Female Villainess

Female Villainess
49.Wajah Hades Sebenarnya



Waktu berjalan sangat cepat, Aleardo dan marques xieben sudah berada di perbatasan timur selama 3 bulan. Mereka belum kembali tugas pembersihan para pemberontak. Ana pikir dengan ke pergian Alerdo ke timur akan mempercepat tugas ayahnya. Selama tiga bulan juga ana berpura-pura sakit agar tidak dapat panggilan sebagai calon ratu. Dia juga diberhentikan tugas sementara karena sakit yang dideritanya.


Ana menghabiskan 3 bulan dengan berdiam di kamar atau sesekali pergi ke hutan Quena dengan Luxorius dan Yirlendi. Hanya tempat itu yang aman untuk Ana. Karena hutan Quena tidak bisa dimasukki oleh sembarang orang. Hanya beberapa orang tahu kalau dia berbohong kepada kerajaannya. Mereka hanya pangeran damian dan Raindhen. Bahkan kedua orang itu sering berkunjung dengan alasan menjenguknya. Padahal mereka datang untuk memberikan informasi mengenai keadaan kerajaan.


Selama tiga bulan banyak kejadian yang terjadi dari raja mengalami sakit keras. Hal itu menyebabkan segala wewenang kerajaan dipegang oleh putra mahkota William. Pangeran Damian dalam kondisi terjepit saat putra mahkota mendapat kekuasaan untuk mengatur kerajaan ini.


Selain itu juga beberapa kali putra mahkota berkunjung ke kediamannya namun dia selalu beralasan sehingga selalu gagal bertemu. Dia merasa tidak nyaman dengan aura dari putra mahkota. Auranya tidak sama dengan beberapa bulan lalu.


Sekarang Ana sedang menatap beberapa ksatria yang belatih di lapangan milik keluarga marques. Keluarga marques tentu memiliki pasukan pribadi. Pasukan marques memiliki jumlah terbanyak dibanding bangsawan lainnya. Dia sangat rindu melakukan yang sedang dilakukan para ksatria.


"Sepertinya kamu selalu menghindariku." ucap seorang pemuda yang tiba-tiba muncul di belakang Ana.


Pemuda itu menggunakan tudung yang menutup wajahnya. Tapi Ana sudah merasakan aura yang sangat dai tidak sukai. Aura yang penuh kegelapan mengelumbungi pemuda itu. Aura itu seperti pemuda yang dia temui tiga bulan lalu.


"Pasti kamu bertanya-tanya bagaimana aku bisa berada di depan kamu bukan Ana atau Quena." ucap pemuda yang berjalan mendekati Ana.


Namun kedua naganya langsung muncul menghadang di depan Ana. Keduanya menggunakan tubuh naga yang cukup besar. Terlihat wajah ketidak sukaan pada pemuda itu. Pemuda itu tertawa melihat kemunculan kedua naga itu.


"Selalu saja ada yang menghalangi aku mendekati wanita yang aku cintai." ucap pemuda itu.


"Hades. berhentilah." ucap Ana.


Ana mengeluarkan sihir perlindung dan sihir pemurni aura. Namun semua itu dengan mudah hilang dengan jetrikan tangan pemuda itu. Ana merasa tertekan dengan aura kegelapan yang dimiliki oleh pemuda di depannya.


"Hahahha akhirnya kamu memanggil namaku selama beberapa kali kehidupan kita. Kenapa kamu selalu memilih pria yang membuat kamu mati? Harusnya kamu memilih aku, pria yang akan selalu melindungi kamu." ucap Pemuda itu.


"Aku tidak akan bisa mencintai orang seperti kamu. Manusia yang terlalu serakah akan dunia ini dan menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginanmu." ucap Ana dengan nada tegasnya.


"Aku lakukan itu semua agar mendapatkanmu. Aku membuatmu selalu terlahir kembali untuk jatuh ke tanganku tapi sialnya pria itu ikut terlahir denganmu. Aku tidak terima semua ini.  Hanya aku yang berkorban untuk kamu tapi akhirnya dia yang mendapatkan cintamu." Ucap Hades dengan nada yang menggebu-gebu. Dia marah pada takdirnya yang tidak pernah bersama dengan Ana .


