Female Villainess

Female Villainess
119. Penyelamatan



Ana dan Naura muncul di sebuah pohon di depan rumah yang kurang layak huni. Mereka tidak bisa menemukan keberadaan Yirlendi. Ana menduga kalau Yirlendi sedang mengunakan sihir penyamar agar tidak diketahui oleh Aleardo maupun Luxorius. Tapi sihir itu tidak akan mempengaruhi Ana kalau dia sudah menggunakan sihir pembatalnya.


Saat sihir bekerja, sekarang Ana dan Naura bisa melihat Yirlendi yang dengan santainya tidur di dahan pohon. Padahal mereka sudah kelelahan mencari pria itu. Dengan sedikit sihir tubuh itu jatuh kebawah.


"Hey siapa yang melempar aku dengan batu." protes Yirlendi.


Tapi saat melihat dua wanita yang sedang melipat kedua tangannya. Sebuah cengiran muncul di wajah Yirlendi. Dia sudah bersalah karena berteriak dengan sedikit amarah menyertai tadi.


"Ana , Naura kenapa kalian ada disini?" tanya Yirlendi.


Dia terkejut dengan keberadaan dua wanita itu. segera saja Yirlendi mencari kedua anjing mereka yang yang selalu mereka itu. Tapi kedua anjing peliharaan kedua wanita itu ternyata tidak ada.


"Bagaimana kalian bisa kabur dari kedua peliharaan kalian?" ucap Yirlendi yang membuat kedua wanita tertawa mendengar panggilan untuk suami mereka oleh Yirlendi. Ana dan Naura yakin Yirlendi tidak akan berani memanggil Aleardo dan Luxorius seperti itu kalau dua pria itu ada di sini.


"Kamu tahu sihir yang aku miliki untuk menghilangkan aura. " ucap ana yang dijawab dengan anggukan.


"Dengan sihir itu membuat Aleardo dan Luxorius tidak bisa menemukan keberadaan kita. Biarkan kedua pria itu pusing mencarimu." ucap Ana yang diakhiri dengan tawa bahagia.


"Kamu gila, aku bisa dalam bahaya kalau mereka berhasil menemukanku." ucap Yirlendi yang sudah tahu sikap gila kedua pria itu kepada istri mereka.


"Sudahlah kita sudah tahu cara membuat kedua pria itu tidak berkutik bukan Ana."Ucap Naura yang dibalas dengan anggukan kepala oleh Ana.


"Kita tidak perlu khawatir pada kedua pria itu. kamu ngapai tidur di pohon ini?" tanya Ana yang sedikit menyelidiki tingkah aneh Yirlendi. Sungguh Ana sangat tahu kalau naga satu sangat anti berinteraksi dengan manusia. Karena itu Ana sedikit khawatir saat Yirlendi diungsikan di kota yang penuh dengan manusia.


"Aku hanya ingin tidur." ucap Yirlendi yang mencoba menutupi alasannya tinggal di sini.


"kamu sangat tidak pintar untuk berbohong Yirlendi." ucap Naura yang membuat pria itu mengalihkan tatapannya. Dia memang tidak bisa berbohong apalagi di depan kedua wanita itu. Ana sangat mengenal Yirlendi dan Naura sama seperti wanit itu juga.


"aku hanya sedang menagamati seseorang." ucap Yirlendi.


"Seorang wanita? kamu sudah menemukannya?" tanya Ana yang sangat antusias. Sedangkan Yirlendi hanya bisa membuang nafas dengan kasar.


"Dia bukan seorang wanita." ucap Yirlendi yang membuat kedua wanita mengenyitkan dahi mereka.


"Apa maksud kamu? kamu suka dengan pria." tanya Naura dengan wajah yang sedikit memerah. Karena dia tidak menyangka pria yang selalu di samping suami adalah pencinta sesama jenis.


"Bukan, aku tidak suka pria. Kalian bisa waras sedikit saja." ucap Yirlendi bersamaan sebuah panggilan membuat Ana dan Naura menatap tajam pada Yirlendi. Sedangkan naga itu hanya bisa menghela nafas kasar.


"Mereka pasti salah paham." gumam naga itu di dalam hatinya.


"Tuan." panggil gadis kecil yang keluar dari rumahnya. Dia memanggil Yirlendi.


"KAMU PEDOFIL." teriak kedau wanita yang tidak sadar dengan suaranya bisa saja membuat orang lain salah paham. Tapi mereka memang sudah salah paham.


"Tuan tolong orang tua saya." ucap gadis kecil yang sudah berurai air mata.


Ana yang tidak tega langsung mendekati anak kecil itu. Dia merasa anak kecil itu pasti meminta bantua hingga menangis.


"Apa yang terjadi dengan orang tuamu sayang." ucap Ana.


"Orangtuaku tiba-tiba batuk darah." ucap gadis itu yang terlihat berbeda beberapa tahun darinya.


"Kamu bisa mengantarku bertemu dengan orang tuamu." ucap Ana.


Ana duduk di lantai dan mengeluarkan sihirnya untuk mendeteksi kondisi wanita tua yang masih terlihat cantik. Padahal tubuhnya sudah sangat kecil. Ana terdiam saat tahu kondisi ibu dari anak itu.


