Female Villainess

Female Villainess
98. Hari yang ditunggu



Luxorius dan Naura hidup bahagia. Seluruh kaum naga mendukung hubungan rajanya denganĀ  gadis kecil itu. Walaupun baru mengenal sebentar tapi mereka sudah tahu sikap baik hati dari gadis pendamping rajanya. Hal itu yang membuat mereka sama sekali tidak mempermasalahkan dengan latar belakang Naura. Bagaimanapun gadis itu memang berasal dari kaum mereka.


Pernikahan mereka berjalan sangat harmonis. Luxorius yang tidak pernah bisa berjauhan dengan kekasihnya. Selalu mengikuti kemanapun istrinya pergi. Kalau sedang ada rapat pasti Naura akan ikut serta. Tidak ada satu orangpun yang melarang itu. Karena mereka juga merasakan hal yang sama seperti rajanya.


Hanya satu orang yang merasa kesal setiap melihat Luxorius dan Naura bermesraan yaitu Yirlendi, Dia merasa sangat mengenaskan karena belum menemukan wanita yang cocok seperti istri rajanya. Jadinya dia harus menjadi nyamuk saat keduanya bersama. Seperti saat ini , Luxorius yang dengan santainya memangku sang istri. Sedangkan Naura merasa tidak nyaman karena ada Yirlendi di ruangan itu.


"Bisakah kalian tidak bermesraan dihadapanku." ucap Yirlendi kesal.


"Diam saja kamu, makanya cari wanita. Kamu seperti seseorang menyukai sesama jenis." ucap Luxorius yang tidak sadar melukai perasaan bawahannya.


Sedangkan Naura yang mendengar ucapan suaminya pada tangan kanan merasa tidak nyaman. Bisa-bisanya suaminya mengatakan hal yang menyakiti perasaan seseorang.


"Kalau anda lupa, dulu sebelum bertemu dengan istri anda juga seperti saya. Jangan-jangan dulu juga anda seorang yang belok." ucap Yirlendi yang tidak kalah sinih. Bahakn naga muda itu sama sekali tidak mempedulikan tatapan tajam dari atasannya itu. Semasih ada istri Luxorius, dia akan aman.


"Kamu sudah berani?" tanya Luxorius dengan nada kesalnya.


"Saya selalu berani menghadapi anda," ucap Yirlendi dengan sangat angkuh. Padahal hati kecilnya tidak seperti itu. Tentu saja dia takut diberikan hukuman dari rajanya. Apalagi Luxorius tidak akan setengah-setengah bila memberikan pelajaran pada orang yang membuatnya kesal.


"Sudahlah sayang. kamu jangan menjailinya terus. Dia hanya iri pada kita saja. Sebaiknya Yirlendi keluar sebentar dari ruangan ini saja." ucap Naura sambil memberikan kedipan tanda untuk segera meninggalkan ruangan ini sebelum Luxorius menghukumnya.


"Saya izin keluar dari ruangan ada yang harus saya urus dibagian perbatasan." ucapYirlendi tanpa menunggu jawaban dari Luxorius.


Luxorius mendengus kesal melihat sang istri ikut serta dalam menyelamatkan Yirlendi dari hukumannya.


"kamu selalu melindunginya." ucap ketus Lixorius.


"Kamu juga selalu membuatnya kesal dengan setiap kata yang keluar dari mulut manismu itu."


"Apakah mulutku semanis itu sayang." ucap Luxorius dengan nada mesumnya. Naura langsung mengalihkan tatapan sang suami. Dia malas kalau tatapannya sudah seperti saat ini.


"Sepertinya sekarang kamu yang harus aku hukum." ucap Luxorius sebelum meninggalkan ruangan kerja. Keduanya melakukan pergulatan selama sehari penuh. Sedangkan Yirlendi yang tahu apa yang sedang dilakukan rajanya hingga tidak datang rapat di pagi hanya bisa membuang kasar nafasnya. Sungguh dia harus sangat bersabar menghadapi kedua pengantin baru itu.


Tidak terasa umur pernikahannya menginjak satu tahun. Hari ini juga seorang anak laki-laki lahir yang membawa kebahagian bagi seluruh orang di kerajaan naga itu. Luxorius sangat senang akhirnya anaknya lahir dengan keadaan sehat. Dia bahkan terkejut saat mana anaknya berwarna hitam seperti ibunya.


"Dia sepertinya cocok menjadi anakku Luxorius." ucap Yirlendi yang baru saja muncul.


"Enak saja kamu mengakui setiap usahaku menjadi anakmu." ucap Luxorius tidak terima. Sedangkan Naura yang melihatnya tertawa pelan melihat kelakuan raja dan tangan kananya.


"Lihatlah dia hampir sama sepertiku, bahkan mananya berwarna hitam sepertiku. Tidaka ada yang sepertimu." ucap Yirlendi yang membuat Luxorius kesal. Apa yang diucapkan Yirlendi benar. Bahkan rambut anaknya tidak berwarna abu tapi malah merah seperti milik Yirlendi.


"Sialan kamu Yirlendi. Kamu buat anakmu sendiri. "ucap Luxorius.


