Female Villainess

Female Villainess
125. Pergi ke dunia iblis



Ana dan aleardo sedang berada di kamarnya. Mereka sudah mempersiapkan diri untuk pergi dunia iblis. Ana menyiapkan pedangnya yang disimpan di sebelah kanan pinggangnya. sekarang dia tidak menggunakan gaun. Sungguh pakaian itu akan  membuatnya kesulitan bergerak walaupun dia harus mendengar coletahan dari Aleardo. Pria itu tidak mengizinkan ana menggunakan celana yang mempertontonkan kaki indahnya. Padahal kakinya masih tertutup oleh kain bukan.


"Berhentilah protes Aleardo, kamu sangat mengganggu. Tidak yang akan memperdulikan penampilan ketika kita akan melawan musuh." ucap Ana yang sudah kesal mendengar protes suaminya yang berdiri di samping.


"Kamu tidak tahu cara pikir iblis saat melihat kecantikanmu ini. Aku tidak rela." ucap Aleardo yang membuat ana semakin kesal.


"Sudahlah, aku yang harusnya protes. Kenapa kamu berpenampilan seperti itu? Kamu sedang ingin menggoda wanita yang mengejarmu itu." protes ana.


Menurut ana pakaian Aleardo lebih membuatnya kesal. Kaos ketat yang memperlihatkan seluruh aset keindahan suaminya. Dada yang lebar dan kotak-kotak perutnya. Walaupun tertutupi oleh jubahnya dia saja sudah terpesona melihatnya. Ana tidak bisa membayangkan wanita yang mengejar suaminya itu akan bereaksi seperti apa.


"Tenanglah hanya kamu wanita milik aleardo. " ucap aleardo dengan senyum manisnya yang membuat Ana kesal.


Dia sadar kalau Aleardo pasti membaca isi pikirannya. Rasanya kekesalan ana bertambah melihat tingkah sang suami.


"Ya sudah kita berangkat sekarang, kamu harus selalu ada di sampingku ok." ucap Aleardo yang menarik ana di dalam pelukannya. Saat itu sebuah portal terbuka begitu saja di hadapan meraka. Aleardo dan Ana melangkah ke dalam portal itu.


Saat itu ana terdiam menatap keadaan dunia iblis. Tidak seperti yang pernah ana bayangkan. Ternyata dunia iblis tidak berbeda jauh dengan dunia bumi. Hanya saja tanaman di sini terlihat menyeramkan. Malam yang terjadi di dunia iblis lebih gelap dari di bumi.


"Pasti kamu terkejut melihatnya, ibuku juga dulu seperti itu. Dunia iblis dan dunia manusia memang tidak ada perbedaan yang signifikan kecuali dari cara kami hidup yang sedikit berbeda." Ucap Aleardo yang menyadarkan lamunan ana.


"Jadi sekarang kita akan langsung bertemu dengan wanita j***** itu." ucap Ana yang membuat aleardo tertawa dengan sedikit keras. Ternyata wanitanya bisa secemburu saat ini. Terlihat wajah Ana yang ingin menghabisi saingan secepatnya tanpa ada sisa. Tentu saja hal itu membuat Aleardo senang. Karena kemarahan ana menunjukkan rasa cinta wanita itu pada Aleardo.


"Aku tidak tahu keberadaan wanita gila itu. Kita akan pergi ke istanaku. Aku harus bertemu dengan teman lamaku dulu bukan. Mungkin dia bisa membantu kita. Walaupun aku sedikit malas bertemu dengannya." ucap Aleardo bersamaan itu sayap pria itu muncul dari punggungnya. Aleardo menyelipkan tanganya di kaki dan leher ana. Saat itu tubuh ana dan Aleardo terbang ke langit.


"Aku pikir kamu akan menggunakan sihir teleportasimu." ucap Ana yang sekarang mengalungkan tangannya ke leher Aleardo. tentu dia sedikit takut dalam posisi seperti ini yang bisa kapan saja terjatuh jika Aleardo tidak hati-hati.


