
Ana segera menggunakan sihir teleportasi menuju depan Ayahnya. Marques terkejut melihat anak gadisnya tiba-tiba muncul di depannya. Ana segera memeluk tubuh marques dengan erat. Dia sangat merindukan keberadaan Ayahnya selama tiga bulan. Apalagi ucapan Hades tadi malam membuatnya takut akan sesuatu buruk terjadi kedua pria yang sangat disayanginya.
"Ayah kenapa baru pulang?" tanya Ana.
"Ayah harus melaksanakan tugas di perbatasan timur. Tentu itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar dalam membersihkan sisa pemberontakan. " jelas marques pada Ana.
Tentu itu bukan cerita sebenarnya. Marques dan Aleardo sudah sepakat untuk tidak menceritakan kejadian yang sebenarnya. Walaupun ada kemungkinan Ana akan tahu tapi menurut mereka hari bukan saatnya.
"Ayah banyak hal yang terjadi selama ayah dan Aleardo tidak ada di Ibukota. " ucap Ana.
Marques Xieben sudah mengetahui semua itu. Beberapa waktu lalu pangeran Damian datang untuk memberitahukan keadaan istana pada Aleardo. Tapi sayangnya Aleardo masih tertidur. Pangeran Damian menceritakan kondisi istana selama tiga bulan ini.
"Kita bisa membicarakan ini di ruang kerja ayah. Ayo kita masuk. Lihatlah ibu kamu sudah menatap rindu pada ayah." ucap Marques yang melihat marchiones. Wanita tua itu sudah mengeluarkan air mata pada kedua matanya.
Marchiones mengetahui tentang marques yang sempat diculik. Aleardo meminta bantuan Luxorius untuk menjelaskan pada ibu Ana tapi tidak pada gadis muda itu.
"Ya ayah benar, ibunda selalu menangis karena merindukan ayah." ucap Ana yang sudah melepaskan pelukannya pada ayahnya.
Setelah itu marques Xieben berjalan menuju marchiones yang sedang menangis. Ana merasa bingung kenapa ibunya harus menangis seperti itu padahal ayahnya pernah meninggalkan mereka lebih lama dari sekarang. Tapi waktu itu ibunya tidak menangis seperti saat ini.
Ana yang masih menatap kedua orang tuanya merasa hatinya menghangat. Kehidupan sebagai meitha tidak seindah seperti hidupnya menjadi Anabella. Kedua orang tua meitha harus berpisah dan meninggalkan meitha begitu saja sejak kecil. Mereka tidak ingin mengurusnya. Meitha terpaksa harus hidup di panti asuhan. Namun dia beruntung bertemu dengan ibu panti yang baik hati dan teman-teman yang sangat ramah.
Jika benar kehidupan sebagai meitha hanya sebuah imajinasi yang dibuat Hades. Dia sedikit ingin berterima kasih walaupun dia mendapatkan orang tua yang tidak seperi ibu dan ibunda Anabella. Tapi dia menemukan ibu panti dan seorang anak laki-laki yang selalu melindunginya selama dia hidup sebagai meitha.
"Kenapa kamu melamun?" tanya Aleardo yang sudah berdiri di sampingnya dengan pakaian ksatrianya tidak seperti Ana yang masih menggunakan baju tidur. Jangan lupa rambutnya masih acak-acakan.
"Hanya merasa bersyukur aku bisa hidup dikelilingi oleh orang yang menyangiku." ucap Ana.
"Apakah kehidupan yang dibuat Hades saat kamu tertidur sangat menyakitkan?" tanya Aleardo.
Ana sudah menjelaskan semua mimpinya yang dia dapatkan di rumah Quena dan Zixon.
"Mungkin saat aku menjadi Meitha. Aku kurang beruntung mendapatkan orangtua yang tidak mencintaiku. Tapi sisanya aku menikmati kehidupan itu. Walaupun aku harus berkerja keras untuk membiayai kehidupanku sendiri. Tapi itu tidak menjadi masalah besar." jelas Ana.
"Jika kamu harus memilih antara bertahan sebagai Ana atau kembali menjadi meitha. Apa yang akan kamu pilih?" tanya Aleardo.
"Entahlah, Aku sangat menikmati menjadi meitha tapi aku hanya sendirian dikehidupan itu. Mungkin aku akan memilih bertahan dan menjaga agar orang sekitarku tidak pergi meninggalkanku sendiri." jelas Ana.
"Aku akan membuat keinginanmu tercapai Ana. Mari kita jaga kehidupan ini." ajak Aleardo sambil mengulurkan tangannya. Ana mengerti langsung memberikan tangannya pada Aleardo. Tentu dia tidak ingin kesempatan terakhirnya menjadi kehidupan sebelumnya.
"Ayo kita buat kehidupan terakhir ini menjadi yang terbaik dari kehidupan sebelumnya. Aku tidak akan membiarkan orang yang aku sayang pergi meninggalkanku kembali." ucap Ana.
"Tentu, aku tidak akan membiarkan kamu meninggalkanku sendirian kembali." ucap Aleardo yang berakhir sebuah kecupan pada tangan Ana. Tentu perlakuan Aleardo membuat Ana tersipu malu.
