Female Villainess

Female Villainess
92. Akhirnya nikah



Ana kembali dirias di hari yang sama hanya waktunya yang berbeda. Setelah Hades dikalahkan oleh Aleardo dengan mudahnya. Pada akhirnya membuat Ana kesal karena acara pernikahan tadi siang hanya settingan untuk menangkap Hades. Memang Aleardo sangat menyebalkan menurut Ana. Bisa-bisa acara penting untuk Ana dijadikan jebakan buat nangkap orang lain.


Setidaknya Ana sekarang bisa bernafas lega setidaknya tidak akan ada yang mengganggu hubungannya dengan Aleardo saat ini. Walaupun Ana mengakui Hades hanya pria yang mencintai wanita begitu besar hingga rasa cintanya menjadi obsesi gila. Berita tentang putra mahkota william atau Hades yang bukan anak raja dan sudah diberikan hukuman mati sempat menggemparkan para rakyat.


Bagaimanapun putra mahkota memiliki citra yang baik tapi setelah tahu fakta sebenarnya tidak ada satu orang yang berkomentar negatif pada kerajaan. Pangeran Damian juga sangat diterima oleh masyarakat karena jasanya di perbatasan selatan dekat kerajaan ibunya lahir itu.


"Anak ayah kenapa masih cemberut saja nih? Bukannya sebentar lagi bakal menikah masa mukanya ditekuk begitu." ucap marques Xieben yang malah mendapatkan tatapan tajam dari kedua wanita berbeda usia. Siapa lagi kalau bukan Anabella dan ibunya. Marchiones tidak habis pikir dengan sang suami. Bisa-bisa dia menyetujui ide gila calon menantunya itu. Mereka memang sebelas dua belas kelakuannya.


Kadang Marchiones sampai berpikir kalau Aleardo seperti anak kandung suaminya. Sikap menyebalkan keduanya sama. Bedanya hanya satu calon menantunya sangat bucin angkut. Walaupun suaminya juga budak cinta pada istrinya. Tapi tidak seperti Aleardo yang akan mengikuti 24 jam kemanapun Ana pergi. Jika pria itu memiliki banyak pekerjaan,Ana akan dikurung di ruang yang sama dengan pria itu.


"kamu juga bisa-bisanya ikut rencana Aleardo." protes marchiones.


"hehehe, sayang jangan marah dong. Itu juga demi kebaikan Ana. Kalau tidak seperti itu pasti Ana dan Aleardo akan selalu berada di bawah bayang-bayang Pangeran William itu. Selain itu raja juga tidak keberatan untuk menghukum pangeran william." ucap marques Xieben.


"Setidaknya Aleardo memberi tahu aku sebelumnya pa." ucap Ana yang sedang dibantu mengganti gaun untuk pernikahannya malam ini. Ternyata Aleardo sudah menyiapkan gaun lain yang lebih indah dari sebelumnya. Gaun itu berwarna ungu soft seperti warna kesukaan Ana. Pria itu memang sangat tahu apapun yang disukai maupun tidak dari Anabella.


"Kalau kamu tahu terlihat tidak natural. Bisa saja pangeran william menyadarinya."ucap marques Xieben.


"Ayah dan Aleardo selalu membuat rencana tanpa berdiskusi dulu denganku." protes Ana


Ana keluar dari ruang ganti dengan gaun ungu soft yang melekat indah di tubuh Ana. Tidak lupa tatanan rambut yang digulung dengan indah dan makeup yang tidak terlalu tebal tapi sangat pas di wajah putih milik Ana.


"Kamu sangat cantik anakku." ucap marchiones yang langsung memeluk tubuh Anak gadisnya. Dia tidak menduga sudah waktunya melepaskan Anaknya pada pria lain untuk melindungi Anaknya. Rasanya baru kemarin anaknya selalu kabur dari acara para wanita bangsawan. Sekarang anaknya di depannya akan menjadi istri dari seorang pria.


"kamu benar sayang, hari ini Anak kita sangat cantik. Ayah jadi tidak rela memberikan anak gadis ayah pada pria menyebalkan itu." ucap marques Xieben yang membuat Ana dan sang ibu tertawa mendengarnya. Apakah pria tua itu tidak sadar kalau Aleardo dengannya sama-sama menyebalkan.


