
"Siapa sebenarnya kamu Aleardo?" tanya Raja dengan nada yang sangat tegas.
"Aku akan memberi tahu anda, Saya adalah anak dari sahabatmu. Saya adalah Aleardo North Arvin." ucapan Aleardo membuat Raja dan marques terdiam. Mereka tidak menduga anak laki-laki dari duke Arvin yang selalu disebunyikan ternyata ada di depan mereka.
*********************************************************************************************************************************
Setelah fakta Aleadro membeberkan fakta tentangnya. Dia menggunakan sihir teleportasi beberapa saat sebelum Aleardo menghilang, Ana berlari menuju tubuh pemuda itu dan ikut hilang dari ruangan itu.
Aleardo dan Ana sekarang berada di kamar pribadi di kediamannya istana barat. Aleardo langsung memeluk tubuh Ana. Ana dapat merasakan getaran pada tubuh pemuda yang selalu terlihat kuat. Dia juga tahu kalau Aleardo sedang menangis di pelukannya. Ana menggelus punggu Aleardo, Dia mencoba menenangkan Aleardo yang senang menangis.
Mungkin dia mengingat kenangan buruk itu. Anak kecil yang harusnya sedang menikmati kebahagian bersama kedua orang tuanya tapi Aleardo malah harus melihat kedua orang tuanya mati mengenaskan. Dia yang tidak pernah dikenalkan sebagai anak duke Arvin. Menjadi sebuah keburuntungan atau mala petaka untuknya. Dia dibiarkan hidup karena dikira buka anak dari duke Arvin.
Namun setelah selamat dari pembataian di rumahnya sendiri. Hidupnya tidak seindah yang dibayangkan. Ternyata hidup di luar kediaman adalah neraka sebenarnya untuk seorang Aleardo. Sekarang dia tahu alasan kedua orang tuanya tidak pernah membawanya keluar dari kediamannya. Hal itu karena fisik yang dimilikinya yang sangat dibenci oleh kerajaan ini.
"Akhirnya kamu bisa nangis juga ya penyihir gila." ucap Ana mencoba mencairkan suasana. Tapi ucapannya sama sekali tidak dijawab oleh Aleardo. Dia masih menangis dalam pelukan Ana.
Ana yang merasa kalau posisinya sangat tidak nyaman. Bagaimana tidak tubuh Aleardo yang lebih besar dan tinggi sedang memeluknya. Ana harus menopang tubuh besar Aleardo. Apalagi kondisi Ana masih sangat lemah.
Pada akhirnya dia membawa Aleardo ke salah satu sofa. Tentu saja Aleardo hanya mengikuti Ana. Dia seperti koala yang menggelayot pada pohon. Sebenarnya Ana sangat gemas dengan Aleardo saat ini.
Aleardo sangat jarang bermanja dengannya. Dia terlalu mengutamakan harga dirinya untuk bermanja dengan Ana. Tapi lihatlah saat ini Aleardo bahkan tidak ingin berpisah dengannya.
"Hey , anak nakal lepas pelukan kamu dari Ana." Teriakan Luxorius yang baru saja muncul. Tapi Aleardo sama sekali tidak memperdulikan teriakan Luxorius padahal biasanya dia dan naga itu seperci kucing dan anjing. Tidak ada hari tanpa perdebatan.
Yirlendi yang muncul di samping Luxorius. Dia menepuk pundak Luxorius dan menggelengkan kepala untuk mengganggu Aleardo saat ini. Yirlendi dapat merasakan perasaan Aleardo seperti Luxorius dengan Ana. Makanya naga itu meminta raja naga itu tidak berbuat seperti biasanya.
"Biarkanlah, Dia sedang bersedih. Kesadarannya tidak sepenuhnya ada disini. Dia sangat mudah terpancing dan itu berbahaya kalau Aleardo mengamuk. Kasihan Ana, dia masih dalam masa penyembuhan." jelas Yirlendi.
Pada akhirnya Luxorius dan Yirlendi duduk di sofa dengan Ana dan Aleardo. Tentu saja Luxorius duduk dengan wajah kesalnya. Jangan lupa tatapan tajam yang mengarah Aleardo. Tapi sayangnya empu yang ditatapnya sedang tidak tertarik berdebat dengan naga tua itu.
"Aleardo, bukankah lebih baik kamu bercerita dibandingkan seperti ini?" ucap Ana. Tapi Aleardo hanya menggelengkan kepalanya dan semakin mengeratkan pelukannya pada Ana.
"Aku hanya butuh pelukan kamu Ana/" ucap Aleardo pelan. Ana mengelus puncak kepala Aleardo dengan sangat pelan. Hal itu membuat Aleardo lama-lama merasa mengantuk. Tidak butuh waktu tubuh besar yang berada di pelukan Anapun terlelap. Tapi Tangannya masih melingkar erat di pinggang kecil Ana.
"Ah kamu kalau seperti ini membuatku gemas sekali." gumam Ana yang tidak dapa di dengar oleh yirlendi maupun Luxorius.
