
Ana merasa badannya seperti tertindih dan rasanya sangat berat. Dia membuka mata dan melihat seorang pemuda yang sedang memeluk tubuhnya dengan erat. Kepalanya disembunyikan di dada Ana. Dia terdiam memahami keadaan pagi ini. Dia sadar kalau pemuda yang sedang memeluknya adalah Aleardo suaminya beberapa jam yang lalu.
Dia tidak menyangka dapat bersama kembali dengan Aleardo. Kehidupannya selepas menjadi Quena selalu membuatnya tidak bisa bersama dengan Aleardo. Selalu saja dirinya harus meninggalkan luka pada pria yang sedang menikmati tidurnya.
Tangan Ana mengelus surai hitam milik Aleardo yang terlihat lebih panjang dari beberapa tahun yang lalu. Ana memang tidak begitu suka melihat Aleardo memiliki rambut panjang. Dia pasti akan mengomel saat melihat rambut aleardo sudah tidak preposional.
"Aku tidak menyangka kita bisa seperti ini kembal." ucap Ana dengan diakhiri sebuah kecupan di surai hitam milik Aleardo.
"Aku harap kita akan bersama seperti saat ini selamanya." ucap Ana.
Dia tidak sadar kalau sejak tadi Aleardo sudah bangun. Bahkan pemuda itu bangun terlebih dahulu dari Ana. Pemuda itu hanya menatap wajah sang istrinya saat tidur. Saat merasakan pergerakan dari Ana, Aleardo langsung bersembunyi di dada Ana yang menjadi tempat ternyamannya saat ini.
"Kita tidak akan terpisah lagi sayang, Aku tidak seperti saat menjadi Zixon." ucap Aleardo yang menjauhkan wajahnya dari belahan dada Ana.
Ana mendengus kesal melihat Aleardo yang sepertinya sudah sadar sejak awal. Memang Aleardo orang yang selalu mencari kesempatan dalam kesempitan.
"Apa maksudmu?" tanya Ana yang sekarang memeluk tubuh Aleardo dan menempatkan kepalanya di dada Aleardo. Tentu saja Aleardo tidak mempermasalahkan posisi Ana saat ini. Dia senang saat Ana bisa bermanja dengannya seperti saat ini.
"Kekuatanku sudah sepenuhnya kembali, Aku bukanlah seorang manusia kalau kamu harus tahu." ucap Aleardo yang membuat Ana berdiri dari tidurnya dan menatap pemuda di depannya. Sedangkan Aleardo tidak terpengaruhi oleh tatapan dari Ana.
"Kamu sedang menggodaku sayang." Ucap Aleardo saat Ana tidak menggunakan apapun untuk menotop badannya. Sedangkan Ana terkejut saat melihat dia tidak menggunakan apapun. Segera dia tarik selimut untuk menutupi asetnya. Sedangkan Aleardo terkekeh melihat tingkah istrinya.
"Tidak usah kamu sembunyikan, lagi pula aku sudah apal semuanya." ucap Aleardo dengan wajah yang tengil. Ana malu sekaligus kesal dengan ucapan Aleardo. Seluruh wajahnya sudah berubah menjadi merah bahkan kedua telinganya sudah memerah.
Sedangkan pelaku yang membuat Ana memerah sedang tertawa melihat tingkah lucu sang istri. Dia berjanji tidak akan membiarkan pria lain melihat tingkah menggemaskan istrinya.
"Hey kamu mesum, enyahlah." ucap Ana dengan nada ketus yang sekarang sudah kembali membaringkan tubuhnya dan membelakangi tubuh Aleardo.
Aleardo menarik tubuh Ana dan sekarang Ana menghadap Aleardo. Pemuda yang sudah menjadi suaminya itu sedang tersenyum yang membuat Ana terpesona. Dia tidak menyangka akan mendapatkan suami setampan Aleardo. Ya maklum sebelum jadi Ana dia mengalami hidup yang jauh dari kaum adam dengan pesona seperti Aleardo. Sepertinya menatapnya saja mereka tidak berminat.
"Apa yang sedang kamu pikirkan, sayang." ucap Aleardo yang diakhiri dengan kecupan di dahi sang istrinya.
"Sudah berhenti membuat aku malu, penyihir gila. Sekarang lanjutkan pembicaraan kita sebelumnya." ucap Ana.
"Kamu tidak ingin mengganti panggilanku sayang?" tanya Aleardo dengan tatapan tajam pada Ana yang membuatnya terdiam. Sungguh dia takut kalau Aleardo menatap seperti itu.
"Cih kamu tahu penyihir gila itu sudah cocok, karena kamu sudah menjadi suamiku maka akan akau panggil suami gila." ucap Ana dengan mengalihkan wajahnya dari Aleardo. Sedangkan Aleardo hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah wanita yang sudah menjadi istrinya itu.
"Ya sudahlah." ucap Aleardo yang malas berdebat dengan Ana karena akan menghabiskan energi dengan percumah. Lebih baik dia gunakan untuk mengajak olahraga sang istrinya kembali.
"Nah sekarang kamu jelaskan padaku maksud kamu tadi." ucap Ana yang kembali menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Aleardo.
