
Perlahan Ana membuka matanya. Dia melihat ruanga serba putih seperti beberapa waktu yang lalu. Namun secara cepat ruangan itu berubah menjadi hutan yang barus saja ia kunjungi. Hutan yang membuatnya nyaman pertama kali. Walaupun hutan yang disekitarnya lebih rindang dibandingkan hutan misterius itu. Dia melihat seorang gadis yang sedang duduk di bawah pohon sambil memangku naga abu kehitaman.
"Itu Luxorius?" ucap Ana.
Ana mendekati gadis dan naga itu. Naga itu benar-benar Luxorius. wajah gadis itu sulit dikenali oleh Ana. Satu hal yang dapat dia amati gadis itu berusia 15 tahun dengan rambut merah muda seperti rambut dulu Ana.
"Luxorius kamu tidak bosan bersamaku terus?" tanya gadis itu sambil mengelus badan naga dengan wujud kecilnya.
"Aku tidak akan pernah bosan bersama Quena." ucap gadis itu
Ana merasa pernah mendengar nama gadis berambut merah muda. Beberapa saat Ana mencoba mengingat dan sekarang Quena adalah nama dari tokoh utama dari buku cerita yang terakhir dia baca. Buku cerita yang mengisahkan kehidupan Quena sejak kecil hingga kematian yang merenggutnya.
"Tunggu dalam buku itu juga ada naga yang sering menghabiskan waktu bersama pemain utama yaitu Luxorius. Jangan bilang Luxorius yang aku kenal adalah naga milik Quena." ucap Ana.
"Quena tidak ingin kembali ke lingkungan manusia lagi? Quena sudah menghabiskan 1000 tahun di hutan ini. Mungkin para manusia juga sudah berbeda dengan orang-orang itu." ucap Luxorius.
"Entahlah Luxorius, Aku terlalu takut melukai mereka kembali. Aku tahu tidak semua manusia seperti raja dan putra mahkota." Ucap Quena dengan wajah yang murung.
"Quena adalah penyihir yang baik, jadi Quena tidak akan mungkin melukai para manusia itu. Bukankah Quena sering membantu para penduduk sekitar hutan. Saya tahu akan semua yang diperbuat oleh Quena. Kita berbagi ingatan Quena." ucap Luxorius.
Quena memang terlihat seperti gadis yang tidak perduli dengan kaumnya. Dia menghabiskan waktu hidupnya di dalam hutan untuk menghukum dirinya juga. Rasa penyesalan karena sudah meluruh lantahkan satu kerajaan karena kemarahannya pada penguasa raja. Akibat kemarahannya banyak yang menjadi korban jiwa terutama rakyat kecil di ibukota maupun sekitarnya.
Walaupun begitu Quena sering pergi ke ibukota itu untuk memajukkan kerajaan itu secara diam-diam. Dia membantu agar para petani tidak mengalami gagal panen jika terjadi musim yang buruk. Terkadang dia membantu masyarakat jika terjadi hujan besar yang dapat menyebabkan banjir untuk desa-desa sekitar aliran sungai.
Luxorius, naga yang selalu menemani Quena sejak masuk hutan sudah mengetahui kebaikan gadis itu. Luxorius terkadang marah dengan sikap jahat Quena pada dirinya sendiri. Gadis itu sudah menghukum dirinya sediri selama 1000 tahun. Merasakan kesendirian di hutan tanpa ada teman atau keluarga. Terkadang gadis itu menangis setelah memimpikan kembali ingatan masa lalunya. Dia merasa dirinya seseorang yang penuh dosa karena sering membunuh orang yang tidak bersalah.
Hanya Luxorius yang tahu akan kondisi Quena. Gadis itu tidak akan mempelihatkan kesedihan dan beban hidupnya di depan Luxorius dan Yirlendi. Hidup abadi adalah hukuman terburuk yang didapatkan oleh Quena. Karena dia harus menghabiskan hidup abadi hanya sendirian. Walaupun dia selalu mengatakan kalau selama ada Luxorius dan Yirlendi gadis itu tidak merasa kesepian. Tapi itu adalah suatu kebohangan dan Luxorius tahu.
Ana masih berada di sekitar Quena, semua yang ada di depannya seperti cuplikan film. Dia melihat Quena yang selalu menangis ditengah marah. Terkadang gadis itu pergi meninggalkan rumahnya saat cuaca buruk hanya untuk mengecek keadaan warga sekitar. Semua yang ada didepannya seperti yang diceritakan dalam buku itu. Hukuman yang akan menggerogoti Quena seumur hidup.
Quena tiba-tiba berlari dari rumahnya dan mengeluarkan sebuah lingkaran sihirnya. Sekarang Quena dan Ana sudah berpindah di samping hutan. Ana melihat seorang pemuda yang terluka cukup parah. Perutnya mengeluarkan banyak darah. Quena mencoba mengubah posisi tubuh pemuda itu yang awalnya tengkurap menjadi telentang.
Ana bisa melihat ekspresi keterkejutan dari wajah Quena saat melihat pemuda itu. Quena langsung mengeluarkan sihir penyembuhnya dan setelah itu Quena melakukan sihir teleportasi. Mereka sekarang berada di depan sebuah desa yang memiliki jarak paling dekat dengan hutan tempat tinggal Quena. Gadis itu membaringkan tubuh pemuda penuh luka di gerbang itu begitu saja.
