
Aleardo juga merasa kalau Ana seperti orang linglung. Matanya seperti kurang fokus. Selain itu kedua naga memberikan wajah yang menunjukka kebingungan saat melihat Ana.
"Apa yang Putra mahkota itu lakukan malam-malam begini?" tanya Aleardo.
Ana terdiam saat ditanya oleh Aleardo. Sebenarnya sejak tadi dia juga memikirkan itu. Satu hal yang dia ingat hanya mereka saling melemparkan tatapan dan pria itu pergi dari kamarnya. Dia lupa akan sebelum kajadian . Ana tahu kalau dia memang sulit mengingat tapi otaknya sulit untuk digunakan saat ini. Setelah pertemuan dengan Liam itu semua terjadi.
"Aleardo, sebenarnya aku juga tidak tahu yang Liam lakukan di kediaman ayah. Satu hal yang aku ingat kita saling melempar tatapan dan aku tidak bisa mengingatnya sebelum kejadian itu. Bahkan aku merasa ada yang hilang dari ingatanku tapi aku tidak tahu apa itu." jelas Ana.
"****, dia menggunakan sihir untuk menghapus beberapa memori kamu Ana."
"Tidak mungkin Aleardo. Liam bukan orang jahat." protes Ana.
"Kamu benar- benar terkena sihir itu Ana." ucap Luxorius dengan nada yang serius.
Ana sangat jarang mendengar naga itu berkata dengan nada tegas padanya. Hal itu berarti apa yang diucapkan adalah sebuah kenyataan. Dia bingung sebenarnya apa yang terjadi padanya.
"Beberapa waktu lalu Hades datang menemui kamu." Ucap Yirlendi.
"Hades? siapa itu?" tanya Ana dengan wajah linglung.
Sekarang Aleardo dan kedua naga itu mengerti. Putra Mahkota menghapus ingatan Hades karena ingatan mengenai Hades dapat mempengaruhi padangan Ana. Dia memang pemuda yang sangat licik. Dia tidak menghapus keseluruhan ingatan Ana. Tapi dia hanya membuat Ana bingung akan sesuatu di dalam ingatannya. Kalau Aleardo tidak segera kembali mungkin Putra mahkota dapat dengan mudah memberitahukan informasi yang salah pada Ana. Tentu akan merubah pandangan Ana yang lupa akan Hades.
"Ana, Hades adalah anak Raja Millear dikehitupan kamu saat menjadi Quena. " Jelas Luxorius.
Sesaat itu Ana merasakan kepalanya sangat sakit saat mendengar penjelasan Luxorius. Dia tidak tahu apa yang terjadi. Tapi itu sangat menyiksa untuk kepalanya. Dia memegang kepalanya yang seperti di pukul dengan balok kayu. Itu sangat menyakitkan, ingatan dalam kepalanya seperti benang yang kusut.
Aleardo dan keduanya naga terkejut saat melihat Ana kesakitan setelah mendengarkan penjelasan Luxorius. Mereka sangat tahu sihir gelap itu. Aleardo langsung menggunakan sihir penyembuhnya. Walaupun itu tidak memiliki efek yang besar pada Ana.
"****, Aku benar-benar akan memusnakannya. "Ucap Luxorius yang menggeram marah melihat kondisi Ana di depannya. Ana memegang kepalanya dan terus menangis.
"Dia menggunakan sihir pada pikiran Ana untuk tidak mengingat Hades."Ucap Yirlendi.
"Kita tidak bisa membiarkan ini terus terjadi. Ana bisa menjadi orang gila kalau dibiarkan. Ingatan akan semakin bercampur dan sebagian memorinya akan hilang. Sihir yang kejam untuk menghukum seseorang." ucap Luxorius.
"ah, Aleardo ini sakit. kempala Ana seperti ingin pecah. Kenapa? Apa yang terjadi? Kenapa Ana susah untuk mengingat? Ah ini sakit sekali." rancu Ana.
"Aku mohon bantuannya Zixon." gumam Aleardo.
Aleardo menggunakan sihir hitam milik zixon untuk membersihkan inti kutukan dari kepala Ana. Kutukan itu akan mengakibatkan ingatan Ana menghilang secara bertahap. Namun saat ingatan yang hilang diingat kembali itu akan memberikan efek buruk. Penghapusan ingatan Ana akan bekerja sangat cepat.
"Tenang Ana, Kamu tidak akan merasakan sakit kembali." ucap Aleardo sebelum kesadaran Ana menghilang.
Ditempat lain seorang pemuda sedang tersenyum bahagia. Dia awalnya tidak tega menggunakan kutukan itu pada gadis yang dia sukai. Namun hanya cara itu untuk dapat memiliki Ana. Ketika seluruh ingatan Ana terhapus sempurna maka Liam akan masuk untuk mengisi dengan informasi buatannya.
"hahahha, aku tidak dapat menunggu hari kita bisa bersama dan melihat pria yang kamu cinta merasakan apa yang selalu aku rasakan disetiap kehidupanmu." ucap Putra Mahkota dengan meminum sebuah gelas berisi anggur.
Dia menatap pemandangan malam yang sangat indah seperti masa depan yang sedang menantinya. Dia tidak sabar menanti itu semua. Ana meninggalkan Aleardo untuk selama-lamanya.
Tapi Liam tidak tahu kalau Aleardo akan bangun lebih cepat dan menyelamatkan Ana dari kutukan sihirnya. Liam terlalu lengah hingga tidak menyadari kalau dia memang sudah kalah sejak awal.