"Mungkin setelah semua selesai kita bisa menikah." ucap Aleardo pada Ana.
"Aleardo umur kita baru 14 tahun dan 15 tahun untuk kamu. Itu terlalu muda untuk menikah." ucap Ana.
"Tentu akan menunggu sampai kamu siap menikah denganku. Selama apapun waktu yang harus menanti itu asalkan kamu hanya menikah denganku." jelas Aleardo,
"Terserah kamu ajah." ucap Ana yang langsung masuk meninggalkan Aleardo karena tersipu malu dengan penjelasan pemuda itu. Dia selalu tidak habis pikir dengan Aleardo. Pemuda itu terkadang terlalu manis tapi juga kadang menjadi menyebalkan.
Ana, Aleardo , dan kedua naga sedang berada di ruang kerja marques Xieben. Ana ingin menceritakan kondisi istana yang terjadi saat ini. Walaupun Marques sudah tahu dari penjelasan Pangeran Damian.
"Sejak Putra mahkota naik untuk memegang kerajaan secara sementara, Ana merasakan aura yang kegelapan yang semakin melingkupi ibukota." jelas Ana.
Ana merasakan sebuah energi jahat, Bahkan Ana sesekali harus secara sembunyi-sembunyi membersihkan penyihir hitam. Jumlah mereka semakin banyak sejak 3 bulan ini. Bahkan Ana terkejut saat awal dia menemukan keberadaan mereka.
"Maksud kamu apa Ana?"
"Sebenarnya aku sering keluar dari kediaman marques secara diam-diam untuk melihat situasi ibukota. Tapi beberapa waktu lalu aku merasakan aura negatif yang sangat besar. Saat aku ikuti sumber aura itu ternyata berasal dari sebuah perkumpulan penyihir hitam di tengah kota. Tepatnya di sebuah toko penjual batu sihir."Jelas Ana.
Tentu penjelasan Ana mendapatkan tetapan tajam dari keempat pria di ruangan itu. Ana sudah mendapat larangan untuk keluar kediaman marques selama Aleardo dan ayahnya tidak ada. Tapi gadis muda itu dengan mudah menyusup keluar. Bahkan Luxorius dan Yirlendi terkejut mendengarnya. Padahal mereka selalu mengawasi keberadaan Ana. Namun mereka tidak tahu keahlian Ana dalam melepaskan auranya sesuai keinginannya. Hanya Aleardo yang tahu itu.
"Jangan menatap aku seperti itu. Sekarang kembali fokus dengan situasi ibukota yang sangat buruk. Tadi malam Hades memperingatiku tentang posisi calon ratu. Aku pikir sangat sulit untuk berdiskusi dengan putra mahkota yang sudah dikontrol oleh jiwa Hades." jelas Ana.
"Aku juga berpikir seperti itu. Kondisi Ibukota tidak dalam situasi baik sebelum kita menemukan kondisi raja saat ini. Pangeran Damian sudah menjelaskan kalau Raja tiba-tiba sakit padahal orang tua itu tidak memiliki riwayat penyakit kronis. " ucap Aleardo.yang mendapatkan tatapan tajam dari marques karena menyebut raja dengan tidak sopan.
"Ya setidaknya aku lebih suka raja tua menyebalkan itu dibandingkan putra mahkota." jelas Aleardo.
Pemuda itu tidak memperdulikan tatapan tajam dari sang marques yang sudah memanggil raja dengan umpatan.
"Sebenarnya kelahiran putra mahkota itu sangat mencurigakan." jelas marques.
"Apa maksud ayah?"
"Sebenarnya semua bangsawan berpikir itu. Kita tahu kapan putra mahkota lahir. Kita sulit mengingat tentang kelahiran putra mahkota. Kita hanya tahu kalau putra mahkota adalah anak dari wanita yang dicintai raja. Sedangkan Pangeran Damian terlahir dari seorang putri selatan." jelas Marques.
Aleardo dan Ana saling melemparkan tatapan. Sepertinya ada seorang penyihir hitam yang menggangu ingatan para bangsawan. penjelasan marques sama seperti yang dialami oleh Ana tadi malam saat terkena sihir Hades.
"Apakah Paman tahu wanita yang dicintai raja, wajah, nama dan asal?" tanya Aleardo.
"Aku sulit mengingatnya, wanita itu meninggal setelah melahirkan putra mahkota. Itu yang aku ingat mengenai mendiang ratu sebelumnya." jelas marques xieben pada Ana dan Aleardo.
"Seperti ingatan para bangsawan maupun rakyat sudah terkenal sihir para penyihir." jelas Aleardo.
"Tapi bagaimana itu bisa? seorang penyihir hitam bisa mengatuh ingatan seluruh rakyat ini dengan mudah." tanya Ana.
"Mungkin tidak harus seluruh rakyat, hanya orang-orang yang dekat dengan keluarga kerajaan saja. Terutama sang raja dan para bangsawan." jelas Aleardo. Itu hipotesis yang bisa disimpulkan tentang kelahiran putra mahkota. Kemungkinan terbesar Putra mahkota memang Hades yang menghapus ingatannya sendiri untuk menanti kelahiran Ana.