
Pangeran damian merasa aneh dengan kondisi tubuh Ana. Dia sudah mencoba sihirnya untuk menyembuhkan sisa luka wanita itu. Tapi sihirnya seperti tidak berfungsi dengan baik. Bahkan dia merasa kalau tubuh Ana semakin lemah terlihat bawah matany ana mulai menghitam.
"menghitam, jangan-jangan." ucapan pangeran damian membuat kedua pasangan yang baru bisa berkumpul langsung menatapnya.
"Bagaimana kondisi Ana , pangeran." ucap Luxorius setelah menyandarkan tubuh Naura pada sebuah pohon.
Dia berjalan mendekati tubuh wanita yang terlihat sangat lemah. Bahkan tubuhnya bisa merasakan kondisi tubuh Ana yang tidak dalam keadaan yang baik.
"Sepertinya tubuhnya terkena racun." ucap pangeran damian lirih.
"APA?" teriak Yirlendi yang baru saja datang.
Namun baru saja naga itu berniat mendekati tubuh kecil dan rapuh itu. Dia melihat seorang wanita yang sedang mengejarnya. Dia terkejut dengan wanita itu karena memiliki sayap seperti para iblis. Dia sadar kalau wanita itu adalah iblis yang dibuat oleh xavier untuk menyerang Ana. Segera dirinya mengeluarkan api dari mulutnya untuk menyerang wanita itu.
Luxorius yang sadar ada musuh yang menyerang segera membuat sihir perlindung untuk mereka. Karena saat ini hanya dirinya dan yirlendi yang bisa diandalkan. Sedangkan pangeran damian harus mengawasi kondisi Ana dan Naura.
"Sialan iblis itu ternyat melakukan hal yang menjijikan." umpat Yirlendi yang melihat sebagian tubuh wanita itu terbakar tapi belum mati.
"Luxorius, aku titip Ana. Iblis ini tidak bisa dianggap remeh ternyata." ucap Yirlendi yang sudah berubah wujud menjadi manusia. Dia mengeluarkan pedangnya untuk menyerang tubuh wanita itu. Tapi dengan mudahnya iblis itu mengeluarkan sihir untuk menyerang Yirlendi.
Pada akhirnya Yirlendi harus menggunakan sihirnya walaupun dirinya tidak tega pada iblis itu. Bagaimanapun iblis itu tetap bisa merasakan rasa sakit. Sihirnya mungkin akan memberikan rasa sakit secara perlahan-lahan dibandingkan dengan pedangnya yang hanya dirasakan diawal saja.
"Hey anak muda jangan hanya bermain terus menerus. Segera selesaikan iblis kecil itu." ucap Luxorius yang kesal dengan Yirlendi karena menggunakan pedang ketika dia bisa membunuh iblis itu dengan sihirnya.
"Cih dasar naga tua ini." umpat Yirlendi bersamaan dengan sebuah sihir bertingkat muncul di atas iblis itu. Dari lingkaran sihir itu muncul ribuan anak panah.
"Nah gitu ajah kek dari tadi." ucap Luxorius yang berakhir mendapatkan tatapan tajam dari Yirlendi. Berbeda dengan pangeran damian dan Naura yang baru saja bangun beberapa waktu lalu. Mereka tertawa melihat perdebatan dari kedua naga yang selalu bersama itu.
"Heh pria tua bukannya berterima kasih tapi malah mengomeliku." ucap Yirlendi yang mengibaskan tangannya dan sihir perlindung itu lenyap seketika.
"kemana anak nakal itu. Kenapa dia tidak bersama kamu?" tanya Luxorius dengan wajah kembali serius.
"Dia masih bertarung dengan Xavier itu. Dia mengirimku karena cemas pada Ana. Bagaimana kondisi Ana saat ini?"tanya Yirlendi pada Luxorius.
Wajah Luxorius langsung muram mengingat kalau Ana dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Yirlendi yang paham dengan ekspresi naga yang selama ini dirinya layani. Dia langsung berjalan mendekati tubuh Ana.
"Ini sangat berbahaya. BlackSoul berada di hati Ana." ucap Yirlendi yang membuat mereka terdiam saat mendengarnya. Mereka sangat tahu racun berbahaya itu yang hanya ada di dunia iblis saja. Racun itu sangat terkenal karena dapat membunuh korbannya dengan kondisi yang menyedihkan. Bahkan saat racun itu bekerja, korbanya akan merasakan rasa sakit yang sangat menyakitkan.
