
Tidak terasa dua hari telah berlalu, persiapan pasukan maupun pasukan naga sudah selesai dalam waktu yang terbilang cepat. Pasukan yang berisi dari ksatria milik Kediaman grand duke Aleardo dan keluarga Ana. Mereka memang tidak berniat untuk memberi tahu pada kerajaan. Menurut Aleardo pasukan ksatria dari dua keluarga itu sudah cukup. Selain itu mereka juga menambah pasukan naga yang kekuatannya beberapa kali dari para ksatria biasa.
Ana pada akhirnya bisa membuka portal penghubung dunia naga yang dibuat oleh Quena. Dia tidak menyangka pembukaan portal membutuhkan tenaga yang sangat besar. Akibat terlalu banyak menggunakan energi sihir, Ana harus beristirahat seharian. Karena untuk berdiri saja dia tidak kuat.
"Aku tidak menyangka pembukaan portal akan sangat melelahkan." ucap Ana.
"Tentu saja, Quena saja dulu selama beberapa hari tertidur saat memindahkan para naga ke tempat itu." jelas Luxorius.
"Luxorius apakah kamu yakin dengan pilihanmu ini?" tanya ana.
Dia sangat tahu rasanya akan sangat menyakitkan dibandingkan dibunuh oleh orang dicintai. Melihat seseorang yang sangat kita cintai harus terbaring dengan darah saja sudah menyakitkan. Apalagi kita yang harus membunuh orang itu.
"Aku sudah tidak bisa membiarkan dia seperti itu terus menerus. " ucap Luxorius.
"Maaf Luxorius. Kalau saja waktu itu aku tidak menghancurkan kerajaan naga dan menyerangmu. Dia pasti akan selalu berada di sampingmu." ucap Ana.
Ana sudah mengingat seluruh ingatannya saat menjadi Quena atau beberapa kehidupan sebelumnya. Setelah berhubungan Aleardo semua ingatannya mengalir begitu saja. Dia merasa bersalah karena telah membuat Luxorius merasakan penderitaan selama ini.
"Sudahlah itu bukan sepenuhnya salahmu. Dia memang bersalah karena sudah berikatan dengan iblis. Walaupun Aleardo juga seorang iblis tapi Xavier dan Hector berbeda." ucap Luxorius yang membuat Ana bingung dengan maksud naganya itu.
"Apa maksudmu Luxorius? Aku tidak mengerti." ucap Ana.
"Xavier adalah iblis yang suka berikatan dengan para manusia dan penyihir untuk melakukan hal buruk di dunia ini. Berbeda dengan Hector, dia hanya bertugas menjaga dunia bawah dan tidak berniat ikut campur dengan dunia atas atau bumi. Karena sikap hades yang tenang dan tidak suka keributan, maka Hector dijadikan seorang raja iblis. Kamu tahu hades itu siapa?" tannya Luxorius.
"Siapa?" tanya Ana.
"Kamu benar-benar tidak tahu Ana? Orang itu selalu berada di sekelilingmu." ucap Luxorius.
"Hey naga tua, bisa tidak kamu tidak usah membicarakanku." protes Aleardo yang muncul dari pintu. Dia berjalan mendekati Ana yang sedang bersandar di sandaran tempat tidur. Pria itu memberikan kecupan pada dahi sang istri dan memeluk tubuh Ana.
"Hey lepaskan, Ada Luxorius. Apakah kamu tidak malu?" tanya Ana yang merasa tidak nyaman saat Aleardo bermanja padanya saat orang lain sedang bersama mereka. Sedangkan Luxorius sama sekali tidak berekspresi. Dia sudah tidak peduli dengan tingkah menyebalkan pemuda di depannya.
"Buat apa aku malu pada naga tua seperti dia." ucap Aleardo yang dengan santainya mengendus leher Ana.
"Apakah kamu tidak sadar kalau umurmu sebenarnya lebih tua dariku." protes Luxorius.
"Apa maksudmu Luxorius?" tanya Ana.
"Kamu setua itu?" tanya Ana.
"Hanya jiwaku yang tua, tubuhku masih muda sayang." ucap Aleardo yang diakhiri dengan kecupan pada pipinya Ana.
"Bukankah sebaiknya kamu menceritakan dirimu sebenarnya Aleardo." ucap Ana dengan nada dingin.
"Baiklah apa yang ingin kamu tahu sayang." ucap Aleardo yang sudah menjauh dari tubuh Ana. Sekarang dia berhadapan di depan Ana.
"Sebaiknya aku pergi. " ucap Luxorius sebelum meninggalkan ruangan itu.
"Cerita tentang kamu yang seorang raja iblis bernama Hector, dan adikmu yang bernama Xavier." ucap Ana.
"Baiklah. Sebaiknya kamu mendengarkan dengan baik-baik karena tidak ada pengulangan." ucap Aleardo yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Ana.
Berjuta tahun di masa lalu, Sebuah dunia bawah yang merupakan tempat para iblis tinggal. Mereka hidup seperti para manusia yang tinggal di dunia atas. Hanya saja beberapa iblis suka membuat ikatan dengan manusia untuk memakan jiwa manusia. Karena jiwa manusia sangat enak menurut mereka. Semua perbuatan itu tidak dipermasalahkan semasih para manusia tidak terpaksa saat membuat perjanjian.