Hades melakukan ritual pembangkitan jiwa Quena agar bisa masuk ke salah satu manusia. Tapi setelah usahanya itu jiwa zixon selalu terbangun di pria yang dicintai oleh tubuh manusia Quena. Mereka seperti ditakdirkan selalu bersama dan tidak terpisahkan. Karena jika satu saja mati makan pasanganya satunya lagi akan berakhir sama.


"Aku tidak pernah meminta kamu untuk melahirkan aku lagi. Kamu membuatku selalu tersiksa disetiap kehidupanku. Aku selalu harus melihat pria yang aku sayangi berakhir dengan kutukan itu dan kami selalu berpisah. Semua itu karena kamu." ucap Ana.


Ana menggunakan sihirnya untuk membuka tudung Hades. Dia terkejut saat melihat wajah hades. Pemuda yang sangat dia kenali. Wajah itu sama seperti putra mahkota.


"Kamu pasti terkejut bukan? Pemilik tubuh ini sangat mencintai kamu Ana tapi nasibnya sama seperti aku dulu. Kamu tidak memperdulikan perasaan dia. Hal itu menyebabkan jiwa hades bangun di tubuh ini. Tapi aku terima kasih padanya karena sekarang aku bisa mengikatmu menjadi ratu kerajaan ini. Kalau kamu tidak mau mungkin sedikit menggunakan ancaman. Kamu bisa aku miliki benarkan?" ucap Putra Mahkota William. Dia berjalan mendekati Ana. Kedua naga sudah menggunakan sihirnya tapi tidak mempengaruhi putra mahkota. Bahkan dengan mudah kedua naga itu menghilang di depannya.


"Kamu kemanakan kedua nagaku?" tanya Ana yang sudah mengeluarkan pedang putihnya. Pedang itu mengeluarkan sihir pensuci aura namun itu tidak berpengaruh pada putra mahkota. Mereka sudah dalam jarak yang sangat dekat. Tiba-tiba tubuh Ana seperti kaku dan tidak bisa digerakkan. Bahkan dia merasa sihirnya lambat laun menghilang dari tubuhnya.


"Aku hanya mengembalikan mereka ke tempatnya saja. Mungkin mereka tidak bisa kembali ke sini untuk waktu yang lama. Kamu harus tahu Ana perintahku pada ayahmu adalah caraku untuk menghilangkan pria yang kamu cintai untuk selamanya. Mungkin dia sudah mati karena itu dia tidak kembali menemui." ucap pangeran mahkota yang menyentuh dagu Ana. Sekarang keduanya saling menatap. Ana baru sadar kalau dia tidak menemukan warna mata putra mahkota yang dulu. Sekarang warna mata itu berubah menjadi ungu gelap. Dia merasakan tubuhnya menjadi sangat berat. Dia tidak bisa berpikir apa-apa saat menatap mata Putra mahkota William. Pikiran serasa kosong. Setelah beberapa saat berlalu, Ana kembali merasakan badan tidak berat sebelumnya.


"Liam kenapa kamu di sini?" ucap Ana.


Ana lupa akan yang terjadi beberapa saat menatap mata Putra mahkota beberapa waktu lalu. Bahkan dia merasakan sesuatu yang dia lupakan. Dia tidak mengerti dengan otaknya.


"Aku hanya ingin menjenguk kamu saja Ana." ucap putra mahkota lembut. Dia mengelus surai rambut putih Ana dengan lembut.


"Memang apa yang terjadi padaku Liam?" tanya Ana.


"Kamu sakit Ana, jadi sekarang kamu berbaringlah." ucap Putra mahkota sambil menuntun tubuh Ana menuju kamar Ana.


"Terima kasih Liam. Aku juga merasa tubuhku tidak enak badan."


"Ya sudah kamu tidur saja, sampai jumpa besok. Kamu akan kembali bertugas bukan?"


"Tentu saja Liam kan itu tugas aku menjadi ksatri." ucap Ana dengan semangat.


"Ya sudah aku kembali ke istana dulu." ucap Putra mahkota.


"Hati-hati Liam."


"Cepat sembuh Ana." ucap Liam setelah pergi meninggalkan kamar Ana.