"Hanya Aleardo yang bisa menyelamatkan Ana. Tapi aku bisa memperlambat proses racunnya." ucap Yirlendi yang membuat lingkaran sihir dengan satu jari terujuk pada dada kiri Ana.. Sebuah lingkaran sihir berwarna hitam itu terserap pada tubuh Ana.
"Kita tidak akan memiliki waktu yang banyak untuk menyelamatkan Ana. Sihir ini hanya akan menunda penyebaran racun selama satu jam." jelas Yirlendi yang membuat mereka bersedih mendengarnya.
"Kalau begitu kita harus membawa Aleardo sekarang." ucap Luxorius yang berdiri dari duduknya.
"Tenanglah aku sudah mengirimkan pesan lewat teleparti. Dia akan membereskan Xavier secepatnya. Pria itu mengacam menggunakan Ana.. Dia pikir dapat menggunakan blacksoul untuk menyerang Aleardo. Tapi sihirku akan membuat Xavier tidak bisa menggunakan Ana dalam waktu dekat ini." jelas Yirlendi.
Selain sebagai racun blacksoul dapat membuat inangnya dikendalikan dari sumber blacksoul. Sebernarnya blacksoul adalah darah iblis yang sudah ditambahkan mantra. Blacksoul dapat dipindahkan pada tubuh seseorang jika terjadi pemurniaan oleh seorang penyihir. Ana terjangkit karena memurnikan tubuh Naura. Tidak ada yang tahu mengenai ini hanya Naura saja. Wanita itu merasa sangat bersalah sudah membuat wanita yang menyelamatkannya dalam bahaya karena racun yang ditanam oleh Xavier beberapa saat setelah iblis itu bangkit.
Dia masih ingat saat Charlote melukainya dan menggantikan posisinya untuk membangkitkan Xavier. Iblis itu langsung mendatangi tubuhnya yang tidak bisa digerakkan karena kehabisan darah dari luka yang diberikan Charlote. Iblis itu mengeluarkan darahnya sendiri dan dialirkan pada luka Naura setelah itu sebuah sihir muncul. Naura sangat tahu seberapa sakit racun itu bekerja. Dia merasa tubuhnya seperti dihujani oleh ribuan anak panah dengan bara api di ujungnya.
"Maaf Ana, pada akhirnya kamu selalu menyelamatkan keluargaku dan aku." ucap Naura dalam hati sambil menatap Ana yang tidak sadarkan diri.
Ditempat lain. Aleardo yang sudah mendapatkan informasi kondisi Ana . Dia sedikit dapat bernafas lega. Ternyata mengirimkan naganya dapat membantu kondisi Ana. Sekarang dia tidak akan berbelas kasih lagi pada adiknya itu. Dia sudah sangat malah dengan perbuatan Xavier pada Ana. Sejak awal xavier memang ingin membuat seorang Aleardo depresi karena kehilangan wanitanya lagi.
"Kamu benar-benar harus mati hari ini Xavier." ucap Aleardo yang tiba-tiba terbang sangat cepat pada Xavier. Bahkan Xavier tidak dapat melihat Aleardo. Sebuah pukulan muncul di wajahnya dari sampingnya. Tendangan mengenai tubuhnya. Dia merasa tubuhnya merayang dan terkenal pukulan Aleardo tanpa henti. Tendangan pada perutnya menjadi serangan terakhir pada Xavier.
Tubuh iblis itu bersandar pada pohon dengan darah mengalir dari wajahnya. Dia sadar tetap selalu kalah jika melawan Aleardo. Pada akhirnya dirinya harus mengeluarkan sihir terakhirnya.
"Sebuah lingkaran hitam muncul di depan dada kirinya. Tangan Xaviera mengambil sesuatu dari lingkaran sihir di sebelah dada kirinya. Dia merasakan rasa sakit saat menarik sebuah pedang.
"Kamu berniat menggunakan pedang itu untuk membunuhku. hahahah kamu bodoh sebelum pedang itu menggoresku aku akan membunuhmu dengan pedangku." ucap Aleardo.
" kamu berpikir seperti itu, Coba kita lihat selanjutnya Aleardo. " ucap Xavier dengan senyum tipis.
Xavier membuat lingkaran sihir hitam di depannya setelah itu pedangnya di tancapkan di tengah lingkaran sihir itu.
"Membuka gerbang Xierlext." ucap Xavier bersamaan dia merasakan tubuhnya seperti dihujani oleh pedang. Dari lingkaran sihir Xavier membuka portal besar di dapat tubuhnya. Muncul sebuah monster dari portal itu.
"kamu tahu kakak seorang iblis tidak bisa membunuh Xierlext." ucap Xavier sebelum nafas terakhirnya berhembus dan tubuhnya hancur menjadi debu.