Ana dapat mendeteksi sebuah sihir yang membuat energi hidup ibu anak ini terserap sedikit demi sedikit. Pasti berasa dari sebuah benda yang di pakai atau berada di sekitar sini. Tapi sebelum itu dirinya meminta sesuatu pada Yirlendi.


"Yirlendi gunakan telepartimu pada Aleardo. Minta dia untuk ke sini bersama pangeran damian sekarang." ucap Ana.


Dia bisa menyelamatkan ibu anak ini. Tapi sihir itu akan sedikit mempengaruhinya. Pangeran damian tidak bisa menggunakan sihir penyembuh pada ibu anak ini karena sihir yang digunakan bukan sembarangan. Setidaknya pangeran damian bisa menyembuhkan efek dari sihir itu di tubunya dengan  energi sihirnya yang berikatan dengan Ana.


Yirlendi langsung melakukan perintah Ana. Karena hal itu bukan hanya menyangkut ibu anak perempuan itu. Tapi  hal ini menyangkut dengan keselamatan Ana ketika sudah menggunakan sihirnya.


"Aleardo." panggil Yirlendi.


"Akhirnya aku bisa menghubungimu. Apakah kamu bersama ana?" tanya Yirlendi dengan nada yang sangat dingin.


"Sudah tidak ada waktu Aleardo ada hal penting. Kamu harus membawa pangeran damian ke sini. Kamu sudah bisa merasakan aura Ana bukan. " ucap Yirlendi.


"Apakah terjadi sesuatu buruk pada Ana?" tanya Aleardo terlihat suaranya lirihnya yang menandakan pria itu sedang cemas dengan kondisi sang istri.


"Itu permintaan Ana karena dia berniat menyelamatkan orang lain. Dia membutuhkan pangeran damian untuk mengembalikan kondisinya setelah penggunaan sihir." ucap Yirlendi.


:"Dasar dia selalu melakukan sesuka hati.Baiklah aku akan segera kesana. Pastikan Ana dalam pengawasanmu terus." perintah Aleardo sebelum teleparti mereka terputus.


Ana mencari benda sihir yang menyebabkan dampak itu. Tapi dia tidak tahu benda itu apa.


"Apakah sebelum ibumu sakit , dia mendapatkan sebuah barang yang selalu berada dipakai terus atau disimpan di sekitarnya." tanya Ana pada anak kecil.


"Ada, kalung ibu  yang diberikan oleh papa sebelum kami meninggalkan rumah." ucap anak kecil itu.


Segera saja Ana mengambil kalung itu tapi saat itu seperti sebuah pisau menusuknya. Tanganya berdarah saat bersentuhan dengan kalung itu. Ternyata barang itu yang membawa sihir kutukan pada ibu anak ini.


"Kalian menjauhlah, ini sangat berbahaya jika menyerang kalian." ucap Ana.


Naura segera membuat sihir perlindung untuk melindungi dirinya anak kecil itu. Tapi Yirlendi sama sekali tidak berniat menjauh. Dia akan membantu jika Ana membutuh bantuan.


"Yirlendi menjauhlah." peringatan Ana.


"Tenanglah aku bisa melindungi diriku sendiri." ucap Yirlendi yang membuat Ana hanya menghela nafas saja.


Ana mengeluarkan sihir pensucinya. Sebuah lingkaran putih muncul di atas tubuh ibu anak kecil itu. Energi hitam yang tertanam di kalung itu tertarik. Tapi seperti yang di duga oleh Ana bukan hanya energi hitam yang di tanam.


Beberapa saat setelah itu Aleardo datang bersama pangeran damian dan Luxorius.  Aleardo terkejut saat melihat tangan Ana berdarah saat dia ingin mendekat Ana memberikan peringatan menjauh.


"Menjauhlah Aleardo dan Yirlendi. sekarang juga. Kutukan ini sangat berbahaya untuk kalian yang bersumber energi hitam." ucap Ana dengan sangat tegas. Pada akhirnya kedua pria itu memilih keluar dari rumah dan Luxorius menggantikan posisi Yirlendi sebelumnya.


Ternyata di dalam energi hitam itu tertanam buah iblis yang menjadi sebuah racun untuk energi hitam. Jika keduanya digabungkan akan membuat seseorang mati secara perlahan namun menyakitkan. Dia akan sakit dulu dalam waktu yang lama baru setelah itu dia akan mati. Tapi biasanya mereka lebih memilih membunuh dirinya sendiri.


Saat Ana sedang fokus menghancurkan buah itu. Dia sadar ada orang yang menatap mereka dengan wajah kesal karena rencananya gagal. Dengan kekuatanya yang tersisa sedikit lagi. Ana mengeluarkan sihirnya untuk mengikat tubuh orang itu. Di waktu bersamaan buah iblis itu hancur. Tapi tubuh ana langsung lemah dan pingsan.


"ANA." teriak orang yang berada di dalam rumah itu. Aleardo langsu masuk ke dalam rumah itu dan melihat istrinya sedang tergeletak dengan luka di tangannya yang tidak kunjung berhenti. Saat itu Aleardo menemukan penyebab Ana hingga pingsan . Seorang wanita yang terika dengan sihir ana.