"Sudahlah suamiku, kita harus mengantarkan pengantin wanita ini pada pengantin pria. Kasian dia pasti sedang menunggu anak kita ini." ucap marchiones.


"Boleh tidak kita pulang saja ." canda marques Xieben dengan sebuah kedipan mengiringi. Sedangkan Ana hanya memutar mata karena sedikit sebal dengan tingkah ayahnya ini.


Ana sangat terkejut saat melihat tempat pernikahannya. Bukan di tempat yang tadi siang. Tapi acara pernikahannya dilaksanakan di taman lavender kesukaan Ana. Taman lavender di belakang kediaman Aleardo disulap menjadi tempatnya akan beikar janji pernikahan dengan anak laki-laki yang pernah dia tolong dari beberapa orang dewasa.


Ana masih tidak menyangka kalau anak kecil yang dia selamatkan adalah sang pemain antagonis dari novel itu. Setelah dia ingat tentang tokoh Aleardo, Ana malah hanya ingin berlindung dari kematian dengan menggunakan sang tokoh antagonis. Tapi sekarang dia malah akan menikah dengan orang yang tidak pernah diduganya. Jujur Ana sejak pertemuan pertama sudah terpesona dengan anak laki-laki berambut hitam legam seperti orang-orang dikehidupan dulunya. Tapi mata merah delimannya itu membuat Ana semakin terpesona dengan anak laki-laki itu. Sangat mempesona menurut Ana.


Ana tidak menduga awalnya dibalik wajah tampan yang bisa mengalihkan duniannya itu. Ada luka yang tersimpan cukup dalam.


Sekarang luka itu sudah tidak ada. Ana hanya melihat seorang pria muda tampan itu dengan sebuah senyuman manis yang sedang menatapnya. Pria itu terlihat gagah dengan setelan militernya itu. Warna hitam dengan atribut menghiasi jas itu. Ana merasa seakan sulit bernafas karena terpesona dengan pria di depannya.


Hal yang sama terjadi pada Aleardo. Saat pertama kali gadis yang dicintainya menginjakan kaki di taman ini. Dia langsung terpesona dengan kecantikan Ana. Tentu saja setiap ana terlihat cantik dengan pakaian apapun meskipun itu pakaian militer yang membuatnya terlihat berwibawa namun manis.


Namun sekarang Ana seperti berubah menjadi seorang peri cantik. Sebentar lagi akan menjadi wanita pertama dan terakhir yang akan memiliki gelar dan namanya di belakang nama gadis itu.


Aleardo tidak pernah menduga gadis yang menolongnya akan membuatnya jatuh kedalam perasaan cinta ini. Gadis nakal yang selalu membuat Aleardo khawatir karena selalu melakukan tindakan tanpa berpikir terlebih dahulu. Ternyata keberadaan Ana sudah sangat berarti saat pertemuan pertamanya. Dia berjanji tidak akan membiarkan Ana menangis selain tangisan kebahagian.


Ana dan marques sudah berada di depan Aleardo. Ana menundukkan kepalanya karena malu saat kedua mata bertemu dengan mata merah delima itu.


"Sekali lagi aku menitipkan Ana untuk kamu jaga. Semoga kamu bisa membahagiakannya. Kamu juga harus sedikit lebih sabar dengan tingkah nanti." ucap ayah Ana sebelum memberikan tangan Ana. marques xieben tersenyum setelah tangan Ana berada di Aleardo.


"Jangan menundukkan kepala Ana, Wajah cantik kamu jadi tidak terlihat." ucap Aleardo yang membuat wajah Ana memerah.


"Aleardo kamu membuatku malu." ucap Ana dengan pelan.


"Hari ini kamu benar - benar sangat cantik Ana. Terimakasih kamu sudah memilihku untuk kesekian kalinya." ucap Aleardo saat berjalan menuju tempat janji mereka.


Mereka mengucapkan janji pernikahan di depan para bangsawan,ksatria dan keluarga kerajaan. Setiap orang yang datang di acara itu ikut bahagia Mereka sedikit tahu cerita hubungan keduanya. Gadis kecil yang memiliki keahlian bepedang yang sangat indah namun menyeramkan bagi para musuh. Sedangkan prianya adalah panglima termuda dengan sihir yang sangat menakjubkan. Tidak lupa keduanya sering membuat para bangsawan maupun raja jengkel.