
Aleardo mundur beberapa langkah, pedangnya menahan tubuhnya. Xavier tertawa saat melihat pria di depannya terluka karena tebasannya.
"hahhaha lihatlah sekarang kamu pasti akan kalah." ucap xavier pada Aleardo.
Aleardo menatap kesal pada xavier. Beberapa waktu lalu dirinya tidak fokus karena merasakan aura Ana yang mulai melemah. Dia harus segera menyelesaikan dan melihat kondisi Ana saat ini. Aleardo berharap luka yang didapatkan anda tidak begitu besar.
"Apakah kamu sedang memikirkan wanitamu itu? Aku yakin dia sudah kalah karena diterkam oleh Verdlic. Naga itu lepas bukan?" ucap Xavier dengan tatapan mencemooh pada Aleardo.
"Yirlendi pergilah dan cek kondisi Ana saat ini." ucap Aleardo yang langsung dilakukan oleh naga hitam itu. Yirlendi terbang meninggalkan Aleardo dan Xavier.
"Catherin sebaiknya kamu membunuh wanita itu bukan?" ucap Xavier bersamaan seorang wanita muncul dari belakang punggung Xavier.
Aleardo tidak menyangka ada wanita lain di tempat ini. Anehnya dirinya tidak dapat merasakan aura kehidupan dari wanita itu. Xavier tersenyum pada Aleardo.
"Dia sudah mati, hanya saja aku berikan sedikit energi kehidupanku untuk membunuh wanita mu itu." ucap Xavier dengan senyum lebar.
"Aku tidak akan membiarkan kalian melukai Ana." ucap Aleardo yang langsung berdiri dan berlari mendekati Xavier.
Pedangnya mengayun hampir saja menebas badan Xavier jika segera dirinya menahan dengan pedangnya. Tapi kekuatan xavier tidak bisa menyamai Aleardo walaupun dirinya sudah menggunakan pedang terkutuk itu. Tubuh Xavier telempar jauh dari tempat awalnya. Tubuh itu menabrak sebuah pohon besar.
"Sudah aku katakan kamu tidak akan bisa mengalahkanku." ucap Aleardo yang berjalan secara perlahan. Pedangnya berubah menjadi sebuah tombak yang terlihat sangat luncing di ujungnya.
"Sialan, kamu meremehkan aku. Aku belum mengeluarkan sepenuhnya kekuatanku." ucap Xavier.
Aleardo sama sekali tidak memperdulikan ucapan dari adiknya yang berbeda ibu. Dia sebenarnya tidak ingin melakukan hal ini. Tapi dia sudah terlalu banyak membuat orang yang dicintainya terluka. Dia masih ingat saat ibunya mati karena Xavier. Berlanjut dengan ayahnya yang ikut dengan ibunya karena tidak siap hidup tanpa ibunya.
Bahkan dia masih ingat saat pria di depannya malah tertawa saat membunuh ibunya. Dia tidak bisa lupa tentang kenangan itu. Bukan hanya disitu, dia membuat jiwanya terbagi yang membuat wanita yang dicintainya harus terus menerus melewati kehidupan yang menyakitkan hanya untuk bisa mengembalikannya.
"Aku tidak akan memberikanmu kesempatan kedua kembali Xavier." ucap Aleardo bersamaan tombaknya terlempar dan mengalahj pada Xavier.
Terlihat wajah xavier langsung pucat. Dia sangat tahu seberapa berbahaya pendang milik kakaknya itu. Pedang yang dapat berubah menjadi berbagai berntu senjata sesuai keinginan sang pemiliknya. Segera dirinya membuat sihir perlindung untuk menahan tombak itu melesat pada tubuhnya.
Dia segera menggunakan sihir teleportasi tapi seperti ada yang menahannya. Sihir itu tidak bisa digunakan. Dia melihat ke arah Aleardo berdiri sebelumnya. Tapi pria itu sudah tidak berada di posisinya. Dia mencari keberadaan Aleardo.
"kamu masih sama seperti dahulu sangat mudah teralihkan." ucap Aleardo yang berada di atas dan sedang mengalahkan pedangnya padanya. Xavier langsung menahan pedang Aleardo dengan pedangnya. Tapi kekuatan Aleardo sangat kuat sampai dia dapat melihat retakkan pada pedang nya. Dia terkejut bukan main meliihat pedang yang menjadi salah satu pedang terkuat itu bisa retak hanya dengan pedang yang dimiliki oleh Aleardo.
