Female Villainess

Female Villainess
108. Fakta sang penjaga Naga



Aleardo sadar hal buruk telah terjadi pada pasukannya di belakang. Dia dapat merasakan aura monster dunia bawah yang panggil. Dia tidak menduga akan ada orang nekad mengorbankan dirinya sendiri untuk memanggil monster tingkat tinggi dari dunia bawah yang sangat berbahaya. Bahkan untuk seorang Aleardo saja dia sangat kesulitan untuk mengendalikannya.


Sebuah tepukan menyadarkan Aleardo. Tepukan itu berasal dari Yirlendi. Naga hitam yang menggunakan wujud manusianya itu sangat tahu perasaan majikannya. Karena bagaimanapun mereka membagi perasaan bersamaan.


"Tenanglah Ana pasti baik-baik saja." hibur Yirlendi. Tapi hal itu tidak sama sekali membuat Aleardo tenang karena naga yang berikatan dengan Ana hanya terdiam.


"Ana masih hidup." ucap Luxorius pelan tapi wajahnya menunjukkan kecemasan.


Aleardo sangat tahu arti dari ekspresi raja naga di sampingnya. Dia segera berdiat untuk mencari Ana tapi tangannya ditahan oleh Yirlendi. Dia menggelengkan kepala untuk melarang tindakan Aleardo selanjutnya.


"Kita tetap harus melanjutkannya Aleardo." ucap Luxorius dengan wajah seriusnya.


"Kamu gila huh? Ana dalam bahaya. Kalian tahukan monster yang panggil oleh penyihir hitam itu." ucap Aleardo dengan tangannya mencekram baju Luxorius.


"Tenanglah Aleardo." ucap Yirlendi.


"Kamu bilang aku harus tenang. Aku tidak kondisi seperti apa Ana saat ini. Apakah dia baik-baik saja atau dia mendapatkan luka yang parah." ucap Aleardo.


"Al." panggilan lirih muncul dari kepalanya. Dia sangat mengenal suara itu walaupun terdengar sangat pelan.


"Ana, kamu dimana? aku akan menyelamatkanmu." balas Aleardo pada teleparti Ana.


"Kita harus lanjutkan. Kamu harus menyelesaikan tugasmu. Ok." ucap Ana dengan sangat pelan seperti akan hilang beberapa saat lagi.


"Aku tidak ingin. kamu sedang terluka bukan?" tanya Aleardo.


"hahhaha kamu sangat pintar menebak. Hanya luka dikit saja. Jadi lanjutkan rencana kita. Untuk naga menyebalkan itu serahkan padaku." ucap Ana.


"Kamu gila, lukamu saja belum tentu ringan bukan. Jangan bertarung lagi." ucap Aleardo.


"Al, jujur aku lelah harus selalu berpisah denganmu. Jadi untuk kehidupan ini kita tidak akan berpisah lagi. Aku ingin kamu percaya Al. Sekarang lanjutkan rencana kita. Bye." ucap Ana sebelum teleparti itu terputus secara sepihak. Anehnya Aleardo tidak bisa menggunakan sihir teleparti pada Ana. Dia tahu kalau istrinya itu pasti menggunakan sihir untuk memutus telepatinya.


"Maaf Aleardo aku harus berbohong dengan keadaanku." ucap Ana saat sudah memutuskan telepatinya.


Sebenarnya lukanya tidak menjadi begitu bermasalah. Beruntungnya dia sempat menghindar walaupun tangan kananya mendapat luka yang sangat parah. Tangannya mengenai tarik naga dan membuat luka besar menganga. Saat ini dia sedang berada di atas tubuh naga itu. Sepertinya naga ini tidak menyadari keberadaannya.


"Kamu memang menyeramkan tapi karena ukuranmu yang sangat besar membuat tidak sadar dengan sekelilingnya bukan." ucap Ana.


Dia melihat naga ini pergi kemana. Seperti dugaann Ana naga ini mengalah ke daerah padat penduduk. Naga legenda yang sangat senang memakan manusia ini memang disegel di dunia bawah karena dosanya di masa lalu.


"Hey kamu akan terus berada di badanku." ucap naga  itu sambil melirik pada Ana..


Ternyata naga itu sadar dengan keberadaannya. Dia tidak mengira hal itu.


"Aku pikir kamu tidak sadar naga rakus." ucap Ana.


"hahhahah tentu saja aku tahu nona Quena sang penjaga para naga." ucap naga itu dengan tatapan sinisnya pada Ana.