Dunia bawah juga terdapat kerajaan untuk mengatur para iblis. Raja iblis akan hidup sangat lama hingga pasangan hidupnya mati. Raja iblis saat ini memiliki dua istri tapi hanya satu yang merupakan belahan jiwanya. Dia adalah wanita yang berasal dari dunia atas yang bernama Kaviera Chirsta. Raja iblis sangat mencintai wanita itu. Tapi sebelum bertemu dengan belahan jiwanya dia telah memiliki istri karena belum juga menemukan Kaviera dulu. Tapi istrinya itu tidak pernah membuat sang raja mencintainya. Dia hanya menjadi seorang Ratu tanpa kasih sayang dari sang suami.
Hingga beberapa tahun setelah menikah dengan Ratu Britani Yoriaksi. Raja Lubrius bertemu dengan Kaviera saat datang ke dunia atas untuk mengurus beberapa urusan dengan para kaum naga. Dia jatuh cinta pada pandang pertama dengan gadis baik berambut hitam pekat bernama Kaviera yang berteman dekat dengan para naga.
Tanpa terasa Raja Lubrius hidup lama di dunia manusia bersama Kaviera. Awalanya Kaviera tidak menduga kalau pria yang dicintainya bukanlah seorang manusia. Tapi rasa cintanya mengalahkan fakta kalau mereka berbeda. Ternyata berita tentang hubungan Raja Lubrius dan Kaviera sampai di dunia bawah. Para rakyat raja Lubrius sangat senang saat tahu pemimpin mereka bertemu dengan belahan jiwanya. Tapi berbeda dengan ratu Britani. Dia tidak bisa menerima itu, karena sejak pertemuan pertama Britani sudah jatuh cinta dengan Lubrius.
Sayangnya Ratu Britania tidak bisa pergi ke dunia atas karena hanya beberapa orang yang bisa keluar dari dunia bawah selain berbuat perjanjian dengan manusia. Ratu Britania menunggu Raja Lubrius kembali ke dunia iblis. Tapi saat waktu itu datang, Raja Lubrius datang bersama dengan Kaviera yang sudah melahirkan seorang anak laki-laki. Hal itu semakin membuat Britania tidak terima. Berbagai cara dirinya lakukan untuk membunuh Kaviera dan anaknnya tapi semua itu gagal.
Hingga akhirnya Britania menggunakan sihir pemikat pada raja walaupun awalnya hampir saja gagal. Pada akhirnya Britania dapat hamil anaknya Raja Lubrius, Tapi Raja Lubrius tidak menerima anak yang berada di tubuh Britania.
Kaviera yang merupakan wanita baik dan pengertian. Dia tidak marah saat tahu Britania istri pertama pria yang dicintainya hamil. Dia tersenyum dan memberikan selamat pada Lubrius. Tapi Lubrius semakin merasa bersalah dengan perbuatannya bersama Britania. Oleh karena itu sejak itu, Raja Lubrius tidak pernah mau lagi bertemu dengan Britania.
Selain itu Kaviera dinobatkan menjadi Ratu karena dia adalah belahan jiwa sang Raja. Britania tidak bisa menolak perintah itu. Karena di dunia iblis, belahan jiwa berada di tingkat yang paling tinggi. Britania semakin membenci keberadaan Kaviera dan anaknya yang sangat dicintai oleh raja maupun rakyat negeri iblis.
Britania melahirkan anak laki-laki dengan rambut hitam seperti miliknya dan warna mata seperti milik Lubrius. Tapi saat kelahiran anaknya, raja Lubrius tidak sama sekali melihatnya. Padahal Kaviera sudah memintanya untuk mendatangi Britania.
Kebencian Britania semakin menumpuk. Hingga akhirnya dia mendokrin anaknya untuk menghancurkan anak Kaviera dan kaviera. Saat itu anak Britania baru saja berumur 5 tahu tapi pemikiran seorang iblis seperti orang dewasa. Ana Britania yang bernama Xavier itu membenci Hector maupun ratu Kaviera. Saat umur Xaviera 7 tahun, Anak kaviera yang bernama hector harus menerima kutukan akibat sihir hitam yang dikirim oleh Britania. Setelah penggunaan sihir itu, Britania meninggal dunia.
Kutukan yang diderita Hector adalah sebagian jiwanya berada di dunia manusia. Jiwa yang tersisa pada tubuh Hector hanya seorang iblis kejam dan diktaktor. Kaviera dan Lubrius sedih melihat hal itu terjadi. Tapi mereka tidak bisa melakukan apapun hanya belahan jiwa sang anak yang bisa menyelamatkannya. Setelah beberapa tahun berlalu Kaviera mati karena umur manusia tidak lama. Tidak setelah kematian Kaviera, Raja Lubrius ikut berpulang. Sebelum itu Raja Lubrius sudah memberikan seluruh wewenang dan tahta pada anaknya dan Kaviera yang tak lain adalah Hector. Hal itu membuat Xavier malah karena merasa tidak adil,