Female Villainess

Female Villainess
117. Anak kecil



Yirlendi berjalan-jalan di pasar yang sangat ramai proses ekonomi bergerak. Dia tidak begitu memahi kehidupan manusia. Dia memang jarang berinteraksi dengan para manusia. Hanya Ana dan Naura manusia yang dekat dengan dirinya. Aleardo pria itu tidak pernah dianggapnya sebagai manusia.


Kehidupan manusia memang berbeda jauh dengan naga. Naga tidak membutuhkan uang karena meraka tidak hidup seperti manusia. Pada umumnya naga hidup di hutan liar dan makan dari hasil berburu. Penggunaann wujud manusia hanya sebagai penyamaran agar tidak terdeteksi keberadaan naga di dunia ini.


Saat dirinya sedang asik berjalan-jalan. Dia melihat sebuah kerumunan yang sedang menarik perhatian di pasar itu. Yirlendi mendekati kerumunan itu karena rasa penasarannya.


"Dasar pencuri kecil. " ucap seorang pria tua yang melempar tubuh kecil seorang gadis yang umurnya sekitar 13 tahun menurut Yirlendi.


"Tuan barang punya saya. Saya memang orang miskin tapi tidak sampai hati saya untuk mecuri." ucap gadis kecil itu yang sedang melindungi  barangnya dari tangan pria tua itu.


"dasar pencuri. kamu pikir saya percaya dengan ucapanmu. kamu mencuri barang sayakan?" ucap pria itu.


"Tuan, anda boleh menghina saya tapi barang ini milik saya." ucap gadis kecil itu.


Yirlendi membuang nafas kasar. Hal ini yang membuatnya tidak menyukai manusia. Mereka adalah orang yang suka bertipu daya dan melakukan apapun untuk mendapatkan keinginannya. Tentu saja dengan sihirnya Yirlendi dengan mudah tahu kebenaran yang terjadi pada anak gadis itu.


Apa yang diucapkan oleh gadis itu memang benar, jam tangannya milik gadis kecil itu. Gadis itu berniat menjual jamnya pada pria yang sedang marah-marah. Saat dia memberikan jam tangan untuk di cek. pria itu malah mengatakan kalau jam tangan itu miliknya yang hilang. Gadis yang sadar kalau pria tua itu menuduhnya segera merebut jam tangannya dan berlari keluar. Tapi tubuhnya kecil dengan mudah ditangkap oleh pria tuan itu. Kejadian ini terjadi begitu saja.


Awalnya yirlendi tidak ingin ikut campur dengan manusia. Tapi hatinya merasa tidak tega pada anak kecil di depannya yang bahkan mulai mengeluarkan air mata. Dia sangat tidak tega melihat orang menangis.


"Apakah anda memiliki bukti kalau anda pemilik jam tangan itu?" tanya yirlendi yang masuk kedalam kerumunan dan berdiri di depan tubuh anak gadis itu.


"Kamu siapa? jangan ikut campur urusanku." ucap pria tua itu.


"Saya hanya orang lewat yang melihat akting anda." ucap Yirlendi. pria itu marah dengan ucapan yirlendi dan berjalan mendekat berniat untuk memberikan pukulan. Tapi sebelum pukulan itu mengenai dengan muda yirlendi menangkap tangan pria itu.


"aaaaaaakh." teriak pria tua saat merasakan cengkraman yirlendi.


"karena kamu tidak memiliki buktinya jadi aku akan memperlihatkannya." ucap Yirlendi dengan senyum tipis yang muncul. Senyumannya membuat para wanita yang sedang melihat itu langsung histeris. Bagaimanapun Yirlendi memiliki wajah yang sangat menawan dengan rambut merah yang sangat jarang ditemui di kota ini.


Yirlendi mengeluarkan sihirnya. Kejadian di toko berputar seperti video yang dapat dilihat oleh orang-orang. Hal itu membuat mereka marah dengan pria tua yang sudah menuduh anak kecil itu. Mereka langsung memanggil seorang petugas dan menangkap pria itu.


Yirlendi melihat semua sudah selesai berniat untuk pergi. Tapi sebuah tarikan dari bajunya membuatnya langsung menatap gadis kecil yang baru saja ditolongnya. Anak kecil itu tersenyum manis pada Yirlendi.