"Tenanglah sayang, aku tidak selemah itu. Aku hanya ingin menghabiskan waktu bersamamu. " Ucap Aleardo dengan sebuah kecupan mendarat di dahi Ana.


"Seperti itu bukan alasan sebenarnya. Pasti ada alasan lain yang membuatmu tidak ingin terburu-buru sampai di istanamu." ucap ana yang sangat tahu kalau Aleardo senang menyembunyikan sesuatu.


"Kamu kalau seorang raja pasti memiliki pekerjaan yang harus dilakukan. Sedangkan aku baru benar-benar bangkit setelah ribuan tahun. Jadi sebanyak apa pekerjaanku yang menumpuk yang membuat tangan kananku akan marah karena tidak langsung kembali ke sini untuk mengerjakannya." ucap Aleardo dengan wajah menatap lurus. Sedangkan Ana tertawa melihat Aleardo yang sebenarnya tidak ingin direpotkan dengan tumpukan laporan. Tentu saja ana sangat sadar itu. Apalagi tugasnya sebagai grandduke tidak sedikit ditambah pekerjaan sebagai raja. Mungkin pria itu harus berhari-hari lembur untuk menyelesaikannya.


"Aku seharusnya tidak menumpukkan pekerjaan Aleardo. Itu kebiasaan buruk. Kasihan Raindhen dan tangan kananmu yang harus menyelesaikan masalahmu."


"apa yang diucapkan yang mulia ratu benar." ucap seorang pria saat Aleardo baru saja mendarat di depan istana yang besar tapi sedikit mencekam hawanya. Mungkin itu terjadi karena tidak ada cahaya dan warna bangunan yang didominasikan oleh warna gelap.


"Hictor aku tahu kamu hanya sedang mengalihkan pembicaraan. Aku senang akhirnya yang mulia raja kembali. Sudah banyak tugas yang harus anda selesaikan setelah ribuan tahun anda tertidur." ucap Damon yang membuat wajah pucat muncul pada Aleardo. Ana sungguh gemas melihatnya.


"Itu masalah yang bisa kita bahas lagi. kamu pasti tahu ada masalah yang dilakukan oleh wanita gila itu." ucap Aleardo yang sudah kembali dengan suaranya yang sangat tegas. Bahkan Damon sedikit gemetaran mendengar intonasi Aleardo.


"Sebaiknya yang mulia raja dan ratu bisa masuk terlebih dahulu. saya akan ceritakan semua itu di dalam istana sambil menjamu ratu yang terlihat lelah." ucap Damon yang membuat Aleardo langsung menatap wajah Ana.


Ana memang terlihat pucat dari biasanya. Mungkin ini terjadi karena di dunia ini terlalu banyak energi negatif yang saling bertabrakan dengan energi sihirnya. Hal itu membuat tubuhnya sedikit lelah. Ternyata tubuh ana tidak begitu cocok dengan dunia bawah. Entah karena belum terbiasa saja.


"Kamu kenapa tidak bilang aku kalau lelah." ucap Aleardo yang merangkul tubuhku dan mengajak ke dalam istana.


"Mungkin karena dunia ini memiliki sumber energi sihir yang bertolak belakang dengan energi sihirku Aleardo. Tapi itu mungkin hanya sementara. Setelah terbiasa tubuhku tidak akan seperti ini." ucap Ana.


"Hal ini yang aku khawatirkan tapi tenanglah hanya sebentar saja tubuhmu akan terbiasa." ucap Aleardo dengan sebuah kecupan di dahi Ana.


Sepanjang pejalan menuju sebuah ruangan yang diarahkan oleh tangan kanan Aleardo. Ana bisa melihat kalau istana ini memiliki interior yang tidak berbeda dengan dunia manusia. Dia tidak menyangka akan seperti ini.


"Hal itu karena ibuku yang menata istana ini. Setelah ini juga kamu boleh menatap istana ini sesuka hatimu." ucap Aleardo yang membuat ana langsung menggelengkan kepala.