"Kamu tidak bisa membodohiku. Quena." ucap naga itu tanganny bergerak mengambil tubuh Ana. Tapi dengan mudah menepis tangan naga itu dengan keras.


Quena meloncat dari tubuh naga itu dan sebuah sayap muncul dari punggungnya.


"Kamu memang si penjaga naga. wanita yang menjadi pasangan sang raja iblis. Tapi aku sama sekali tidak berniat tunduk padamu atau raja iblis itu." ucap naga.


"Aku juga tidak berniat mengaturmu naga rakus. Jadi kembalilah dan urungi niatmu untuk memburu manusia." ucap Ana.


"Tentu saja aku tidak ingin mendengar ucapanmu. Tubuh manusia itu sangat enak apalagi tubuhmu itu." ucap naga itu yang terbang dengan cepat di depan Ana tapi Ana lebih cepat dibandingkan naga besar itu.


"Kamu harus ingat memiliki tubuh besar akan memperlambat gerakanmu." ucap Ana.


"Kamu benar hahhaha berhati-hati anda akan terpesona Quena." ucap naga itu yang berubah menjadi pria dewasa dengan tubuh besar dan berotot. Sunggu Ana tepesona dengan penampilan pria di depannya.


"Sangat hot." pikir otak Ana.


"Hapus air liurmu itu." ucap naga itu dengan senyum mengejek.


"Sialan kamu Verdlic." teriak Ana.


"Kamu ternyata masih mengingatku Quena." ucap Verdlic.


Naga Verdlic adalah naga yang termasuk tertua para naga. Dia melakukan dosa di masa lalu karena memakan manusia dan menghanguskan pemukiman penduduknya. Sikapnya melanggar perjanjian para naga dengan manusia yang telah dibuat. Di masa lalu raja iblis terdahulu atau ayah Hector menyegel naga itu di dunia bawah. Walaupun dia tersegel di dunia bawah tapi dia masih bisa keluar dari dunia bawah dengan wujud manusia. Tentu saja Verdlic tidak bisa menggunakan kekuatannya saat tubuh naganya tersegel di dunia bawah.


Verdlic mengenal Quena karena Luxorius pernah menceritakannya. Selain itu Quena pernah tidak sengaja melihat Verdlic dalam wujud manusia sedang mengelilingi hutan Quena. Dia mengira para naga masih hidup di tempat itu. Tapi ternyata hal itu seperti yang diduganya. Quena yang tahu kalau Verdlic bisa keluar dengan wujud manusianya maka dia menggunakan sihirnya untuk mengikat tubuh Verdlic di tanah dekat laut Cryerst.  Hal itu membuat Verdlic tidak bisa keluar atau dipanggil kecuali di tanah tempat wujud manusia tersegel.


"Bukankah kamu sangat kejam padaku Quena." ucap Verdlic.


"cih kamu lebih kejam dari perbuatanku. Kamu memakan manusia dan menghancurkan pemukiman manusia." ucap Ana.


"hahahha bukankah para manusia lebih kejam. Mereka bahkan dengan teganya menyiksa sesamanya sendiri. Melakukan pelecehan dan bahkan mengambil bagian tubuh manusia untuk kepentingan mereka. Kaum manusia sangat memuakan. Bahkan mereka mengincar para kaum manusia hanya untuk meningkat energi sihir mereka. Tapi mereka tidak tahu dengan memakan naga energi sihir mereka akan kacau. Kecuali penjaga naga. " ucap Verdlic.


"Bukankah kamu sudah memakan seorang naga hingga tubuhmu seperti saat ini." ucap Verdlic.


"omong kosong. Aku tidak pernah memakan naga. Apakah kamu lupa penjaga naga berasal dari naga dan manusia." ucap Ana.


"hahahahaha kamu tidak tahu bukan anak dari naga dan manusia. Dia pasti akan memakan orang tua naganya untuk bisa bertahan hidup. Ayahmu di masa lalu memberikan dirimu sehinggan Seorang Quena terlahir menjadi penjaga para naga. " ucap Verdlic.


"Apa maksudmu Verdlic?" tanya Ana.


"Kamu memang tidak akan tahu yang sebenarnya. Kamu tahu ayahmu adalah temanku. Dia mengorbankan dirinya untuk dimakan oleh kamu saat kamu balita." ucap Verdlic yang membuat Ana terdiam. Dia tidak sadar tubuhnya mulai terguncang.


"Walaupun kamu telah beberapa kali terlahir dari manusia. Tapi kehidupan pertamamu berasal dari seorang naga dan manusia." ucap Verdlic.