Female Villainess

Female Villainess
37.Girl of Historical_2



Flashback


Quena marah besar saat tahu semua tindakannya untuk kerajaan itu adalah untuk mewujudkan keserakahan pemimpin itu untuk memperluas kerajaannya. Dia sudah mengotori tangannya dengan darah orang-orang yang tidak bersalah. Dia merasa kecewa dan marah. Seseorang yang dianggap orang baik tapi ternyata hanya seorang iblis yang berlindung di topeng malaikat.


Quena menemui raja Hilvoni. Raja yang pernah menolongnya saat kecil dan mengajarkannya mengenai pedang dan sihir. Raja yang quena sangat agungkan selama ini sudah membuatnya menggunakan pedang dan sihir untuk membunuh rakyat yang tidak tahu apa-apa dengan ambisi raja itu.


"Saya tidak menduga selama ini anda hanya menjadikan saya pedang untuk mewujudkan ambisi gila Anda." ucap Quena yang sudah di depan Raja itu.


"Hahahhaha itu semua karena kamu bodoh. Ternyata gadis kecil yang aku selamatkan sekarang sudah sadar kalau menjadi alatku untuk mengejarkan ambisiku. Pengawal tangkap gadis itu." ucap Raja.


Raja itu lupa kalau Quena yang sekarang bukanlah gadis kecil lemah yang tidak bisa berbuat apa-apa. Quena sekarang seorang jendral dan penyihir tingkat tinggi yang bisa menghancurkan sebuah negara dengan jentrikan jarinya.


"Kamu membuat saya marah raja. Kamu harus merasakan yang mereka rasakan. Aku pastikan kerajaan ini akan binasa." ucap Quena sebelum menghilang dari kerajaan itu.


Setelah itu sebuah lingkaran sihir muncul di berbagai titik kerajaan. Secara bersamaan dari lingkaran sihir muncul ribuan pedang dan api. Kerajaan itu hancur seketikan hanya oleh seorang gadis yang pernah membantu mereka berada di posisi saat ini.


Quena berjalan menuju sebuah hutan yang sangat ditakuti oleh para manusia karena rumor mengenai keberadaan monster yang suka memangsa manusia.  Saat Quena akan memasuki hutan itu, dia mendengar suara naga. Dia mendekati suara itu dan melihat sebuah naga hitam yang sedang memberontak  karena tali sihir hitam mengikat tubuhnya. Quena yang tidak tega melihat naga hitam itu. Dia mengeluarkan pedangnya dari sarungnya dan menyerang kedua orang penyihir hitam itu.


Kematian penyihir hitam itu secara otomatis menghilangkan sihir yang mengikat tubuh naga itu. Quena langsung membantu naga itu. Dia menggunakan sihir penyembuh dan beberapa saat setelah itu dia mendengar suara yang berasal dari naga itu.


"Terima kasih pendekar yang telah menyelamatkan saya. Saya akan mengabdikan diri saya pada anda." ucap Naga hitam itu.


"Bagaimana kalau kita berteman?" tawar quena.


"Anda ingin berteman dengan seorang naga?"


"Iya, memang ada masalah kalau kita menjadi teman?" tanya Quena yang tanganya sudah mengelus kulit naga itu. Dia baru tahu kalau ada seekor naga di hutan ini.


"Tentu saja tidak, hanya saja biasa manusia menjadikan naga sebagai alat sihir."


"Aku tidak seperti manusia lain, aku berniat untuk tinggal di dalam hutan ini." ucapan Quena membuat naga hitam itu terkejut.


"Anda adalah seorang manusia tentu tidak mungkin tinggal di dalam hutan."


"Aku bisa, kamu bisa menemaniku selama aku hidup di hutan ini dan aku akan berikan pelindungan pada hutan ini dan seisinya."


"Tentu dengan senang hati dan terima kasih atas kemurahannya." ucap naga hitam itu.


