir." ucap Luxorius.
Sedangkan cahaya yang memancar pada tubuh Ana sudah mulai menghilang. Tubuh Ana mengeluarkan cahaya yang menyilaukan. Iris matanya berbeda dari sebelumnya tentu membuat mereka terkejut dengan perubahan yang terjadi pada Ana. Luxorius juga bingung melihat perubahan Ana. Iris matanya saat ini menjadi abu-abu tapi lambat laun berubah kembali menjadi hijau kelabu.
Kesadaran Ana mulai kembali. Rasa sakit yang tadi dia rasakan lambat laun menghilang. Dia merasa tubuhnya lebih segar dari sebelumnya. Dia bingung dengan yang terjadi pada tubuhnya saat ini.
"Ana apakah kamu baik-baik saja?" tanya Aleardo yang sudah berada di depan Ana.
Sedangkan Ana mengedipkan keduanya berkali-kali. Dia merasa penglihatannya lebih jernih dan pendengarannya lebih tajam. Sebenarnya apa yang terjadi sama tubuhnya.
"Aku merasa tubuhku lebih baik dari biasanya bahkan aku bisa mendengar suara dari jarak yang cukup jauh." ucap Ana.
Aleardo, Yirlendi, dan pangeran Damian menatap Luxorius. Sedangkan yang ditatapnya menampilkan wajah bingung. Dia tidak tahu apa yang terjadi pada Ana. Sihirnya hanya berfungsi sebagai pembersih untuk mana gelap.
"Aku tidak tahu yang terjadi pada Ana. Sihir itu hanya berfungsi untuk membersihkan sisa mana gelap yang tertanam pada tubuh Ana." jelas Luxorius.
Aleardo dan Yirlendi saling bertatapan. Mereka mengerti apa yang terjadi. Luxorius ternyata sama seperti Ana kuat namun otaknya tetap saja kurang. Bahkan hal mudah seperti ini saja dia tidak bisa simpulkan.
"Kamu memang raja yang bodoh." ucap Aleardo dan Yirlendi secara bersamaan. Tentu saja Luxorius tidak terima dengan ucapan kedua orang itu. Dia menatap tajam pada kedua orang itu tapi tidak diperdulikan. Bahkan Ana sudah tertawa.
"Kamu juga sama Ana, Kalian memang pasangan yang cocok naga dan penyihir yang bodoh." ucap Yirlendi dan Aleardo bersamaan kembali. Tentu Ana langsung terdiam dari kegiatan tertawanya. Dia tidak terima dibilang bodoh walaupun mengakui dia memang kurang pinter.
"Berhenti menghina aku dan Luxorius."
"Benar sepertinya sudah sangat tidak menghukum naga satu ini." ucap Luxorius yang menatap tajam pada Yirlendi. Yirlendi yang sudah merasakan akan ada hal buruk padanya langsung menghilang dari ruangan itu.
"Dasar naga pengecut." ucap Ana dan Luxorius. Aleardo mengakui kelau naganya memang sangat bermental tahu.