Rasanya akan menyusahkan jika harus mengatur keseluruhan penataan istana ini. Walaupun Ana salut dengan ibunya Aleardo yang bisa membuat interior istana ini hampir sama dengan dunia manusia. Hal itu membuatnya sedikit merasa nyama di istana ini.


"Silahkan, yang mulia bisa duduk terlebih dahulu. Saya akan siapkan minuman dan beberapa kue untuk anda." ucap Damon sebelum meninggalkan Ana dan Aleardo. Tentu kesempatan itu tidak dilewatkan Aleardo untuk memeluk tubuh sang istri. Rasanya sudah lama sekali dia tidka memeluk tubuh Ana. Padahal itu baru berselang beberapa menit yang lalu.


"Sepertinya yang mulia sangat lengket dengan ratu." sindir damon yang sudah kembali dengan trolli berisi makanan yang menggugah serela Ana.


Damon langsung menata makanan dan minuman di meja. Tidak lupa menuangkan secangkir teh  pada ana. Tentu saja Ana langsung menerima tanpa ada rasa canggum. Setelah itu Damon baru saja duduk di hadapan mereka. Hanya Aleardo yang fokus sedangkan Ana hanya fokus pada makanan dan minuman yang tersaji.


"Jadi cepat ceritakan tentang wanita gila itu. Bukankah aku memintamu untuk menjaga dunia iblis ini selama aku tidur." ucap Aleardo dengan aura gelap yang mulai muncul. Tapi aura itu seketika hilang saat Ana malah menyuapkan satu sendok kue. Damon merasa diselamatkan oleh Ratunya dari amarah sang Raja.


"Sylan baru bergerak setelah xavier benar-benar telah meninggal. Aku tidak menyangka wanita licik itu mencurik beberapa iblis lemah yang berada di perbataasan kedalam sebuah benda sihir yang dibuatnya. Beberapa tahun Sylan tidak memiliki banyak pergerakan kecuali dia sering mengunjungi taman kerajaan. Aku juga tidak berniat menindak lanjuti itu karena masih belum terlihat mencurigakan. Tepatnya sehari setelah xavier meninggal, saya mendapatkan kabar bahwa ada sebuah energi hitam yang muncul di dunia manusia. Sepertinya energi hitam dari benda sihir yang dibuat oleh Sylan berikatan dengan Xavier. Ada segel kestabilan yang berikatan dengan sihir xavier, Dimana jika pemegang segel kestabilan meninggal maka benda sihir yang berisi iblis akan memberontak dan tidak stabil. Iblis yang lemah tidak memiliki kekuatan jika mereka hidup di dunia manusia. Untuk mempertahankan eksistensinya mereka harus mengambil jiwa manusia dan mengisi tubuh manusia dengan dirinya." jelas Damon yang membuat ana terdiam dari kegiatan makannya.


Perbuatan wanita bernama Sylan itu bukan hanya merugikan para manusia. Tapi dia juga merugikan kaumnya sendiri. Tentu saja iblis yang lemah itu akan kesakitan jika mereka tidak ada segel yang memberikan mereka keberaturan energi sihir hitam mereka. Dunia manusia tidak akan cocok untuk iblis yang memiliki energi sihir yang tidak stabil. Karena energi sihir bumi akan secara berkala menghancurkan sihir inti mereka. Berbeda dengan iblis seperti Aleardo maupun Xavier yang inti sihirnya stabil dan tidak dapat dipengaruhi oleh energi sihir lain. Karena konsistensi sihir yang melebihi energi sihir di bumi.


Bahkan untuk beberapa iblis setingkat xavier saja dapat membuat efek buruk pada bumi karena jumlah energi sihir dalam inti tubuhnya sangat banyak dan stabil. Berbeda dengan para iblis seperti xavier, Aleardo bisa mengendalikan jumlah energi sihir yang keluar dalam tubuh sehingga tidak akan memberikan dampak yang banyak pada dunia manusia.