
Ana dan Liam sudah didepan kamar pribadi yang mulia raja walaupun awalnya mereka sempat dihalangi oleh ksatria yang berjaga di depan istana pribadi raja. Karena Ana yang bukan anggota kerajaan dan orang yang diizinkan masuk untuk melihat kondiisi raja. Tapi setelah Liam menjelaskan pada ksatria tersebut. Dia diizinkan untuk ikut masuk. Sebenarnya dia sedikit curiga dengan para ksatria yang berjaga di dalam istana ini. Mereka semua berasal dari pasukan pribadi putra mahkota. Padahal selama ini raja menggunakan ksatria dari keluarganya. Hubungan ayahnya dengan raja sangat dekat. Karena mereka sering turun ke medan perang bersama saat raja masih berstatus putra mahkota.
Tapi sekarang ksatria yang berjaga di istana ini tidak ada satupun berasal dari pasukan ayahnya yang sudah diberikan kepercayaan untuk melindungi keluarga kerajaan. Walaupun Ana sadar, Liam melakukan ini agar marques Xieben tidak mengetahui sesuatu hal terjadi pada sang raja. Kebenaran kondisi raja berada di balik pintu di depan Ana.
"Ana, Raja dalam keadaan tertidur jadi kamu tidak bisa berharap lebih mengenai kondisi raja saat ini." peringatan Liam.
Liam tidak tahu kalau Ana hanya memanfaatkannya saat ini untuk menyelamatkan Raja. Dia memang tidak akan langsung membuat raja tersadar karena itu akan membuat Putra mahkota curiga. Dia hanya mengalirkan sihir suci yang dimilikinya yang berfungsi membersihkan kutukan atau sihir hitam yang melekat di tubuh Raja.
Ana melihat tubuh kokoh yang selalu lihat di kursi tahtahnya sekarang sedang terbaring dengan mata tertutup. Dia seperti menikmati tidur panjangnya. Dia mengingat kondisi ini terjadi pada dirinya beberapa waktu lalu. Ana tahu itu dari cerita Aleardo.
Ana berjalan sedikit mendekat dari raja. Dia merasakan aura dari sihir hitam yang tertinggal di sekitar tubuh raja. Seperti dugaan Aleardo raja tidak sakit. Dia hanya dalam keadaan tertidur saja. Selain itu aura mana yang berasal dari raja melindunginya dari sihir hitam itu yang bersifat merusak untuk siapapun terkenal sihirnya. Kalau sihir itu mengenai orang biasa maka tidak membutuhkan waktu lama untuk orang itu benar-benar tidur untuk selamanya. Tapi mana putih yang dimiliki setiap kuturan asli kerajaan ini tentu akan melindunginya. Dia menjetrikan jarinya yang berada di belakang punggungnya. Sebuah lingkaran sihir yang hanya bisa dilihat olehnya dan pangeran damian. Itu adalah kelebihan untuk mereka yang memiliki mana jenis Ana.
Liam tidak menyadari kalau Ana sudah melakukan sesuatu pada raja. Ana hanya menunjukkan wajah sedih untuk menunjang aktingnya di depan Putra mahkota Liam. Liam mendekati tubuh ana dan tubuh gadis itu kedalam pelukannya untuk menenangkan Ana yang bersedih. Sebenarnya Ana tidak nyaman dengan posisi seperti itu. Selain itu dia merasakan hawa tidak mengenakkan. Seperti ada yang sedang mengawasinya saat ini.
' aku mohon Aleardo tidak melihatku saat ini atau hidupku akan berakhir.' ucap ana dalam hati.
Sedangkan di tempat lagi Aleardo dan kedua naga sudah menatap dengan aura yang tidak mengenakan. Bahkan marques yang notabennya ayah Ana tidak marah seperti mereka. Bahkan marques merasa kalau pilihannya melempar Ana untuk menyelamatkan raja adalah salah. Apalagi melihat tatapan Aleardo yang menyeramkan dan uara hitam yang mulai keluar.
"Sialan itu berani memeluk tubuh Ana." ucap Aleardo.
"Ternyata dia lebih menyebalkan dari anak nakal ini." ucap Luxorius yang tidak kalah tajam.
"Apakah kita kirimkan sihir untuk membunuh putra mahkota sialan itu. Bahkan aku saja tidak pernah bisa memeluk tubuh nona Ana." ucap Yirlendi yang dihadiahi tatapan tajam dari Aleardo dan Luxorius. Tapi beberapa saat lalu mereka kembali fokus ke sihir yang menampilkan Ana dan Liam berpelukan.
Ana mencoba melepaskan pelukan Liam. Dia merasa tidak nyaman dengan perlakuan pemuda di depannya. Rasanya berbeda dengan Aleardo yang selalu membuatnya nyaman dan aman. Tapi saat bersama Liam merasakan sesuatu yang membuatnya tidak nyaman. Selain badannya seperti menolak sentuhan itu. Dia merasa kepalanya seperti memberat dan pusing.