Ana terkejut dengan tindakan Quena. Dalam cerita gadis itu akan menolong seorang pemuda di dalam hutan dan membiarkan begitu saja. Tapi pemuda yang saat ini ditolong oleh Quena berada di luar hutan bukan di dalam. Berarti pemuda itu bukan tokoh utama pria. Tapi kenapa Quena membantunya padahal dicerita gadis itu tidak pernah membantu manusia secara langsung kecuali Zixon.
Setelah memastikan pemuda itu dalam keadaan yang nyaman. Quena meninggalkan begitu saja. Ana terkejut kali ini dia tidak ikut berpindah seperti biasanya. Ana melihat pemuda itu membuka mata.
"Quena aku tahu kamu mengenaliku tapi kenapa kamu membiarkan aku begitu saja." ucap pemuda itu yang membuat Ana terkejut. Luka pada pemuda itu memang sudah sembuh tapi bukan itu yang membuat Ana terkejut. Pemuda sengaja melukai dirinya sendiri untuk bisa mengambil perhatian Quena.
Sekarang Ana berpindah kembali ke hutan itu tapi didepannya bukan hanya Quena tapi seorang pemuda yang lebih tinggi dari Quena. Keduanya sedang duduk di bawah pohon dekat taman lavender. Ana sudah mengetahuinya kalau itu Quena dan Zixon. Tapi bukan itu yang menjadi fokusnya sekarang. Ana melihat sosok pemuda yang waktu itu ditolong Quena dengan tatapan tajam. Namun beberapa saat sebuah senyuman muncul di wajah pemuda itu.
"sangat mencurigakan." ucap Ana.
Tiba-tiba terjadi sebuah guncangan hebat di hutan itu. Quena dan Zixon menyadari sesuatu hal buruk dengan sihir perlindungnya. Beberapa saat kemudian muncul beberapa orang dengan pakaian serba hitam dan tudung hitamnya. Satu orang dari kurumanan itu maju dan membuka tudungnya. Dia melihat ekspresi terkejut di wajah Quena.
Semua kejadian didepannya seperti yang ada dicerita yang Ana baca. Tapi satu orang yang tidak digambarkan adalah sosok pemuda yang ditolong oleh Quena. Pemuda itu bahkan sering mengunjungi makan gadis itu tanpa diketahui oleh kedua naga dan Zixon.
"Aku tidak akan membiarkan kamu bersamanya karena harusnya aku yang berada di samping kamu Quena. Aku akan selalu membunuh pria itu agar hanya aku pria yang berada di samping kamu." ucap Pemuda itu didepan makam Quena.
Ternyata semua cuplikan itu tidak sampai disitu. Dia melihat kehidupan selanjut Quen dan Zixon selalu berakhir sama dan pemuda itu yang menjadi kunci kehidupan kedua orang itu hancur. Pemuda yang telah hidup beribu-ribu tahun untuk menanti kelahiran Quena. Tapi sayangnya Ana sulit melihat wajah pemuda itu seperti ada cahaya yang menutupi wajah itu.
Setelah itu semua kembali menjadi putih. Sekarang hanya Ana sendirian di sebuah tempat yang tidak dia kenali.
"Kamu sudah mengingatnya." ucap seorang gadis yang muncul disampingnya. Gadis itu mirip dengan Quena dikehidupan pertama gadis itu.
"Kamu harus mengingat semua ini dan cegah roda itu berputar kembali. Sekarang kesempatan terakhir kita untuk hidup bersama dengan orang yang kita cintai Ana." ucap Quena.
"Kamu Quena? kenapa kita bisa bertemu." ucap Ana yang bingung bisa bertemu dengan gadis ini.
"Satu hal yang harus kamu tahu dan ingat . Semua yang kamu lihat adalah kehidupan kamu sebelum menjadi Anabella rose Natlastion." ucap Quena.
"Tidak mungkin, kehidupan sebelumnya aku adalah meitha bukan Quena atau gadis-gadis itu." ucap Ana.
"Ana, kehidupan kamu saat menjadi meitha adalah buatan Hades. Dia sengaja membuat jiwa kamu tersesat dan itu membuat kamu bingung kehidupan sebenarnya kamu." ucap Quena.
"itu tidak mungkin."
"Percayalah kehidupan meitha adalah cara Hades untuk menjauhi kamu dari zixon yang sekarang berada di tubuh Aleardo. Namun sekeras apapun usaha Hades untuk memisahkan kamu dengan Aleardo tidak akan bisa karena kalian sudah di takdirkan untuk hidup bersama dan saling melengkapi. " ucap Quena. Setelah itu gadis itu menghilang dan Ana melihat sebuah cahaya terang.
Dia membuka matanya dan melihat ruangan sederhana yang terbuat dari kayu namun sangat nyaman. Dia sekarang ingat tentang kehidupan sebelumnya walaupun separuh hatinya belum dapat menerima itu. Kedua naga itu langsung memeluk tubuh Ana. Aleardo yang melihat langsung menarik kedua naga dan melempar mereka keluar dari rumah itu.
"Aleardo aku sudah ingat. Senang bertemu dengan kamu lagi." ucap Ana dengan senyum manis yang membuat Aleardo ikut tersenyum. Dia memeluk tubuh Ana dengan erat.
"Aku senang kamu sudah mengingat aku kembali Quena." ucap Aleardo.
"Terima kasih sudah menungguku Zixon." ucap Ana.