
Ana merasakan sesuatu menembus tubuhnya. Dia melihat sebuah tombak menembus perutnya. Rasanya ini bukan kejadian pertama kali dalam hidupnya. Dia mendengar teriakan Aleardo yang ada di depannya. Pria itu berlari mendekatinnya. Tapi ana melihat sebuah penghalang tak tembus pandang.Hanya Ana yang bisa melihatnya.
“kamu dapat melihat itu? Saat pria yang kamu cintai melewatinya, Dia akan mendapatkan serangan seribu pedang yang tidak bisa dia hindari. Hahhahaha. Terima kasih kamu sudah mengingatkan masa laluku Ana. Sekarang aku dapat membunuh raja yang telah merenggut damon dan kekasihku.” Ucap Syla yang berada di belakang Ana.
Syla menalik belatih dari badan Ana dan kembali menusuknya pada luka yang sama. Ana ingin menangis saat merasakan sakit dari tombok yang seperti menyebarkan sesuatu pada tubuhnya.
“hoeuk.” Ana memuntahkan darah hitam. Sekarang dia mengerti kalau tombok itu mengandung racun.
Ana menatap Aleardo yang sebentar lagi mendekati sihir yang dibuat oleh Syla. Dia menggelengkan kepalannya berharap pria itu sadar kalau dia tidak harus mendekatinya. Dengan energi sihir yang tersisa, Ana menahan tubuh Aleardo menggunakan sulur yang tumbuh dari bawah tanah Aleardo.
“Ana kenapa kamu melakukan ini. Lepaskan.” Ucap Aleardo bersamaan perlahan tubuhnya seperti tertarik ke dalam sulur. Dia sudah menggunakan seluruh sihirnya tapi semua itu tidak berguna.
Seperti tubuh Aleardo yang perlahan menghilang dari ruang itu. Tubuh damon yang sudah tidak sadarkan diriku juga ikut ditelan oleh sulur yang dibuat oleh Ana.
“Ana apa yang kamu lakukan.” Teriak Aleardo bersamaan tubuhnya menghilang bersamaan sulur akar tanaman.
“apa yang kamu rencanakan penyihir suci. Bukankah kamu hanya menunggu ajalmu saja.” Ucap Syla yang masih dalam posisi awal.
“Tentu saja mengakhiri semua bencana ini Syla. Aku sudah menduga akan datang orang yang berniat membunuhku. Hanya untuk keegoisnya dan mengorbankan orang-orang tidak bersalah.” Ucap Ana lirih.
Dia sudah merasakan kesakitan akibat racun yang dialirkan oleh Syla. Rasanya jatungnya seperti sedang diremas. Tubuhnya mulai melemas tapi dia mencoba untuk bertahan. Banyak orang yang mengandalkannya. Sudah tugasnya untuk mengakhiri dunia yang terus berulang.
“Kamu pikir bisa membunuhku dengan sisa sihirmu. Jangan bodoh. Kamu saja bisa merasakan kalau tubuhmu tidak akan bisa bertahan lama Ana.” Ucap Syla sinis.
Dia mencabut tombak yang menusuk badan Ana. Saat itu tubuh Ana langsung ambruk karena dia sudah tidak mempunyai tenaga untuk menopang tubuhnya. Sihirnya sudah hampir habis tapi bukan berarti dia akan kalah dari Syla.
“Kamu ingat kalau kematianku bisa membuat dunia mengalami penulisan ulang.Tapi bukan itu sebenarnya sihir yang dimiliki olehku. Aku bisa menggunakan seluruh energi sihir untuk mempertahankan dunia. Jika aku menginginkannya dan sekarang akan lakukan itu dengan membunuh kamu Syla. Kamu yang menggunakan aku untuk melakukan penulisan ulang. Sekarang aku menggunakanmu untuk mempertahankan dunia ini.” Ucap Ana bersamaan seluruh ruang yang dibuat Syla tiba-tiba pecah seperti kaca.
Syla terkejut dengan yang terjadi pada ruang yang dibuatnya. Dia menatap tajam pada Ana. Tapi dia sekarang merasa menyesal karena telah masuk ke dalam rencana Ana selama ini.
“Kamu memang tidak menyadari kalau aku sudah membuat ilusi di dalam ilusi yang kamu buat. Kamu memang melukaiku tapi hal yang bodoh adalah aku juga bisa membuat ilusi pada tubuhku.” Ucap Ana yang sekarang sudah bisa berdiri seperti semula. Luka yang didapatkannya seperti tidak pernah dia dapatkan.
Tapi Syla terkejut saat merasakan rasa sakit pada tubuhnya. Saat itu dia sadar kalau Ana memindahkan lukanya pada tubuhnya menggunakan sihirnya. Ana tersenyum pada Syla.