Cahaya menyilaukan membuat Ana terpaksa membuka mata walaupun masih mengantuk. Dia ingat tadi malam Hades atau Liam itu datang mengunjunginya. Hampir saja dia melupakan semua itu. Beruntung Aleardo kembali.
"Tunggu Si penyihir gila sudah kembali. " gumam Ana.
Ana langsung bangun dan keluar dari kamarnya. Dia berlari menuju kamar Aleardo yang berada tepat di samping kamarnya. Tanpa mengetuk pintu, Ana langsung masuk tanpa permisi. Dia melihat Aleardo yang sedang berbaring di tempat tidur. Wajah tampannya terlihat damai. Tidak menunjukkan wajah menjebalkan yang selalu membuat Ana kesal.
"ALEARDO,HEY PENYIHIR GILA AKHIRNYA KAMU PULANG JUGA."Teriak Ana. Aleardo sedikit sebal dengan kebiasaan Ana yang suka berteriak. Beruntungnya dia menyangi Ana kalau tidak sudah sejak dulu gadis itu dia rubah menjadi katak.
"Tidak usah berteriak putri tidur, Aku berada disebalahmu. Lebih tepatnya mulutmu berada di telingaku jadia jangan berteriak. Kamu ingin aku tuli." protes Aleardo.
"heheheh, maaf. Kamu sih gak pulang 3 bulan. Ayah mana?" Tanya Ana.
"Paman masih berada di perbatasan Timur. Aku lupa tidak mengajaknya." jelas Aleardo,
"Aleardo kenapa gak ajah ayah?" Tanya Ana.
"Apakah kalian akan dalam posisi itu terus?" Tanya Luxorius yang tiba-tiba muncul. Naga dalam wujud manusia itu menatap tajam pada Aleardo, Tapi yang ditatap malah semakin membuat naga itu marah. Aleardo mengeratkan pelukannya pada Ana dan gadis itu tidak mempermasalahkannya.
"Anak nakal Lepaskan Ana." perintah Luxorius tapi tidak didengarkan oleh Aleardo. Dia menampilkan senyuman mengejek pada naga itu.
"Ana kamu tidak khawatir dengan aku kah?" pertanyaan Luxorius menjadarkan Ana. Dia melepaskan pelukannya pada Aleardo. Ana berjalan menuju Luxorius.
"Kamu baik-baik sajakan Luxorius? kemarin Hades menggunakan sihir padamu dan Yirlendi. "
"Sihir Hades membuat aku sedikit lemas Ana." ucap Luxorius sambil memeluk tubuh Ana. Naga itu mengambilkan kesempatan itu. Tentu Aleardo yang melihat, sedikit menggeram. Naga licik itu ingin dia bunuh sekarang juga.
"Sabar Aleardo, Kita kasih hukuman nanti saja." ucap Yirlendi yang tiba-tiba muncul di samping Aleardo.
Bagi Yirlendi menghukum Luxorius adalah hobinya saat ini. Kapan lagi Raja naganya memohon ampun pada Yirlendi yang merupakan bawahan naga itu. Luxorius yang bisa membaca pikiran Yirlendi langsung melemparkan tatapan tajam tapi tidak diperdulikan olehnya. Ana melepaskan pelukan Luxorius karena ada yang ingin dia bicarakan.
"Aleardo, Sebenarnya apa yang terjadi padaku? Sekarang aku ingat kembali tentang kejadian kemarin tapi Aku lupa setelah mataku saling bertatapan dengan mata Hades. Hanya sisa ingatan yang aku tahu adalah kamu, Luxorius dan Yirlendi mendatangiku sebelum aku terlelap." ucap Ana.
"Aku hanya membersihkan kutukan yang disimpan oleh Hades pada otak kecilmu itu. Bagaimana kamu bisa membiarkan saling bertatapan? " Tanya Aleardo dengan nada yang sedikit marah.
Ternyata keberadaan dua naga itu tidak menjamin keselamatan Ana. Mereka hanya menyusahkan saja. Dia sebenarnya kesal sama ketiga orang itu. Padahal mereka bisa langsung melakukan teleportasi agar terjauh dari Hades.
"Aku juga terkejut saat dia tiba-tiba berada di depanku. Dia menarik daguku untuk menatap matanya." jelas Ana.
"Kenapa kalian tidak melakukan sihir teleportasi untuk kabur dari Hades?"
Ketiga orang itu saling bertatapan. Mereka baru sadar kalau bisa kabur dari pemuda itu dengan mudah. Ketiga orang itu tertawa kecil mengingat kebodohan mereka kemarin.
"Kami lupa tentang sihir itu."
"Aku tidak aneh untuk Ana yang memang bodoh tapi kalian berdua. Apakah hanya umur kalian yang menua tapi tidak dengan otak kalian?" ucap Aleardo kesal.
"YAK." teriak Ana
"Apa?"
"Kamu masih bisa menghina otakku ini." protes Ana.
"Tapi faktanya memang otak kamu bodohkan. Kalau pintar pasti kamu akan memilih kabur saat tahu lawanmu lebih kuat." ucap Aleardo membuat Ana tidak bisa membalas kembali. Karena dia menyadari kebodohannya tadi malam.
"sudahlah, sekarang kamu bawa ayah kembali." perintah Ana.
"Sudah aku lakukan, lihatlah ke jendela." Ucap Aleardo,
Ana berlari menuju Jendela. Dia melihat Ayahnya dan para ksatria yang sudah kembali ke kediaman marques Xieben. Ana tersenyum gembira. Sudah lama dia menanti hari ini. Tiga bulan bukan waktu sebentar untuk Ana.