
Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Anabella sedang bersiap dengan gaun dan hiasan wajahnya. Sedangkan Aleardo berada di luar kediamannya untuk berbincang dengan Raindhen mengenai pengamanan saat acara pernikahannya. Dia merasa akan terjadi hal buruk saat acara pernikahannya. Bagaimanapun keberadaan Anabella Rose Natlastion masih disembunyikan. Putra mahkota belum mengetahui kalau mempelay wanita Aleardo adalah wanita yang sedang dicarinya beberapa tahun ini.
"Kamu mengerti Raindhen? Aku tidak ingin kalian lengah. Walaupun dia adalah anggota kerajaan tapi aku pastikan tidak akan berbaik hati jika dia berniat merebut Ana."Ucap Aleardo dengan wajah dinginnya yang membuat orang -orang sekitarnya merasa kurang nyaman. Tentu saja aura gelap membuat tidak nyaman.
"Tenanglah, Seluruh pasukan kediaman kamu berada di bawah kamu sepenuhnya. Selain itu pasukan keluarga marques xieben akan mendukung kita. Bukankah yang mulia raja sudah memberikan wewenang padamu jika yang mulia putra mahkota mengganggu pernikahan kamu. Kamu bisa memberikan hukuman bahkan membunuhnya karena yang mulia sudah tidak memperdulikan keberadaan putra mahkota." ucap Raindhen.
"Aku tidak bisa menggunakan itu sembarangan. Tentu saja itu bisa berbarik menyerang padaku juga." ucap Aleardo.
"Sudahlah kamu fokus saja dengan pernikahan kamu hari ini. Tidak biasanya kamu berpisah dengan nona Anabella." ucap Raindhen.
"Cih, dia tidak mengizinkanku masuk. Katanya dia akan membatalkan pernikahan hari ini jika aku masuk ke dalam kamarnya saat dia sedang berdandan." ucap Aleardo dengan wajah kesal saat mengingat kejadian tadi pagi. Saat dia diusir begitu saja oleh Ana dari pagi buta. Padahal dia masih sangat mengantuk.
"Sabarlah, nanti malam juga dia sudah menjadi nonya Aleardo bukan." ucap Raindhen mencoba menghibur atasan yang sangat bucin pada Anabella. Walaupun dia mengakui kalau gadis kecil anak marques xieben memiliki kecantikan yang berbeda dengan wanita bangsawan lain. Rasanya dia juga tidak pernah bosan kalau melihat wajah cantik dan imut gadis yang sudah beranjak dewasa.
"Hey apa yang sudah kamu pikirkan, Aku tidak suka kamu memikirkan wanitaku." ucap Aleardo yang menyadarkan lamunan Raindhen tadi.
"hehehe sidikit tidak masalah."
"Mau sedikitpun aku tidak ikhlas. Sudah sanah kamu meningan jaga jarak dengan Anabella. Minimal 5 meter dari Ana." ucap Aleardo sebelum meninggalkan Raindhen yang terkejut dengan perintah atasannya itu.
"Memang orang bilang, jatuh cinta bisa buat orang bodoh." gumam Raindhen yang masih terdengar oleh Aleardo.
"Kamu ingin aku kirim jauh dari sini Raindhen." ucap Aleardo yang memberikan peringatan pada Raindhen.
"Tidak tuan muda Aleardo, Saya akan laksanakan tugas anda." ucap Raindhen yang langsung pergi meninggalkan Aleardo karena tidak ingin mendapat hukuman lebih berat lagi.
Tempat lain, seorang gadis sedang terpesona dengan pantulannya sendiri. Sungguh dia tidak menyangka akan seindah ini. Bahkan dia merasa seperti orang yang berbeda.
"Apakah ini aku?" tanya Ana yang masih menatap pantulannya. Rambut putihnya yang sudah digulung dengan indah. Tidak lupa hiasan bunga kesukaannya yang berwarna ungu menambah keindahannya. Makeup yang tidak terlalu tebal tapi sangat pas dengan wajah Ana.
"Anda sangat cantik, Pengantin wanita tercantik di kerajaan ini akan jatuh pada anda nona. " ucap wanita yang tadi meriasnya.
"Benarkah?" tanya Ana yang masih terpesona. Sampai dia tidak sadar kedua orang pasangan yang sudah tidak muda lagi itu berada di dalam ruangannya.
"Anak ayah sangat cantik, Ayah jadi tidak rela melepaskan anak ayah ke lelaki macam Aleardo." ucap Marques Xieben.
"Ayah." panggil Ana.