"Terimakasih tuan sudah menyelamatkan aku." ucap anak kecil dan sedikit membungkukan badannya di depan yirlendi. Entah mengapa yirlendi tidak suka dengan tindakan gadis itu.


"Tuan saya belum bisa membalaskan atas pertolongan anda. Tapi suatu hari saya akan membayar itu." ucap gadis itu sebelum meninggalkannya. Tapi Yirlendi memanggil gadis kecil itu.


"hey, apakah kamu butuh bantuanku untuk menjual jam itu." ucap Yirlendi sambil menunjukkan jam tangan yang di pegang oleh anak kecil itu.


"Apa tuan mau membelinya?" tanya anak gadis itu.


"Berikan padaku." ucap Yirlendi.


Anak kecil itu langsung memberikan jam tangan pada Yirlendi. Dia langsung menerimannya. Yirlendi menundukkan badannya sekarang mereka seperti sepantar.


"Apakah kamu tahu tempat untuk menjual belian?" tanya Yirlendi yang dijawab dengan anggukan kepalanya.


"Antarkan aku, setelah itu akan aku bayar untuk jam tanganmu." ucap Yirlendi.


Yirlendi sama sekali tidak memiliki uang. Tapi dia bisa menjual berliannya. dari hasil sihirnya. Hanya beberapa naga yang bisa membuat sebuah berlian dengan sihirnya. Pasti bertanya kenapa tidak membuat uang saja. Alasannya karena sihir naga memiliki struktur seperti pembentuk berlian.


Setelah dari toko berlian dan menjual berlian Yirlendi dengan harga yang sangat fantastis. Sayangnya yirlendi tidak begitu perduli dengan uang yang di dapatkannya. Seluruh uangnya akan diberikan pada anak kecil itu.


"bawa uang ini, berikan pada orang tuamu. Semoga ini dapat membantu kedua orang tuamu." ucap Yirlendi setelah mengantar anak kecil ke dekat rumahnya. Tentu saja yirlendi tidak akan membiarkan anak kecil itu membawa uangnya sendiri. Gadis itu pasti akan dalam bahaya kalau orang jahat mengetahuinya.


Setelah memberikan uangnya Yirlendi berniat meninggalkan anak kecil itu. Tapi anak itu menarik bajunya lagi.


"Terima kasih tuan, semoga kita bertemu lagi. Aku akan membayar semua kebaikan tuan ." ucap gadis itu dengan senyum yang merekah sebelum masuk ke dalam rumahnya.


Yirlendi masih berdiri di tempatnya. Dia masih menatap rumah kecil yang terbilang kumuh jauh dari kata layak. Tempatnya jauh dari kota tapi tetap masih di dalam wilayah yang bisa dirinya kunjungi. Entah apa yang dirinya rasakan setelah bertemu dengan gadis kecil yang sangat menyedihnya pikirnya.


Dia sangat tahu kondisi anak kecil itu hanya dengan menggunakan sihir untuk melihat masa lalunya. Gadis kecil yang harus merasakan kesulitan setelah ayahnya membuangnya dan ibunya.  Padahal anak gadis itu terlahir dengan gelar bangsawan yang harusnya dapat menikmati hidup dengan nyaman tanpa merasakan kesulitan dalam hidupnya.


Hal itu yang membuatnya malas dengan para manusia. Mereka sangat kejam pada keluarga sendiri. Memilih orang lain hanya untuk kesenangan sesaat. Melepaskan orang yang harus dilindunginya dan diberikan kasih sayang.


Rasanya dirinya ingin menceritakan hal ini pada Ana agar pria bangsawaan itu terkenal hukuman dari majikannya. Dia sangat mengenal sebaik apa Ana. Dia pasti sepemikiran dengannya tentang gadis kecil itu. Tanpa sadar dirinya telah berdiri sangat lama di tempat itu.


Yirlendi sama sekali memiliki niat untuk pergi dari tempat itu. Dia malah naik ke sebuah pohon dan merebahkan badannya ke sebuah dahan pohon. Sebelum itu dirinya menggunakan sihir untuk menyembunyi keberadaannya.