"Aku memang bukan manusia Ana walaupun tubuhku saat ini berwujud manusia. Aku seorang raja dari dunia bawah atau raja iblis. Sebagian jiwaku disegel di tubuh manusia yang menjadi takdir sih penyihir suci. Aku tidak bisa pergi dari dunia bawah dengan tubuh asliku. Jikapun aku ke dunia ini, Aku hanya bisa ada di tempat sebagian jiwaku berada. Kelahiran kembaliku memang ditakdirkan bersama denganmu. Tapi sebelum aku bangkit sepenuhnya kita harus melewati beberapa kali penderitaan. Kamu juga harus memberikan sebagian jiwamu untuk bisa membuka segel dari tubuh manusiaku. " jelas Aleardo.
"Kamu sangat menggemaskan." ucap Aleardo yang membuat Ana semakin mempererat pelukannya. Hingga beberapa menit berlalu ana merenggangkan pelukannya dan kembali menatap wajah Aleardo.
"Jadi memang kita harus selalu dipisahkan seperti kehidupan sebelumnya?" tanya Ana.
"Sebenarnya tidak seperti tapi aku melakukan kesalahan di masa lalu. Aku membantu seorang penyihir untuk menghidupkan seorang naga yang semestinya tidak aku lakukan. Saat itu aku memang hanya memiliki sisi jahat karena sebagian jiwaku berada di tubuh manusia. Perbuatan itu membuat kehidupan kita keluar dari yang seharusnya." jelas Aleardo. Dia mengingat saat di masalalu menerima tawaran seorang penyihir untuk membangkitkan seorang anak naga dengan bayaran kekuatan naga yang orang itu miliki.
"Kenapa kamu tidak menolaknya?" tanya Ana.
"Sulit untuk dilakukan olehku yang hanya memiliki sisi jahat. Aku akan sangat menyukai jika berhubungan dengan kekuatan dan kekuasaan." ucap Aleardo.
"Insting kamu sangat buruk." ucap Ana yang berakhir mendapatkan sentilan dari Aleardo.
"Aw sakit tahu." ucap Ana.
"Makannya kalau berbicara sebaiknya disaring dulu. Apakah kamu dulu lupa kalau saat jadi Quena kamu dimanfaatkan dan sering membunuh orang-orang tak bersalah." ucapan Aleardo yang membuat Ana terdiam. Dia sangat ingat masa lalunya yang buruk. Dia juga merasa menyesal saat menggunakan sihir illusi pada kaum naga dan membunuh seorang wanita yang hanya ingin melindungi prianya.
"Sudahlah jangan dipikirkan itu hanya masa lalu. Tapi wanita yang kamu bunuh adalah orang yang tidak semestinya hidup. Dia dihidupkan olehku sekali dan diberikan kesempatan lagi oleh Northest. Dia yang harus kita singkirkan." ucap Aleardo yang sangat kesal dengan penyihir wanita itu. Kalau bukan karena naga milik Ana. Pasti sudah dia bunuh sejak awal.
"Aku tidak bisa membunuhnya, Dia wanita yang dicintai oleh Luxorius." ucap Ana.
"Aku tahu perasaanmu tapi kita juga tidak membiarkan wanita itu terus hidup. Dia dikontrol oleh Xavier. Iblis yang sangat jahat dan suka membawa jiwa manusia kedalam kegelapan. Jika dibiarkan dia akan membuat dunia ini hancur." ucap Aleardo.
"Bukankah kamu raja iblis kenapa kamu tidak mengurus si Xavier itu." ucap Ana.
"Dia bukanlah iblis yang memiliki wujud, Dia seperti iblis yang muncul dari nafsu seseorang." jelas Aleardo.
"Hem berarti kamu juga bisa dikendalikan oleh xavier." ucap Ana.
"Tentu saja tidak bisa, setelah seluruh jiwaku kembali bersatu. Aku lebih bisa mengendalikan diriku. Kecuali saat kamu dalam keadaan yang berbahaya. Tentu saja aku tidak bisa mengendalikan diriku dan xavier itu tidak memiliki kekuatan untuk mengontrolku atau kamu." ucap Aleardo.
"Hm lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Ana
"Yang harus kita lakukan adalah olahraga pagi." ucap Aleardo yang dihadiahi pelototan tajam dari Ana tapi tidak berpengaruh pada Aleardo. Keduanya melakukan hal yang sudah lama mereka tidak lakukan.
Sedangkan Luxorius yang sejak tadi mendengarkan pembicaraan Ana dan Aleardo karena naga memiliki ikatan yang dalam dengan majikannya. Dia membuang nafas kasar. Ternyata Aleardo tahu akan semua sumber permasalahannya selama ini.
"Sudahlah, kamu kalau seperti itu terus akan makin tua." ucap Yirlendi.
"Diamlah." ucap Luxorius.
"Lakukan untuk menyelamatkan Naura." ucap Yirlendi. Luxorius hanya diam sambil menerawang masa sebelum sang kejadian itu terjadi. Walaupun Ana menjadi faktor terbesar itu terjadi tapi Naura memang sudah salah. Karena keberadaanya semestinya sudah tidak ada di dunia ini.