"Aku belum tahu namamu? "


"Panggil saja Lixorius, raja para naga di hutan ini. "


"Nama yang bagus, kamu bisa memanggilku Quena. Sejak saat ini kita seorang teman. " Ana mengeluarkan sihir perlindung yang langsung menyelembungi seisi hutan ini. Hutan ini seakan hilang untuk orang yang tidak memahami sihir Quena. Lixorius terkejut dengan sihir yang digunakan oleh gadis manusia ini. Dia baru pertama kali melihat seorang penyihir yang bisa menggunakan Mana semenakjubkan ini. Bahkan Quena tidak sama sekali lelah.


"Penyihir yang sangat luar biasa. Tidak ada manusia yang bisa menggunakan sihir seperti ini." ucap Lixorius.


"Maafkan naga ini yang tidak menyadari kebaradaan anda ." ucap Lixorius.


"Tidak apa-apa sudah ayo kita masuk  ke dalam hutan." Lixorius menawarkan tubuhnya untuk ditumpangi untuk Quena yang tentu diterima dengan senang hati.


Flashback End.


Zixon terkejut saat tahu kalau gadis yang menyelematkannya adalah manusia abadi. Padahal gadis itu seperti anak berusia 15 tahun. Gadis yang hidup sendiri selama beribu-ribu tahun di dalam hutan.


"Jadi ikuti permintaan Quena untuk jangan mendekatinya. Dia gadis yang sangat rapuh." ucap Yirlendi.


"Maaf Yirlendi aku tidak bisa hehehe." ucap Zixon santai.


Dia sudah berniat untuk mendekati gadis bernama Quena. Karena gadis itu sudah mencuri hatinya saat menyelamatkannya 2 tahun lalu. Dia selalu ingin bertemu dan akhirnya takdir mendukung permintaanya itu.


"Hey kamu gila?"


"Ya aku gila karena sudah jatuh cinta dengan gadis bernama Quena ." ucap Zixon yang langsung melakukan teleportasi ke tempat Quena dengan mendeteksi aura gadis itu.


Dia tiba disebuah taman lavender yang berada di pinggir hutan. Zixon baru tahu kalau ada sebuah taman lavender seluas ini. Dia melihat seorang gadis yang sedang menutup mata. Wajahnya disinari oleh cahaya bulan. Zixon sangat terpesona dengan kecantikan gadis itu.


"Bisakah kamu berhenti menatapku seperti itu anak kecil." ucap Quena yang tiba-tiba membuka mata.


"Aku tidak sedang menatap kamu, aku terpesona pada pemandangan taman ini." ucap Zixon yang mencoba berdalih.


"Butuh 1000 tahun untuk seorang seperti kamu membohongiku yang sudah hidup ribuan tahun." ucap Quena yang sedang memetik bunga lavender.


"Tapi tidak butuh 1000 tahun untuk aku jatuh cinta pada seorang gadis yang telah menolongku." ucap Zixon yang sudah berjalan mendekati Quena.


"Apakah manusia zaman sekarang sangat suka merayu seorang wanita yang lebih tua?" tanya Quena yang sudah selesai memetik beberap tangkai bunga.


"Menurut aku kamu masih seperti gadis yang lebih muda beberapa tahun dariku." ucap Zixon.


"Hahha kamu lupa 2 tahun lalu kamu lebih kecil dariku." ucap Quena yang melewati Zixon.


"Kamu benar tapi sekarang aku terlihat lebih dewasa. Jadi izinkan aku untuk mendekati kamu nona. Karena pemuda ini sudah jatuh cinta pada parasmu dan kebaikan nona sejak 2 tahun lalu." ucap Zixon.


Tapi Quena meninggalkan pemuda itu begitu saja hingga tiba-tiba gadis itu berhenti. Dia membalikkan badanya dan mengeluarkan sebuah sihir. Tiba-tiba sebuah tangkai bunga lavender yang tadi dipetik Quena sudah ada ditangan Zixon.


"Aku tidak melarang kamu tapi aku tidak yakin usaha kamu akan cukup untuk mendapatkanku. Mungkin butuh 1000 tahun untuk mendapatkan hatiku." ucap Quena.


"Bahkan lebih 1000 tahun akan aku lakukan untuk mendapatkan gadis seperti nona." Ucap Zixon.


Setelah itu tubuh Quena hilang bergitu saja. Sedangkan Zixon yang masih berada di taman itu. Dia tersenyum lebar dan bahagia karena bisa mendekati gadis yang telah menolongnya.