Dia mengalirkan energi sihir pada pedangnya yang membuat retakan pada jaybalus semakin besar. Hingga tidak membutuhkan waktu lama pedang itu patah menjadi dua. Xavier saat itu langsung mencoba lari dari Aleardo.
"Sial. sekarang hanya dengan serangan terakhir ini untuk mengalahkan Aleardo." ucap Xavier dalam hati.
"Kamu tidak akan menggunakan sihir itu bukan? " tanya Aleardo yang sedang berjalan secara pelan-pelan menuju Xavier yang membuat tanpa sadar dia measakan keringat dinginnya.
"Mungkin saat aku belum bersatu dengan separuh jiwaku. Kamu bisa mengalahkanku dengan sihir itu. Tapi berbeda untuk saat ini. Kamu memang malapetakan untuk kaum manusia tapi tidak untukku Xavier. Ingatlah kekuatan kita berada di tingkat yang berbeda." ucap Aleardo dengan santai mengarahkan jari tunjuknya dan sebuah sihir api muncul hampir saja mengenai Xavier.
"Aku masih bisa menang pertarungan ini dengan menggunakan wanitamu itu. hahahhaha." ucapan Xavier membuat amarah Aleardo tiba-tiba membara. Hingga asap hitam mulai mengelilingi tubuh pria itu.
"Apa yang kamu rencanakan Xavier?" tanya Aleardo dengan nada yang sangat dingin.
"Kamu dan wanita mu itu sudah masuk kedalam perangkapku selama ini." ucap Xavier dengan senyuman yang sangat misterius.
"XAVIER sedikit saja kamu membuatkan Ana terluka aku pastikan kamu akan merasakan kematian yang sangat menyakitkan." peringatan Aleardo.
"hahahha kamu pikir aku takur. Aduh aku takut. hahahhaha." ucap Xavier dengan tawa yang menggelegar.
"Wanita itu dengan bodohnya sudah melakukan 3 kali pembersihan energi iblis. Kamu tahu apa yang akan terjadi pada istrimu jika salah satunya aku tanamkan blacksoul. Kamu pasti tahu apa yang terjadi." ucap Xavier.
"XAVIER." geram Aleardo dengan amarah yang sudah meluap. Bahkan saking kuatanya aura milik xavier membuat oksigen disekitarnya mulai berkurang. Fisik Aleardo sudah berubah menjadi iblis. Dua tanduk muncul di kepalanya dan kedua sayap hitam besar di belakang punggunya.
Sayang menyeramkan tapi menawan di waktu bersamaan. Mata merahnya yang besar menjadi menyipit kecil . Rambut hitamnya berubah menjadi putih dan panjang.
"Sudah lama sekali aku tidak melihat penampilanmu saat seperti ini. Kamu sudah terlalu sering menggunakan wujud manusia mu itu." ucap Xavier yang bersamaan berubah menjadi wujud iblisnya.
Blacksoul adalah inti dari kegelapan yang menjadi racun bagi penyihir yang tidak memiliki energi sihir berwarna hitam. Blacksoul itu akan memakan energi sihir inangnya hingga abis. Pada akhirnya orang yang terkenal akan kehilang vitalitas dan umur hidupnya. Dia akan mati dengan kondisi yang sangat menyedihkan. Tubunya akan mengering seperti terserap hingga bersisa tulang berulang saja.
Blacksoul adalah racun yang digunakan untuk menghukum seorang penyihir jika melanggar perjanjian dengan kaum iblis. Tapi racun itu sudah sangat lama dilarang oleh dunia bawah karena dianggap terlalu kejam. Sekarang racun itu berkemungkinan tertanam di tubuh Ana.
Aleardo sudah tidak bisa bermain-main dengan Xavier lagi. Dia harus segera menyelamatkan Ana atau dia akan menyesal seumur hidup. Karena tidak bisa menyelamatkan Ana untuk kesekian kalinya.
"Semoga saja kamu dalam keadaan baik-baik saja, Ana tunggu aku." ucap Aleardo dalam hati