Dia tidak tahu kenapa setiap berdekatan dengan liam selalu merasakan seperti itu. Padahal saat ini dia tidak menatap mata ungu milik hades itu. Mata putra mahkota sekarang berwarna biru laut. Dia juga tidak tahu bagaimana dia merubah warna matanya. Ana menduga dalam tubuh putra mahkota terdapat dua jiwa yang saling bertabrak terkadang. Karena itu kedua jiwa itu bisa dibedakan dengan warna iris matanya. Berbeda dengan jiwa aleardo dan jiwa Zixon yang menyatu dan tidak saling bertabrakan.
Ana berpikir seperti itu karena dia merasakan perbedaan jenis mana dalam tubuh Liam saat dia dipeluk. Dia bisa merasakan mana yang dimiliki oleh setiap keturunana kerajaan morque. Tapi ada mana lain yang seperti dimiliki oleh Aleardo tapi tidak berarturan.
"Liam sepertinya aku ingin kembali. Aku merasa tubuhku tidak nyaman." ucap Ana. Dia memang sengaja tidak membicarakan mengenai tawaran menjadi calon raja. Selain itu sudah jelas jawabannya adalah tidak. Jadi buat apa dia harus berbohong sekarang.
Ana bersyukur kondisi badannya bisa menjadi alasannya untuk kabur dari pembicaraan itu. Tentu saja Liam menunjukkan wajah ketidak sukaan karena Ana ingin kembali sebelum melaksanakan niatanya datang ke sini.
"Mungkin lain kali ketika raja sudah sadar, Aku merasa badanku kurang enak dan perasaanku dalam tidak baik saat melihat kondisi yang mulia raja." ucap Ana.
Liam yang menatap wajah ana pucat. Tidak seperti beberapa waktu lalu. Terlihat Ana memaksakan tubuhnya untuk bertahan. Dia juga melihat keringat yang membanjiri tubuh Ana. Pada akhirnya Liam luruh dengan permintaan Ana.
"Baiklah, ayo kembali." ucap Liam.
Sebenarnya Ana ingin menggunakan sihir teleportasi untuk bertemu dengan pangeran damian. Karena dia merasakan mananya banyak terkuras saat menggunakan sihir pada raja dan berdekat dengan Liam. Ternyata bersentuhan dengan putra mahkota berdampak pada tubuhnya.
"Putra mahkota, saya tidak bisa melanjutkan acara minum teh yang sudah direncanakan sebelumnya. Badan saya sepertinya dalam keadaan kurang baik." ucap Ana yang membuat wajah Liam khawatir. Sekarang dia sadar kalau di depannya adalah Liam yang sebenarnya.
"Aku akan mengantarmu Ana." ucap Liam.
"Maaf saya menolak tawaran anda, Tapi saya tahu anda memiliki banyak pekerjaan yang harus diurus. Jadi izinkan Ana untuk undur diri." Ucap Ana dengan nada formal.
"Baiklah dan kenapa kamu berbicara formal denganku. Beberapa waktu lalu sepertinya kamu tidak berbicara dengan formal." ucap Liam.
"hahahaha, aku baru sadar liam. Mungkin karena kita berada di istana raja jadi aku merasa tidak nyaman bila ada yang mendengar pembicaraan kita. Kalau begitu aku permisi Liam" ucap Ana yang berjalan menjauhi Liam.
"kenapa kamu melepaskanya." suara yang berasal dari sosok lain di dalam tubuh Liam.
"Aku tidak akan membiarkan kamu mengambil tubuh kembali." ucap Liam yang setelah itu kembali menuju ruang kerjanya.
Ana langsung menggunakan sihir teleportasi menuju ruangan pribadi Pangeran Damian dengan sisa terakhir mananya. Saat dia sampai keruangan itu sudah ada Aleardo dan yang lain. Aleardo berjalan mendekati tubuh Ana yang terduduk. Karena tubuhnya sudah tidak memiliki tenaga. Namun Ana melarang Aleardo mendekat.
"Jangan mendekat. uhk-uhk." Ana memuntah darah berwarna hitam dari mulutnya. Mereka semua terkejut melihat kondisi ana. Gadis itu mengeluarkan darah hitam sangat banyak. Terlihat wajah kesakitan dari Ana saat mengeluarkan darah itu. Air mata juga meluncur dari iris hijau kelabu. Aleardo tetap mendekati tubuh Ana. Dia mengangkut tubuh Ana ke tempat tidur pangeran Damian. Darah Ana mengotori tempat tidur.
"Sebenarnya apa yang terjadi pada Ana? Tadi dia terlihat baik-baik saja." ucap Aleardo.
Pangeran Damian mendekati tubuh Ana dan mengeluarkan lingkaran sihir untuk mengalirkan mananya pada Ana. Dia sadar kalau gadis yang sedang terbaring sudah menggunakan mana terlalu banyak. Menggunakan sihir teleportasi saat mananya dalam kritis itu sangat berbahaya untuk seorang penyihir.
"Ana terlalu banyak menggunakan mananya. Selain itu dia menggunakan sihir suci untuk membersihkan sihir hitam dan kutukan dalam tubuh raja. Sihir itu akan mengalirkan sihir hitam pada penyihir yang menggunakan. Tapi setelah memuntahkan darah itu. Ana akan baik-baik saja. Dia hanya menjadi media pengganti saja." Jelas Pangera Damian.