"hahahaha kalian sangat lucu. Kalau kalian bingung kenapa rambut anakku berwarna merah karena ibuku berwarna merah." jelas Naura yang membuat Luxorius menatap tajam Yirlendi yang terkekeh.


"Dasar raja pecemburu." ucap Yirlendi sebelum pergi meninggalka kedua pasangan itu.


"Sudahlah sayang jangan terlalu terpancing dengan ucapan Yirlendi. Dia semakin senang kalau kamu terpancing." ucap Naura dengan senyum manis diakhirnya.


"Kamu benar dia memang sangat menyebalkan." ucap Luxorius.


"Ya kamu benar, tapi aku bersyukur dia terlihat sepertimu." ucap Luxorius yang diakhiri dengan sebuah kecupan di dahi istrinya. Dia tidak menyangka akan merasakan perasaan seperti ini. Ternyata ini yang pernah dirasakan oleh sang ayahnya di masa lalu.


Ketika keduanya sedang asik berpelukan, sebuah dentuman keras terdengar. Luxorius dan Naura sangat terkejut dengan suara itu. Tiba-tiba Yirlendi muncul di depan Luxorius dengan luka yang melintang di dadanya. Luxorius dan Naura terkejut melihat kondisi Yirlendi.


"Kerajaan kita diserang oleh para kaum manusia dan ada satu penyihir yang bisa menembus sihir perlindung tanpa terluka. Dia wanita yang sudah dilamalkan oleh raja terdahulu." ucap Yirlendi yang menahan rasa sakit dari tebasan penyihir wanita itu.


"APA? Kenapa penyihir itu menyerang kerajaan ini. Bukankah dia harusnya menjadi perlindung kerajaan kita ini." ucap Luxorius.


"Aku tidak tahu, tapi dari rumor yang beredar di manusia kalau penyihir wanita itu seorang yang tidak pandang bulu. Dia hanya mendengarkan perintah dari rajanya saja." jelas Yirlendi.


"Kita harus menemuinya dan memintanya untuk berhenti menghancurkan tempat ini." ucap Luxorius.


Luxorius membalikkan badanya menghadap sang istri dan anaknya. Dia tidak menduga di hari bahagianya harus terjadi hal seperti ini. Sesungguhnya dia ingin membawa pergi istrinya dari tempat ini. Tapi jika dia tidak menyelesaikannya juga hidupnya tetap akan berakhir sama buruknya.


"Sayang pergilah." ucap Naura pada Luxorius.


"Tapi sayang kamu baru saja melahirkan." ucap Luxorius.


"Kita tidak memiliki banyak waktu raja, sudah banyak kaum kita yang gugur. Aku bisa merasakannya." ucap Yirlendi yang merasa merinding dengan aura penyihir wanita itu.


"Sayang. jika pergi dari tempat ini tidak ada pasti kita akan selamat. Sebaiknya kamu menemui penyihir wanita itu." ucap Naura sambil mengelus tangan suaminya yang sedikit bergetar.


"Yirlendi kamu pergi terlebih dahulu, aku akan membawa Naura dan anakku ke danau Northest. Setidaknya dia bisa melindungi anakku dan istriku. Mereka tidak bisa mendekati danau itu." jelas Luxorius yang dianggukan. Yirlendi langsung menghilang dari hadapan mereka.


"Aku akan membawamu ke Northest. Aku minta kamu bersembunyi dan jangan keluar hingga aku datang. Ingat" ucap Luxorius sebelum mereka pergi ke danau menggunakan sihir teleportasi.


Ternyata naga Northest sudah muncul dari danau. Dia seperti merasakan kalau kerajaan para naga dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.


"Northest aku titip anak dan istriku padamu. Aku akan menyelesaikan masalah dengan penyihir wanita itu." ucap Luxorius.


"Dia tidak bersalah Luxorius." ucap Northest yang membuat Luxorius dan Naura bingung.


"Apa maksudmu Northest?" tanya Luxorius.


"Aku tidak bisa menjelaskannya karena itu bukan wewenangku tapi dia tidak seperti yang kalian bayangkan. Suatu hari kamu akan tahu itu. Aku akan melindungi istrimu dan anakmu sebaik mungkin. Tapi aku tidak bisa melawan penyihir wanita itu jika dia muncul di sini." ucap Northest yang membuat Luxorius terkejut.


"Kenapa kamu berkata seperti itu." ucap Luxorius dengan nada tinggi. Dia tidak habis pikir dengan naga legendaris ini.


"Dia adalah majikanku tidak mungkin aku melukainya. Tapi aku bisa menyembunyikan kedua orang yang kamu sayang. Tapi jika salah satu dari mereka keluar dari pelindungku. Aku tidak yakin bisa membantu lebih jauh lagi." jelas Northest,


"Aku sudah bersyukur kamu mau menolongku." ucap Luxorius sebelum menghilang.


"Mari kamu mendekat pohon itu." tunjuk Northest sebuah pohon tua yang berada di sebelah kanan danau. Naura mengikuti ucapan naga itu.


"Aku harap kamu tidak pernah membencinya Naura." ucap Northest sebelum sihir perlindung muncul menyembunyikan keberadaan Naura dan anaknya. Setelah itu juga Noerthest kembali kedalam danaunya.