Syala tidak marah tapi dia tersenyum. Dia sadar kalau Ana tidak bermaksud untuk menyelematkan dirinya. Ana sedang mengorbankannya untuk mati bersama syla saat ini di dalam ruang ilusi Ana.
“hahahhaha ternyata kamu akan mati denganku jika melakukan ini.”
Bermunculan tato hitam pada sekujur tubuh Ana. Syla tersenyum melihat hal itu terjadi. Sebuah kutukan yang diberikannya ternyata masih tertanam pada tubuh Ana.
“hahahhaha ternyata kamu tidak bisa memindahkan kutukanku Ana. Hidupmu berakhir sebelum kamu membunuhku.” Ucap Syla dengan tawa yang menggelegar di tempat itu.
“Aku memang tidak memiliki kesempatan untuk selamat tapi aku bisa membunuhmu bersamaku Syla.” Ucap ana bersamaan sebuah sihir yang muncul pada tubuh Ana sendiri.
Lingkaran sihir yang sangat terang membuat Syla silau melihatnya. Perlahan-lahan seluruh ruang yang telah hancur terserap sihir Ana. Perlahan Ana merasakan tubuhnya semakin melemah. Dia sudah berada di berada di batas akhir. Energi sihirnya sudah tidak tersisa. Sekarang yang harus dia lakukan mengambil seluruh sihir Syla.
“Kamu berniat menyerap sihirku wanita bodoh. Aku dengan senang hati memberikannya karena aku masih bisa hidup.” Tapi ucapan Syla berhenti saat pedang Ana mengarah pada dada kirinya.
“Sialan kamu Ana.”
“Sudah aku katakan akan membunuhmukan. Aku mengambil seluruh sihirmu agar tidak ada lagi agar kamu tidak terlahir dengan sihir ruang. Kamu akan terlahir menjadi iblis biasa seperti yang kamu inginkan bukan.” Ucap Ana yang saat itu tersenyum pada Syla.
Wanita itu terkejut mendengar ucapan Ana. Dia tidak menduga kalau wanita yang selama ini dibencinya malah mengorbankan dirinya untuk menanggung bebannya selama beberapa kali kehidupan. Ana mengorbankan tubuhnya mengambil sihir yang malah merusak inti sihirnya sendiri.
“Kamu akan merusak inti sihirmu. Kamu akan menjadi orang yang tidak bisa berbuat apapun. Mungkin untuk hidup saja adalah sebuah mimpi. Kamu gila.” Ucap Syla.
“Aku hanya tidak ingin orang yang tersayangku kehilangan kebahagiannya.”
“Kamu bodoh, Aleardo pria itu akan kehilangan kamu. Dia yang akan menderita atas kepergian kamu.” Ucap Syla.
“ah kamu benar juga. Mungkin saat ini dia akan marah saat mengetahui pilihan egoisku.” Ucap Ana yang tersenyum cerah mengingat sang suami.
Rasanya dia baru saja merasakan dapat hidup bahagia dengan Aleardo. Mulai menata masa depan bersama tapi untuk kesekian kalinya dia yang harus menjadi luka untuk pria itu. Tanpa sadar Ana menangis mengingat dia harus berpisah dengan pria menyebalkan itu.
“kamu sekarang baru menyadarinya.” Ucap Syla yang tidak habis pikir dengan wanita di depannya.
Syla sangat tahu kalau Ana selalu mengorbankan hidupnya untuk Aleardo. Hal itu yang membuatnya marah saat tahu seberapa cinta wanita itu pada pria yang dicintainya. Dia marah saat melihat raja yang telah mencurinya itu terpuruk atas kepergian wanitanya akibat dirinya. Tapi Dia tidak pernah menyesal membuat wanita itu pergi meninggal pria yang dicintainya itu.
Sekarang Setelah dia dapat mengingat seluruh kehidupan pertamanya. Dia merasa menyesal telah melakukan kesalahan untuk kedua kalinya. Bodohnya dia ingin mengulang dunia ini seperti waktu itu. Padahal dia sadar kalau hal itu hanya membuat orang tersayangnya mengalami kejadian menyakit untuk kedua kalinya.
Berbeda dengan kehidupan pertamanya dia dicintai oleh seorang pria. Untuk kehidupan keduanya, pria yang dicintainya adalah raja yang membunuh kekasihnya di masa lalu. Tapi dia malah jatuh cinta pada raja itu. Sangat lucu takdirnya.
“Kamu masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri kamu Syla.” Ucap Ana yang sekarang sudah terduduk tanpa ada tenaga yang tersisa. Sihirnya terus menghisap energi sihir Syla.