Female Villainess

Female Villainess
78. Pernyataan Cinta Hades



Hari yang ditunggu pangeran Hades akhirnya datang. Quena kembali ke Ibukota. Peperangan di perbatasan yang menghabiskan waktu berbulan-bulan, akhirnya dimenangkan oleh pasukan yang dipimpin oleh Quena. Setelah pertemuan hades dengan ayahnya, Akhirnya raja akan mengadakan pesta sambutan untuk kembalinya Quena sekaligus mengumumkan pertunangan Pangeran Hades dengan Quena.


Beberapa minggu setelah pertemuan anak dan ayah, pertunangan Hades dengan Gishela resmi putus. Walaupun keluarga Gishela tidak menyetujui awalnya. Tapi ancaman dari raja membuat duke, Ayah Gishela meminta sang anak untuk berlapang dada melepaskan pangeran Hades.


Semua bangsawan sudah sangat tahu seberapa berbahaya ancaman Raja. Apalagi keberadaan Quena yang menjadi pasukan khusus yang berkedok penyihir suci. Sudah cukup beberapa bangsawan mati dengan kondisi tidak wajah dan tidak bisa menemukan pelaku pembunuhan.


Quena turun dari kudanya saat melihat pangeran Hades sudah menunggunya di depan gerbang kerajaan. Gadis itu sudah sangat merindukan teman prianya itu. Quena belum menyadari perasaan yang dimiliki pada pangeran. Dia hanya menganggap hubungan keduanya adalah teman.


Quena memeluk tubuh pangeran Hades. Tentu saja pria itu sempat terdiam saat tiba-tiba diberikan sebuah pelukan hangat dari pujaan hatinya. Pangeran Hades memang sudah jarang mengunjungi Quena di perbatasan. Dia mencoba untuk mencegah sang ayah untuk memerintahkan Quena untuk membunuh kembali. Pangeran Hades selalu membuat rencana ayahnya beberapa akhir ini gagal.


"Aku sangat merindukan kamu Hades, Kenapa kamu tidak pernah berkunjung lagi." ucap Quena dengan kedua pipi mengembang. Sungguh pangeran Hades gemas dengan gadis di depannya.


"Aku sangat sibuk akhir-akhir ini. Aku juga sangat merindukan kamu gadis kecil."


"Aku sudah tidak kecil lagi, lihat." ucap quena. Pangeran hades tertawa mendengar ucapan Quena.


":Kamu terlihat sama sejak seperti terakhir kita berjumpa." ucap pangeran Hades yang membuat Quena semakin mengembangkan pipinya dan melipat kedua tangannya.


"Kamu sangat menggemaskan kalau seperti ini." pangeran hades mencubit kedua pipi yang sedang mengembang itu. Sedangkan pemilik pipi itu merasa kesakitan.


"Auw, sakit tahu." ucap Quena sambil menepis kedua tangan pangeran Hades yang mencubit pipi Quena.


"Kalau musuh kamu melihat seberapa manja kamu, Pasti mereka akan terkejut bukan. Gadis kecil yang disebut sebagai malaikat kematian tapi ternyata hanya seorang gadis manja." ucap Pangeran Hades sambil menangkup kedua pipi Quena yang membuat bibirnya seperti ikan.


"Ih lepasin, kamu kebiasaan Hades." protes Quena.


"Ya sudah, ayo kita taman lavender, aku sudah menyiapkan hadiah untuk kepulangan kamu." ucap Pangeran Hades sambil menarik tangan Quena untuk berjalan ke tempat yang mereka tuju.


"Hadiah? wah aku sangat penasaran. Jarang sekali kamu memberikan hadiah buatku." ucap  Quena.


"Benarkah? Kalau begitu hadiah yang akan aku berikan akan membuat kamu senang." ucap pangeran Hades sambil mengelus surai merah muda milik Quena.


"Awas ya kalau ternyata hadiah kamu tidak menarik." ucap Quena.


"Dasar Gadis kecil menyebalkan." ucap Pangeran Hades sambil mengacak-ngacak rambut Quena yang membuat gadis itu marah pada pangeran hades dan menepis tangan dikepalanya.


"Ih, suka banget sih Hades ngacak-ngacak rambut Quena, Sana jauh-jauh. Rambut Quenakan jadi berantakan jadinya." ucap Quena yang mendorong tubuh pangeran Hades tapi pria itu sama sekali tidak berpengaruh.


"Jalan kamu lama banget sih, bagaimana kamu bisa membunuh musuh dengan kaki pendekmu ini." ucap Pangeran Hades yang tiba-tiba mengangkat tubuh kecil seperti karung beras di bahunya.