"Sayang jangan kamu hiraukan ucapan ayahmu ini, Dia hanya merasa tidak rela waktu kamu akan diambil seluruhnya oleh Aleardo. Tenanglah walaupun ayahmu tidak setuju ibunda tetap setuju. Apalagi calonmu itu sangat mempesona." ucap marchiones yang mendapatkan tatapan tajam dari sang istri.
"Sepertinya sekarang kamu jadi suka suka lihat daun muda." ucap marques xieben.
"Sayang, maafkan aku. Aku janji tidak akan pernah meninggalkanmu lagi. Semua tugasku sudah seluruhnya jatuh ke calon menantu kita. Jadi kita bisa membuat adik untuk Ana agar kediaman Xieben tidak sepi."
"Hey pria tua, berhentilah berpikiran hal itu. Ingat pinggangmu sering encok beberapa waktu ini." ucap istrinya.
Sedangkan Ana yang melihat pertengkaran kedua orangtuanya hanya menggelengkan kepala. Dia tidak habis pikir dengan tingkah ayah dan ibundanya yang seperti pasangan muda. Apalagi tentang urusan ranjang ayahnya seperti tidak ingat umurnya.
"Sudahlah, bukankah kamu harus membawa anak kita bertemu dengan Aleardo." ucap istri marques Xieben yang memilih mengalah . Kalau perdebatan itu dilanjutkan, dia sudah tahu akhirnya.
"Kamu benar, aku sampai lupa tujuan kita kemari."
"Dasar pria tua pelupa." ucap istrinya.
"Tua-tuan tenagaku masih kuat menggarap goa itu." ucap marques Xieben.
"Ayah jika ingin membicarakan itu lebih baik ke kamar saja. Aku bisa berjalan sendiri ke tempat pernikahanku." Sarkas Ana yang sudah sebal mendengar itu. Sedangkan ayahnya dengan santainya tersenyum seperti kuda.
"Baiklah, sepertinya anak gadisku sudah tidak sabar bertemu dengan calon suaminya."
"Kamu benar sayang."
Mereka berjalan menuju ballroom di kediaman Archduke Aleardo. Tempat diadakan penikahan Ana dan Aleardo. Sedangkan Aleardo sedang berdiri dengan perasaan gugupnya. Bahkan raja dan pangeran damian harus menahan tawanya melihat seorang panglima tertinggi gugup saat akan acara pernikahannya di mulai.
"Ternyata iblis kecil itu bisa gugup juga." gumam Raja yang berdiri di singgah sananya.
"Kamu benar ayah." ucap pangerah damian.
Sedangkan putra mahkota tidak memberikan respon apapun. Dia masih menatap pintu besar yang menjadi tempat munculnya mempelai wanita Aleardo. Dia masih tidak tahu siapa sebenarnya wanita yang bisa menggeser posisi Ana di hati Aleardo.
"Mempelai wanita danĀ tuan marques Xieben telah tiba." ucap ksatria yang berdiri di pintu.
Seluruh orang yang berada di ruangan itu terpesona dengan wanita yang baru saja masuk. Bahkan beberapa orang terkejut saat mengenali wanita yang wajahnya tertutupi oleh kain putih transparan. Tentu saja hanya satu orang gadis di kerajaan ini yang memiliki rambut putih indah itu. Selain itu marques Xieben hanya memiliki satu anak yang menghilang dua tahun lalu.
Tanpa mereka sadari kedua orang itu sudah berdiri di depan Aleardo. Pemuda itu terpesona dengan kecantikan gadia yang akan dinikahinya beberapa saat lagi. Dia merasa Ana sangat cantik hari ini walaupun hari-hari biasa gadis itu tetap sangat cantik.
"Aku titipkan anakku padamu Aleardo." ucap marques sebelum meninggalkan kedua orang itu. Ana tersenyum manis pada Aleardo yang membuat pria itu semakin tersenyum lebar.
Hanya satu orang di ruangan itu yang tidak bahagia atas acara ini. Dia merasa dibohongi oleh seluruh orang. Bahkan Ayahandanya seperti sudah tahu kalau gadis yang menikah dengan Aleardo adalah Anabella. Dia sangat tidak terima, harusnya dia yang bersanding dengan Ana bukan Aleardo. Tanpa sadar putra mahkota sudah berdiri dari posisi duduknya. Seluruh tubuhnya dilingkupi oleh asap hitam yang mucul dari belakang tubuhnya. Warna matanya seketika berubah menjadi ungu. Tatapannya tajam pada kedua insan yang sedang saling melemparkan senyuman.