Saat tengah malam, Aleardo baru terbangun dari tidurnya. Tentu saja Ana masih terlelap bahkan pelukannya lebih erat dari Aleardo sebelumnya. Ana menyandarkan kepalanya pada dada Aleardo. Sepertinya Ana menganggap Aleardo guling atau boneka besarnya.
Sedangkan Aleardo yang melihat Ana tentu membuat senyuman di wajahnya. Dia bahkan sudah lupa kalau siang tadi dia menangis seharian karena mengingat kenangan buruk yang terjadi padanya sebelum bertemu dengan Ana.
Aleardo melepaskan pelukannya secara perlahan walaupun Ana sempat tidak ingin melepaskannya. Dia membawa tubuh kecil ana ke tempat tidur. Dia baringkan dan selimuti tubuh itu. Aleardo terdiam sambil menatap wajah Ana yang sangat tenang saat tidur tidak seperti kalau gadis itu bangun dari tidurnya.
"Terima kasih kamu selalu ada di sampingku. Kamu adalah hadiah terbaik yang pernah aku dapatkan. Keberadaan kamu bisa menghilangkan kenangan buruk yang pernah aku alami sebelumnya. Putri tidur milik Aleardo semoga kita bisa selalu seperti ini." ucap Aleardo dengan diakhiri sebuah kecupan di dahi Ana.
Setelah itu Aleardo keluar dari kamarnya dan berpindah ke kamar samping. Dia tidak mungkin tidur di samping Ana karena gadis itu akan sangat marah saat bangun nanti.
Saat Aleardo masuk kedalam ruangan itu terdapat yirlendi yang sedang menyandarkan badannya di dekat jendela. Dia menghadap Aleardo yang baru saja masuk ke ruangan itu. Sedangkan Luxorius tertidur di sebuah sofa, Dia memang tidak ada bedannya dengan majikannya.
"Aku baru tahu kamu akan secengeng itu Aleardo. " ejek Yirlendi.
"Diamlah,aku lelah ingin tidur." ucap Aleardo yang berjalan menjuga tempat tidur,
"Aku tahu fakta sebenarnya yang terjadi keluarga kamu Aleardo." ucapan Yirlendi membuat Aleardo berhenti berjalan menuju tempat tidur. Dia menatap tajam pada naga yang membuat kontraknya itu.
"Keluarga kamu adalah korban dari duke Fression dan ibu pangeran william." ucap Yirlendi.
Aleardo tiba-tiba sudah muncul di depan yirlendi dan menarik kerah baju naga itu. Tapi Yirlendi sama sekali tidak takut akan perbuatan Aleardo. Bisa dikatakan keduanya memiliki karakter dan sifat yang sama. Terlihat tenang namun sangat berbahaya.
"Aleardo aku sudah menganggap kamu sebagai anakku sendiri. Jadi dengarkan wejanganku ini. Jangan pernah kamu berniat membalas dendam karena itu tidak akan membuat keluarga kamu kembali." ucap Yirlendi.
"Apa maksud kamu Yirlendi?" tanya Aleardo, terlihat wajahnya yang sedang marah saat ini. Padahal beberapa waktu lalu mood sudah kembali baik karena Ana. Tapi lihat sekarang hanya dipancing sedikit saja Aleardo langsung meluap-luap.
"Kehidupan sebelum ini, kamu membalaskan dendam keluarga kamu dengan menghancurkan kerajaan tapi tindakan kamu malah membuat kamu mati dengan sia-sia. Jadi hapuslah niat kamu untuk memberikan mereka hukuman. Bukankah kamu ingin hidup bahagia dengan Ana. Jadi fokus saja untuk bahagia bersama Ana ." ucap Yirlendi.
Aleardo melepaskan cengkraman dari kerah baju Yirlendi. Dia baru sadar akan niat buruk yang melintas di otaknya. Bohong kalau dia sudah memaafkan mereka. Dia masih ingin mereka merasakan apa yang selama ini Aleardo rasakan. Tapi ucapan Yirlendi menyadarkannya. Bahwa buat apa dia mengungkit kenangan buruk di masalalu yang sudah tidak bisa diubah. Bukankah lebih baik dia menjaga orang-orang pentingnya yang masih ada untuknya saat ini. Harusnya Aleardo memikirkan tentang cara membuat Ana bahagia bukan berencana membalas dendam. yang mungkin membuat gadis itu sedih nantinya.
"Sebaiknya kamu tenangkan diri kamu. Jangan mudah terpancing lagi Aleardo. Aku tahu melebihi orang lain. Seorang naga dapat merasakan apa yang majikannya rasakan. Jadi kembali seperti beberapa waktu yang lalu. Aleardo yang sekarang adalah pria dengan gelar bangsawaan Archduke dan ingin melindungi gadis yang dicintainya." ucap Yirlendi.
Setelah itu dia berjalan menjauhi Aleardo. Dia merebahkan tubuhnya seperti Luxorius. Aleardo menatap langit malam ini. Dia hampir lupa dengan tujuannya hidup saat ini. Sekarang dia sudah lebih tenang seperti yang diucapkan Yirlendi kalau dia harus lebih tenang dan tidak mudah terpancing.