"SELAMAT KEMBALI QUENA." ucap Pangeran HAdes setelah sampai di taman lavender. Tempat yang sering mereka kunjungi. Quena terharu melihat hamparan bunga lavender dan sebuah meja yang berisi dengan kudapan. Dia selalu merindukan makanan yang tidak pernah bisa ditemukan di perbatasan.


"KUE." teriak Quena yang langsung berlari menuju kursi dan meja itu. Tanpa menunggu pangeran Hades, Quena langsung mengambil salah satu kue dan dimasukkan kedalam mulutnya. Rasa yang selalu dirindukannya saat di medan perang.


"Kamu suka ?" tanya pangeran Hades yang dijawab anggukan kepala.


"Apakah hanya ini saja kejutannya?" tanya Quena yang sedang menyuapkan kue kering ke dalam mulutnya.


"Tentu saja tidak? aku masih mempunyai 2 kejutan lagi." ucap pangeran Hades sambil memberikan sebuah pedang warna putih indah. Bahkan Quena sangat terpesona dengan pedang itu.


"Ini untuk kamu, pedang ini bukan pedang biasa. Pedang ini berasal dari taring sebuah naga legendaris yang memiliki sihir untuk mensucikan sihir hitam dan memberhentikan waktu. Semoga kamu suka." ucap pangeran Hades. Quena langsung mengambil pedang itu dan tersenyum lebar pada pangeran Hades.


"Terima kasih HADES." ucap Quena.


"Bukan hanya itu." ucap pangeran hades yang sudah berlutut dan memegang tangan kanan Quena. Gadis itu bingung dengan apa yang dilakukan oleh hades.


"Apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Quena.


"Quena, sejak awal pertemuan kita. Aku langsung jatuh cinta padamu dan semakin hari perasaan itu semakin besar. Maukah kamu menghabiskan waktu bersamaku seumur hidup di istana ini. Menjadi satu-satu wanita yang aku cintai dan pria yang dicintai kamu Quena." ucap pangeran Hades.


"Hades, aku sebenarnya tidak mengerti tentang perasaanku. Tapi aku juga menyukai kamu dan menyangi kamu. Jadi aku mau menghabiskan sisa waktu aku dengan kamu." ucap Quena dengan senyum lebarnya.


Pangeran Hades langsung memeluk tubuh kecil yang tahun ini genap umur 17 tahun. Dia sangat bahagia perasaannya diterima oleh gadis di dalam pelukannya.


"Sebaiknya kamu lepaskan pelukan ini Hades.  Aku masih ingin menikmati kue-kue ini." ucap Quena yang membuat pangeran Hades tertawa kembali. Memang Quena gadis yang tidak bisa ajak romantisan. Pangeran Hades mengacak-ngacak rambut Quena yang dihadiahi tatapan tajam dari gadis itu.


"Jangan acak-acak rambutku, Nyebelin banget sih kamu." ucap Quena sambil menyuapkan sepotong kue ke dalam mulutnya.


"Kamu sangat menggemaskan, Quena beberapa hari dari sekarang akan diadakan perayaan untuk kembalinya kamu sekalian acara pertunangan kita." ucap pangeran Hades.


"Benarkan? Aku baru tahu itu, Raja mengatakan padaku kalau aku harus kembali lagi ke medan perang bulan depan." ucap Quena dengan santai.


"Quena, Sebaiknya kamu berhenti mengikuti setiap perintah raja. Itu semua suatu kejahatan. Raja hanya menggunakan kamu sebagai kambing hitam untuk menghancurkan kerajaan lain. Dia akan mengorbankan kamu jika hal buruk terjadi di kerajaan." jelas Pangeran Damian.


"Benarkah, kata raja. Mereka semua yang memulai peperanga. Kerajaan-kerajana itu yang melukai rakyat kerajaan Grion. Kata raja juga aku harus membalas semua penyerangan mereka dengan mengambil alih kerajaan." ucap Quena dengan nada polos sambil memakan beberapa kudapan yang disediakan di meja ruang pribadi pangeran Hades.


"Tidak Quena, Raja hanya memanfaatkan kamu. Mereka tidak pernah menyerang kerajaan ini. Sebaiknya kamu mulai menyelidiki lagi kebenaran itu semua." ucap Hades, Quena memikirkan ucapan dari pangeran Hades. Sepertinya tidak ada salahnya mencari tahu seperti yang diucapkan Hades pada Quena.