
Serelah Yirlendi diungsikan kesebuah kota yang Ana maupun Naura tidak ketahui. Kedua pria yang menjadi pelakunya seperti tidak merasa bersalah dengan perbuatanya. Bahkan merak asik bermanja kembali. Seakan sudah mengusir hama yang selalma ini mengganggu keasikan mereka.
Ana dan Naura menatap kesal tingkah suami mereka. Bagaimana kedua pria itu dengan kejamnya membuang Yirlendi hanya karena sering merecoki mereka. Padahal apa yang diucapkan naga itu benar. Kedua pria biang keladi yang tidak tahu tempat jika sedang bermanja.
"Apakah kalian sama sekali tidak merasa bersalah?" tanya Ana.
"Merasa bersalah karena apa?" tanya Aleardo dengan nada polos tapi terasa menjengkelkan di pendengaran Ana maupun Naura. Naura juga jengkel dengan Luxorius yang menjadi sebelas dua belas seperti Aleardo,
"Kamu pikir siapa yang baru saja kalian ungsikan." sindir Ana dengan nada yang sangat ketus.
"Ayolah sayang, kita melakukannya demi kebaikan Yirlendi. Dia terlalu lama menyendiri. Kasihan dia kalau harus melihat aku dan Luxorius bermanja dengan istri kita." ucap Aleardo.
"Itu benar Ana, kita memberikan jalan untuk Yirlendi mencari wanitanya." ucap Luxorius.
Kedua wanita yang sudah tidak bisa menahan kesal. Akhirnya mengeluarkan pukulan dengan tangan mereka di kepala kedua pria itu. Keduanya merasakan rasa yang cukup menyakitkan. Bagaimanapun kekuatan kedua wanita yang dulu pernah menjadi musuh. Tapi sekarang keduanya jadi komplotan yang sangat berbahaya untuk Luxorius maupun Aleardo. Apalagi istrin mereka sedang membela naga jomblo yang selalu mereka.
"Ayolah sayang kenapa kamu malah memukul aku. aku malah lebih membela naga pejaka tua itu." ucap Aleardo.
"ya sayang kenapa kamu tega pukul aku. Bukankah aku baik, selama beribu-ribu tahu Yirlendi selalu mengikutiku sehingga dia tidak bisa menemukan wanitanya." ucap Luxorius.
"Kalian berdua cuman mencari alasan saja." ucap Ana yang dianggukan oleh Naura.
"Sekarang kalian bawa kembali Yirlendi kembali. Kasian dia belum pernah berinteraksi dengan manusia selain aku dan Naura." ucap Ana.
"Iya benar, kamu tega banget Luxorius. Padahal kamu tahu kalau Yirlendi tidak penah berdekatan dengan manusia. Harusnya kamu khawatir padanya. Bagaimana kalau dia diculik." ucap Naura yang dianggukan oleh Ana.
Sedangkan Luxorius dan Aleardo semakin kesal dengan Yirlendi. Rasanya naga itu selalu mendapatkan pembelaan dari istri mereka. Bahkan sepertinya Yirlendi lebih diperdukan oleh kedua wanita di depan meraka dibandingkan suaminya.
"Kalian bawa kembali Yirlendi sekarang atau kalian tidur di luar. Aku sama Naura akan tidur bersama." peringatan Ana yang dianggukan oleh Naura.
Kedua pria itu langsung berwajah pucat. Mereka tidak menyangka kalau ancamannya sangat menyeramkan.
"Ayolah sayang aku tidak bisa tidur tanpamu." rengek Aleardo.
"ya benar, sayang aku tidak bisa berjauhan denganmu Naura." ucap Luxorius yang berjalan menuju istrinya dan mencoba memegang kedua tangan tapi dihempaskan begitu saja oleh Naura. Hal itu menunjukkan kalau Naura sudah sangat marah pada Luxorius.
"Ayolah sayang jangan hukum akau begitu dong." ucap Aleardo yang sekarang mencoba memeluk Ana tapi dengan mudahnya di dorong oleh wanita itu.
"Jangan dekat-dekat sebelum kalian berhasil bawa Yirlendi kembali." ucap Ana sebelum meninggalkan Aleardo dan Luxorius.
"Ingat ya bawa Yirlendi dalam keadaan baik baik saja." peringatan Naura sambil menatap tajam pada sang suami. Hal itu membuat Luxorius tanpa sadar menelan ludah dengan kasar.
"Sepertinya anak itu selalu membuat kita susah." ucap Luxorius di jawab anggukan Aleardo yang sudah sangat kesal. Sihir apa yang sudah dilakukan yirlendi sehingga Ana lebih memilih naga menyebalkan itu dibandingkannya.
"Jangan bilang dia menggunakan sihir pada Ana dan Naura sebelum pergi." ucap Aleardo.
"HHHHAcihmmmmmm." bersin Yirlendi.
Entah kenapa dia tiba-tiba merasa sangat merinding. seperti akan terjadi hal buruk padanya setelah ini. Padahal dirinya sudah sial karena dilempar kesebuah kota tanpa tahu tepatnya kerberadaan ini. Mereka memang pria yang jahat.
"Aku berharap Ana dan Naura malah pada kedua pria itu." ucap Yirlendi yang tanpa sadar hal itu telah terjadi pada dua orang yang sedang Yirlendi pikirkan.
Ana dan Naura tertawa setelah meninggalkan suami mereka. Jujur saja kedua wanita itu tidak menyangka kalau suami mereka akan seketar ketir itu saat diberikan ancaman untuk tidur di luar. Kedua wanita itu sangat senang melihat ekspresi Aleardo maupun Luxorius.
"Naura kamu lihat tidak tadi wajah mereka begitu amat. Kalau orang lain lihat pasti tidak menyangka kalau seorang Aleardo yang terkenal dingin akan seperti anak kecil yang tidak diberi permen." ucap Ana sesekali dengan senyuman muncul.
"Kamu benar Ana, Luxorius juga tidak menyangka seperti itu. Dulu dia lebih sedikit berwibawa dibandingkan sekarang. mungkin karena dulu dia masih menjabat sebagai raja. Sedangkan dia sekarang dirinya sudah bebas." jelas Naura.
"Tapi kita tidak terlalu kejam bukan?" tanya ana.
"Sepertinya tidak Ana, mereka juga sangat kejam pada Yirlendi. Aku sedikit mengenal naga menyedihkan itu." ucap Naura.
"Ya kamu benar juga kalau suami kita sangat jahat pada Yirlendi. Padahal mereka saja yang suka sembarangan untuk bermanja. Aku ingat sekali Aleardo dengan santainya bermanja ketika aku sedang berlatih dengan para ksatria. " ucap Ana.
"Luxorius juga suka menciumku di sembarang tempat. Bahkan ketika para pelayan ada di depan kita, dia bisa melakukannya." ucap Naura yang tiba-tiba kesal saat mengingatnya.
"Ya mereka memang harus dihukum." ucap Ana.
Tiba-tiba sebuah ide menarik muncul di otak kecil Ana. Dia seperti tahu cara membuat kedua pria itu semakin serba salah. Sebuah senyum jahat muncul di wajah Ana.
"Bagaimana kalau kita susul Yirlendi. Setelah itu kita pasang sihir untuk menghilangkan keberadaan yang selalu aku gunakan untuk ingin sendiri dari Aleardo." ucap Ana.
"Boleh juga. ayo kita lakukan. Aku sudah menemukan keberadaan Yirlendi. Selain itu aku yakin kedua pria itu tidak akan langsung melaksanakan perintah kita." ucap Naura.
"Mereka pasti akan membujuk kita sebelum pergi membawa Yirlendi. Jadi ayo kita lakukan." ucap Ana.
Kedua wanita itu menghilang menggunakan sihir teleportasi Ana. Di saat kedua wanita itu menghilang, Aleardo dan Luxorius baru saja datang dan tidak menemukan keberadaan istri mereka.
"Kemana Ana ? aku tidak bisa menemukan keberadaannya." ucap Aleardo.
"Aku juga tidak merasakan keduanya." ucap Luxorius.
"Sepertinya mereka sedang menghukum kita." ucap Aleardo.
"Lalu bagaimana kita menemukan mereka kalau seperti ini." ucap Luxorius.
"Ya kita hanya harus pergi ke tempat Yirlendi. Pasti kedua wanita itu sedang bersama naga pejaka tua itu." ucap Aleardo dengan nada yang sangat dingin yang membuat Luxorius saja sedikit merinding merasakannya.